Friday, 15 November 2013

Gagal

Hatiku senang bukan main. Hari ini aku kencan. Rina, cewek yang sudah tiga bulan pedekate denganku akhirnya member sinyal. Senangnya. Kali ini aku menunggu Rina di gang dekat pasar. Ah! itu dia.


“Dit, sudah lama nunggunya?”

“Nggak. Baru juga sampai. Jalan yuk!”


Aku dan Rina baru beberapa meter berjalan terhenti karena seorang bertubuh kekar di depanku. Lengannya bertato. Ototnya menonjol. Rina berdiri di belakangku seperti ketakutan.

“Permisi, boleh lewat, Om?”

“Berani bayar berapa?” tanyanya tegas.

“Aku masih SMP, Om. Nggak punya duit.”

“Kalau nggak punya duit, nggak usah pacaran. Belajar saja di rumah.”

“Tapi, Om…,”

“Rina! Ayo pulang! Belajar saja!”



Notes :
Hiks :hiks . Nggak ada ide sama sekali dengan kata Tato :etc

4 comments:

  1. Yg terakhir bilang ayo pulang ,belajar saja,itu siapa? Ibuny Rina?pacarnya?apa preman bertato?hehe

    ReplyDelete
  2. ujian pertama hadir melalui om bertatto..eh itu om atau bapaknya ya....ceritanya keren luabiasa :-)

    ReplyDelete
  3. mantaaaap jiah
    suka kata terakhirnya
    yuk pulang belajar fufufu

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?