Sunday, 22 December 2013

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

Bismillahirrahmaaanirrahiim....

SELAMAT HARI IBU DAN CALON IBU :smile

Hari ini aku nggak akan mengungkapkan terimakasihku pada Bu e. Bosen dong pastinya mondar mandir bewe isinya terimakasih kepada Ibu, khusus IBU. Toh untuk berterimakasih nggak perlu nunggu hari ibu, kan? :Smile . Santai, aku sudah sering kok nulis tentan Bu e :uhuk .


Jadi ceritanya begini, awal Desember 2013 sebelum aku balik ke hutan, aku sempat nonton TV acara Hitam Putih. Aku nggak akan bahas hostnya ya apalagi menyangkut acara tinju. No! Waktu itu, bintang tamunya Denada sama seorang ibu muda, aku lupa namanyanya. Ditag judulnya itu ditulisakan, IBU MENYUSUI 25 BAYI. Aku langsung wow gitu. Anaknya ada 25 biji? Kalau orang kampung mah biasa, lha ini ibu muda!?


Aku sendiri adalah anak ASI. Bu e menyusui kelima anaknya dengan ASI tanpa bantuan susu formula. Sampai usia segede gajah ini, aku malah nggak terlalu suka minum susu :uhuk . Sama seperti Bu e, kedua mbakku, Mbak Santi dan Mbak Ita juga menyusui anaknya hanya dengan ASI. Cuma bedanya, anak-anak mereka masih mau minum susu lain :smile .


Dari hasil baca-baca di sana-sini dan pelajaran jaman sekolah, manfaat ASI itu banyak banget, baik untuk ibu maupun anaknya sendiri. Bagi anak sendiri diantaranya, dapat meningkatkan daya imun, IQ lebih tinggi, gizinya sangat bagus untuk nutrisi anak, dll. Untuk Ibu, bisa mengurangi resiko kanker payudara, kanker ovarium, mengurangi resiko osteoporosis dan juga bisa jadi KB alami. Ini hanya sebatas pengetahuanku ya, kalau ada yang mau nambahi silakan. Maklum, aku belum pernah menyusui, lha nikah aja belum :uhuk .


Nah! Begitu banyaknya manfaat ASI sampai si Ibu muda ini mau menyusui 25 anak. Gimana ceritanya coba?


Aku kira, Ibu ini memang punya 25 anak kandung, tapi ternyata tidak. Ibu ini memberikan ASI yang sudah diperahnya untuk anak orang lain. Ada dokter yang datang, katanya Ibu ini luar biasa. Tepuk tangan meriah, semua orang bangga. 


Pertanyaan, Ibu ini agamanya apa ya? 


Sedikit menyinggung SARA, tapi ini mengingatkanku akan pelajaran fiqih jaman sekolah tentang Mahram Nikah atau orang-orang yang haram dinikahi. Kalau aku jelasin di sini, jadi bahas fiqih :smile . Salah satu mahram nikah adalah anak yang satu susuan. Dalam artian ini, bisa jadi susu langsung atau pakai sedotan, *eh maksudnya ASI perah.


Nah, apakah Ibu ini tahu siapa-siapa yang menerima ASInya? Kalau tahu ya alhamdulillah, kalau nggak ya gawat bin bingung. Kita tidak pernah tahu hari depan, apakah nanti suatu saat anak-anak hasil susuan ASI ibu itu jatuh cinta atau tidak. Kan mereka saudara, satu susuan. Terus ibunya si anak yang di kasih ASI, kok biasa aja ya anaknya nyusu orang lain? Aku yang belum paham persusuan seorang ibu atau gimana ya? :etc


Maka dari itu, aku sendiri sebagai wanita calon ibu akan lebih hati-hati tentang ASI. Aku nggak mau asal-asalan ngasih ASI ke anak orang lain. Bagaimana ya? Aku bukan tipe orang yang mengahalangi orang lain untuk jatuh cinta. Aku nggak mau anak yang aku kandung tiba-tiba membatalkan pernikahan karena baru tahu fakta bahwa calon pengantinnya ternyata satu susuan. Ini sangat kejammmmm!!!! *DramaBangetDeh :uhuk .


Terimakasih buat Bu e yang udah ngasih aku ASInya selama dua tahun. Aku ingat Bu e pernah cerita waktu aku disapih, malam-malam pasti nyari camilan. Sekarang malam-malam udah jarang nyemil lho Bu e. 


Habis ini, ada yang mau berbagi ASI? Walaupun manfaatnya banyak, coba dipikir lagi deh :smile .


Selamat Hari Ibu dan Calon Ibu :lope

1 comment:

  1. selamat Hari Ibu, wahai calon Ibu :P
    salam buat bu'e.. bu'eee.. pak'e...

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?