Friday, 4 October 2013

Berani Cerita #30 : Lelaki Itu

Source
Hatiku gusar tak menentu. Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, tapi lelaki itu belum juga datang. Kursi di peron stasiun masih kosong. Kemana dia? Aku menatap sekitar, semua orang sudah lalu lalang keluar masuk kereta dan lelaki itu, aku tak menemukannya. 


Apa dia sudah pergi meninggalkanku? Ah! Tidak mungkin!


Aku kembali mengamati sekitar sesekali melihat bangku peron yang masih kosong. Kamu kemana?


“Hai!”

Aku tersentak, dia datang.

“Aku bangun telat. Kereta ke Jogja belum tiba?”

“Tentu saja belum. Mungkin sebentar lagi.”


Aku menatapnya dalam diam. Dia duduk di bangku sambil membuka agenda coklat yang selalu dibawanya. 


“Hai! Keretanya datang!” teriakku histeris.

“Benar!” jawabnya antusias.


Dia berdiri dengan senyumannya. Matanya bergerak ke sana kemari mencari-cari dan terus mencari. Semua penumpang lalu lalang keluar kereta. Semua berdesakan sampai-sampai aku tertabrak dan nyaris jatuh diantara puluhan penumpang.


“Bagaimana?” tanyaku ketika melihat lelaki itu muram.

“Tidak ada. Dia belum kembali,”

Kutepuk bahu kanannya.

“Mungkin besok. Ya, besok dia akan kembali.” Lanjutnya bersemangat.

Ganbatte!

“Hei! Kau tahu dari mana kosakata itu?”

“TV. Iklannya bagus!”

“Oh iya. Pisang gorengmu aku borong. Ini uangnya. Terimakasih ya?”

“Sama-sama.”

Aku berlari. Emak!!! Pisangku habis! Horeee!!!

8 comments:

  1. si lelaki itu mencari kekasihnya mbak. hehe

    ReplyDelete
  2. horeeey...pisang gorengnya habis^^

    ReplyDelete
  3. ketauan deh, si lelakinya belum sarapan

    ReplyDelete
  4. yang penting pisangnya laku. semakin lama dia belum datang... semakin laku pisang gorengku :D

    ReplyDelete
  5. Jadi dia tukang pisang asikk ngobrol ama cowok cakep ya :P

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?