Tuesday, 12 November 2013

Siklus Hidup

“Ya ampun! Baru juga lima menit dipakaiin baju, kok sudah ngompol lagi! Jadi bayi lagi ini!” teriak suster  padaku.


Aku menelan ludah. Aku kembali kesiklus semula seperti bayi yang tak berdosa. Sayangnya, aku bukan bayi. Bahkan bayi yang kubesarkan dengan sepenuh hati tega meninggalkanku disini. Usiaku senja, tak mengerti apa-apa. Entah masih adakah cinta disana? Di hati anak-anakku?


“Ibu? Sudah makan?” tanya seorang suster lain.

Aku menggeleng.

“Ibu makan ya? Tempat baru, adaptasi dengan hal-hal baru memang tidak mudah. Maafkan suster tadi. Saya akan merawat Ibu karena saya tidak punya ibu.”


Cairan hangat menetes di sudut matanya dan aku memeluknya.


4 comments:

Mana jejak tulisanmu?