Thursday, 9 May 2013

Rasa Tak Terucap


"Apa? Putus? Aku ngga mau Mas."

Aku memalingkan wajahku, perempuan itu masih terisak sambil melihatku.

"Kamu bilang kenapa? Aku sudah terlambat haid 4 bulan Mas. Mungkin saja aku hamil." ucap perempuan itu dengan sedikit berteriak.

Aku memasang pendengaranku, jelas sangat jelas. Hamil itu apa? Tanyaku dalam hati.

"Aku ngga mau gugurin janin ini. Dia berhak hidup dan tumbuh besar. Bukankah kita sudah cukup berdosa dengan melakukan perbuatan laknat itu? Aku ngga mau nambah dosa lagi."

Sedetik kemudian, sentuhan hangat menjalar diseluruh tubuhku. Ada desiran rasa yang jelas tak terucap namun begitu terasa hangat. 

"Ibu Dewi, silakan masuk."

"Iya suster. Mas, aku matikan dulu telfonnya. Aku mau meriksain janin ini."

Perempuan itu bangkit dari kursinya.

"Sayang, maafkan ayahmu ya. Ibu akan menjagamu selalu." bisik perempuan itu sambil mengelus bagian yang menutupi tubuhku.

Note : 131 kata, ditulis untuk “Tantangan Menulis #Nguping” @JiaEffendi & Lampu Bohlam #10 - Terlambat

7 comments:

  1. karena udah baca komennya mak Diah di fb, jadinya aku tau deh. horeee horeee *abaikan*

    ReplyDelete
  2. Tau apa nie? jadi penasaaran

    ReplyDelete
  3. Suka mengyimpan rahasia nih mereka

    ReplyDelete
  4. sukka :). aduh dedeeeek, masih kecil jangan suka ngupil, eh nguping yaaa *ditoyor :D

    ReplyDelete
  5. waduh, ternyata ini si bayi yang nguping... keren jiah...

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?