Sunday, 3 February 2013

Nasihat [Bukan Hanya] Untukku

Baru saja kemarin aku pulang eh sekarang sudah balik kerja lagi :smile . Masih terngiang jelas saat aku duduk berdua dengan Bu e di malam senin 27 Januari 2013. Biasanya aku dan Bu e ngobrol seadanya. Tapi kali ini lebih cenderung kearah serius :smile . Sudah kaya disuruh nikah aja beuh pake seriusan segala :uhuk


Jadi, kemarin Bu e cerita bahwa di desaku kemarin ada geger-geger gitu aka ramai-ramai . Kalau soal lomba agustusan mah biasa, tapi ini geger karena ada arakan anak-anak muda yang melakukan tindakan asusila. Empat orang laki-laki dan dua orang perempuan seumuranku dan seumuran kakak di temukan di sebuah gubuk di sawah. Kayaknya udah kaya di film aja tuh pelaku diarak ke balai desa. Selain itu, ada juga adik kelasku SD yang hamil. Kebanyakan adik kelasku memang sudah menikah. Tapi kali ini yang hamil itu belum menikah . 


Mendapati kenyataan yang terjadi di desaku, mendadak Bu e galau karena memikirkanku anak gadis yang tinggal satu-satunya yang kini berada jauh dari rumah. Bu e sangat hawatir kalau-kalau 'something wrong' terjadi denganku mengingat di kantor aku sendiri yang perempuan. Aku juga beberapa kali ada tugas malam dan melewati hutan walaupun sekarang sudah jarang sih :smile


Ketika Bu e cerita itu, air matanya sedikit menetes membuatku sakit. Begitu menghawatirkan kah diriku ini? 


Aku bilang pada Bu e  agar berfikir positif. Aku meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. Insya Allah tidak akan terjadi hal-hal buruk padaku. Insya Allah juga aku selalu menjaga diri dan tak terbesit sedikit pun dalam pikiranku untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. Aku masih punya malu. Jika aku melakukan pelanggaran, bukankah itu  juga mempermalukan keluarga? Bukan aku sendiri.


Bu e bilang, jadi perempuan itu 'Udetnya' [semacam tali dari kain] harus kenceng [kuat] . 'Barang' satu itu jangan sekali-kali diberikan kepada lelaki meskipun sudah bertunangan. Jangan gampang terbujuk rayuan dengan embel-embel 'melakukan sekarang atau nanti akan sama saja. Sekarang dan nanti kamu itu milikku' . Nasihat itu sebenarnya datang dari Mbahku, ibunya Bu e . Bu e selalu mengingatnya dan kini mewariskannya padaku.


Aku sadar, sebagai seorang gadis single aku sudah pantas untuk memiliki pendamping. Mungkin karena aku masih sendiri itu makanya Bu e sering kali was-was mengingat kakak perempuanku menikah saat seusiaku ini. Bu e Bapak selalu berdoa dan aku juga berusaha membuka hatiku untuk siapa saja. 


Memiliki seorang anak perempuan memang tidak mudah. Kita harus menjaga mereka, memberikan mereka pendidikan moral agar bisa menjaga diri, harkat dan martabatnya sebagai wanita. Menguatkan 'Udet' akan selalu ku bawa sampai mati dan mewariskannya pada anak-anak perempuanku nanti.


Ketika aku bertanya bagaimana nasib mereka pelaku asusila, Bu e pun menjawab. Tadinya empat laki-laki dan dua perempuan itu akan di nikahkan saja. Tapi karena tidak banding dan tidak mungkin poliandri, mereka pun tidak menikah. Adik kelasku yang hamil itu tidak ada yang mau bertanggung jawab. Betapa rusaknya wanita dan laki-laki jaman sekarang, dunia memang sudah tua. Tidakkah mereka tahu adzab Allah itu sangatlah pedih? Cukuplah sekarang mereka mendapat hukuman dari masyakat jangan mengulangi lagi. Tidakkah mereka berfikir bagaimana jika itu terjadi pada anak-anak, adik, kakak, keluarga mereka? Astagfirullah


Semoga ini bisa menjadi pelajaran penting buatku Nasihat [Bukan Hanya] Untukku, keluargaku dan juga orang lain. Jaga diri kita, jaga anak kita. 

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" ~QS. An-Nuur ayat 26

"Tulisan ini diikutsertakan pada Give Away Perdana Dellafirayama, seorang ibu labil yang tidak suka warna hitam dan hijau"

11 comments:

  1. Na'udzubillah, semoga Allah melindungi kita dari berbuat zina >.<

    Jaga diri baik2 yaa jiaah apalagi the women and the only di kantornya, bnyk kumbang2 yang bs mengincar :)

    ReplyDelete
  2. sepertinya pergaulan bebas sudah marak di mana-mana,
    dan salah satu cara menghindari zinah adalah menikah...iya kan....salam :)

    ReplyDelete
  3. Benar kata ibunya Jiah.... jadi wanita harus benar-benar ingat untuk menjaga dan mempertahankan kehormatan kita. Karena itu adalah harta paling berharga pada diri seorang wanita. Jangan mudah terkecoh oleh bujuk rayu laki-laki, yang memang begitu lihai menerapkan berbagai argumentasi....

    Mba yakin, nasehat ini berguna bagi wanita manapun... trims for share Jiah... :)

    ReplyDelete
  4. Kita harus banyak berdoa supaya hal-hal sekarang ini sperti hal diatas jauh-jauh dari kita.

    Semakin hari semakin banyak saja tindakan asusila dan tindakan kriminal yang tidak memandan orang ataupun usia.

    ReplyDelete
  5. satu langkah kaki anak wanita keluar dari rumah, berbandng terbalik dengan 1000 langkah kaki laki-laki saat keluar rumah, akan kekuatiran orang tua dan resiko bahaya yg di hadapi.

    ReplyDelete
  6. Oooo.. ternyata masih muda, toh. Aku panggil Jiah aja gpp ya, biar (sok) akrab, hehehe..
    Makasih partisipasinya ya, Jiah. Sudah saya catat, ya :)

    Anakku juga perempuan, ketar-ketir rasanya.. T^T *malah curhat*

    ReplyDelete
  7. Ow,,ow,, bener2 ga' punya malu. Bisa ya 4 laki vs 2 perempuan

    ReplyDelete
  8. Bagus, Mbak, tulisannya. Menyentuh. Miris jadinya ya....
    Semoga berjaya di GA ini.

    //

    Ohya, Mbak, hadiah buku GA Senangnya Hatiku telah saya kirim tadi pagi via Pos Indonesia. Bila sudah sampe, kabar2 ya... agar tak khawatir hati ini. Makasih....

    ReplyDelete
  9. Masih single ya? Smoga kita bisa menjaga diri kita ya.. aamiin..

    Btw, blognya berwarna hitam dan hijau.. hehehehehe *colek della

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?