Thursday, 7 February 2013

Prompt #3: Telat!

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit!  Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku  sudah telat!
  
"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku.


“Yusuf, kemana saja? Cepat duduk disini,” Ucap Ayahku


Aku bernafas sejenak setelah semua mata tertuju padaku. Penghulu dan pegawai KUA juga sudah ada disana. Aku mengedarkan ekor mataku sejenak mencari mempelai wanitanya. Ah, dia disana di pojokkan ruangan dengan jilbab hijaunya. Aisyah terlihat begitu manis, ah astagfirullah.


Ayah Aisyah sudah berada di depanku. Rasanya begitu bergetar aku takut. Bagaimana jika aku salah dalam melafalkan qobulnya? Keterlambatannku ini membuatku amat gugup. Ayah Aisyah menjabat tanganku dengan mantap. Aku pun berusaha membuang grogiku dan berhasil melafalkan qobulnya dengan benar meski tidak terlalu lancar.


“Sah”


Alhamdulillah. Kelegaan terasa di hatiku. Aku yakin Aisyah juga merasakan kelegaan yang sama. Aku berdiri, ingin segera ku tinggalkan ruangan yang penuh dengan doa bahagia ini. Perlahan ku dengar suara lembut memanggil namaku. Aku berhenti dan melihatnya, Aisyah.


“Yusuf, mau kemana?”
“Aku, aku mau keluar sebentar. Aku banyak berkeringat, lagi pula disini tidak ada AC,”
“Maaf sudah merepotkanmu, rumahku ini memang tidak ada AC. Terimakasih atas bantuannya ya. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini,”
“Iya sama-sama, bolehkan aku keluar sebentar?”
“Iya silakan,”


Aku berjalan meninggalkan Aisyah dan keluarga kami. Ingin aku berlari membawa kepingan hati yang sudah tak berbentuk ini. Aisyah, gadis yang diam-diam ku cintai sejak SMA. Aku telat, aku terlambat menyatakan perasaanku padanya. Aku mengqobulnya bukan untuk diriku tapi untuk Fathi kakakku yang sedang berjuang di Afganistan.


Hari ini harusnya dia sendiri yang mengqobul Aisyah. Tapi semalam dia harus pergi bertugas dan memintaku untuk mewakilkan qobulnya. Andai semua bisa ditunda, tapi kakak tak mau dan tetap bersikeras melangsungkan pernikahan tanpa kehadirannya. Cukuplah ini terakhir kalinya aku terlambat dalam segala hal. Aku tak mau mengulanginya lagi.

312 Kata

Notes :
Pertama kali ikutan Prompt - Monday Flashfiction besutan Mbak Red Carra . Semoga bisa terus lanjut buat mengasah kemampuan nulis FF hihii :smile

Updates : Jawaban Tentang Qobul Yang Diwakilkan

25 comments:

  1. bagus mba idenya... nggak nyangka endingnya begitu... ternyata qobul bisa diwakilin ya? jadi tau deh,, makasi infonya mb... :)

    ReplyDelete
  2. kereen deh, dah lancar bikin FF. Klo saya masih mbablas mulu neh bikin FF

    #ikutan lht tekape ahhh

    ReplyDelete
  3. Bener, baru tau kalo qobul itu bisa diwakilkan :) wah, gimana tuh rasanya ya? :) salam kenal Mbak

    ReplyDelete
  4. Kalo resepsi nikah tanpa mempelai aq pernah dengar, tapi kalao Qobul diwakilkan kok ndak pernah tahu yak :).

    ReplyDelete
  5. mulai hobi nulis FF ya.. semoga sukses deh dengan Prompt nya

    ReplyDelete
  6. duh kasian Yusuf... makanya kalau suka, buruan lamar ntr diambil orang...ini lebih parah, diambil abangnya...he2. gpp, masih banyak akhwat lain kok, yakinlah! idenya kereen mbak...:-)

    ReplyDelete
  7. hehe . . . siapa cepat dia dapat hehe . . .

    ReplyDelete
  8. bisa gtu ya neng ??!

    boleh jg idenya...kerennn

    ReplyDelete
  9. iya makin banyak akhwat laain.. tapi yang psti bukan saya ya.. anak saya udah 2 hihi

    timpuk :D

    ReplyDelete
  10. baru tau ijab-qobul boleh diwakilin. Emang bisa ya, mak?

    ReplyDelete
  11. idem ama yang lain. Baru tau bisa diwakilkan ijab qabul.

    ReplyDelete
  12. mbak, qabul bisa diwakilkan? saya baru tau lho....wah kok agak gimana gitu ya...

    ReplyDelete
  13. setahu saya memang qabul nikah bisa diwakilkan :)

    ReplyDelete
  14. duh...kesian... *pukpukyusuf*

    ReplyDelete
  15. hiks... hiks...
    semoga segera dapat ganti yang shalihah lagi...

    ReplyDelete
  16. Iya, sering-sering mengasah kemampuan. Kalo aku gak bisa bikin cerpen ato puisi geto

    ReplyDelete
  17. Idenya hebat Mbak, mewakili kakak menikah dengan gadis yang dia cintai..Gimana porak-porandanya perasaan Yusuf yah..

    ReplyDelete
  18. waduh.. kalau istilah Jawa itu "suket pinggir embong" Jiah..

    kalah cepet diapek uwong

    ReplyDelete
  19. jadi komen terbanyak adalah "ternyata ijab qobul bisa diwakilkan yak?" :))) hahahahaha... kok ga dijawab neng? :D

    Nice idea... dan itu komennya Mak Hana paling bikin gregetan buat nimpuk beneran dehhh =)))

    ReplyDelete
  20. klo liat cerita ttg nikah ijab qobul.. aku inget dandananku dulu yang medokkkk bgt hahahhahah #komen ga nyambung

    tapi .. jangan putus asa yusuf.. masih ada janda2 kembang diluar sana #siap2 ditoyor

    hahahhahaha idenya ajiieeeebbbbb !!

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?