Sunday, 25 September 2011

I'll Promise You

Sebuah Cerita




Perkenalkan,namaku Harun Yahya.Aku bukan orang yang terkenal menentang teori evolusi Darwin itu.Ngapain mbahas Darwin,dia punya pikiran dan bebas berpikir dan pertentangan itu wajar-wajar saja.Aku hanya orang biasa.Mahasiswa amburadul jurusan seni rupa disebuah universitas di jawa.


Seni,
Sebuah kebebasan jiwa,itu menurutku.Kecintaanku pada dunia ini membawaku bebas lepas.Dalam hal ini kebebasan bukan berarti tidak mengenal aturan,tapi kebebasan yang terikat menurut UUD,agama dan syariat yang berlaku.


Sejak SMA aku sudah terbiasa sendiri dan hidup kost jauh dari orang tua.Sekali lagi,sendiri membawa kebebasan mengalir dalam jiwa dan hidupku.Dari segi wajah,aku bukan orang yang tampan.Tapi jujur kadang-kadang ada wanita yang menyatakan cinta padaku,hehehe.Entah apa yang mereka lihat dariku ini dan aku benar-benar tidak tahu.Rambutku agak gondrong dan telinga kanan kiri bertindik.Walaupun fisikku acak-acakan seperti itu,aku tetap sadar akan kewajibanku sebagai makhluk beragama dan sebagai makhluk yang hidup di bumi yang fana ini.


"Brow...add FB gue ya," Ucap Toni teman satu kostku.
"Gue males maen gituan,apa itu FB-FB,buang-buang waktu aja,"Ucapku tak peduli
"Udah buat aja,some day pasti ada gunanya.Ato buat itu aja,publikasi karya-karya kita,baguskan?" Ucapnya semangat.
"Lu kaya' seniman kondang aja,"
"Eits...jangan salah,publikasi karya-karya kita itu penting,udah cepetan buat..."
Akhirnya aku pun tergoda juga dengan bujuk rayuan busuk si Toni temanku itu.


Mulailah aku berkenalan dengan si FaceBook.Satu dua minggu benar-benar malas.Tak ada yang menarik untuk sekedar dibuat update.Status teman-teman hanya begitu saja.Percintaan,tugas kuliah,keluh kesah tentang cinta dan kehidupan disekeliling mereka semua dibuang secara sembarang lewat status-status mereka.Andai saja si FB bisa ngomong,pasti dia sudah jijay terhadap mereka para perusuh FB.


***
Awal semester tiga,tugas membludak....Para Dosen dengan senang hati menyuguhkan tugas-tugas yang waw....

Status:
Aku berjanji hanya jatuh cinta dan pacaran padamu,istriku dimasa depan :-D

Aku tersenyum simpul setelah menulis itu pada FB ku.Ku lanjutkan lagi pekerjaan untuk mengerjakan tugas dari dosenku.
Semenjak aku masuk bangku kuliah,aku berusaha agar tidak tertarik dengan yang namanya cinta.Prinsipnya cinta itu cerita indah namun tak berarti.Aku tidak suka ikatan,aku tak mau terikat dan diikat oleh orang lain.Aku ingin bebas seperti burung diangkasa.Kebebasan terus saja tertanam didiriku.Walaupun begitu,aku juga tahu kelak suatu hari aku pasti akan terikat.Yah...itu kan nanti bukan sekarang,makanya aku mau bebas dan membuat janji pada diri sendiri agar jatuh cinta hanya pada istri masa depanku itu.

Pagi belum ada aktivitas penting.Dengan keisengan ku buka FB.Masuk beranda yang penuh dengan status yang tak jelas.Kubaca satu persatu,sungguh membosankan.Kubaca lagi,sebuah nama membuatku tertarik,"Zivana Nashihah".Ku obrak abrik profilnya.Biasa saja....aku add.

Esoknya,
Kubuka pemberitahuan,telah diterima tunai,bagaimana?sah?Hahaha,bukan itu...Dia menerima pertemanan.Aku masih saja melongo,tiba-tiba terdengar suara,jendela chat terbuka.Dari Zivana

Zivana :Pagi,siapa ya?aku kenal kmu?
Saya     :Pagi juga,g kenal tuh
Zivana  :Lha kmu siapa?
Saya     :Harun
Zivana  :Harun siapa??
Saya     :Harun ya Harun


Itu awal perkenalanku denganya.Wanita biasa,sederhana bernama Zivana.Hampir setiap hari aku bertukar informasi dengannya.Saling berdebat,mengolok-olok status masing-masing dan masih banyak lagi.Pagi hari kusempatkan untuk menyapanya sebelum aku berangkat ke kampus.Kadang-kadang harus menyelinap untuk online agar tidak kepergok teman sekamar.Entah mengapa aku malu berat jika ketahuan chating sama yang namanya perempuan.


Kira-kira sudah satu bulan aku mengenalnya.Kadang sikapnya sedikit manja.Lucu saja melihat kelakuannya itu.Kalau aku perempuan,aku pasti sudah mengajaknya bermain boneka.Suatu  waktu kegilaanku muncul.Aku tiba-tiba menggodanya.Setelah kabur dari acara chating,aku mengirimkan permintaan menjalin hubungan,hahaha lucu sekali.Aku yakin sifatnya yang humoris itu pasti akan menolak mentah-mentah tulisan itu.


If you know....Gubrak bused dah....Mati aku!!!Dia malah menerima.Waduh,ini bagaimana?Aku hanya bercanda tapi kenapa dia malah menerima???Seperti inikah nasibku,aku tak tahu siapa dia.Wah...anak orang malah aku kerjain seperti ini,dosa-dosa.Ampuniku ya Rabb....


***
Aku berusaha bersikap tenang dan belajar bertanggungjawab atas perbuatannku ini.Aku bersikap biasa,yah...karena memang ini biasa saja.Astagfirullah!Aku baru ingat janjiku yang dulu,dosakah aku ya Rabb atas pelanggaran janjiku itu???

Aku mengacuhkannya.Dia Zivana tetap bersikap baik padaku.Dia menulis kata-kata manis yang menurutku murahan.Cinta cinta yang slalu diucapkannya.Aku jadi bingung sendiri menghadapi sikapnya itu.Dia jadi lebih puitis dari sebelumnya.

Aku jadi malas membuka FB.Aku masih belum bisa membalas "perasaan" Zivana.Dia slalu hawatir ketika aku tidak online.Sampai akhirnya aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk pentas seni dari pada mengurusinya.

Status:
Aku ingin sendiri.

Malam dingin.
Mataku enggan terlelap seperti ada sesuatu yang mengganggu perasaanku.

Login FB,ada pesan dari Zivana.

Maaf ea udah banyak ngrepotin.Makasih atas semuanya

Ku jawab:

Ia sama-sama hehehe

Nah lho???kenapa dia bilang seperti itu???Bukanya aku yang sudah banyak salah padanya???.Aku mencari tahu apa sebabnya.Ternyata statusnya berubah singgle,Alhamdulillah.......

Matahari keperaduannya,
Astagfirullah,hatiku gelisah.Wajah Zivana terlihat jelas dipelupuk mataku.dia seakan-akan menghantuiku dimanapun aku berada.Makan terasa tak enak,tidur pun tak nyenyak,dilema melanda,ada apa ini???bisikku dalam hati.

Pagi menjelma,
Dia tidak muncul.Ada getaran aneh.Aku memutar otak mengingat dulu waktu aku masih sering chating dengannya.Aku tersenyum sendiri melihat tulisan-tulisan yang dulu dia buat untukku.Lalu kemana dia sekarang???Aku,aku mulai merindukannya.

Beberapa hari kemudian,aku bertemu dengannya tentu saja lewat chating.Dia menjelaskan alasannya mundur dari hubungan itu.Lagi-lagi perasaan salah menggantung dihatiku.Dia merasa keberadaannya membuatku tidak nyaman sehingga ada baiknya jika kita jadi teman biasa seperti dulu.

Zivana oh Zivana,I'll promise you untuk menjadi teman yang baik untukmu.Hatiku pedih,seperti tak rela.Entah apa yang mengganjal.Semuanya pergi....Aku tak lagi menemukanmu disini.......





This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment

Mana jejak tulisanmu?