Thursday, 1 December 2011

Bulan Di Atas Mentari Episode 24

Guntur dan Bulan mencari alamat Bintang.Setelah sampai ditempat kos Bintang,Guntur bertanya pada yang punya kos dan Bintang melihatnya dari kejauhan.Bintang sedikit panik karena rahasianya mungkin sudah terbongkar.

Tari datang menemui Bintang.Disana juga ada Poppy dan Ucok.Bintang mengaku bahwa Poppy hanya pembantu yang terobsesi dengan Bintang sehingga menganggapnya anak.Ucok dan Poppy berdebat bahwa Bintang harus dikutuk atau kepalanya terlempar sesuatu dan ternyata benar.Bintang terkena bola hingga pingsan.

Bulan menunggui Raffi dirumah sakit.Bulan berdoa untuk kesembuhan Raffi dan Guntur mendengar kemudian ikut mengamininya.Bulan keluar dari kamar Raffi untuk melihat Guntur.Guntur sedikit aneh,kenapa Bulan memanggil Raffi pak,padahal Bulan anaknya.Bulan masih ingin menjelaskan bahwa dia adalah Bulan bukan Tari.Guntur menenangkan Bulan yang sedikit sedih.Runi dan Oma Siti tiba-tiba datang,Guntur dan Bulan panik karena jalan yang harus mereka lewati cuma satu.Mereka tidak mau kepergok Runi.Akhirnya mereka pun menyamar jadi suster dan berhasil mengelabui Runi dan Oma.

Bintang sadar,Tari marah karena dia telah dibohongi.Tari menyatakan hubungan mereka putus.Tari kemudian datang ke RS dengan wajah sedih,tapi tetap tidak mau bicara dengan Runi tentang Bintang.Di rumah,Tari malah cerita semuanya pada Puji.Tari juga bingung tentang masalah kantor dan Puji menasihati agar Tari minta bantuan Raja~akal bulus~.

Guntur mengantar Bulan pulang.Bulan masih tertidur dimobil dan Guntur memandanginya.Guntur bilang bahwa dia sayang sama Bulan.Bulan terbangun dan kaget melihat Guntur yang sedikit dekat dengannya.Jantung Bulan berdebar,dia bingung apa yang telah Guntur lakukan padanya~padahal nggak diapa-apain~.Tiba-tiba Bintang menelfon meminta Bulan keluar rumah.Setelah bertemu Bintang,Bintang bilang bahwa dia dan Tari sudah putus.Bintang bertanya pada Bulan, " Siapa yang mungkin menjadi jodohnya???"

Next Episode :











See you~

0 komentar:

Post a Comment

Mana jejak tulisanmu?