Thursday, 18 April 2013

About Be A Writer

Pertama kali tau BAW itu pada bulan Maret 2013 lewat twitternya @Warung_Blogger. Biasalah acara promosi, update blog gitu. Langsung saja ke TKP. Lihat blog BAW, hem simple banget ngga ngejreng kaya blogku :uhuk . Kesannya jadi penasaran gitu, apasih BAW itu?


Akhirnya setelah bongkar pasang BAW, eh ternyata isinya orang-orang keren semua beuh. Anggotanya kebanyakan para penulis yang sudah banyak melalang buana. Semakin tertarik deh dengan BAW. Sejauh aku membaca artikel, cerpen serta profil yang ada di BAW, ada tiga tulisan yang aku suka.
Dalam tulisan ini memperkenalkan siapa-siapa yang berada di balik layar BAW. Ada Mbak Leyla Hana yang ternyata Kepsek BAW. Ada juga beberapa nama yang sudah tidak asing seperti Mbak Mugniar, Mbak Windi Teguh, Nyi Pede. Intinya sih dalam surat cinta yang agak sadis ini mengenalkan dan mengucapkan terimakasih pada semua keluarga BAW. Biar pun sadis, tapi surat cinta ini cukup menghibur.
Dalam surat ini, banyak hal positif yang dapat kita ambil. Saat kita merasa menjadi manusia yang paling merana di dunia, pada saat yang sama ternyata ada yang jauh lebih tersiksa. Disini kita belajar untuk bersyukur dan menghadapi masalah dengan kepala yang dingin. Kita juga harus menyadari bahwa setiap orang diciptakan dengan karakter yang unik. Kita harus belajar memberikan kritik yang membangun dan menerima kritikan yang pedas. Dengan segala kritikan itulah kita akan lebih kebal dan memperbaiki semua hal.


Menjadi seseorang yang merangkap berbagai hal memang tidak mudah. Sering kali dalam mengerjakan sesuatu kita harus dipaksa. Seperti di dalam BAW dimana para anggotanya dituntut untuk menulis sesuatu dengan deadlinenya. Tujuannya pun baik agar anggotanya terbiasa untuk produktif dan menemukan ciri khas dalam tulisannya. Menjadi sesuatu yang besar memang tidak mudah. Banyak jalan berliku dan proses yang panjang untuk menjadi besar. Memang dalam surat ini tidak dikhuskan pada sebuah nama. Artinya ini untuk semua anggota karena kata penulis suratnya Kalian itu Istimewa.


Cerpen ini benar-benar membuatku terharu. Orang tua yang begitu baik yang berkeyakinan bahwa anaknya akan menjadi orang hebat. Orang tua yang tidak pernah marah walaupun anaknya tidak mendapat nilai wah di kelasnya dan justru malah memberikan sesuatu yang lebih agar anaknya bisa lebih baik darinya. Terkadang kita sering kali meniru cara-cara seperti kebanyakan orang lain. Harusnya kita menyadari bahwa kita punya sesuatu yang unik yang membuat kita merasa nyaman saat melakukannya. Tak perlu jadi orang lain. Cukuplah menjadi yang terbaik dari diri kita. Tidak ada yang instan. Untuk sampai puncak kita harus melewati anak tangga yang sering kali melelahkan. Percayalah, dengan tekat dan kebiasaan bekerja keras kita akan menemukan kesuksesan.


Aku sendiri memang bukan bagian dari keluarga BAW, tapi aku suka BAW. Dari sini kita juga belajar tentang dunia tulis menulis. Jika aku punya waktu yang longgar, tentu aku ingin menjadi bagiannya. Sukses buat BAW. Semoga akan banyak penulis berbakat lahir dari sini. Oh iya, judul yang di header itu tidak kelihatan karena tulisannya putih, gambar header dan background juga mengandung unsur putih atau abu-abu. Mungkin bisa diganti warna lain biar nyaman bacanya. Pokoknya sukses untuk BAW. Be a writer be a winner :smile .

Tulisan ini diikutsertakan pada GiveAway BaW

animated gifs

8 comments:

  1. waktu baca "si bodoh yang mencabik bukunya", ya ampunnn kok gt >.<
    sedih deh...

    ehaku sering bikin kuis kok. Masa gak tahu? Klik FP Arga Litha deh, minggu depan bikin lg loooh, hadiahnya InsyaAllah 3 novel dan CD

    ReplyDelete
  2. Semoga terus eksis dengan kepenulisannya Mbak Jiah..Dan sukses juga dengan kontesnya :)

    ReplyDelete
  3. menulis itu bisa jadi ajang penguatan keilmuan yang pernah kita pelajari, awalnya mungkin sedikit, lama lama, menulis kan menjadi sebuah kebutuhan yang sulit untuk dilepaskan

    ReplyDelete
  4. hai jiaaaaaah :-D
    *komen gak penting*

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas tulisan GA BAW, Jiah.. suksess selalu :D

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?