Wednesday, 22 May 2013

BeraniCerita #12 : Sepatu Butut Kakak


Kucuci bersih satu-satunya sepatu milikku. Besok aku akan lomba matematika. Jadi sepatuku yang kumal harus bersih mengkilap.

"Adek...."

Aku menoleh saat mendengar suara Kakakku. Badannya bau dan basah dengan keringat karena seharian menjual koran.

"Korannya habis?” tanyaku.

"Alhamdulillah habis. Hari ini kita bisa makan enak Dek."

"Adek cuma mau susu Kak, biar besok pikirannya tenang saat lomba matematika."

"Gampang itu. Tapi belinya setelah Kakak main bola ya?"

"Tapi, Kakak mainnya gak usah pakai sepatu ya? Adek mau pinjam sepatu Kakak buat les. Sepatu Adek basah." ucapku sambil mengamati sepatu merah Kakakku yang sudah berlubang dimana-mana.

"Oke, siap bos!"

***

Aku mengendap masuk rumah. Kakak sudah terlelap dijam delapan malam ini. Ada satu kaleng susu di samping kardus tempat tidurnya. Kak, maafkan aku.... Aku berbalik menyimpan sepatu Kakak yang kehilangan pasangannya.

***

"Jon, kata Bu Guru, pemenang ketiga dapat sepatu." kata Rudi temanku.

"Benarkah?"

"Beneran? Kamu mau jadi juara berapa?"

Aku hanya tersenyum pada Rudi. Aku pasti bisa mendapatkannya.

***

Aku beringsut menghampiri Kakak yang sudah menugguku di rumah.

"Hai jagoan! Bagaimana lombanya?"

Aku memandang wajah Kakak. Cairan bening keluar dari mataku.

"Hua, maafkan aku Kak. Aku tidak bisa juara tiga." ucapku sambil menenteng sepatu Kakak tinggal sebelah.

"Jon, Pialanya kok ditinggal? Ini mas hadiah buat Jono." kata Bu Guru yang membuntutiku sambil memberikan amplop dan kardus besar pada Kakakku.


Notes :

Terinspirasi dari film Children Of Heaven cerita tentang sepatu juga. Gak pernah absen buat nangis kalau nonton nih film.


1 comment:

  1. tuh salah satu film yang bisa buatku nangis bombay kayak ibu2 hahaha children of heaven

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?