Friday, 20 January 2012

Okey, Aku Bukan Pelawak

Minggu, 20 Januari 2008
11 Muharram 1429 H

Aku terbangun dari mimpi setelah perjalanan panjang sampai penampilan drama tadi malam dan tidur jam satu berteman hujan. Masih ngantuk tetap bangun untuk bersujud pada-Nya. Mata masih ingin tidur, tapi hari panjang akan dimulai. Alhamdulillah drama semalam tidak mengecewakan. Semua karena karunia-Nya, naskah yang ku buat ternyata terpilih dan dipentaskan.

Cuci muka langsung ikut olahraga tanpa mandi hanya gosok gigi. Olahraga dengan gerakan bermacam-macam. Tak lupa juga senam wajah dan olah vocal seperti biasa saat latihan. Kak Syafi'i membariskan kami untuk menerima sarapan. Sarapan ala kadarnya di halaman sekolah duduk manis di atas tanah. Kalau diperhatikan secara seksama, miriplah kami seperti anak pemulung di kolong jembatan yang makan ramai-ramai. Kata kakak kelas sih, itu menandakan kita ini merakyat.

Sebelum sarapan kami selesai, Kak Syafi'i tiba-tiba marah pada Kakak kelas XI. Alasannya karena ada Kakak yang tida ikut sarapan bersama. Dua Kakak kelas XI yang tidak sarapan bersama dihukum dengan sarapan makanan yang dikumpulkan dari sisa makanan kami kelas X. Kakak kelas XI berlinang air matanya tapi tetap saja mereka memakannya. Kami kelas X benar-benar menangis, tak tega dengan keadaan ini.

Tiba-tiba Kak Sugi datang untuk membela. Kak Sugi bilang kalau salah satu Kakak kelas XI ada yang sakit, makanya mereka tidak sarapan bersama. Kak Syafi'i tidak peduli. Terjadilah perang mulut yang sangat dramatis. Aku tak kuat menahan ini. Aku menangis .... Kenapa hanya karena masalah sepele, mereka bertengkar. Lalu bagaimana nasib kami kelas X yang akan Workshop Teater? Harusakah berakhir?

Kami masih berlinang. Kak Dhowi berusaha menenangkan Kak Sugi. Yah dia berhasil, Kak Sugi datang dan bersalaman dengan Kak Syafi'i.

" Dek ... Maafkan kami karena sudah membuat kalian semua menangis,"

Kami masih tersedu-sedu

" Kami ini hanya acting,hehehe"

What??? Cuma acting??? OMG .... Sudah berliang air mata dan ternyata cuma acting???

Matahari agak meninggi, kakak kelas mulai beraksi. Workshop akan segera digelar. Pertama, kakak kelas memberikan instruksi, memberikan rute perjalanan yang harus peserta lewati. Sepanjang perjalanan, akan ada empat pos. Dimasing-masing pos akan ada tes tersendiri. yang terpenting, dalam misi Workshop kali ini peserta akan membawa amanah 'Teater Nandur Akan Mengikuti Festival Tingkat Nasional'. Kalau kata Nasional terucap,maka peserta dinyatakan GAGAL Paham???

Okey, Apakah misinya akan dimulai? Belum. Pos pertama, para peserta akan mendapatkan peran dan dalam perjalanan, kami harus beracting. Jangan lupa pakai make up sesuai peran. Contoh peran : Orang gila, pengamen, pengemis, pemulung, badut, orang bisu yang minta-minta pokoknya peran makhluk yang menderita.

Fine, peran yang ku dapat Badut
Badut??? akting badut itu kayak apa? Gilaaaaa . Aku mencoret mukaku dengan Lipstik berharap aku mirip badut seperti yang ada di TV. Okey, aku bukan pelawak tapi aku badut.

Aku berjalan menyusuri rute. Aku beraksi, ada balita. It's show time ....

" Adek ... Aku badut, pok ame-ame belalang kupu-kupu,"

Belum selesai aku bernyanyi, eh tuh anak malah nangis, huaaaaaa~ Gagallll. Balita itu malah ketakutan. Badut macam apa aku ini??? =.="

Okey aku berjalan lagi. Ada anak kecil lagi. Aku ngga kapok, aku godain dia. Ku jalankan aksi menari-nari, bernyanyi semua agar dia bisa tertawa. Dan hasilnya.... Horey dia tertawa.... Ternyata seperti ini rasanya jadi badut.

Pos kedua,


" Dek tolong buat cerita atau apa saja terserah. Buat kami tertawa atau menangis,"

Aku berpikir, apa pula yang akan ku ceritakan? Ah ni Kakak ada-ada saja.

" Okey ... Ada seorang badut. Dia setiap hari bekerja untuk menghibur orang lain. Suatu hari, anaknya meninggal. Dia sangat sedih, tapi dia juga harus bekerja. Dia bekerja, menghibur, tertawa meskipun hatinya luka. Bagaimana Kak?"

" Ah biasa aja. Yah udah pergi sono, dah bosen liat muka jelek mu,"
"=.="

Pos ketiga,


Permainan kepala naga berburu ekornya. Siapa yang berhasil menangkap ekornya maka akan mendapat pertanyaan dan bisa lolos pos selanjutnya. Oke fine, aku lolos meskipun agak lama.

Pos keempat,

Entahlah, pos ini teramat sangat berat. Aku ditahan sekian lama disini. Aku menuruti semua perintah Kakak kelas, tapi kenapa mereka tidak membiarkan aku pergi seperti teman yang lain?Kenapa mereka terus membentakku?

" Dek, kalau Teater kita sudah pernah ikut festival tingkat propinsi, lalu kita akan naik kemana?"
" Ke tingkat Internasional Kak," Jawabku polos
" Kamu bodoh atau bagaimana? Masak dari propinsi langsung internasional? Semua itu ada tahapnya Dek,"
" Lho? Kita ini kan ingin Go Internasional Kak, makanya kita langsung naik tangga,"

Ah ....
Perdebatan yang ngga usai. aku makin terpojok. Karena tak mendapat jawaban, Kakak itu melemparku ke Kakak yang lain. Berkali-kali aku dilempar kesana dan kemari dengan berbagai pertanyaan yang ngga penting. Aku muak, aku marah, aku mengadu.

" Ya Allah Kak ... Aku sudah lebih dari satu jam berada disini. Teman-teman yang lain sudah sampai sekolah, lha ini aku? Aku bener-bener udah capek Kak," Ucapku tersedu.

Air mataku berlinang mengalir deras. Aku sebelllll.....

" Yah udah dek, apa tugasnya Carik?"
" Tugas carik atau sekretaris adalah mencatat semua kegiatan yang dilakukan di Teater. Carik juga bertugas membuat surat atau proposal," Jawab ku masih dengan air mata di pipi

Mb' Leni bertepuk tangan,
" Selamat yah dek, kamu sudah berhasil...."

Busetttttt~
Ini berhasil? Setelah sekian lama ditahan dengan segala omelan, dibodoh-bodohin, dibentak-bentak ini yang namanya berhasil??? Gilaaaa

Akhirnya aku berjalan untuk kembali. Melewati rute menuju sekolah. Setelah aksi gila ini, mungkinkah aku kapok? Aku lega, tersenyum ceria.

Didepan gerbang sekolah,

" Dek sini dulu, istirahat. Pasti capek kan tadi habis berjalan jauh. Ini minum dulu," Tawar mb' Dian.

Aku duduk bersama teman yang lain yang sudah lolos lebih dulu. Ah benar-benar lelah. Kami berbincang tentang semua yang terjadi sepanjang jalan. Akting kami, kegilaan kami, Kakak kelas yang bikin depresi. semua ....

" Dek, tadi di pos satu kalian dikasih tau apa? Kakak pengen tau. Udah ngga usah takut, kan  Workshop Teater udah selesai," Ucap Mb' Dian

Kami saling pandang. Sedikit curiga, jangan-jangan ini cuma tipuan. Tapi masak iya? Kan Posnya udah ngga ada lagi. Setelah berdiskusi dengan semua teman, akhirnya kita menjawab satu-satu.

Teater Nandur Akan Mengikuti Festival Tingkat Nasional"

Semua lega. Akhirnya cobaan hidup telah berakhir.

" Ya udah, makasih yah dek. Kakak juga mau ngasih tau, kalau ini adalah pos bayangan dan kalian sudah  GAGAL menjaga amanat. Ya udah silahkan masuk gerbang,"

WHAT!!!!
Setelah semua yang terjadi. Menahan malu sepanjang rute di kampung, ditertawakan semua orang, bikin anak bayi nangis, dimarahin emak-emak karena nakutin anaknya. Memperlihatkan kemaluan rasa malu didepan semua orang. Ini hasilnya????


Kak Syafi'i
Kak Sugiarto
Mb' Dian

Kak Baidhowi












Mb' Leni



Jangan terlalu percaya sama orang lain. Jangan-jangan mereka cuma ACTING!!! Walau bagaimana pun, sekarang 20 Januari 2012 aku tetep rindu sama kalian~ Dan aku tetap Bukan Pelawak

Jiah Al Jafara Berpartisipasi dalam 'Saweran Kecebong 3 Warna' Yang didalani Oleh Jeng Soes - Jeng Dewi - Jeng Nia dan Disponsori Oleh Jeng Anggie, Desa Boneka dan Kios 108


20 comments:

  1. sabar ya? lain kali harus hati hati kalo sedang mengikuti acara seperti itu :D

    ReplyDelete
  2. @ asep : ngga ada lain kali wong udah lulus sekolah :-D

    ReplyDelete
  3. Udah ngebadut, tapi nggak ada yang ketawa? Lucu juga ya..hihi..

    makasih atas partisipasinya, Sudah dicatat sebagai peserta :)

    ReplyDelete
  4. Mak Cebong 3 dataaaannnggg :-)

    Poto badutnya mana?? Ko ga ditampilin hehehe

    Thanks yah Say udah berpartisisapi di Saweranya Mak Cebong. Masih 2 kstegori menanti kalo mo disikat bersih :-)

    Sun sayang dari Princess Double Zee

    ReplyDelete
  5. sabar mbak jia...., kalau gak bisa membuat tertawa orang, membuat diri kita sendiri jugak gpp

    ReplyDelete
  6. sabar mbak jia...., kalau gak bisa membuat tertawa orang, membuat diri kita sendiri tertawa jugak gpp. jadinya gak harus cari orang untuk menghibur kita....

    btw sukses untuk kontesnya

    ReplyDelete
  7. walah... tega nian mba Dian =,=
    suksess buat kontesnya ^^

    ReplyDelete
  8. wah, teknik lama masih dipakai juga ya, ternyata senior mu benar-benar membaca buku panduan pengospekan tuh, hehe ;)

    ReplyDelete
  9. hahaha.. sukses tuh kakak2nya ngerjain..

    blogwalking sore

    ReplyDelete
  10. musti pake di bentak2 dulu iia?!??! waduuhh..

    ReplyDelete
  11. ikut ngakak deh. . .
    ahahahahahahaha

    salam

    ReplyDelete
  12. Wohoo, akting itu susah lho... :D

    ReplyDelete
  13. hehe, ini dhe yang aneh atau gimana yaa neng.. dhe udah serius baca, ee pas mo ketawa gk jadi karena ternyata klimaksnya gk dapat.. trus pas mo sedih, ee gk jadi karena ceritanya udah habis.. hahahahaha, dhe bingung ni cerita sedih atau cerita lucu?? sorry, tapi dhe berusaha nyampe'in pendapat aja.. :D

    ReplyDelete
  14. habis dari tingkat propinsi, langsung ke hollywood jiah :D

    ReplyDelete
  15. sukses kontesnyaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  16. wahh coba kalo jadi badutnya dsini biar anak2ku lihat...dijamin anak2 sy bukan ketawa malah ketakutan hihihi...

    terimakasih atas partisipasinya ...sdh tercatat sbg peserta....

    ReplyDelete
  17. yang penting berani mencoba aja mba,kan berhasil atau gagal itu belakangan yang terpenting kita sudah bisa mengalahkan rasa malu & takut kita aja itu udah termasuk kategori menang kok

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?