Friday, 19 April 2013

Quiz Monday FlashFiction Prompt #2: Buku

Malam ini aku mempersiapkan semuanya. Besok pasti semua sesuai rencana.

***

Ku lirik kanan kiri memastikan semua aman terkendali. Perlahan ku raba-raba sesuatu dari dalam ransel kumalku. Yah, aku memegangnya, sedikit berbeda dari yang ku siapkan semalam. Aku menariknya ke laci meja. Aku mencuri pandang pada mata cantikmu. Bibirmu yang merah merekah, tubuhmu yang asoy membuatku berliur seketika. Jantung ini semakin berloncatan tatkala kamu datang mendekat. Ah payah! Hanya sampai bangku depan saja bukan bangku nomor tiga.


Teng! It show time.


Ku tarik benda yang sudah sejak tadi tersimpan rapi di laci. Ku raba memang agak berbeda, lebih tebal. Sedikit, aku masih bisa mencuri pandang padamu. Kamu tersenyum, aku malu. Kamu pasti tak akan pernah menyangka aku bisa melewati semua tantangan yang kamu berikan. Aku sudah membayangkan senyum indah akan kamu berikan untukku, hanya untukku. Jangankan senyum, bibir pun aku mau. Aku kembali berkonsentrasi. Setelah beberapa menit, ku tarik dan membukanya perlahan.


Rambutmu, parfummu, seragammu, aku suka


Dug! Apa ini? Aku melihatmu tersenyum ke arahku. Ku lanjutkan kembali aktifitasku. 


Kamu, bagian terbesar dalam sejarah hidupku. Bolehkah aku jadi aktris utama dalam drama cintamu?1


Ku baca sekali lagi. Aku melihat ke arahmu, ada garis melengkung di bibirmu. Perutku mulas seketika. Peluh mengucur di dada. Aku hanya bisa menelan ludah.


Teng! Mati aku! Kamu tersenyum ke arah ku. Toleh ke kanan kiri sudah tak bisa. Lembaran putih masih tetap di meja. Buku contekkanku mana? 


“Waktu habis. Ayo lembar jawabannya dikumpulkan!” katamu dengan suara lantang.



Notes: Buku harian yang sudah dua tahun lebih menemaniku. Meskipun dua bulan ini jarang nulis disana, tetep tuh buku ngga pernah lari dari dalam tasku, hehe :uhuk . Kebetulan aja tuh buku di dalam tas yang terbuka, nangkring disebelah kanan :smile .



1 : Kata-kata yang diambil dari buku harianku.

18 comments:

  1. aku juga punya buku model gitu tapi bukan jadi diari :)

    ReplyDelete
  2. cieeeee.. curhat niy ceritanya :-D

    ReplyDelete
  3. tumben ga cerita yang koplak koplak X)))

    ReplyDelete
  4. hihhihi...

    ooh yg sebelum2nya itu ya yang namanya koplak.. :D

    ReplyDelete
  5. hayooo... ada pengalaman seperti itu kah? :D

    ReplyDelete
  6. wah keren ni blognya. salam kenal.

    ReplyDelete
  7. Waduh, ini murid yang ga bener. Masa lagi ujian mikir tubuh sintal gurunya -__-

    ReplyDelete
  8. buku diary mu kok ga ada imut2nya sih... biasanya kan warnanya pink gitu, apa biru laut, ada gambar2 feminimnya... lah ini... :0

    ReplyDelete
  9. lha, itu dialognya kok dialognya mas sulung *eh, maksudnya prompt postcard dari mas sulung :D

    ReplyDelete
  10. lha, itu dialognya kok dialognya mas sulung *eh, maksudnya prompt postcard dari mas sulung :D

    ReplyDelete
  11. Kirain mau ngapain ternyata mau nyontek ehehe

    ReplyDelete
  12. buku doaryku juga dulu begitu mbak...tapi tebal n warnanya hijau...:-)

    ReplyDelete
  13. Nyonteeek ya?? kalo nyontek harus dengan konsentrasi tingkat tinggi, jangan malah tergiur liat tubuh asoy gurunya :D

    ReplyDelete
  14. Wkwkwkwk... :D


    Buku contekannya salah buka ya?

    ReplyDelete
  15. itu buku diary atau buku akuntansi?? soalny dulu buku ku begitu hihi

    ReplyDelete
  16. mak, kok buku harianmu ga seperti cewek2 lain, sik? :p buku diary kan manis imyut2 :p
    *koplak*

    ReplyDelete
  17. gurunya ga bener juga ini, malah godain muridnya...

    eh aku juga punya buku kaya gitu. persis. tapi buat buku kas seksi :|

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?