Wednesday, 11 December 2013

Prompt #32: Sinar Matanya

Kian mengaduk-ngaduk makanannya. Sejak tadi, belum satu sendok pun masuk ke dalam mulutnya.

“Riana hamil, aku harus menikahinya.” Kian membuka suara seolah mengerti keadaan sekitarnya.

“Kamu tidak akan pernah menikah dengan Riana.”

Dia menatapku tak mengerti. Mata kami saling memandang. Semenit kemudian Kian tahu apa yang tersirat di mataku. Mata biru lautnya mengiba, aku tak memperdulikannya. 

***

Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah pedang yang mengoyak-ngoyak pikiranku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kulakukan.

Credit


“Sayang, lihat! Sepertinya bayi ini menyukaimu.” Riana bersorak menggamit lenganku.

“Benarkah?”

“Sungguh. Dari tadi aku memperhatikannya. Sejak pertama kali kita masuk, dia selalu menatapmu. Kita ambil dia saja ya!?”

“Kita lihat dulu bayi yang lain. Panti asuhan ini punya banyak bayi manis.”

Kutarik tangan Riana menjauhi bayi lelaki itu. Mata bayi itu masih mengawasiku. Aku menarik napas sejenak atas pertemuan tak terduga ini. Aku sudah mati-matian menjauhkannya dari Riana saat dia baru lahir. Tapi kini, bayi itu seolah tahu bahwa Riana adalah ibunya. Sinar mata itu menunjukkan segalanya. Sinar mata biru laut milik Kian, ayahnya yang juga kekasihku yang kubunuh sebelum menikahi Riana, yang kini menjadi istriku.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Birthday Giveaway “When I See You Again” di blog: http://itshoesand.wordpress.com

17 comments:

  1. @ annesya : nyesek bener kau gak paham
    @ lidya : emang cakep banget mbak ^^

    ReplyDelete
  2. paling nggak suka kalo di tatap terus,jadi gr kan..hiyyaa

    ReplyDelete
  3. jadi, aku itu suaminya Riana. Sudah membunuh ayah kandungnya Kian.

    *0eaa, jongkok dulu :)

    ReplyDelete
  4. " Sinar mata biru laut milik Kian, ayahnya yang juga kekasihku yang kubunuh sebelum menikahi Riana, yang kini menjadi istriku."

    Sya bingung dengan kalimat ini, 'ayahnya yg juga kekasihku' . Berarti 'aku' adalah seorang gay?? Membunuh Kian trus menikahi Riana.

    Seandainya kalimatnya diganti 'ayahnya yg juga kekasihnya' , barulah saya bisa memahami ceritanya.
    *atau mungkin sya yang salah tafsir hmmm :)))

    ReplyDelete
  5. " Sinar mata biru laut milik Kian, ayahnya yang juga kekasihku yang kubunuh sebelum menikahi Riana, yang kini menjadi istriku."

    Sya bingung dengan kalimat ini, 'ayahnya yg juga kekasihku' . Berarti 'aku' adalah seorang gay?? Membunuh Kian trus menikahi Riana.

    Seandainya kalimatnya diganti 'ayahnya yg juga kekasihnya' , barulah saya bisa memahami ceritanya.
    *atau mungkin sya yang salah tafsir hmmm :)))

    ReplyDelete
  6. si kian emang pacarnya aku ckckc
    gay

    ReplyDelete
  7. si kian emang pacarnya aku ckckc
    gay

    ReplyDelete
  8. sama bingungnya dengan komentar di atas.... ternyata, gay :D

    ReplyDelete
  9. OMG! Complicated sekali jalan ceritanaya...
    Jadi mereka gay, dan sang ayah dibunuh ama suaminya, trus anaknya taro di panti asuhan...dan sekarang mau diadopsi gituh?
    *tenggak panadol*

    ReplyDelete
  10. Seide sm FF ku nh.walaupun agk beda sh

    ReplyDelete
  11. OMG.. cinta yang complicated... Duh baby, kamu lucu banget sih *__*

    ReplyDelete
  12. Pegang tanganku Jiah...

    Aku bingung. T__T hiks...

    ReplyDelete
  13. Aku bingung di bagian ini Jiah...

    "Tapi kini, bayi itu seolah tahu bahwa Riana adalah ibunya."

    "Sinar mata biru laut milik Kian, ayahnya yang juga kekasihku yang kubunuh sebelum menikahi Riana, yang kini menjadi istriku."

    semacam kontradiktif. Jadi bayi itu anak Riana? dengan Kian? yang merupakan pacar aku? Padahal aku juga cinta sama Riana? Jadi sebenernya itu bayi siapa sama siapa?

    *mbulet*

    ReplyDelete
  14. @Red Carra : lha, saya nggak bilang si aku cinta sama Riana :))))
    Cinta kadang mbulet, itu cuma alasan . Si aku nggak dapat Kian, Riana pun sama.

    ReplyDelete
  15. Riana ga ingat pernah punya bayi? Ga ingat bayinya sendiri? kenapa dia harus adopsi lagi?

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?