Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.

Mereka Juga Berharga



Bismillaahirrahmaanirrahiim




Kalau ditanya, siapa seseorang yang paling berharga dalam hidupku? Aku jelas akan menjawab, Bu e', Bapak dan keluargaku. Mereka tempat dimana kita akan kembali. Tapi, tahukah kau? Kita ini hidup tidak hanya terpaku pada keluarga. Kita punya teman, tetangga, lawan, sahabat dan Guru. Bukankah mereka juga berharga? Bukankah mereka juga mengisi bagian kecil disudut hati kita?




Dan saat masanya telah tiba, aku jauh dari rumah. Aku mengenal mereka waktu masih SD. Semakin bertambah tahun, aku semakin mengerti, sosok bapak dan Ibu yang Kakak-kakak banggakan. Setelah SD disebuah rumah kami bernaung, bersama Bapak dan Ibu tapi mereka bukan orang tua kandung. Mereka itu guruku mengaji, orang tuaku.


Bapak Dalhar sosok kiyai yang tak ingin dipanggil kyai. Cukup dengan "Bapak" tanpa embel haji dan kyai. Sosok sederhana dan berilmu yang membuatku jatuh cinta dengan pesonanya. Ibu Sofiyah, seorang ibu yang tegas, pedagang yang baik seperti sosok Siti Khadijah.
Aku tinggal dirumah mereka hampir tiga tahun. Pasang surut saat tidak nyaman disana kadang bergelayut didalam hati. Tapi aku selalu yakin, Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik saat aku di Roudhotul Muta'allimin di rumah mereka. Saat kejenuhan muncul, aku ingat orang tua dirumah. Mereka pasti akan kecewa jika aku tak bersungguh-sungguh dalam belajar.
Bapak Dalhar, beliau yang menikahkan kedua kakak perempuanku. Pernah aku berhayal, mungkin suatu saat nanti ketika aku menikah, Bapak jugalah yang akan menjadi wali menggantikan Bapak kandungku. Aku juga pernah berfikir, mungkin suatu saat nanti aku akan membawa seseorang ke Roudhotul Muta'allimin untuk belajar mengaji.
كُلُّ نَفسٍ ذائِقَةُ المَوتِ ۖ ثُمَّ إِلَينا تُرجَعونَ Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan ( Al-ankabut : 57)
Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan takdir yang ada. Desember 2006, sore hari sepulang les aku mendengar berita meninggalnya Bapak. Aku menangis sepanjang jalan, aku berlari kencang. Aku juga ingat, betapa bodohnya aku saat les berlangsung. Aku membaca novel Miss Pikun dan tidak terlalu mendengarkan pelajaran itu. Kini, aku menangis, tak lagi tertawa lebar seperti saat membaca novel.
Bayangan Bapak terlintas saat September 2006 di akad nikah Mb' Ita. Kemudian Desember 2006 Bapak berpulang diusia 63 tahun karena penyakit yang tak pernah ku ketahui. Aku melihat jenazahnya, wajah pucatnya terlihat tersenyum tenang. Rasanya sesak karena semua orang ingin melihat sosok Kyai baik hati untuk terakhir kalinya. Dan Ibu, tampak pasrah dengan segala keimanannya. Entah bagaimana rasanya, kehilangan suami untuk kedua kalinya.
Kini waktu berlalu terasa cepat. Saat Idul Fitri tiba, tak lupa aku mengunjungi Ibu Sofiyah. Ibu sosok yang tegar, mengagumkan. Ibu yang memberi pesan bahwa wanita itu harus mandiri seperti dirinya. Jadilah wanita yang kuat, tidak hanya mengandalkan suami.
Waktu memang berlalu, tapi kenangannya tak pernah sirna. Sebuah Kenangan kutulis untuk Bapak M. Dalhar . Sosok guru yang pelitanya tak pernah redup meskipun beliau tak lagi di dunia. Cahayanya tetap menyala karena ilmu yang beliau berikan tanpa pamrih.
karna ku mencintaimu
hatiku begitu perih
menahan gejolak dalam hati
karna ku tahu
ku tak akan pernah melihatmu lagi
tapi bagiku,,,
mengenalmu tak pernah salah
ini adalah hal yang indah
keindahan yang tak ku mengerti
pesona yang tiada tara
kau adalah cahaya dalam gelapnya dunia
lentera yang tiada sirna
pelangi yang slalu beri warna
dan akan slalu dicinta 
Mereka juga sosok yang berharga dalam hidupku sama halnya seperti keluargaku. Ini hanya sebagian kecil kisah tentang mereka, orang tua tapi bukan orang tua kandung. Orang yang berharga, meskipun mereka tidak kaya harta. Berharga karena banyak ilmu yang mereka berikan seperti kasih sayang orang tua kita.
Kadangkala, kita merasa kehilangan orang yang berharga saat mereka sudah tidak ada. Lalu, orang tua dan keluarga serta sahabat dan teman yang masih hidup, haruskah kita menunggu mereka tak ada baru kita merasa mereka berharga? Kita hanya bisa mendoakan mereka tenang dialam barzah dengan lantunan Alfatihah. Hari ini dan esok yang mungkin tak ada.




"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain" 



39 comments

NF said...

meninggal dunianya seseorang yang baik itu serasa dobel, pertama rasa kehilangan akan pribadinya, kedua rasa kehilangan akan kebaikannya ^^

srulz said...

Beliau akan selalu ada di hatimu.....
Menjadi bintang diruang yang tak terbatas itu... :hiks

Nchie Hanie said...

Kita terkadang baru menyadari, bahwa mereka yang telah pergi memang sangat berharga..
Dan aku merasakan itu hiks..
suka kangen..

Arif Khumaidi said...

bawaannya pingin nangis terus kalo baca cerita ini.. huhu....
=.=", mengingatkan pada orang-orang berharga disekitarku yang sekarang sudah berangkat duluan memenuhi panggilan Allah.
Semoga Allah membalas kebaikan para orang-orang itu.. Aminn...

Alaika Abdullah said...

Semoga Almarhum diberi tempat yang teramat layak di sisiNya ya Jiah.... dan segala ilmu yang telah diberikannya bagi para murid/anak asuh adalah pelita yang tak akan pernah padam meneranginya di alam sana....

kehilangan adalah sisi pahit, namun dibalik itu, tersimpan memory indah tak terlupakan yang membuat kita senantiasa memanjatkan doa kebaikan bagi almarhum/almarhumah yang telah pergi....

sukses untuk giveawaynya ya Jiah.... :)

Unknown said...

sepakat sobat....
dan bukan hanya teman atau keluarga kita... musuh atau lawan pun sepatutnya kita hargai

system of blog said...

semua perlu di hargai yang penting mereka menghargai kita :)

Unknown said...

begitu mulianya pemilik blog ini, ceritanya mengalir begitu indah.

angga zhan said...

semua harus saling menghargai..hmm..
post nya keren :) ,
maju terus...
jgn lupa, berkunkung ke blog aku juga ya ;) hehehe
http://gapekamania.blogspot.com

sista said...

tulisan yang indah..
gak bisa berkata apa-apa lagi

ESSIP said...

jangan lupa kirim doa buat Bapak Jiyah...

semoga sukses GA-nya

R10 said...

semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah

guru yg iklas berbagi ilmu pahalanya besar

*pengumuman pemenang:

http://www.catatan-r10.com/2012/04/fai-blogger-koskakiungu-menangi.html

maaf yah kalau Jiah gagal menang

Artineke A. Muhir said...

Selalu kagum pada orang seperti bapak Dalhar, do'a buat beliau :-)

Gudlak GAny ya :-)

Andy said...

tapi percayalah pak dahlar disana pasti tersenyum ketika melihat kamu apa lagi membaca tulisan ini

Unknown said...

mungkin raga mereka telah lenyap tapi akhlak mereka selalu membekas di hati.
Subhanallah

mampir di blog saya dong :) newbie

stupid monkey said...

buat saya mah, semua orang berharga, dan harus dihargai, betul apa betul :D
sukses ya GA nya :D

Nurmayanti Zain said...

Waktu memang berlalu, tapi kenangannya tak pernah sirna. MasyaAllah, jangan sampai kita terlambat menyadari betapa berharganya mereka. Barakallahu fiik...

-----------------
sudah terdaftar ya jiah
terima kasih atas partisipasinya =)

Unknown said...

Yah ketika semua tlah tiada kita kan merasa begitu berharga apa yang telah kita miliki, namun ini bukanlah untuk disesalkan namun sebagai pengingatan bahwa kita nanti akan sama, kembali pada sang pencipta.

Ririe Khayan said...

Turut mendokan semoga Almarhum diberi tempat yang teramat layak di sisiNya dan segala ilmu yang telah diamalkan akan menjadi pelita yang tak akan pernah padam meneranginya di alam sana...
Meski beliau telah pergi, namun segala kebaikan dan kenangannya akan tetap hidup..

Sukses GAnya

dhenok habibie said...

yap, bener.. kadang sesuatu akan jauh terasa lebih berharga ketika kita sudah tidak memilikinya lagi.. semoga bapak dilapangkan kuburnya ya neng, Allah memberikan banyak cahaya untuknya disana.. :)

SYM said...

Nice jiah :)
Semua orang yang pernah bersinggungan dalam hidup kita, sudah tentu punya arti masing-masing. Keluarga itu luas dan banyak, ada yang sedarah, sejiwa, dan sebagainya... dan mereka semua tak bisa kita abaikan begitu saja.

sukses untuk GAnya :)

Saturnus said...

Kadang kita lebih memilih teman daripada keluargak,ntah kenapa

Zuhdi Travelife said...

membaca artikel ini mengingatkan saya bahwa "hidup adalah perjalanan.. mati adalah persinggahan.. dan setelah mati adalah tujuan." mari kita tinggalkan sesuatu positif untuk dikenang dalam perjalanan kita.

Unknown said...

ikutan give away di tempatku jga yah mba jika berkenan disini makasih :)
http://www.genksukasuka.com/2012/04/lomba-blog-genksukasuka.html

Si Belo said...

ikutan sedih :(

mau tanya Jiah, emang bapak kandungnya udah meninggal juga ya? kok waktu nikahan mba2nya diwali-in sama almarhum?

Azura Zie said...

Semua akan dikenang kebaikannya =)

Touchy

Seagate said...

Semoga segala amal ibadah Bapak diterima disisi Allah SWT dan mendapat tempat trbaik disisiNya. amin :)

ALE KALENG said...

SEMOGA AMAL IBADAHNYA DI TERIMA DI SISI ALLAH ...

Dedhy irawan said...

kunjungan awal untuk silaturahmi..
salam kenal....

bayu hidayat said...

merinding pas baca yang ini "haruskah kita menunggu mereka tak ada baru kita merasa mereka berharga?"

hihihi.

success yah Give away nya

Ann Ishak said...

hargailah orang2 yang penting dalam hidup kita selagi mereka ada nafas di dunia ni...best artikal

Mugniar said...

Bahagia rasanya bila ada orang di luar keluarga kita yang bisa kita jadikan keluarga. Sedih pula rasanya kalau mereka pergi.

Semoga beliau mendapat t4 yang indah di sana. Sukses GA-nya :)

bana said...

kadang kita membenci seseorang tanpa sebab, kadang kita tidak peduli dengan orang yg memperhatikan kita,, tapi ketika mereka tak ada, barulah rasa sesal terasa,, jadi sedih bacanya

Zuhdi Travelife said...

mampir lagi nyambung silaturahmi.. :)

outbound malang said...

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi.,
Kesuksesan tidak akan mendatangi anda kecuali anda mengejarnya.,
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

email gratis mughits said...

wow rame banget nih,salam kenal semuanya...

Obat Diare said...

Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.

Outbound di Malang said...

salam gan ...
menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !

Unknown said...

Bagaimana pendapat anda tentang Ahmadiyah yang dianggap telah menghina Islam, seperti adanya fatwa MUI? Apakah mereka masih berharga seperti halnya umat Islam atau manusia yang lain?