Monday, 22 October 2012

J, I Will Come Back

"Bulan depan ku akan melamarmu"

Pulang ke kotamu 
Ada setangkup haru dalam rindu

Beringin kembar masih kokoh berdiri. Suasana ramai mengingatkanku padamu. Kamu, seseorang yang selalu  berdebat denganku. Seseorang yang tak mau kalah. Kini aku merindukannya.

Masih seperti dulu 
Tiap sudut menyapaku bersahabat 
Penuh selaksa makna

Semua masih sama, kecuali aku tanpamu. Entah apa yang ku rasa saat itu. Seharusnya saat Merapi 'Menyapa', aku orang yang akan selalu menyemangatimu. Aku, orang yang slalu menghawatirkan keadaanmu.

Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama 
Suasana jogja

Tadinya aku ingin menikmati kotamu. Tentu saja itu kulakukan bersama dirimu seorang. Suasana Jogja yang mempesona. Aku dan kamu, kita "Masangin" melewati beringin kembar bersama. Ah ... Itu hanya keinginanku bukan keinginanmu. Mungkin kamu akan menolaknya. Ya, karena kamu memang tak pernah sependapat denganku.


Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima 
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila

Dua tahun berlalu. Harusnya dengan mudah aku bisa melupakanmu atau paling tidak aku hanya mengenang sedikit tentang dirimu. Tapi, entah rasa apa yang mengganjal dihatiku. Apa kamu juga merasakannya?


Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri 
Ditelan deru kotamu

Ketika kamu berkata padaku,

"Buang semua hasratmu
Belum pasti dia untukmu
Jangan ada air mata
Untuk lelaki yang belum pasti untukmu"

Aku tahu, kamu tak sekejam itu. Kamu tak membenciku. Semua yang kamu lakukan itu demi kebaikanku. Meski pahit dan getir yang kini kita rasakan.

"Bulan depan ku akan melamarmu"

Walau kini kau tlah tiada, tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Sayang, pernyataan itu bukan kamu tunjukkan padaku. Bolehkah aku pulang ke kotamu? Apa aku mampu berjabat tangan dengan belahan jiwamu? Aku bukan orang yang hebat. Aku hanya aku. Mungkin kataku mampu. Tapi, kata bukanlah bukti unggulnya perasaanku.




Notes :
Sedikit merapat, berusaha untuk membuat FF heheh :uhuk
Thanks a lot to Kla Project & Ungu :hepi

Monday, 15 October 2012

Selamat Ulang Tahun Adikku

Bismmillahirrahmaanirrahiim

Tak ada kata yang bisa ku ucap
Tak ada kado yang bisa ku berikan
Hanya sebuah SMS selamat ulang tahun
Untukmu, adikku

Aku tak mengerti
Aku tak sadar
Ternyata, waktu begitu cepat berlalu
Ternyata kau sudah besar

Aku masih ingat betul saat kau lahir
Usiaku masih empat tahun
Saat tahu kau akan hadir didunia ini
Pagi itu aku tersenyum


Kau itu lucu
Menggemaskan saat masih kecil
Itu dulu
Kini hari tlah berganti

16 tahun kini usiamu
Aku berharap kau bisa menjadi anak yang baik
Untuk Bu e' Bapak dan 
Untuk dirimu sendiri

Selamat Ulang Tahun Adikku :uhuk



Note : Satu-satunya foto yang ngga terlalu Alay :uhuk




Thursday, 11 October 2012

Hero Itu Ada Didirimu

13 September 2012
01.30 WIB

"Kamu berani kan Ji?" Tanya atasanku
"Berani Pak," Jawabku mantap, tapi kemudian meragu

Beliau pun pergi meninggalkanku setelah menyuruhku bersiap-siap.
Aku berfikir ulang, Ya Rabb? Apa aku berani? Apa aku harus bilang lagi, aku takut Pak. Rasanya itu, kegalauan berkecamuk dalam hati.

Aku, bukan sesosok gadis yang takut akan kegelapan. Aku suka tidur dalam keadaan gelap, aku biasa berjalan di belakang rumah saat gelap. Kalau dibanding kedua kakak perempuanku, keberanian mereka pasti kalah jauh dengan keberanianku. Aku takut pada Tuhan, aku takut jika kedua orang tuaku marah dan aku takut akan perasaanku sendiri. Lalu kali ini, apa aku berani, melewati hutan sendiri? Jika keluar rumahku sendiri, tentu aku masih berani karena lampu disepanjang jalan tak mati. Tapi ini? Hutan, tak ada lampu, tak ada penerangan, hanya ada banyangan. Bayangan ketakutanku sendiri.

There's a hero
If you look inside your heart
You don't have to be afraid
Of what you are
There's an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away

Magrib
Istri atasanku pergi untuk menjaga ibunya di Puskesmas Kecamatan. Aku diberi amanat untuk mengontrol mesin agar air bisa cepat diproses. Bekerja ditempat pengisian air minum memang jauh dari bayanganku. Tapi toh kenyataanya ini yang sedang ku jalani.

Setelah ditinggal pergi Istri atasanku, lama sekali. Tapi air tak kunjung jadi, malah mesin tambah mengaung karena air dalam bak besar belum cukup untuk mengisi dan terpaksa aku mematikannya. Menunggu waktu, menunggu air bisa terisi saat jam 00.00 nanti.

21.00 WIB
Aku pamit tidur, bersiap memasang alarm saat tengah malam nanti. Entah, mata ini enggan terpejam, aku tak bisa tidur. SMS jawaban dari Mb' Maya muncul di layar HP ku, ya tadi aku mengirimkan SMS setelah membaca blognya tentang "Penulis Tamu".  Ku baca sekilas, aku belum sempat mengirim balasan karena aku harus bisa tidur saat itu juga.

00.08
Aku terbangun mendengar bunyi alarm yang kupasang. Enggan, ya aku masih sangat ngantuk. Tapi, amanah itu membuatku tersadar, aku harus mengecek air dalam bak besar.

Air sudah cukup, mesin ku hidupkan. Aku juga mencoba sedikit cara yang biasa dilakukan untuk memancing air agar segera naik ke pralon. Lama ... Mesin malah tambah mengaung-ngaung membuatku panik. Aku mengirimkan SMS pada Istri atasanku untuk bertanya apa yang harus kulakukan.

Aku terus berusaha, mencoba berbagai cara agar si mesin hidup sewajarnya. Bajuku basah karena air, dingin menusuk. Rasanya aku ingin segera masuk ke kamar untuk mengambil selimut yang bisa menghangatkan tubuhku.

Tidak ada perubahan setelah banyak menit telah ku habiskan. Hingga, pertanyaan besar itu muncul.


"Kamu berani kan Ji?" Tanya atasanku
"Berani Pak," Jawabku mantap
"Nanti jangan lewat hutan sononan, lewat hutan jati saja jauh lebih aman. Sekarang bersiaplah, aku yakin kamu bisa. Jadilah wanita pemberani,"

Aku masih terpaku, gamang dalam hati. Semua telah ku jawab, aku tak mungkin menelan lagi kata-kata yang telah keluar dari bibirku. Aku bersiap, mengambil jaket, dompet, helm untuk berjuang melewati pagi yang sangat menghantui.

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
That a hero lies in you

Aku menghidupkan motor dan mulai melajukannya. hatiku terus berdzikir menyebut asma-Nya. Aku terus berusaha mensugestikan diri bahwa semua akan baik-baik saja, tidak akan terjadi sesuatu diluar kendaliku. Ya, aku berhasil melewati kuburan yang menjadi momok di desa tempat tinggalku sekarang ini.

It's a long road
When you face the world alone
No one reaches out a hand
For you to hold
You can find love
If you search within yourself
And the emptiness you felt
Will disappear

Aku melaju dengan santai. Aku tak mau salah jalan hingga terperosok dalam lubang. Udara masuk kepori-pori tanganku, dingin. Kakiku juga, aku lupa membawa kaos kaki dan hanya mengenakan sandal jepit merahku.

Aku memutar masalalu ketika pertama kali aku mengendarai motor sendiri di desa ini. Saat itu belum jam sembilan malam, tentunya masih ada orang yang akan lewat dihutan yang berpenghuni ini. Waktu itu aku berhasil melewati setiap ketakutanku. Lalu sekarang ini bagaimana?




Potret hutan yang kulewati saat pagi-siang hari

Aku masih terus berkomat-kamit sendiri meminta perlindungan-Nya. Aku berhasil keluar dari hutan dan menuju Puskesmas kecamatan untuk bertukar posisi dengan Istri atasanku.

02.00
Aku berhasil sampai di Puskesmas. Penjaga Puskesmas sedikit heran dengan kedatanganku. Aku segera berjalan menuju ruang perawatan. Ya, semuanya telah berakhir ... 

Aku, hanyalah aku. Gadis yang selalu dihawatirkan oleh kedua orang tuanya. Aku, seseorang yang tidak diijinkan jika harus bepergian jauh sendirian sekalipun itu siang hari. Aku, tak pernah tahu, bahaya apa yang akan terjadi. Tapi sekarang, aku ingin menjadi gadis yang lebih baik, menjadi seseorang yang jauh lebih berani. 

Apa ini arti sebuah kepahlawanan? Aku bukan pahlawan yang harus datang bertukar tempat dengan Istri Atasanku untuk mengatur kembali mesin airnya. Aku hanyalah aku, aku yang biasa saja. Terimakasi ya Rabb, Kau telah memberikan perlindungan dan keberanian padaku.

Lord knows
Dreams are hard to follow
But don't let anyone
Tear them away
Hold on
There will be tomorrow
In time
You'll find the way

Paling tidak aku bisa menghilangkan ketakutanku. Aku menjadi pahlawan untuk diriku sendiri. Setiap orang pasti punya ketakutan tersendiri tapi sebenarnya dia juga punya jiwa kesatria yang kadang timbul tenggelam didalam hatinya. Bukankah untuk menjadi pahlawan orang lain, kita harus bisa menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri?

Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden's First Give Away 

Thanks a lot to : Hero - Mariah Carey

Sunday, 7 October 2012

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Akhir- akhir ini aku sering sekali mendengar berita tentang tawuran, bentrok, demo yang terjadi baik dikalangan pelajar, masyakat, maupun antar suku. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lain. Bukan hanya saat ini, tapi beberapa tahun yang lalu juga terjadi hal seperti itu. Miris. Sudah banyak korban, rakyat sipil yang sebenarnya tidak tahu-menahu, tidak salah apa-apa ternyata juga ikut menjadi korban perbuatan mereka. Lalu, kita sebagai warga negara yang baik, sebagai pemuda masa kini, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah dan menanggulaginya? 

Menurutku tawuran itu suatu tindakan penyimpangan sosial, bisa dengan perkelahian, bentrokan, kekerasan, tindakan kurang layak yang dilakukan oleh sekelompok orang, sekelompok suku atau sekelompok masyarakat yang menimbulkan hal negatif. Tawuran sendiri memang identik dengan kota besar, tapi tak jarang pula, sekelompok suku, masyarakat desa juga melakukan tindakan yang sama.

Inti dasar dari tawuran sendiri adalah ketidaksamaan diantara kedua belah pihak yang bersiteru. Perbedaan tersebut bisa dari banyak hal, seperti perbedaan status sosial antar sekolah, perbedaan pendapat, perbedaan  latar pendidikan dan sebagainya. 

Sering kali tawuran identik dengan pemuda. kenapa demikian? Karena pemuda cenderung mengutamakan teori, mengggunakan dasaran otak bukan perasaan dan realitas yang terjadi saat ini. Jiwa mereka masih sering terbakar dengan hal-hal yang menyangkut tentang harga diri. Seharusnya mereka juga tahu, harga diri tidak hanya diukur dari materi, otak, baju dan sebagainya. Tahukah mereka? Saat kita bisa menghargai orang lain, maka sesungguhnya kita juga telah menghargai diri kita sendiri.

Lalu bagaimana cara mencegah dan menanggulangi tawuran tersebut?

Seperti halnya sifat gen, seseorang itu terbentuk dari gen bawaan lahir dan faktor lingkungan. Ada dua faktor penting untuk mencegah dan menanggulangi tawuran, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Foktor Internal

Orang Tua
Kita sebagai orang tua wajib memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak. Pendidikan yang baik bukan berarti harus bersekolah tinggi, mendapat gelar dan lainnya. Sekolah tinggi itu faktor plus jika memang  kita sebagai orang tua mampu untuk membiayainya. Pendidikan yang lebih diutamakan adalah pendidikan agama. Karena banyak hal yang sifatnya religius dapat mengendalikan pola pikir anak kita. Kita sebagai orang tua juga harus menanamkan hal-hal positif untuk bekal anak kita dilingkungan masyarakat.

Diri Sendiri
Kita sebagai pemuda harus berusaha mensugestikan diri bahwa kita ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan jadi panutan dan contoh rakyat kita nanti. Hal yang kita lakukan saat ini akan berdampak besar pada kehidupan kita dimasa depan. Jika hari ini kita terus saja melakukan perbuatan negatif seperti tawuran gara-gara hal sepele, lalu jika kita sudah tua apa yang akan terjadi? Itu pun jika kita masih selamat saat tawuran, kalau tidak? Tak ada sedikit pun kebanggaan jika mati karena ikut tawuran. Justru hal ini akan meninggalkan sebuah noda hitam dikeluarga kita.

Faktor Eksternal

Lingkungan Sekolah
Saat kita menjadi pendidik, seharusnya kita tidak hanya menanamkan materi pelajaran yang akan masuk ujian, tapi juga kita harus menanamkan perilaku sosial untuk anak didik kita. Beri contoh mereka tentang tindakan sosial yang berdampak positif dan juga yang berdampak negatif bukan untuk diikuti tapi untuk diambil manfaatnya.

Lingkungan Masyarakat
Dalam masyarakat, kita wajib memilih teman kita dalam bergaul. Bukankah kerap kali ada perumpamaan, jika kita dekat dengan penjual terasi, maka kita akan ikut bau terasi. Tapi jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kita akan ikut wangi. Meskipun ada beberapa orang mengibaratkan bahwa air laut itu asin tapi tidak semua didalamnya ikut asin. Memilih bukan berarti pilih-pilih dalam pertemanan. Tidak ada salahnya jika kita memilih teman yang bisa membawa kita ke hal-hal yang sifatnya positif. Sebagai pemuda, kita juga harus mengisi waktu dengan kegiatan positif yang dapat berguna untuk masyarakat.

Masyarakat, pemerintah dan warga negara lain juga memiliki peranan penting dalam membina, memberi contoh kepada pemuda kita. Cari tahu tentang kegiatan yang dilakukan oleh pemuda kita. Rangkul mereka untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan tanpa ada perselisihan.

Mari kita sama-sama mencegah dan menanggulangi tawuran. Minimalkan segala perbedaan yang bisa menimbulkan tawuran dan pertentangan. Kita memang diciptakan dengan berbagai perbedaan, tapi kita tetap satu untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang damai. Dami itu indah. Hidup Indonesia, We Love Indonesia :hepi


Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu : Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran oleh Tamanblogger.com

Saturday, 6 October 2012

Dia Bukan Anakku

Ini bukan sinetron. Ini bukan novel, cerpen atau flash fiction. Ini fiksi, hari ini aku galauuuu :hiks

Dia bukan anakku, tapi kenapa aku ikutan setres mikirin dia? Apa yang harus ku lakukan? :hwa . Rasanya bingung, orang tuanya mengajarkan agar si anak bertanggungjawab. Nah, si Embahnya kasian. Katanya dia masih kecil, tenaganya ngga kaya orang tua. Kalau dia seperti itu nanti yang kepikiran juga orang tuanya, kata si Mbah.

Heran, teramat sangat deh. Udah kelas VI SD harusnyakan udah agak paham tuh. Nah si anak ini, ngurusi badannya sendiri aja males setengah mati. Aku kadang ikut ngomel ingetin ini itu. Cepe deh :hiks . Kalau dipikir-pikir, kadang kasian tapi buanyak sebelnya gara-gara dia itu lemot atau sengaja nglemot - lemah otak-. Untung dia bukan anakku :uhuk

Bersyukur banget deh punya ortu yang perhatian kaya' Bapak dan Bu e'. Mereka orang biasa tapi perhatiannya luar biasa kepada anak-anaknya. Meski anaknya sudah pada gede, mereka masih saja ngingetin buat solat, makan, belajar, ibadah yang rajin, macem-macemlah. Hiks :hiks jadi kangen rumah.

Tunggu aku ya Bu e'. Mungkin nanti pulang sekalian pas H-1 Idul Adha. Mungkin besok pagi aku nelfon. Love Bu e' n bapak :hepi

Monday, 1 October 2012

Sekedar Tanya

Kamu suka kucing? Punya kucing dirumah? Dipiara? (Ini kucing rumahan ya, bukan kucing liar aka macan dan kawanannya :uhuk ) Aku kok ngga suka ya. Disini bukan berarti aku benci, cuma ngga suka aja (Ini bukan karena kucing garong) :uhuk

Dulu jaman masih orok aku punya kucing. Suatu hari tuh kucing ketabrak motor, mati :hiks
Nah dari situlah, aku mulai ngga suka sama kucing :uhuk . Kucing atau Felis silvestris catus merupakan Karnivora, tapi itu dulu. Kok Bisa? Menurut versiku, kucing itu Omnivora soalnya aku pernah lihat tuh kucing makan nasi sama kerupuk :uhuk .

Kalian penyuka kucing pasti tahukan kalau kucing itu bisa membawa virus Toxoplasma yang dapat menyebabkan keguguran, cacat pada bayi, atau kematian. Kasus yang terjadi sudah buanyak sampai malas menghitung :smile

Terus gimana jadinya jika ada kasus seperti ini.

"Ada suami istri telah menikah 10 tahun. Sang istri sudah beberapa kali hamil tapi sering keguguran karena banyak hal. Kali ini sang istri hamil lagi dan dokternya menyarankan agar dia jauh-jauh dari kucing padahal dirumahnya ada kucing. Ketika sang istri ingin agar kucingnya diberikan orang lain, si suami ngga tega jika kucingnya pergi. Pertanyaannya, si suami sebenarnya milih jabang bayinya ( maklum lama ngga punya baby) atau si kucing?"

Aku sekedar tanya aja ya :hepi
Aku bukan mau ngasih solusi, tapi sekedar tanya. Gimana sih tips-tipsnya, atau cara mengatasi problema tersebut?

Sebenarnya kucing ngga bahaya-bahaya amat sih asal tau bagaimana merawatnya. Kitanya juga harus bisa jaga imun agar tidak mudah terjangkit penyakit. Toh jaman dulu aja periwayat hadist sampai ada yang dijuluki "Bapak Kucing" is Abu Hurairah,, mantepkan? :shy

Yah weslah, wong aku sekedar tanya aja :uhuk
Salam blogger, salam manis, maap ngga replay komentar :uhuk
See you :hai