Sunday, 27 January 2013

Ciderella's Stepsister

Rasanya seperti mimpi saat aku berdiri di bawah pohon dekat patung Winter Sonata. Nami Island, tadinya aku pikir aku tidak akan pernah kesini. Tapi nyatanya? Aku disini, yah aku disini. Semua itu karena ehem Mimi. Kau tahu siapa Mimi? Dia itu makhluk yang diciptakan Tuhan seperti Ciderella dan aku Stepsisternya.


Harusnya, dimana-mana cerita Ciderella itu adalah seorang yang teraniaya. Tapi dalam kehidupan real, justru aku stepsisternya yang teraniaya :hwa . Kau tahu? Ini benar-benar kisah dramatis yang sangat mengaharukan :hwa . Seorang Nay teraniaya oleh Mimi si Cinderella.


Aku seorang Nay, kalah populer sama Mimi. Aku sadar betul, aku memang terlalu banyak kekurangan. Bahkan untuk membiasakan diri berkata aku-kamu aku harus privat sama Mimi. Mau bagaimana lagi? Aku memang terlahir dari tanah Betawi yang kental dengan bahasanya, sedangkan Mimi lahir dari tanah Jambi tapi blasteran Inggris. Wajarlah kalau bahasa Mimi lebih bagus ketimbang bahasaku.


Kau pernah nonton film india Dil Hai Tumhara? Iya disana ada Nimmi, 11-12 dengan Mimi kakak Shalu yang selalu baik hati. Mimi selalu bangga jika film itu diputar berulang-ulang. Rasanya aku ingin muntah tiap kali Mimi memuji dirinya sendiri. Kalau sudah setres begitu, biasanya aku ikut lari ngejar layangan putus, itu pun kalau ada.


Yah, sekarang aku di Korea itu semua karena Mimi. Mimi yang teramat ‘baik hati’ mengajakku masuk salah satu Universitas di Korea. Awalnya aku menolak lantaran bahasa Koreaku yang masih teramat kacau. Tapi, Tya sahabatku memotivasi agar aku menyetujui tawaran Mimi. Apalagi disana ada sosok Hyun Bin :luph . Aku benar-benar tergila-gila dengannya.


Kau tahu Hyun Bin kan? Kata Tya, dia masih ada hubungan saudara dengan Hyun Bin  Coba bayangkan jika aku bertemu dengannya, satu universitas, satu kelas waaa~ Pasti sangat menyenangkan :smile


Hari ini pun, di Nami Island aku sedang menunggu Hyun Bin.  Tya, 'Bu Pos' yang baik hati mengabarkan bahwa Hyun Bin ingin bertemu denganku. Aku jadi malu sendiri :shy , jangan-jangan Tya benar mengadu bahwa aku menaruh perhatian padanya :uhuk


“Hai Nay,sudah lama menunggu?”
“Ah Oppa,”

~Back song~

Sekian lama
Aku menunggu
Untuk kedatangganmu


“Ah tidak, aku baru saja disini,” jawabku sedikit berbohong
“Baguslah, aku kira kamu sudah lama disini,”
“Yah kalopun lame, gue pun rela Bin nungguin lu, ups” Aku menutup mulutku yang keceplosan menggunakan bahasa Betawi.
“Kamu bicara apa Nay? Apa itu termasuk bahasa Alay ciyus miapah yang kemarin dibicarakan oleh Lee Seung Gi?”
“Ah bukan, itu tadi bahasa Betawi asli Indonesia. Harap maklum ya Bin, aku tuh masih sedikit sulit kalau bicara menggunakan bahasa Korea seperti ini,”

Hyun Bin hanya tersenyum mendengar pengakuan polosku. Sebenarnya aku malu jika terus keceplosan menggunakan logat Betawi saat berbicara dengannya. Mau bagaimana lagi? Aku benar grogi dan jika sudah seperti ini, semua logat asliku keluar tanpa permisi :uhuk


"Nay, aku ingin bicara serius,"
"Bicara saja, aku siap mendengarkannya,"


Ya Allah, Hyun Bin Oppa mau mengutarakan perasaannya padaku :smile


“Begini Nay, aku tahu kamu punya perasaan khusus untukku dan aku pun begitu...”
“Jadi kamu juga suka aku?” potongku
“Iya begitulah,”
“Ya Allah... Enyak Babeh, Hyun Bin jadi pacar gue ini mah,”
“Nay? Kamu bicara apalagi?
“Ah tidak apa-apa, ini cuma ekspresi kegembiraan” :smile
“Aku suka kamu sebagai adik Nay soalnya aku dan Mimi sudah jadian,”
“Apa?” :omg
“Mimi belum memberitahukannya? Mungkin dia butuh waktu yang tepat untuk menjelaskan semua ini,”
“Oppa tidak salah pilih? Kenapa harus Mimi?”
“Harusnya kamu senang dong Nay karena aku jadian sama Mimi. Mimi itu gadis yang hebat,”
“Masalahnye, gue kagak rela sama sekali lu jadian sama Mimi. Sakit hati gua ini” :hwa
“Kamu bicara apalagi Nay?”
“Ah bukan apa-apa,”
“Bayangkan Nay, Mimi rela menolak cinta Taeyang, Jung Young Hwa, Micky Yoochun, Lee Min Ho, Shahrukh Khan, Rio Dewanto yang katanya ganteng semena-mena cuma demi aku. Yang lebih heboh lagi Nay, Mimi juga naik tower Universitas sambil berkata ‘Hyun Bin Oppa, Sarang Haeyo’ so sweet banget kan Nay?” :luph



“Ah so sweet apanye? Norak itu mah,”
“Ah kamu itu Nay, kenapa selalu logat itu yang kamu keluarkan?”
“Lho? Memangnya kenapa? Masalah buat kamu?”
“Ya jelaslah Nay. Ini perbedaan terbesar antara kamu dan Mimi. Aku itu sering kali bingung jika bahasa planetmu keluar tanpa henti, beda sekali dengan Mimi. Bahasanya sangat bisa dimengerti dan yang pasti dia selalu bisa membuatku tersenyum,” :smile
“Ah, emang dasar lu berdua ‘Freak Cople’”
“Nay lihat, itu Mimi dan Tya sudah datang,”


Aku menoleh melihat kearah yang ditunjukkan Hyun Bin Oppa. Benar, disana ada Mimi, Tya dan pacarnya. Wah~ nyesek banget ini mah :hiks . Perlahan mereka mendekat. Cerita romantis, Kissing Under Cherry Blossom :calm is nothing  :waduh


“Oppa, Nay buat kacau tidak?” ucap Mimi
“Tidak, dia jadi adik yang baik kok,”

Apa-apaan mereka ini? Pamer kemesraan? Tya hanya nyengir sambil mengisyaratkan kata maaf :peace

“Oppa, kakiku pegal nih,” rengek Mimi
“Duduklah, biar aku pijitin kakimu,” jawab Hyun Bin malu-malu

Perlahan Mimi duduk dan Hyun Bin pun membuka sepatu Mimi. OMG :omg Mimi mamerin kaos kaki yang bergambar Hyun Bin. Haduh-haduh, bener-bener nyesek hatiku ini :hiks


Aku berjalan menjauh dari mereka. Tak tahulah rasanya hati ini seperti apa. Kenapa harus Mimi yang jadi Cinderellanya? Kenapa bukan aku? Ah sudahlah, mungkin Hyun Bin memang bukan jodohku tapi jodohnya Mimi :etc


Note :
Cerita ini hanyalah fiktif dan rekayasa belaka. Bila ada nama tempat yang sama itu adalah unsur kesengajaan dari penulisnya :wek . Cerita fiktif kacau ini aku hadiahkan buat Mimi Arie seorang :uhuk . Maaf ya Mi, aku ngga bisa ngasih apa-apa dihari ulang tahunmu :smile . Maaf juga buat nama-nama yang tercantum yang sudah tak  jadiin kambing shaun hihihi :peace
Oh iya, fotonya itu ngambil dari FB sama blognya Mimi. Kalau mau, cari sendiri yah :wek

Thursday, 24 January 2013

Maulid Nabi

Bismillahirrahmaanirrahiim.....

Hari ini tepat tanggal 12 Rabiul Awwal tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Apa yang istimewa? Biasanya juga kita merayakan ulang tahun, kenapa saat Nabi kita lahir kita tidak turut bergembira? . Kalau aku sendiri, biasanya ikut membaca albarjanji di mushola, solawat yang banyak. Tiap hari pun kita bisa bersolawat tanpa menunggu maulid nabi :smile 


Dulu pas jaman MTsN, di "Penjara Suci" sering diadakan lomba untuk memperingati kelahiran Nabi. Lombanya macam-macam, ada pidato, tartil Al-Qur'an, Qiroah, baca albarjanji, pokoknya terbebas dari acara ngaji kitab :smile . Semua jelas berantusias meski hadiahnya tidak mewah-mewah amat :uhuk


Di tahun terakhir aku duduk di bangku MTsN, seperti tahun sebelumnya kami penghuni diwajibkan untuk ikut menjadi peserta. Yang terparah adalah lomba drama dan setiap kamar wajib ikut. Parahnya lagi, kamarku tidak ada makhluk dewasa, ababil semua. Aku tidak tahu harus drama apa, pokoknya maju aja biar tidak kena sangsi :uhuk [Ketika ini aku sama sekali belum kenal Teater] . Ngakak juga kalau ingat drama ancur itu :uhuk


Menang? Tidak :uhuk . Tapi yang bikin kaget waktu aku dapat nomor tiga lomba tartil Al-Qur'an. Kayaknya jurinya pada syok waktu dengar aku ngaji :uhuk makanya dikasih hadiah :smile. Hadianya apa??? Bukan barang mahal, hanya sebuah rongsokan setrika buat lucu-lucuan heheh :uhuk . Selain itu ada jajannya juga sih, mie instan, agar-agar, permen, tapi menyenangkan juga bisa dapat hadiah :uhuk . Itu pertama kali dan terakhir kalinya aku mendapat hadiah saat lomba Maulid Nabi.


Maulid Nabi dengan segala kegembiraannya. Ini bukan masalah bid'ah atau bagaimana ya. Toh apa yang kita lakukan itu bermanfaat tidak lebay. Kita membaca solawat memuji beliau. Tidak ada yang salah kan???
This entry was posted in

Tuesday, 22 January 2013

Air Mata Emak

Kemarin, ada yang wawancara lagi di kantor. Seperti biasa aku yang menyiapkan segala keperluan mulai dari lembar tes dan kawanannya. Kali ini aku tidak terlalu tahu siapa orangnya soalnya bosy rada ujuk-ujuk bilangnya. Pagi hari sudah nyiapin ini itu dan tepat jam delapan pagi tuh orang datang [on time banget, kesan pertama yang baik :uhuk]

Ketika melihat orangnya, hem kayaknya kenal deh :uhuk . Ini bukan ajang SKSD yah, tapi memang mukanya familiar banget. Baiklah, dimulai dengan kenalan dan ku tanya siapa namanya. Tuu kan.... bener, namanya tidak asing. Sebut saja namanya Masao, itu nama panggilannya dulu [Gila ya? Aku tahu banget :uhuk ]. Dia itu kakak kelasku, pernah juga satu tempat ngaji. Dia jelas lupa siapa aku. Kayaknya memori laki-laki itu kurang bagus ya? :uhuk . Tidak juga sih, mungkin aku saja yang hobi memperhatikan sekitar sampai tidak sadar bahwa aku hafal nama-nama mereka baik laki-laki maupun perempuan. Mungkin aku memang berbakat jadi Stalker Keren :uhuk


Setelah menjawab tes dan aku mengoreksi jawabannya, hem nilainya lumayan. Jadilah hasilnya itu aku serahkan pada Bosy. Dengan pembicaraan, pengenalan, de el el akhirnya dia diterima kerja. Kata Bosy, kalau dia kesini cepat lebih baik. 


See, dia baru saja diterima dan aku sudah jadi ledekannya Bosy. Ah, maksudnya mungkin bukan untuk meledek, mungkin hanya buat lucu-lucuan, semacam gurauan gitulah. Tapi menurutku, itu sama sekali tidak lucu, garing tahu. Bisa jadi akunya saja yang tidak selera dengan humornya Bosy. Pantas saja aku terkenal Pahit, Asam, wong kalau dikantor jarang ngomong dan jarang senyum :uhuk


Oh iya, jadi hari berikutnya dia datang pada siang hari untuk tanda tangan kontrak de el el. Seperti biasa, ortunya juga datang untuk mengetahui, ini lho tempat kerja anaknya, kerjanya gini, gini, gitu. Kesan pertama liat Emaknya, beda banget sama Bu e. Emaknya banyak omong beuh :uhuk suaranya juga keras. Sedangkan bapaknya cenderung pendiam :etc


Jadi ceritanya dia masuk masa transisi dan adaptasi selama tiga hari sebelum resmi jadi karyawan. Selama dua hari, seperti biasa akunya tetap cuek bebek tidak banyak omong. Sementara Bosy mengeluarkan banyak kata-kata gurauan yang menurutku tidak lucu :uhuk [Ya Rabb, hatiku keras amat ya? :hiks] . Dia, juga tidak banyak ngomong, biasa saja sih :uhuk 


Hari ketiga, pagi banget ortunya datang. Tidak tahu ngomong apa yang jelas emaknya nangis :hwa . What Happen coba? Bukannya dia anak lelaki? Bukannya dia sudah dewasa? Bukannya dia S1? Bukannya dia juga pernah nginep waktu jaman ngaji? Bukannya .... Ah entahlah, aku tak tahu alasannya. Pokoknya Air Mata Emak memang mustajab :smile


Kata Emaknya, Emaknya hawatir, emaknya tak tega jauh dari anaknya. Emaknya sudah mencoba melupakan, tapi tidak bisa. Harusnya Emaknya bukan melupakan, tapi mendoakan. Wah, sangat berbeda dengan Bu e :smile . Intinya sih, si Masao ini belum diridhoi Emaknya buat kerja di kantor. Pokoknya tidak boleh jauh dari Emaknya. 


Beda banget ya sama Bu e ku. Semenjak lulus sekolah dan mulai kerja, aku biasanya menyampaikan apa-apa yang aku lakukan di tempat kerja, meski tidak semuanya sih :uhuk . Kalau aku punya keinginan A, B, C pokoknya yang butuh untuk didiskusikan, aku ya langsung bilang. Biasanya dari pihak Bu e atau Bapak tidak ada yang melarang atau mengiyakan. Bapak dan Bu e cuma memberikan gambaran sesuai pengetahuan mereka. Jadi gambarannya misalnya aku pilih ini, jadinya ini. Kalau pilih itu jadinya itu. Maklumlah, Bapak Bu e bukan orang berpendidikan tinggi. Semua dikembalikan padaku karena aku yang menjalani. Mereka Cuma bisa mendoakan yang terbaik untukku.


Air mata Bu e, mungkin mengalir saat aku juga menangis. Bu e turut sedih jika aku sedih. Makanya sebisa mungkin jika lagi down, aku tidak bilang sama Bu e. Paling beralih sama Mb’ Ita atau siapa sajalah yang menurutku bisa membantu :uhuk [Tempat penitipan air mata :uhuk] . Bu e selalu menguatkan jika aku manyun malas untuk balik kerja. Pokoknya Bu e Bapak TOP lah buatku. Sejauh ini, keduanya fine-fine aja tuh membiarkan anak perempuan yang tinggal satu-satunya jauh dari rumah. Jika sudah di rumah [tentunya seperti waktu jaman aku masih sekolah] tak ada pekerjaan berat yang ku lakukan. Sebenarnya bukan air mata Emak yang mustajab, tapi doa orang tualah yang mustajab. Bukankah ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua kita?


Intinya sih, ada bagusnya kemarin aku tidak ngomong banyak sama si Masao. Bagus karena aku tidak bilang aku adik kelasnya, aku tidak bilang kalau kakakku juga pasti mengenalnya, bagus karena bosy tidak tahu semuanya :uhuk . Lha wong tidak tahu aja aku sudah jadi bulan-bulanan sambil bilang,


“Ji, sudahlah jangan di pikir, cowok masih banyak,”
“Ji, itu kan masih ada ini, yang dia lupakan saja?”


Hello? Itu tidak lucu sama sekali. Siapa juga yang mikirin. Huh, sejauh ini aku masih bisa menahan gurauan yang tidak lucu itu. Paling kalau malas, aku cuma diam bagai batu :uhuk . Kayaknya lebih lucu postingan Mimi Ari, Mb’ Erry dengan gorden dan kulkasnya, Kambingnya Mb’ Una dan blogger-blogger lain deh, hehehe :smile

Sunday, 20 January 2013

Mozaik Kinanti


Mozaik Kinanti milik Mb' Ririe ku terima pada tangggal 12 Desember 2012. Buku dengan tebal satu senti ini berisi berjuta-juta pesan di dalamnya. Ingat, ini bukan Satu Senti Kebahagiaan Kisahku karena kata-kata itu miliki Mb' Maya  Si Cinderella dengan Kemilau Cahaya Emasnya.


Mozaik Kinanti terdiri dari tiga resep yang ciamik. Three In One antara artikel, puisi, dan cerpen  yang patut untuk diteladani. Mb' Ririe dengan padat, lugas dan jelas menyampaikan apa-apa yang diamatinya. Kadang orang berfikir bahwa hal itu tidak penting. Tapi, ketika Mb' Ririe yang melihatnya, semua terasa terbuka. 


Bayangkan saja, senang, puas, bahagia bisa dijadikan diagram yang keren. Ada juga cerita saat mati lampu. Kalau aku sendiri, saat mati lampu enaknya tidur, tapi Mb' Ririe malah mengamati lilin dan jadilah artikel (Seperti) Lilin dan Pohon kelapa. Oh iya, apa benar bau singkong itu pertanda ada makhluk halus? Wah.... Dulu berarti di rumahku banyak makhluk halus dong? :uhuk Secara dulu aku anak singkong, tiap hari ngolah singkong buat "Tela-tela" :uhuk


Puisinya, tsaah jangan ditanya, aku tidak mengerti artinya :peace . Yang jelas, puisinya keren-keren. Puisiku mah tidak ada apa-apanya :smile . Cerpennya juga keren dan tidak Happy Ending. Ada cerpennya yang buat aku jingkrak: uhuk .  

Syam meraih tanganku, menggenggamnya dengan erat. "Kita akan lalui bersama-sama Ras,"

Bukan menyuruh, tapi menjalani, melewati bersama-sama, romantiskan? :uhuk . Ovelall aku suka.


Ada beberapa cerita Mb' Ririe yang membuatku hampir menangis. Kebesaran hati seorang Ririe Khayan saat menuliskan e-mail untuk adiknya. Seorang wanita tegar dan hebat. Aku sendiri malu. Aku 21 tahun terkadang masih terlalu egois. Mb' Ririe dengan cerita kehidupannya membuatku tersadar. Kita memang mendambakannya, mengharap dia teman hidup kita akan segera datang. Hidup diantara banyak pilihan. Menikah bukan hanya semata untuk mengganti status, tapi lebih. Dimana kita bisa berkolaborasi dengan segala perbedaaan yang ada.


Thanks Mb' Ririe buat bukunya. Banyak kisah menjadi kumpulan kepingan mozaik yang indah penuh makna.  Ada saatnya kita tertawa, menangis, dan marah. Tapi pada akhirnya, kita layak dan patut bersyukur atas apa yang terjadi. Setiap sesuatu pasti ada pilihan dan kita harus memilih diantara pilihan tersebut. Disetiap kepingan kisah selalu ada pelajaran di dalamnya.

Biarlah hidup sewajarnya mengalir dan aku pun bersenyawa dalam alur sejarahku ~ Ririe Khayan
This entry was posted in

Friday, 18 January 2013

Mengungkap Misteri di Balik Layar

Misteri di balik layar merupakan cerbung yang dikarang oleh Pak Dhe Cholik. Tema cerbung ini adalah masalah kriminil, meskipun banyak juga yang mengira bahwa ini kisah pewayangan.


Cerita ini dimulai dengan pertunjukkan wayang orang dimana ada adegan peperangan antara Cakil dan Arjuna. Seperti dalam pewayangan Jawa, dalam perang ini bisa ditebak, Cakil akan mati karena kerisnya sendiri. Semua orang jelas bertepuk tangan karena menganggap pertunjukkan itu sangat berhasil. Tapi setelah layar di buka, jreng jreng jreng. Mudhoiso pemeran Cakil tewas saat perang melawan Rikmo sang Arjuna.   


Inspektur Suzana pun dengan sigap membuka tabir misteri kematian Si Cakil. Dengan segala lika-liku, Pak Dhe berhasil membawa para pembacanya menemukan kepingan-kepingan puzzle di dalamnya. Seperti dalam sinetron, ada sebab akibat dalam sebuah kematian. Ada terbunuh, pembunuh, kaki tangan, dan lainnya. Semuanya terhubung hingga penemuan titik terang pada episode ke tujuh. 


Oh iya, Pak Dhe juga membuat GA untuk Mengungkap Misteri di Balik Layar sesuai kreasi masing-masing. Aku sendiri sudah mengikutinya dan membiarkan misteri itu tak terungkap :uhuk . Untuk pertama kalinya aku  menulis fiksi menggunakan dialog bahasa Jawa :uhuk .


Untuk membuat fiksi Misteri di balik layar, aku juga menyempatkan diri membaca profil Cakil. Meskipun aku asli Jawa, tapi soal pewayangan aku minus :uhuk [Padahal minusnya banyak :shy] . Oh iya, aku jadi tahu kalau Cakil itu anaknya Arjuna, ngga nyangka banget deh. Aku ngga mau punya anak tiri Cakil, soalnya aku naksir Arjuna :smile . Whateverlah soal siapa Cakil. Agama pun tidak ada yang menyarankan untuk balas dendam. Yang ada kita saling memaafkan. Pertanyaannya, Arjuna itu tahu tidak kalau Cakil itu anaknya???


Jadi, siapa yang belum ikutan Mengungkap Misteri di Balik Layar??? Yuk ikutan, Deadline tanggal 20 januari lho. Ayo tunjukkan kreasimu :smile
This entry was posted in

Wednesday, 16 January 2013

Giveaway Senangnya Hatiku : Mendapat Hadiah

Rasa senang itu sebenarnya simpel. Seperti halnya saat kita diberi hadiah. Mau hadiah itu murah, atau pun mahal yang namanya dikasih tetap saja kita senang. Ini bukan lantaran kita #MukaGratisan, tapi ini bisa jadi makna bahwa kita mendapat penghargaan :uhuk


Senangnya hatiku juga terjadi pada malam takbir idul fitri Agustus 2012 lalu. Waktu tahun 2011, aku menulis Pawai Obor menceritakan kegiatanku di malam takbiran.


Nah, di tahun 2012, kegiatannya beda lagi. Malam takbiran aku tidak mengawasi keponakanku lagi :smile . Aku sudah tanya sama Irfan keponakanku, "Fan, mau ditemenin tidak?" dia jawab, "Tidak usah mb', ada temannya banyak,"


Yah weslah, aku santai saja. Beginilah hidup yang masih single, tidak punya acara keluar untuk ikut bertakbiran ria. Paling bantu mengantar zakat fitrah kepada mereka yang berhak :smile . 


Baiklah, karena tugas sudah selesai, mari acara kita tutup :uhuk . Ah sebentar, aku hawatir juga sama si Irfan yang sudah jalan mengikuti Pawai Obor . Seperti Ibunya yang juga hawatir takut-takut kalau dia ngantuk, akhirnya aku berniat menjemputnya. Langsung saja cabut naik motor menuju TKP, Jalan Raya.


Terlihat suasana begitu ramai penuh lalu lalang motor. Untuk peserta Pawai Obor 2012 sendiri sudah memasuki rute untuk balik ke Balai Desa, tempat dimana pengundian hadiah berlangsung. Jadi, sudah sekitar 2-3 tahun, setiap acara Pawai Obor selesai akan diadakan undian kupon. Kupon diberikan kepada peserta Pawai Obor atau pun orang tua dari anak-anak yang mengikuti. Ah iya, aku menculik Irfan dipinggir jalan soalnya dia mengaku pegal. Wes dong, para peserta lain jalan kaki pakai obor bambu, kita orang kabur pakai motor :uhuk

Sesampainya di Balai Desa, suasana sudah cukup ramai. Aku sama Irfan bertengger di atas motor sambil menunggu peserta yang lain. Irfan sendiri sudah memegang satu kupon undian. Dari pada ngaggur, aku juga minta kupon sama temenku yang jadi panitia, dikasih satu. Lha, si Irfan juga minta kupon lagi sama si mb' lain  di kasih dua, mikirnya itu buat aku juga :uhuk . Jadi total kuponku + kupon Irfan ada 4 biji. Padahal harusnya tiap kepala itu 1 kupon :uhuk

Semua peserta sudah datang, setelah pembukaan de el el, pengundian pun dimulai dengan hadiah yang bernilai biasa. Satu dua tiga, belum dapat. Ambil nomor lagi hingga akhirnya nomor yang Irfan pegang dipanggil. Langsung saja aku menyuruh Irfan lari sambil aku sendiri berteriak "Ada" :uhuk . Kenapa "Ada"? Karena itu menandakan bahwa kupon itu ada pemiliknya. Pemiliknya tidak pulang :smile . Ketika ku kocok hadiahnya, terdengar biasa saja :uhuk . Tapi lihatlah mata si Irfan, pancaran kegembiraan ada disana :smile 


Hadiah masih banyak beuh :uhuk . Sempat juga lihat adikku naik ke balai desa karena nomor undiannya juga dipanggil. Ups nomor yang aku pegang juga di panggil :uhuk . Aku maju sambil cengar-cengir. Sempat ngomong sama orang yang berdiri disampingku yang tak kira panitia.

"Ya Allah, udah gede gini kok dapet juga"

Ealah, tidak di respon. Mungkin dia menganggap aku juga masih bocah kali ya :uhuk . Ternyata dia itu bukan panitia, tapi sama-sama pemilik nomor undian yang beruntung :shy . Aku dapat sebotol sirup wakakaka.  Lumayanlah buat sajian idul fitri ckckck :hepi


Pemanggilan undian masih terus bergulir. Kami semua peserta menunggu untuk hadiah doorprize. Masih dengan intro yang panjang kali lebar, panitia masih ngoceh aja :uhuk . Ucapan terimakasih, salam perpisahan, sampai jumpa di Pawai Obor tahun depan dan bla-bla-bla . Kabarnya doorprize yang diberikan ada dua. Doorprize pertama sebuah HP Nokia lupa seri berapa :uhuk . Doorprize kedua adalah sebuah dispenser. Aku sih berharap bisa dapet HP #Maruk :uhuk . Kali aja doaku terkabul :hepi . Mari kita menundukkan kepala, berdag-dig-dug ria menunggu keberuntungan, hihihi 


Panitia mulai membacakan satu persatu nomor yang beruntung mendapatkan doorprize kedua. Nomor XXXXX aku lupa :uhuk yang jelas itu nomor yang Irfan pegang. Langsung saja adikku yang tak suruh maju buat ngambil tuh dispenser wekekek :uhuk . See, kita punya banyak keberuntungan :smile

Aku pulang dengan riwehnya gara-gara pakai rok. Motor bagian depan sudah tak isi dispenser, di belakang ada Irfan, bawa hadiahnya sendiri, sirup dan dua obor bambu. Mandek depan rumah sambil bunyiin klakson keras dan teriak. 

"Bu e help me, dapat hadiah banyak,"

Saking senengannya, Irfan sampai tidak tidur. Pancaran kegembiraan di matanya terlihat berbinar-binar. Jadi sebenarnya siapa yang senang mendapat hadiah? Semua orang tentu bahagia mendapatkan hadiah sebagai wujud penghargaan atas apa yang kita lakukan. Saat melihat Irfan senang dengan hadiahnya, seolah melihat diriku sendiri saat TK. Aku mendapatkan hadiah sebatang kapur warna dari Bu Guru karena mendapat rangking. Sebuah kapur, awal dari mana aku menulis. Rasanya senang bukan main. Sebuah kapur warna yang sekarang tidak ada harganya.

Source
Walau pun bukan barang yang mahal dan kesannya tidak berharga, tetap saja hadiah itu sangat membahagiakan.   Bahagia itu sederhana, tidak perlu uang, tahta, mahkota. Dengan melihat dia tersenyum, tertawa tanpa beban, bukankah itu sangat membahagiakan dan menyenangkan? Masihkah Kau Menyimpannya? Aku masih menyimpan kenangannya :smile

Tulisan ini diikutsetakan pada Giveaway Senangnya Hatiku

Sunday, 13 January 2013

Dear Mimi : I Hate You

Dear Mimi
Mi, tau ngga sih? Aku tuh sebel banget ma Mimi. Mimi tuh hobi banget mejengin cowok-cowok keren yang sebenarnya aku juga pengen ngecengin mereka. Aku sendiri juga bertanya dalam hati, kok bisa-bisanya aku ikutan kurang genap kaya Mimi. Aku curiga, jangan-jangan Mimi itu gembong penyebar virus galau :etc . Habisnya kalau ada yang curhat, Mimi bisa aja ngasih jawaban yang bikin hati seneng. Gimana aku ngga tambah sebel coba? Bisa jadi, posisi sebagai bukan tong sampah biasa perlahan-lahan akan terkikis dengan adanya Mimi di jagat Blogsphere :uhuk


Apalagi ya? Oh iya, pantunnya itu lho, kagak nahannn. Mimi hobi banget ngegombal beuh. Pantun-pantunnya bikin orang pada ketawa. Makin sebel kuadrat aku kalo baca postingan Mimi. Mau gimana lagi ya? Mimi tuh belum kasih rumus yang lengkap buat ngegombal, ngerayu dan kawanannya buat aku. Jangan-jangan.... Mimi bisa kayak gitu lantaran Bupati Jambinya MasyaAllah Keren :luph


Selain mejengin cowok, Mimi juga mejengin dirinya, Radial, Babeh serta makanan-makanannya. Mimi sih ngakunya ngga bisa masak. Tapi toh nyatanya bisa bikin rendang yang buat orang ngilerrrr :mabok . Sekarang sebelnya tingkat kubik malahan. 


Argggg~
Mimi .... Kenapa ngga ngajarin aku fotogenik? Mana disuruh mejengin foto pake tulisan I <3 Mimi :luph . Padahal yah, aku sebel banget sama Mimi :bete 

Salahkah bila diriku
Terlalu membenci dirimu
Jangan tanyakan mengapa
Karna ku tak tahu

Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu
Tuk memaafkanku lagi

Tapi ya Mi, bagaimanapun Mimi adalah sosok wanita hebat. Aku seneng bisa kenal sama Mimi, Terimakasih atas semuanya, nasehat, canda-tawa dan sebagainya membuat hidupku semakin berwarna. Semua yang aku tulis diatas hanya kebohongan belaka. Kalau Mimi marah, baguslah :uhuk dosaku jadi berkurang :smile . Kalau ngga marah, marah dong Mi.... Kalau ngga marah ntar tak lempar duren lho :uhuk


Mimi, please jangan berbohong soal ulang tahun. Kenapa diblog Mimi suruh ngucapin met ultah padahal Mimi belum Ultah. Sory aja ya, aku ngga akan ngucapin met ultah sekarang :wek . Tungu aja ntar di hari jadinya Mimi :uhuk . Lagian ngga ada musimnya Mi, ngucapin ultah pas belum waktunya :wek . Apalagi pake kata kreatip, wah~ Itu ngga aku banget Mi :uhuk . Ini misal aja ya, contoh kata kere-aktif yang mungkin nanti akan aku ucapkan buat Mimi :uhuk

Makan pete yang masih mentah
Lalapnya pake daun singkong
Mimi Arie lagi ultah
Bagi hadiahnya dong :uhuk

Beli kerupuk di kota Jambi
Ketemu Zumi Zola sama istrinya
Buat Mimi yang super seksi
Tambah berkah usianya ya :smile


Di postinganku Prinsip Mungkin Tak Patut, aku nulis blog Mimi sebagai salah satu blog favoritku. Mungkin ini jawaban klise kenapa aku punya feel sama Mimi. Mungkin karena kita punya zodiak yang sama kali yah ohohoh :uhuk . Sudahlah, sampai disini saja tulisan ngga pentingku ini. Akhir kata, I hate you Mi, tapi aku bohong :wek


Turis Arab asli Jepara :wek

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
~One Direction~

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I <3 Mimi


Notes :
Mi, inget ya....
Baca postinganku tanggal 27 Januari 2013 tepat pukul 00.00, okey??? :uhuk

Friday, 11 January 2013

[Mungkin] Dia Itu Kamu

Beberapa waktu ini aku keranjingan ngintip foto teman :uhuk . Aku tak perlu menyebut dia itu siapa, yang jelas aku tertarik dengan kisahnya.

Pertama, aku menelisik tentang dia dan mantannya. Aku tak tahu kalau dia itu mantannya ini. Saat itu unsur ketidaksengajaan datang dan akhirnya membuka segalanya. Kau tahu apa yang ku ambil? 

Aku mengingat dulu, saat aku dimabuk cinta diusia belia. Aku menulis apa yang aku rasakan. Hampir disemua bukuku ada namanya. Setelah semua berakhir, semua nama yang tertulis ku hapus. Mungkin sebagian masih ada yang tersisa ditempat yang aku lupa menuliskannya. Ingin sekali aku merobek tulisanku waktu itu. Tapi akhirnya ku urungkan. Biarlah, toh itu semua sudah berlalu.

Yang kedua, tentang seseorang yang menjadi pasangan hidupnya. Lucu sekali, karena dia itu sahabatnya sendiri :smile

Ah, cinta memang aneh. Ketika kata putus keluar, semua terasa gelap [Kecuali cerpenku] . Tapi dia, sampai saat ini masih berhubungan baik dengan mantannya. Dan sahabatnya, tentu saja kini menjadi orang yang paling dicintainya :luph . Aku bukan Clarissya yang menikah dengan Awan sahabatnya sendiri. Aku hanya aku, aku yang masih dengan hatiku sendiri. 

Entahlah, dua hal yang saat ini belum bisa ku lakukan. Berbaikan dengan mantan dan menjadikan sahabat sebagai seorang kekasih.

Bukan aku membenci mantan. Hanya saja aku tak ingin membangkitkan kenangan pahit selama mengenalnya. Biarlah dia dengan dunianya. Aku hanya ingin aku dan duniaku. Lalu sahabat, kemana sahabatku? Mereka tentu saja sibuk dengan dunianya. Dunia yang tentu saja bertolak belakang dengan duniaku. Bagiku sahabat tetaplah sahabat. Dia tidak bisa naik level menjadi kekasih dan tidak bisa turun level menjadi seorang musuh.

Ya, ini hanya pemikiranku saat ini. Aku tak tahu entah sampai kapan pemikiranku yang ini akan berlanjut. Mungkin saja esok atau entah kapan ada seseorang yang membelokkan hatiku. Mungkin dia itu musuhku. Ah bukan, dia bukan musuh. Dia hanya seseorang yang selalu tak sependapat denganku.

Dia, mungkin dia seorang musuh yang selalu jujur mengungkapkan kelemahanku. Dia seseorang yang selalu mencari alasan untuk menggangguku. Mungkin baginya membuatku marah adalah hal yang sangat mengasyikkan. Dia akan selalu mencari celah. Bukankah berarti dia teramat sangat memperhatikanku? Dan mungkin, dia itu kamu :smile

Wednesday, 9 January 2013

Masihkah Kau Menyimpannya?

Masihkah ada rasa itu?
Rasa yang membuhcah dalam kalbu
Masihkah kau merasakan getaranku?
Masihkah
Dengan hati yang sama waktu dan tempat yang berbeda
Masihkah ada ruang kosong di lautan hatimu?
Tempat dimana aku bisa melayarkan cintaku

Masihkah, sebuah cerbung dari mb’ Annesya yang sudah hampir sebulan ini ku ikuti. Masihkah mengambil tema popular semacam disinetron atau drama Korea.  


Queen, gadis kaya raya dengan segala kemewahannya tiba-tiba dunianya menjadi gelap karena kasus yang menjerat Papanya. Hidupnya berubah 180 derajat berbalik arah. Semua berubah, teman se-kastanya menjauhinya. Disini, Queen bisanya menyebut bahwa teman-temannya memiliki kasta masing-masing. Kalau Queen jelas masuk kasta atas, tapi itu dulu.


Disaat dunia terasa kejam, justru sosok Ares yang selalu dipanggil si Begundal datang menawarkan pertolongan. Ares bukan se-kasta Queen, dia berbaur dengan semua kasta. Ares tidak pernah peduli jika teman-temannya menyebut dia tidak berkembang. Meskipun ayah tiri Ares kaya, dia tetap ke sekolah dengan sepeda kayuhnya dan pulang sekolah bekerja di kafe Tante Mariam.


It’s show time

Ares masuk ke kehidupan Queen. Ah bukan, Ares selalu mengikuti Queen di sekolah mana pun. Queen sangat tidak menyukai Ares karena Ares adalah anak kelas 6 SD yang mencuri celana dalamnya hanya untuk mencari perhatian (Ini menurut penulisnya yah. Tapi menurutku, Ares sepertinya mau jampi-jampi Queen hihih :uhuk #EfekBerdukun :wek ) 


Dari SD, SMP dan sampai SMA, Ares selalu mengikuti Queen. Pernah di waktu SMP Ares mengajak Queen sebagai pasangannya di pesta Prom. Queen menolaknya dan sejak saat itu Ares berhenti mengganggu hidupnya.


Bagiku, Queen bukan sosok yang cengeng. Meskipun semua kekayaan Papanya disita, dia dengan lapang mau bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Bekerja di kafe Tante Mariam bersama Ares dan bekerja sebagai manager gedung olahraga di sekolahnya.


Ares, begundal itu.... Jangankan Queen, aku aja klepek-klepek macam ikan yang kehabisan oksigen :uhuk. Ares dibuat oleh penulis sebagai sosok yang renyah (Kaya krupuk aja :uhuk ) yang selalu menghadirkan tawa untuk Queen dan aku #Lho :wek


Sayangnya, ketika aku merasa mereka adalah pasangan yang klop, ternyata masing-masing sudah mempunyai pacar. Queen dengan Demian dan Ares dengan Zahara.


Jalan cinta itu berliku. Sekali lagi, orang yang mencintaimu itu mungkin saja mereka sangat dekat denganmu tapi tak pernah kau anggap. Dia, sosok yang menyemangatimu, membuatmu selalu tertawa dan melupakan kesusahan yang menerpa.  


Apa yang terpenting dalam hidup? Cinta? Uang? Ketenaran?
Mereka semua terangkum dalam satu unsur yang kita sebut… Kebahagiaan. Maka seharusnya manusia menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan itu. Apakah ia bahagia atau tidak? Apakah ia menyiksa dirinya sendiri atau tidak? (Annesya)


Ya, setiap orang pasti ingin bahagia dan sering kali untuk mendapatkan kebahagian terkadang kita akan menjadi sosok yang egois. Bahagia itu sederhana, tidak perlu uang, tahta, mahkota. Dengan melihat dia tersenyum, tertawa tanpa beban, bukankah itu sangat membahagiakan?


“Aku ingin kau belajar satu hal…di dunia ini akan ada sesuatu yang kauinginkan namun tak bisa kaudapatkan.“ (Annesya)


Cinta, terlalu klasik dan klise bahwa dia akan terasa saat semuanya sudah tak ada. Tapi bagusnya, dengan semua yang terjadi kita dapat mengambil sisi baiknya. Belajar dari kesalahan yang telah lalu dan memperbaikinya untuk masa depan kita nanti.


Tadinya, aku masih tak mengerti maksud dari Masihkah. Hingga berjalan waktu, aku menyimpulkan dua hal, masihkah Kau menyimpannya? (Menyimpan ITU :uhuk ) dan masihkah kau mencintaiku? . Tapi toh ternyata Mb Annesya memiliki banyak pilihan. Masihkan kau mau memaafkanku, masih ingat aku? masihkah ah banyak lah termasuk kalimat Ares di ending,

“Tapi, Bodoh… walaupun aku seperti ini… kau MASIH akan tetap mencintaiku, kan?“ Gubrak :uhuk

Tentu saja Res, aku masih mencintaimu A' Asep, lewat deh :uhuk


Pertama kali baca cerbung ini, sosok begundal Ares mengingatkanku pada si Stalker Keren Usui Takumi. Suer, otakku menjelajah membayangkan Usui dan Misaki. Usui yang gila, Misaki yang bodoh persis banget sama Ares dan Queen. Tidak tahu ya, entah mungkin kebetulan atau sengaja cerita ini mirip. Sama-sama kerja di kafe, harus menutupi pekerjaan di kafe, ada cinta disana :uhuk . Bedanya sih si Misaki ini memang asli orang biasa, sementara Queen itu orang kaya :smile . Yang jelas, karakter keduanya sama saat cerita hampir ending. Ares - Usui bisa menjadi seorang yang serius dan Queen - Misaki awalnya agak kalem jadi beringas hihihi :uhuk

Ah~
Seperti harapan Mb' Annesya, semoga cerbung ini bisa tembus ke penerbit. Setelah seminggu nongkrong di blog, Masihkah akan masuk lagi ke draf. Buat Mb' Annesya, makasih atas diskusi e-mailnya. Beneran waktu itu aku keselek, kepingkal-pingkal bayangin, mengandai-andai apa yang ku e-mail tentang cerbung ini :uhuk . 


Terakhir, seperti pertanyaanku di e-mail, masihkah Ares menyimpannya? Masihkah kau menyimpannya? :uhuk


Yang kamu harus tahu adalah, bagaimanapun keadaannya. Meski ditempat waktu yang berbeda, cinta tak akan kemana.

cintakan membawamu kembali
(bersama jiwaku dirimu yang ku tunggu-tunggu)
kembali di sini (kembali di sini)
menuai rindu membasuh perih

bawa serta dirimu
(perihnya hatiku untuk melawan waktuku)
dirimu yang dulu (dirimu yang dulu)
mencintaiku (mencintaiku) apa adanya

~Cintakan Membawamu

Tuesday, 8 January 2013

Misteri di Balik Layar

Cerita sebelumya,

Aku menyeruput  kopi panas yang baru saja ku buat. Ku letakkan pantatku pada angkruk di depan mes sambil menghisap rokok menikmati suasana pagi yang sedikit adem. Rasanya hari ini begitu tentram, lega dalam dada.

“Suryo, semalam kue neng ndi?”
“Gak kmana-mana Gus, emange ono opo?”
“Semalam aku nonton wayang orang BlogCamp Budhoyo. Perange mantep tenan kui. Bareng layare ditutup, langsung podo jerit kabeh. Mudhoiso baturmu kui mati!!!”
“Innalillahi, kok biso?”
“Aku dewe gak ngerti. Inspektur Suzana seng melu nonton langsung ngo TKP. Deleng neng koran iki, langsung dadi hot topik,”

Ku amati koran yang disodorkan Agus. Mudhoiso, malang tenan nasibmu.

“Trus hasil penyelidikane kepiye?”
“Miturut Inspektur Suzana, kedadian iki iseh diselidiki. Wong sing dicurigai kui Rikmo Sadhepo mergo dhe e kui sing   nyucukake keris se cakil Mudhoiso,”
“Walah, kok iso ngono kui pye? Rikmo sing ayu kok kelakuane ngono ya?”
“Hambuhlah. Aku eling wingi pas dewek e Mudhoiso mrene, dhe e ngomong ngene. Gus, aku ki pengen terkenal, iso mlebu koran, mlebu TV. Lha tenane dhe e iki terkenal. Tapi kok yo wes mati,”
“Kita gak tau ngerti, kapan tibane pati. Ah, aku arep ta’ziyah, kue melu gak Gus?”
“Ta’ziyah mengko aelah, soale jenazahe Mudhoiso lagi di otopsi kanggo penyelidikan,”
“Oh ngono ta?”
“Iyo, mengko sms nak arep mangkat ta’ziyah,”
“Sip”

Agus pun berjalan menjauhiku. Aku menyunggingkan senyum, baguslah kalau Mudhoiso mati. Semoga saja Rikmo juga ikut mendekam di penjara dan ikut membusuk di dalamnya.

Salah siapa mereka menjalin hubungan di belakangku. Harusnya dimana-mana Arjuna dan Cakil itu saling bermusuhan, tak pernah ada cinta. Yang ada hanya dendam yang harus dibalaskan. Yah, aku yang menukar keris palsu Mudhoiso dengan keris asli yang sangat tajam. Dengan sedikit goresan dan bubuk racun yang ku tabur di dalamnya, tak sampai lima menit dia akan tewas. Tak akan ada seorang pun yang tahu jika aku yang melakukannya. Rikmo, dialah satu-satunya orang yang akan menjadi tertuduh hahaha.

Tak ada yang bisa menguak misteri di balik layar ini. Biarlah aku dan Tuhan yang tahu. Semoga saja Mudhoiso tenang di alam baka. Jika aku tak bisa memiliki Mudhoiso, lebih baik dia mati. Jadi, tak akan ada lelaki lain, Rikmo atau perempuan lain yang bisa memilikinya.

Note :
Bahaha, ini pertama kalinya aku nulis fiksi dialognya Bahasa Jawa hihih~
Karakter Suryo, ngga aku banget deh :uhuk

Monday, 7 January 2013

Review Blog : Haruskah Aku Cemburu?

Mungkin ini tentang rasaku
Rasa yang begitu ngilu dalam kalbu
dan aku hanya bisa membisu
Tak mampu ungkap isi hatiku

Aku benci ini
Caraku yang tak bisa berhenti
Berfikir, merintih, perih
Hanya bisa menangis sendiri

Aku cemburu
Aku benci caramu mencintaiku
Ini tentangmu
Kau yang ku fikir tak lagi mencintaiku


Aku tak tahu rasanya seperti apa. Mendadak sakit, resah, benar-benar membuat semua tak berselera. Aku terkurung dalam pikiranku sendiri. Sebuah pemikiran bodoh yang ternyata menyakitiku sendiri. Perasaan itu, apakah namanya? Cemburukah? Mungkin iya, cemburu.

“Subhanalloh. . .rasa ini gak enak bangett. Ingin bicara tapi gak berani, takut untuk mengungkapkannya. Tapi kalau gak aku sampaikan ke dia, dari mana dia akan tau tentang perasaan yang sedang aku alami ini. Aku gak mau ngerasain sendiri?”

Aku pikir aku bisa terbangun dari mimpi ini. Mimpi buruk karena menyimpan perasaan cemburu padanya. Entah ini dari mana asalnya, sungguh aku tidak tahu. Aku hanya mengandai, aku hanya berfikir, hanya merasa bahwa aku yang salah. Aku yang terlalu egois untuk mencemburuinya. Ah, mungkin aku saja yang lupa. Aku dan dia sudah tak punya ikatan apa-apa.

Cemburu datang karena Ego kita tidak ingin pasangan kita didekati oleh orang lain atau sebaliknya. Lebih tepat lagi ketakutan pasangan kita akan diambil orang.   . Kurang perhatian dan pengertian dari pasangan juga merupakan salah satu pemicu datangnya kecemburuan. Terus benarkah cemburu itu tanda cinta?

Aku merintih pada kebodohanku sendiri. Istikhorohku  tak menunjuknya, tapi kenapa aku selalu mempertahankannya dihatiku? Apa karena aku selalu memimpikannya? Apa karena hatiku yang terlalu condong padanya? Cemburu menguras hati, galau, parau, dilema dalam hati. Cemburuku ini membutakanku. Semuanya serasa semu. Cintanya, ah aku tak pernah tahu apakah dia benar mencintaiku atau hanya membayangkanku sebagai penjelmaan cintanya yang dulu. Aku masih tak mengerti, apakah cemburu itu benar tanda cinta?

Ku tak habis kurangku dimana
Kau tega melepaskan aku
Jauh ku menatap namun terlalu jauh
Imajinasiku terberai

Hari itu, aku memutuskan untuk tidak mencemburuinya lagi. Aku lelah, pada dia yang ku fikir memang tak pernah mengerti. Dia yang hanya memperdulikan dunianya. Masa bodoh dengan janji untuk bersatu lagi. Aku tak ingin lagi, aku ingin dia pergi menjauh dari hidupku ini.

Aku tahu, aku cemburu. Ini hanya perasaanku, ini hanya pemikiranku. Sebuah sugesti negatif yang akhirnya menjadi kenyataan. Kenyataan yang ku fikir amat pahit. Tapi setelah semua berlalu, inilah jalanku. Layaknya aku patut bersyukur atas cinta semu yang dulu hadir padaku.

Sendiri sendiri ku diam, diam dan merenung
Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti, berhenti mencoba
Mencoba bertahan, bertahan untuk terus bersamaku

Aku tak bisa mempertahankan ini. Sudah cukup bagiku untuk memikirkan perasaan orang lain yang mungkin tak mempedulikanku.

Jangan terlalu memperturutkan perasaan,  menempatkan emosi sebagai hal dominan dalam kehidupan pribadi. Artinya fungsi rasio atau akal dan fungsi emosi harus seimbang dan harmonis. Evaluasi diri bisa dijadikan acuan untuk menyikapi rasa cemburu secara bijak. Caranya bisa melalui introspeksi diri atau analisis rasioanal (pertimbangan akal). Ketika cemburu melanda, fakta nyata pun harus dikedepankan. Tujuannya agar seseorang tidak mudah menyalahkan pasangannya karena dirasa sudah tidak perhatian lagi.

Andai cinta itu masakan, maka cemburu adalah bumbunya. Masakan akan hambar bila tidak memakai bumbu. Masakan pun bisa membuat perut melilit bila kelebihan bumbu. Masakan baru terasa lezat bila bumbunya tepat dan proposional

Seharusnya saat ini aku cemburu pada mereka. Mereka yang dengan bangga mengatakan, “Ini lho suamiku, ini lho istriku,” bukan “Ini lho pacarku, kekasihku,” Harusnya aku mencemburuimu, dirimu pemilik tulang rusukku. Dirimu yang kini menancap dalam kalbu.

Cemburu adalah tanda cinta, bahkan tanda kesempurnaan cinta. Mustahil seseorang yang mengku cinta terhadap pasangannya tapi ia tidak memiliki rasa cemburu. Seperti halnya bumbu, cemburu akan “nikmat rasanya” bila diungkapkan secara proposional, adil, tidak kurang namun tidak  berlebihan. 

Harusnya aku memang cemburu padamu. Mungkin saat ini kamu masih bersamanya, seorang yang katanya mencintaimu. Aku tak akan mendoakanmu untuk segera memutuskannya. Biarlah berjalan seirama dengan waktu, sambilku mempersiapkan diriku sendiri. Bukankah semua akan indah pada waktunya? Yang ku mau, pandangan pertamaku dengan malu-malu ketika Akhirnya Menikah Denganmu.

Pernikahan. . .
Mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang, bersabarlah untuk memperingatkannya
(Prosakehidupan)

Sehitam langit di angkasa
Yang mendung memurungkan bumi
Takutku ke masa yang lalu
Menorehkan luka dalam hati

Kekasih yakini cintaku
Disinilah cintaku berlabuh
Perjalanan mencari jawaban
Berakhir karam dihatimu

Cerita cinta anak remaja
Menggauli kidung kasih
Punahkah takut dihati

Terkutuklah bila kita berpisah
Selamanya harus bersama
Buktikan kita bahagia

Tentang dia tak perlu kau risau
Lagu cinta hanya untuk kita
Dan kini tidur ku tersenyum
Oh sayang aku cinta padamu

Tentang dia jangan pernah terlupa
Biar menjadi cerita
Di balik cerita kita

Ada beberapa dia dikehidupan kita. Biar semuanya menjadi cerita masa lalu. Aku hanya yakin, masa depanku itu kamu

Pergilah kasih
Kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Smoga tercapai sgala keinginanmu

Sampai bertemu teman hidupku. Kejarlah mimpi-mimpimu, yakinlah tidak ada yang sulit. Ingatlah, dalam sujudku selalu ada doa untukmu. Aku selalu belajar untuk menetapkan hati hanya padamu. Karena-Nya, aku mencintaimu. Lalu, harus aku cemburu?

“Senyum Bersama Langkah Catatanku” 



Thanks For :
Langkah Catatanku
Astrid - Mendua
Cakra Khan - Harus Terpisah
Melly G feat Evan S - Tentang Dia
Crisye - Pergilah Kasih

Friday, 4 January 2013

Suka - Suka

Baiklah, ini tentang aku yang kemarin :uhuk . Setelah berhasil ijin pulang, aku telah menyiapkan beberapa rencana untuk mengisi akhir tahun 2012. 


Dimulai dengan kepulangan sore hari pada tanggal 29 Desember 2012. Hal yang ku lakukan pada malam hari, yang jelas aku akan absen latihan untuk kesekian kali. Lalu aku mengajak kakak pergi ke Jepara untuk beli batre Hp. 


30 Desember 2012, Pagi hari OTW ke Pati. Maunya sih sampai tanggal 1 Januari baru pulang. Lumayankan? Soalnya aku libur sampai tanggal 2 Januari 2013. Maunya juga aku naik bus, kalau sendiri. Bawa buku bacaan buat di bus, lalu dapat kenalan dan ngobrol trus bla bla bla :uhuk . Itu cuma rencana di otak. Pada akhirnya aku sms si Kakak buat diajakin ke Pati :smile karena kebetulan kakak libur juga. Kalo begini jadinya, ngalamat ngga ketemu someone di bus karena bisa dipastikan kita akan melaju dengan sepeda motor :uhuk


Rencana ya rencana dan inilah kenyataannya :smile


Setelah buat postingan terjadwal, sore tanggal 29 Desember 2012 aku pulang naik bus. Di bus sudah ada panggilan dari mb’ Ita. Mendadak curiga, jangan-jangan :uhuk . Ya sudah, aku balas pake sms soalnya busnya berisik sangat. Aku ngga bisa dengar suara si Mb’ :hoeh . Akhirnya sampai perempatan dan terlihat si adek sudah nunggu dari tadi pas sms. Langsung saja introgasi si adek, tanya tentang Mb’ Ita. Eh lhadalah ternyata Mb’ Ita udah ada dirumah beuh :uhuk . Rencana ke Pati pun gagal sudah :smile


Malamnya pun aku ngga jadi ke Jepara wong disuruh kakak beli batrenya dikonter dekat perbatasan desa :uhuk . Pagi harinya pun aku ngemong Sinta coz ibunya lagi bantu Bu e masak-masak buat acara ngaji di malam 30 Desember 2012. Sampai tanggal 2 Januari pun aku babar blas ngga kemana-mana. Alasan klasik ya karena hujan [Padahal ngga ada yang ngajak :uhuk ] . Padahal kemarin dah colek-colek buat kopdar sama adek kelas, eh batal :hwa


Yah, meskipun ngga kemana-mana, setidaknya aku bisa kumpul bersama keluarga. Jarang banget lho bisakaya gitu :uhuk . Berita bagusnya, kemarin aku sempat buat hiasan jilbab dari kain bekas, jadi semacam bunga gitu :smile . Jangan ditanya mana gambarnya wong aku lupa fotoin ditambah belum tak pasangin penitinya lagi :uhuk 


Intinya, selama liburan kemarin kerjaanku cuma makan, tidur, nonton TV, ngemong Sinta dan sidejob lagi :uhuk . Endingnya? Pipiku kelihatan cabi beuh :shy . Oh iya, awal tahun ini aku dapat award :uhuk . Perasaan sudah lama banget ngga dapat ginian. Lumayanlah buat nambah koleksi di Gudang Awards :smile 


Nada Hati - Lea
Jangan lupa buat ikutan Giveaway I <3 Mimi . Dijamin maknyusss

Oh iya, yang kemarin minta disalamin ma Bu e, dah tak laksanain kok :uhuk . Thanks buat yang udah koment  dan maaf karena belum bisa full Bewe :peace

Happy Blogging :hai

Tuesday, 1 January 2013

Welcome 2013


Bismillahirrahmaanirrahim

Awali detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang baru dengan introspeksi diri. Persiapkan diri, jadikan diri semakin baik dari hari ke hari. Tetap bersyukur apa pun yang terjadi. Semangat dan tetap tersenyum :smile
This entry was posted in