Monday, 26 November 2012

[Yuk] Memburu Cinta

Memburu cinta janganlah hanya bermain kata-kata
semua tak akan bermakna jika kau di sini saja
ini saatnya kau menentukannya
ini saatnya kau katakan cinta ohh


Memburu Cinta by Mb' Hani, berkisah tentang Irina yang mencintai seorang laki-laki bernama Eri Alfarian selama 11 tahun :omg . Irina terus mencintainya tanpa mengatakan perasaannya pada Eri. Disisi lain, Eri menaruh rasa cinta pada Juli sahabat Irina. Padahal Juli tidak sedikit pun mencintai Eri karena trauma dengan rumah tangga orangtuanya yang karam :hiks

Menurutku, wajar saja sih jika perempuan tidak mengatakan perasaannya. Mungkin dia malu, atau sejenisnya. Tapi, memendam cinta samapai 11 tahun? OMG :omg Ini adalah hal konyol. Sampai akhirnya yang terjadi adalah Eri berhasil mencairkan gunung es hati Juli sehingga sebuah undangan pernikahan datang kepada Irina. Coba rasakan, betapa hancurnya hati Irina .... :hwa

Dengan berbagai pertimbangan, Irina pergi ke Singkawang Kota Seribu Klenteng untuk mengungkapkan isi hatinya pada Eri. Kira-kira, Irina benar-benar mengungkapkannya atau ngga ya? :uhuk

Awal-awal membaca cerbung Memburu Cinta, hem ... masih nebak-nebak bagian mana yang diburu? Memburu Cinta Eri yang akan menikah dengan Juli? 

Awal episode, Irina bersitegang dengan perasaannya sendiri. Jadi bawaannya pengen ikutan nangis :hwa . Mb' Hani juga membuat aku melongo. Kok bisa, cerita segitu panjangnya ternyata cuma mimpi. Kalau orang Jawa bilang "Kecelik" :uhuk

Bener-bener deh, Mb' Hani itu bikin emosi. Hebat banget buat pembacanya terhipnotis. Sebentar-bentar nge-iyain waktu Irina mau menyatakan perasaannya.

"Dia tidak akan tahu perasaanmu yang sebenarnya jika kamu tidak mengatakannya, Mencintai seseorang tanpa dia ketahui, jauh lebih menyakitkan daripada dia menolak kita. Perasaan yang mengambang diudara itu membuat terluka"

Terus masuk percakapan lain yang menyatakan Irina lebih baik menyimpan perasaannya, nge-iyain juga. Nah lho, jadi galau kan? ::fiuh

"Kadang, ada cinta yang tak perlu dikatakan. membiarkannya menjadi rahasia bisa jadi langkah terbaik yang bisa kita ambil"

Apalagi bagian episode 5 dan 6. Irina sudah serius mengatakan perasaannya, eh lha dalah ... malah Eri dan Juli mengira hal lain :jiah . Tapi, justru di episode inilah perlahahan terbuka ceritanya. It's show time ... Memburu Cinta dimulai :smile

Jangan lama-lama kau memendam cinta
katakanlah yang sesungguhnya
Jangan lama-lama kau memendam cinta
Lepaskanlah panah asmara padanya
cinta dihatinya ohh yee..

Aku sendiri menikmati Memburu Cintanya Irina. Sempat membuat spekulasi sendiri tentang siapa yang mengjak Irina berpetualang seharian di Singkawang. Menikmati taman teratainya, taman bukit bougenville, klenteng-klenteng yang ada di Singkawang seperti Vihara Tri Darma Bumi Raya dan satu hal yang baru ku ketahui. Pulau Simping itu pulai terkecil di dunia dan itu ada di Singkawang.

Bukan berpetualang kalau tidak ada hambatan. Ya, petualangan ini mengasyikkan. Meski aku masih menebak-nebak, mau dibawa kemana ceritanya? Benarkah dugaanku yang lalu, atau mungkinkah ada sesuatu diluar kendali yang merubah segalanya? Semua tentu terjawab di episode terakhir.

Aku pikir, mengubah hati tidak mudah membalikkan telapak tangan. Apalagi pernikahan itu sudah ada didepan mata. Terlalu sulit merubah itu, kecuali mereka memang orang yang berbeda.

Thanks a lot to Mb' Hani yang sudah ngebolehin aku mereview cerbung Memburu Cinta. Jujur, memang tak seheboh dan serumit Menikah Denganmu. Tapi, tiap cerita punya rasa tersendiri. Memburu Cinta berhasil menampilkan pesona Singkawang.

Tunjukan bahwa dirimu pantas untuk memiliknya
tak akan putus tak akan pupus cintamu ditelan dunia
ini saatnya kau menentukannya
ini saatnya kau katakan cinta ohh

Cinta bukanlah bayangan yang sulit tuk diraba
perjuangkanlah nyatakan cinta...

Sejauh ini, aku belum pernah tahu, ada perasaan yang tersimpan selama itu. 11 tahun, benar-benar konyol. Untung fiksi, toh kalau memang ada, boleh tunjuk jari :uhuk

Kalau kamu punya rasa, katakanlah pada-Nya. Adanya perasaan karena ada Pencipta perasaan itu sendiri. Perasaan itu tidak hanya antara 'Aku dan Kamu', tapi ada juga Dia Sang Pemilik Rasa ~Jiah

Thanks to : Hello - Pejuang Cinta

19 comments:

  1. gile cyin,,mantap semua kata2nya, duuhh jeng Hani emg teope yak. sayang ga ngikutin dr awal...la wong pke hape capeee liat tulisan kecil2 hikkz

    ReplyDelete
  2. sebenarnya saya pernah mencintai seorang lelaki yang mencintai sahabat saya, mereka sudah menikah dua bulan yang lalu, saya mencintai lelaki itu pada awalnya, tapi tak sekonyol Irina, saya kemudian jatuh cinta lagi sama orang lain, patah hati lagi, berulang-ulang hingga sekarang jatuh cinta kemudian berharap Mister Achan lelaki terakhir yang menjadi tambatan hati saya :)

    ReplyDelete
  3. ahaha... si jiah unjuk jari tuh @_@

    haduh.. kalo belum siap nikah mending gak usah ngungkapin yang aneh2 deh #eh

    ReplyDelete
  4. Psst... Jangan bilang2 Hani aku belum sempat bacain cerbungnya itu yaa.. :D
    Ungkapan-ungkapan Hani memang bagus2 ya :)

    ReplyDelete
  5. keren ih reviewnya... Bikin penasaran sama cerita aslinya.

    ReplyDelete
  6. wah..., kalo gini ceritanya, jadi kepengen mbaca langsung euy..., kutipannya oke banget...

    ReplyDelete
  7. Ahaaaa, sudah direviw ternyata. Aq belum sempat baca soalnya terlanjur ketinggalan :)

    ReplyDelete
  8. bener2 sesuatu banget memendam rasa sama orang 11 tahun, gile betah banget :p

    ReplyDelete
  9. cinta memang tak bisa ditebak, cinta adalah anugerah dari yang maha kuasa

    ReplyDelete
  10. emank romantis kali yah kapan ane punya cerita yang sama yang romantis kayak gtuh yah

    ReplyDelete
  11. Cerita Novelnya romantis banget
    cara nulisnya juga bagus, makanya reviewnya juga bisa sebagus ini..

    ReplyDelete
  12. mbak Jiah lengkap banget reviewnya, makasih.
    iya mbak Hani memang bagus kalo cerita, saya juga dulu semangat ngeblog karena postingan mbak hani. eh dapat buku memamah jantungmu :D

    ReplyDelete
  13. Perasaan oh perasaan, dipendam atau diungkapkan? mana ada yang tahu mana yang lebih melegakan :)

    ReplyDelete
  14. hmmm...kira2 ada ga ya yg sekonyol Irina di kehidupan nyata Jiah? hehehehe

    ReplyDelete
  15. Hm .... 11 tahun? Duh ... kalo saya gak mau deh selama itu :P mending putar haluan ...
    EH tapi endingnya gimana ya ...?

    ReplyDelete
  16. waktu itu udah baca tapi baru sampe bab 5 -_-"

    ReplyDelete
  17. review cerbungnya mba Hani toh ini? Mba Hani memang piawai banget menulis fiksi. Keren2 hasil karya nya yaaa...:)

    ReplyDelete
  18. menurut q cinta harus diungkapkan........ apapun resikonya

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?