Wednesday, 13 November 2013

Pementasan

Layar terbuka, penonton bertepuk tangan gembira. Hari ini pementasan TK Bunga Bangsa digelar. Semua orang tua bersorak melihat anaknya berdiri memainkan drama.


Seorang anak dengan kostum rumput memandang ke arah penonton. Matanya menelusuri satu persatu orang tua yang hadir. Dia menunduk, kemana Ayahnya? Harusnya, Ayahnya datang karena hanya Ayahnya yang dia punya.


Pertunjukkan selesai. Si anak terisak.


“Mia!” teriak seorang dari seberang.

“Maafkan Ayah ya?”

Mia berlari ke arah Ayahnya.

“Ayah, pementasan tadi jelek! Untung Ayah tidak datang.”

“Benarkah?”

“Iya, Yah!”

“Ini boneka untuk Mia.”

Mia memeluk Ayahnya. Ayahnya tahu Mia berbohong karena dia mengintip penampilan Mia dengan mata berkaca-kaca.




4 comments:

  1. tapi, kenapa ayahnya 'sembunyi'?

    ReplyDelete
  2. Ini artinya gimana?? Gak paham :(

    ReplyDelete
  3. @Arga Litha : terharu aja mbak
    @Gandi : hadeh, kasian... hihi

    ReplyDelete
  4. iya, kenapa juga si bapak nonton sambil sembunyi? jangan-jangan si bapak juga dapat peran di pementasan itu, jadi karpet. hahahaha

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?