Friday, 20 December 2013

Perempuan Pintar

Kenapa perempuan seperti Laila Lopes yang hitam memenangkan Miss Universe 2011?

Leila Lopes at Chinese Laundry Fashion Denim
Credit
Karena cantik, jelas. Toh cantik itu tidak memiliki standar tertentu seperti kulit harus putih, tinggi harus di atas 160 centi meter. Cantik tidak seperti itu. Cantik itu relatif, tinggal siapa yang mendefinisikannya. Apa dia menang hanya karena cantik? Tentu saja tidak. Leila Lopes itu pintar, makanya dia bisa dianugerahi gelas Miss Universe :smile .


Perempuan itu makhluk yang luar biasa. Perempuan bisa jadi apa saja walau bukan bidangnya. Bukan bidangku, tapi mereka tetap luar biasa saat menjadi Wonder Woman untuk keluarga.


Perempuan itu tidak melulu soal bagaimana dia mendapat nilai matematika sempurna, bahasa yang luar biasa, ilmu pengetahuan yang tidak ada matinya. Adakalanya mereka harus bisa mengaji, mengajari anak-anaknya.


Perempuan itu, paling tidak dia bisa membedakan mana merica mana ketumbar. Mana kunci mana kencur. Mana tepung beras mana tepung terigu. 


Perempuan smart itu ketika dia bisa menempatkan dirinya di mana saja seperti air. Nggak punya kepribadian dong? Kepribadian tetap ada, hanya saja dia bisa gampang beradaptasi di mana saja.


Kenapa aku merasa smart? Diusiaku yang 21 tahun lebih ini aku belajar banyak hal yang mungkin teman-teman sekolahku dulu tidak pernah merasakannya.


Dulu aku pikir, aku adalah makhluk teraneh di dunia. Ketika temanku asyik bereksperimen, aku harus mengaji. Ketika temanku mempunyai uang saku lebih bahkan mereka tidak sungkan untuk terus meminta, aku berpikir seribu kali untuk SMS rumah bahwa aku butuh uang. Aku harus rela tidak jajan demi menyisihkan uang untuk fotocopy materi pelajaran atau pergi ke warnet mencari bahan-bahan tugas makalah. Aku sekertaris kelas yang dianaktirikan wali kelas karena tidak punya HP :hwa . Maka dari itu tidak pernah malu kalau nilainya di bawah standar dan harus remidi :uhuk .


Aku merasa smart meskipun tidak menjadi ranking satu di kelas, tapi aku mampu melewati semua itu sampai mendapatkan kelulusan MAN. Aku bisa fotocopy dan menyelesaikan tugas dengan modal uang jajanku sendiri. Setidaknya walaupun saat itu aku belum punya FB seperti temanku, aku bisa belajar dengan tenang, damai sentausa tanpa gangguang status yang tidak jelas.


Aku smart karena walaupun belum kuliah seperti temanku, aku sudah pernah ikut kelas kuliah :uhuk . Karena belum kuliah, aku belajar banyak tentang kehidupan, tentang dunia kerja yang ternyata kejamnya luar biasa.


Aku belajar bagaimana tidak mudahnya mendapat rupiah sehingga harus hemat dan tidak membelanjakan uang yang aku dapat untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, yang bukan kebutuhan mendesak. Ini bukan karena aku pelit, tapi dari sini aku harus belajar menanage keuangan untuk pelajaran saat aku sudah berumah tangga nanti.


Dari tempat kerja, aku bisa memposisikan diriku sebagai apa saja. Aku bisa angkat junjung galon, aku bisa mencuci, mengisi bahkan mengirimkan galon. Kejam? Tentu saja tidak. Selain untuk olah raga, dari sini lagi-lagi belajar untuk mandiri. Tidak semua pekerjaan berat itu urusan laki-laki. Jika suatu saat nanti aku berumahtangga dan suamiku tidak di rumah ketika air minum habis, bukankah aku tetap harus membeli air untuk kebutuhan minum? Aku tidak perlu menunggu sampai mati dengan dalih egoism bahwa pekerjaan berat itu tugas lelaki.


Dari banyak hal aku belajar untuk menjadi perempuan yang smart, tidak hanya pintar dalam teori pelajaran, tapi harus pintar juga dalam banyak hal yang menyangkut kehidupan. Termasuk pintar berakting *Eh :uhuk .


Yah, aku bisa ngaji dan mengajari anak-anakku untuk mengaji. Aku bisa membedakan bumbu-bumbu dapur, jenis tepung dan aku juga sedikit bisa memasak.


Aku berusaha menempatkan diriku di mana saja. Aku sedang belajar untuk jadi anak, istri, ibu, teman dan sahabat yang baik. Tidak mudah memang beradaptasi dalam banyak hal, banyak bidang yang mungkin sama sekali belum pernah kita lakukan. Bukankah perempuan pintar tidak pernah mengeluh untuk selalu belajar dan belajar?


Dunia butuh orang pintar dalam ilmu pengetahuan, tapi jangan lupa, dunia juga butuh orang pintar dalam memanage segala hal. Apa artinya kamu pintar dalam matematika tapi tidak pintar bergaul dalam masyarakat? Apa artinya kamu pintar berbahasa asing tapi tidak bisa menjaga apa-apa yang keluar dari lidahmu?


Menjadi pintar itu mudah. Kuncinya adalah belajar banyak hal. Kita bisa belajar dari kesalahan misalnya. Dari kesalahan kita belajar bagaimana meminta maaf dan berterimakasih.


Ah iya. Aku juga membaca dalam beberapa artikel bahwa pengusaha itu memperistri perempuan yang tidak hanya bermodal kecantikan, tapi juga kepintaran dalam banyak hal.


Mantra hebat untuk diri sendiri :

Jadilah perempuan yang pintar, maka dunia akan takluk kepadamu :uhuk



Dibanding perempuan lain, aku tak sehebat perempuan itu, yang bisa apa saja tanpa mengeluh. Paling tidak aku berusaha menjadi perempuan yang baik, perempuan yang pintar yang bisa dibanggakan. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri.


“Wanita itu tiang Negara, bila dia (wanita) baik, maka baiklah negara itu. Tetapi bila wanita itu rusak maka rusaklah negara itu.”


Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel

5 comments:

  1. Be smart ya mbak...tulisan yg ajib

    ReplyDelete
  2. manis banget ya, pintar pula. Good luck ya Jiah

    ReplyDelete
  3. asyikk mbak jiah ini bikin postingan nya beda, tiap bikin itu rasanya awesome :D

    mbak 100 imipiannya udah berapa yang terwujud??

    ReplyDelete
  4. be smart with ur self....leila lopes cantik,manis kayak saya wkwkwkw

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?