Sunday, 23 June 2013

Diam

Aku melewatimu. Berusaha tetap diam menjaga fikiran untuk terus berfikir positif. Tapi yang ada, ternyata waktu membuktikan semua kebenarannya. Sebagai wanita yang bukan apa-apamu, aku sendiri malu. Entah karena apa aku tidak tahu. Mungkin karena gender kita yang memang sama. Kau yang katanya bisa berperilaku lebih baik, ternyata….


Apa itu salahmu? Aku tidak tahu. Tapi yang kuyakini adalah sifatmu jelas tumbuh dari sifat orang tuamu, dari kebiasaanmu. Aku tahu kamu cantik, kamu punya sesuatu untuk memikat lawan jenismu. Tapi perlu kamu tahu, cantik di dunia hanya untuk perhiasan dunia kalau kamu tidak bisa menjaganya.


Kamu ingin punya suami mapan, kaya lalu bagaimana denganmu? Sudahkah kamu layak untuk mereka? Dari sekian banyak artikel yang pernah kubaca, pria mapan-kaya itu butuh seseorang yang pintar bukan cantik. Pintar, bagaimana kamu bisa saling berdiskusi dengan mereka. Cantik bagi mereka adalah bonus.


Anggap saja aku ini Kakak perempuanmu. Aku memang bukan orang baik. Tapi setidaknya sebagai peremuan aku berusaha untuk menjaga diriku, menjaga rasa maluku. Lalu, bagaimana aku menghadapimu?

8 comments:

  1. Setuju tuh sama butuh pintarnya.. :)

    ReplyDelete
  2. nah bener nih. kalo pengen dapat lelaki yang baik maka sebagai perempuan juga harus memantskan diri pula :)

    ReplyDelete
  3. huaaaaaaaaa...
    >u< ini kereeeeeeen ~
    nggak panjang-panjang tapi sarat akan makna ~huhu~
    *fllbk yah :))

    ReplyDelete
  4. kamu nyindir aku yah? mentang2 aku cantik??? <<< tolong abaikan, orang stres

    kamu ga bisa memperlakukan teman sbg saudara, let her be, my dear :)

    eh baru kali ini deh jiah kaga suka sama tokoh cowok rekaanku hihihihi


    ReplyDelete
  5. jadi pillow talk itu cerita tentang 2 sahabat cewek cowok, sama2 cakepnya, trs saling peduli 1 sama lain, so sweet, tp ogah pacaran. endingnya mereka jadian, hayooo siapa coba yg ga pengen punya kisah cinta sprt itu? #ngiler

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?