Saturday, 25 January 2014

25 Januari

"Alexa!!!"


Astaga!!! Mami!!! Kupalingkan wajah dan menarik tangan Duma, pacarku.


"Duma, ayo kita pergi." ajakku.

"Tunggu! Es krimnya belum jadi."

"Udah ayo pergi."


Mami terlalu gesit, dia sudah ada di belakang kami.


"Alexa, kamu kok ada di mall?" tanya Mami.

"Anu Mi...,"

"Siapa sayang?" tanya Duma. Kuinjak kakinya, dia menjerit.

"Au!!!"

"Alexa? Kamu bolos kuliah? Siapa laki-laki ini?" Mami mulai mengintrogasi.

"Duma, Tante. Dumari. Tante Ibunya Alexa?"

"Iya. Lidya, Mami Alexa yang cantik sejagad raya tiada duanya." kata Mami tertawa.


Kuputar mata, ya ampun, Mami!!! Kutarik napas dalam-dalam. Tamatlah riwayatku!!!


"Mi, Alexa ke toilet dulu. Duma, kamu ngobrol dulu sama Mami."


Tamat sudah kisah cintaku ini. Aku bersembunyi di balik dinding memperhatikan Mami dan Duma. Kuambil catatan kecil di tasku. Tanggal 25 Januari 214, putus dengan Duma. Duma pacar ke-17 yang kemungkinan besar akan didepak Mami dari hidupku. Ya Tuhan!!! Aku bukan anak kecil lagi!!! Mami yang single parent terlalu over protektif denganku. 


Semua pacarku tidak ada yang bertahan lebih dari tujuh hari kecuali Duma. Duma memang berbeda dari pacar-pacarku yang lain. Dia bukan ABG, dia sudah bekerja itu yang aku tahu. Bisa bertahan back street sampai satu bulan merupakan catatan sejarah dalam perjalanan percintaanku. Aku tidak rela kalau sampai putus dengan Duma. Aku harus mempertahankan Duma, titik. 


Kulihat Mami dan Duma, mereka cekikikan. Aneh!!! Kok bisa?


"Alexa sudah datang. Mami pamit kalau gitu. Jaga anak gadis Mami ya Duma." kata Mami mencium pipi Duma kemudian pipiku juga.

"Beres, Mi!"


Mami pergi jauh, aku kaget luar biasa.


"Kamu ngomong apa sama Mami? Kok bisa akrab gitu?"

"Rahasia!"

"Duma." aku merajuk. Dia nyengir.

"Mami tanya siapa nama lengkapku. Kujawab Dumari Harlino. Mamaku ngefans Dude Harlino sampai dia ngasih nama Dumari, dua lima januari biar kaya Dude, dua desember. Ternyata Mami kamu ngefans juga sama Dude Harlino."

Credit

Tawaku meledak! Mami!!!

***
Credit

Notes:
Ditulis dengan sepenuh hati pada malam minggu kelabu karena malam nggak mungkin langit nya merah, di tengah pergolakan batin karena banyak hal termasuk gagal traveling, hujan yang ternyata sudah berhenti, banjir yang surut, macetnya Jepara, antrian bensin dan BBM yang orangnya kaya semut, kebingungan cari warnet, perjalanan ke rumah sakit dan akhirnya dapat warnet :uhuk .Ditulis dalam rangka ulang tahun Monday FlashFiction yang pertama. Selamat ulang tahun MFF!!! :hepi :luph . Terima kasih karena telah menerimaku menjadi bagian dalam grup ini. Terima kasih buat semua pembelajarannya. Aku cinta MFF dan kalian semuaaaa :luph *TebarCiuman :calm . Selamat ulang tahun!!!!

Friday, 24 January 2014

Tanahku

Bismillaahirrahmaanirrahiim….


Kita manusia terbuat dari tanah, katanya. Dan aku percaya bahwa kita akan kembali di kubur di tanah yang sama dari mana kita diciptakan.


Ngomogin tanah, aku punya satu plastik kecil tanah yang dibawakan Bu e dari rumah. Dulu saat pertama kali meninggalkan rumah tahun 2004, Bu e juga bawain aku tanah. Katanya sih supaya di Ponpes aku kerasan. Tahun 2008 setelah satu tahun di rumah, aku tinggal di Ponpes lain dan tanah itu juga masih aku bawa. Kali ketiga, 2012 ketika aku tinggal di hutan, tanah yang lama mau aku bawa, tapi sama Bu e diganti tanah baru. Sekali lagi bilang, biar aku kerasan.


Nggak tahu itu asal mulanya dari mana, tapi ya aku percaya aja. Jadi ke mana pun aku pergi, tanah itu selalu aku bawa karena aku naruhnya di tempat pensil. Aku sih mikirnya bukan hanya biar kerasan, tapi biar kita juga ingat kampung halaman. Kampung di mana kita lahir dan dibesarkan. Kalau kamu, apa yang selalu kamu bawa dari kampung halamanmu? :smile .


Notes :
Kerasan is betah

Thursday, 23 January 2014

Fenomena Pengemis Kaya

Bismillaahirrahmaanirrahiim….


Kita pasti tahu dong fenomena pengemis kaya yang menghebohkan itu? Yap, pengemis yang punya uang puluhan juta. Keren! Aku pikir sih fenomena itu cuma ada di TV, kota besar. Tapi ternyata, di desa tempatku tinggal sekarang juga ada :uhuk .


Beberapa kali dalam seminggu, biasanya aku pergi ke pasar. Nah di pasar ini beberapa kali aku nemuin Bapak-bapak yang minta-minta. Badannya tinggi, kalau dilihat mah dia nggak kurang sesuatu apapun. Kalau toh dia mau kerja lain, aku yakin pasti bisa. Terus aku ngasih dia uang gitu? Nggak :uhuk . Aku bawa uang belanja aja, nggak bawa uang pribadi. Nanti kalau kurang kan nggak enak :smile .


Beberapa waktu kemudian, penghuni pasar pada ngobrol-ngobrol. Kebetulan sebagian penjualnya aku kenal dan sudah akrab. Aku tanya deh, ada apa kok pada ribet gitu? Ternyata mereka lagi ngomel tentang si Bapak pengemis. Dia minta-minta tapi pulangnya bawa motor bagus banget. Hadeuh! Fenomena banget kan ya? :uhuk .


Setelah kopdar awal tahun 2014, aku sempat mampir ke Showroom tempat kerjaku dulu. Setelah ngobrol temu kangen sama temanku yang ternyata masih kerja di sana, tiba-tiba ada panggilan dari pintu depan. Aku hafal banget tuh suara. Suara Ibu-ibu yang minta-minta yang wajahnya kaya orang India.


Aku sudah hampir dua tahun nggak kerja di Showroom, tapi kok ya yang minta-minta masih sama, orang itu lagi. Dulu hampir tiap hari Ibu itu datang sama anaknya. Kalau secara matematis, Sentra Patung itu rumahnya lebih dari 100. Dimisalkan aja Ibu itu berjalan dari ujung barat Sentra Patung sampai ujung timur. Jika tiap rumah ngasih uang minimal 500 rupiah, berarti hasil uang minta-mintanya 100 x 500 = 50.000. Woaaa~ Amazing!!! :omg .


Terus, kita harus bagaimana?


Sering kali, jujur aku juga bingung menghadapi mereka yang minta-minta. Tapi kalau ngaca, kita ini juga tukang minta, minta sama Tuhan. Aku sih lebih suka orang ngamen atau nari tari daerah untuk nyari uang dari pada minta-minta gitu. Kalau di Jakarta, orang yang ngasih uang peminta-minta itu kena denda. Kalau di Jepara, nggak tahulah. Mungkin ya kita perlu ngasih pencerahan dan pelatihan ketrampilan supaya mereka bisa mandiri dengan membuat karya. Semoga saja :smile .

Wednesday, 22 January 2014

Coming Soon: X

Bismillaahirrahmaanirrahiim….


Aku selalu percaya dengan kekuatan doa. Seperti halnya cerita tentang X ditahun 2013 yang buat aku gagal move on. Sekali lagi aku bilang, aku belum pernah baca cerita sampai nangis Bombay dan setelah baca masih saja dihantui bayang-bayang cerita itu.


Dan yak arena kekuatan doa juga terutama dari penulisnya, cerita X yang aku baca dipinang oleh penerbit. Nggak tanggung-tanggung, yang minang Grasindo :omg .


Aku masih ingat ketika Mbak Nessya siang-siang nelfon ngabarin kalau X dipinang. Dan ya, bahagia itu sederhana seperti saat aku menerima kabar itu. Rasanya senengggg banget deh walaupun itu bukan novelku.

Nggak masalah aku gagal move on karena X. Nggak masalah juga aku curhat di diary ngamuk-ngamuk galau saat puasa sementara waktu itu Mbak +Annesya Devania di Jakarta lagi interview. Yah meskipun waktu itu aku nyaris kalap mau nglempar dia pakai piring. Untung sih aku di Jepara dia di Surabaya.


Pokoknya amazing deh X bisa terbit :uhuk . Hari ini dia naik cetak dan Februari beredar dipasaran. Februari bulan penuh cinta dan disuguhi novel X, mantan yang penuh cinta. Nggak bisa bayangin deh berapa banyak orang yang akan gagal move on karena baca cerita X :mabok . Kalau aku bilang sih, ini kutukan X hahaha :smile . Sekali lagi selamat ya Mbak :hepi .

Credit

Dan kamu, kamu atau kamu mungkin akan menjadi korban X selanjutnya. Percayalah :uhuk .

Tuesday, 21 January 2014

Candle Light Dinner

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***

Aku menunduk malu. Pipiku rasanya merah karena Yuki Kun terus saja memandangiku. Aku masih tidak percaya, dia mengajakku makan malam. Masker kopiku semoga saja membuat wajahku semakin cantik.

"Una Cha."

Aku menatapnya dan tersenyum malu.

"Kamu suka ini?"

Aku mengangguk. Bagaimana mungkin aku tidak menyukainya? Duduk berdua dengan Yuki kun menikmati candle light dinner. Wanita mana yang sanggup menolak?

Credit

"Ini luar biasa. Terima kasih Yuki Kun."

"Sama...,"

"Papa!"

Aku tersentak, Yuki Kun juga sama. Seorang anak laki-laki berlari ke meja kami. Anak Yuki Kun kah?

"Papa! Tiup lilin, Papa! Huh! Huh!"

Anak kecil itu meniup semua lilin di meja kami satu persatu. Aku melongo dibuatnya.

Semua lilin mati. Hanya lampu temaram yang menyinari.

"Lagi-lagi!" rengek anak itu.

Yuki kun segera mengambil pematik api, menyalakan lilin-lin itu lagi.

"Hore!" teriak anak itu.

Anak itu kembali meniup lilin satu persatu. 

"Akira! Ya Tuhan! Maafkan anak saya karena mengganggu kalian." kata seseorang menghampiri kami.

Setelah berbasa-basi ria, Akira dan Ayahnya meninggalkan meja kami.

"Una Chan. Kamu mau meniup lilin juga?"

Aku tersenyum, Yuki Kun juga.

Monday, 20 January 2014

Jalan-Jalan di Rumah Sakit

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Beberapa waktu yang lalu, aku sempat pulang ke rumah. Awalnya sih nggak ada rencana apalagi pas di telfon Bapak aku bilangnya pulang nanti sekalian. Tapi ya rasanya aneh, akunnya juga aneh. Mbahku di RS dari natalan belum pulang-pulang dan aku cuma sekali besuk. Betapa durhakanya!!! :jiah


Akhirnya aku ijin pulang sekalian pinjam motornya Bu Bos. Singkat kata aku pulang walaupun sekali lagi nyasar karena lewat jalan desa terus lupa belok :uhuk .


Sore sampai malam setelah main-main sama Sinta, jam sembilan malam aku sampai di RSU. Kartini Jepara. Kalau dilihat, kondisi Mbahku jauh lebih baik daripada pas pertama kali aku besuk. Penyakit tua, biasalah.


Kebetulan tetanggaku ada yang masuk RS juga. Sakit apa? Sakit bagian perut, nggak tau deh. Yang satu ruangan sama tetanggaku sakitnya macem-macem. Ada yang sakit paru-paru, badannya sampai bengkak semua. Ngeri juga liat selang-selang dimasukin badan. Mbahku juga sama, banyak selang. Tapi kemarin tinggal dua.


Jalan-jalan kok dirumah sakit, aneh ya aku? :smile . Tapi dari jalan-jalan itu membuatku makin bersyukur. Alhamdulillah aku nggak pernah opname. Sakit paling meriang, pilek, gejala tipus tapi masih obat jalan. Kesehatan itu tidak mahal, murah kalau kita mau menjaganya. Karena kesehatan itu seperti amanah yang wajib kita syukuri.


Yuk mari kita gunakan waktu sehat kita untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat :Smile .

Sunday, 19 January 2014

Berhemat Air

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Aku masih ingat tentang aku yang jadi Miss Pelit Sok Elit. Yap! Dulu aku pelitnya luar biasa kalau soal contek mencontek. Lalu sekarang? Karena aku belum sekolah lagi, aku nggak pernah ngasih contekan lagi kok, ciyus :peace :uhuk .


Ngomongin pelit, sering kali orang yang berhemat dianggap pelit. Aku ini orangnya hemat kalau soal internet *Bohong :uhuk . Aku hemat itu babakan or tentang apaan ya? Sebagai calon Menteri Keuangan, aku harus belajar tentang berhemat dalam segala hal uang, makanan, semuanya termasuk air.


Kita tahu, air merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk. Kita bisa bertahan beberapa hari nggak makan, tapi untuk nggak minum, siapa juga yang tahan? Bahkan sebagian tubuh kita merupakan cairan, catat! Catatan tentang berhemat air sendiri sudah aku amalkan sejak lulus SD. Bapak Kiaiku tuh pesan agar kita selalu hemat air. Mandi itu nggak perlu air banyak yang penting bersih, secukupnya sajalah.


Penghematan air juga terjadi saat aku nyuci baju. Karena aku nyuci pakai tangan, air bilasan bisa dimanfaatkan untuk nyiram lantai rumahku yang masih tanah. Oh iya, jangan sekali-kali nyiramin air sabun ke tumbuhan! Bisa mati :hwa . Kalau di hutan tempat tinggalku sekarang, air bekas cuci baju aku siram ke halaman yang tandus dan kering banget. 


Aku pernah ngerasain betapa susahnya nyari air bersih. Sekitar tahun 2011, sumur di rumah yang biasanya anti kering ternyata ikut kering. Aku kalau mau mandi minta air Mbah samping rumah. Ngambilnya juga ngangkatin satu-satu pakai ember. Kalau mau nyuci, aku biasanya pergi ke kali di belakang rumah. Untungnya jalan ke kali udah bagus jadi bisa dilewati pakai motor. Jangan kira nyuci di kali pakai motor gampang. Aku yang amatir naik motor pernah nyungsep di kali pas subuh-subuh beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri tahun 2011. Lagi-lagi semua itu demi nyuci dengan air.   


Intinya sih walaupun sekarang hujan dan air berlimpah bahkan ada yang sampai kena banjir kaya aku kemarin pas kebanjiran, bukan alasan untuk membuang-buang air. Kita bisa nyimpan air hujan untuk mandi atau untuk nyuci piring dan baju. Nah untuk bilas baru deh kita pakai air bersih. Hemat kan? :smile .


Kalau mau tips penghematan air yang keren, sok nonton Go Dok Mi di Flower Boy Next Door. Episode awal dia ngasih tips berhemat air, ciyus deh :uhuk . 


Baiklah. Saatnya kita selalu belajar berhemat. Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi? :smile .


“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin”

Saturday, 18 January 2014

Maia, Bukan Ibu Pelit

Bismillahirrahmaanirrahiim....


Masih ingat kasus Al yang katanya diteriaki Maia, ibunya agar Al membayar hutang? Miris ya? Miris Maia-nya atau Al-nya? Kalau aku sih gregetan sama si Al.


Ini bukan karena aku ngebelain Maia karena kasus bla-bla-bla dengan mantannya yang bagusnya pas MFF Idol kemarin aku nggak dapat kasus ini :uhuk . Aku miris karena dalam berita yang aku baca, Al bilang bahwa minta uang sama Papanya lebih gampang daripada sama Maia.


Nah! Aku nih setuju sama Maia yang nggak gampang ngasih uang ke anak-anaknya. Okelah sayang itu boleh, tapi kalau ngegampangin ngasih uang atau apa-apa semau dia, si anak ini jadi susah belajar betapa untuk mendapat sesuatu itu nggak gampang. Ada kerja keras, ada usaha yang jatuh bangun untuk mencapai sebuah keberhasilan. 


Maia, bukan ibu pelit kok. Mungkin Maia mau agar anak-anaknya belajar dan menikmati semua proses. Bukankah ini termasuk pendidikan keren? Dan kamu, bagaimana mendidik anak-anakmu nanti?

Friday, 17 January 2014

Prompt #36: Pencarian Sang Arjuna

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


***

Arjuna mengelus-elus busur panah miliknya. Setelah berabad-abad lamanya dia hidup dengan penuh rasa berdosa akibat menelantarkan Dewi Anggraeni wanita cantik yang diperkosanya jaman dahulu kala, akhirnya kali ini Arjuna berani bertanggungjawab atas perbuatan tercelanya. Arjuna percaya, tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf meskipun kini Dewi Anggraeni telah reinkarnasi. 


Dari kabar burung, Arjuna mendapati bahwa Dewi Anggraeni ibu Butho Cakil telah menetap di Pulau Dewata, pulau paling eksotis di jagad raya. Pulau itu sendiri berada disebelah timur tlatah jawa. Arjuna sadar, mendapatkan permintaan maaf Dewi Anggraeni tidak semudah merayunya karena Dewi dijaga ketat oleh Barong penguasa Pulau Dewata yang merupakan reinkarnasi Butho Cakil.  


“Tolong ijinkan aku bertemu Dewi.” kata Arjuna ketika sampai di pelataran istana Barong.

“Tidak bisa! Lupakan Dewi. Dia sudah bahagia bersamaku.”

“Anak terkutuk! Kau menikahi Ibumu, ha?!”

“Itu bukan urusanmu!”


Arjuna dan Barong perang dengan senjata masing-masing. Perang Kembang terulang di Pulau Dewata. Arjuna mengambil busur bersiap memanah Barong. Hujan badai, petir menyambar. Arjuna dan Barong terdiam. Rupanya Dewata murka sehingga mengutuk mereka berdua jadi patung.


Credit



Notes:

Ceritanya absurd banget ahahaha. Aku nggak yakin ada cerita seperti ini di Bali. Aku fans berat Arjuna, tapi miris ketika tahu Butho Cakil itu katanya anaknya dari Dewi Anggraeni. Susah ya kalau berurusan sama orang ganteng :uhuk .

Thursday, 16 January 2014

LIEBSTER BLOG AWARD 2014

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Alhamdulillah, awal tahun dapat award :hepi . Lumayanlah bisa buat bahan postingan sekaligus menuhin Gudang Awards :uhuk . Kali ini award datang dari Mas Momo DM Bianglala Kata. Let's enjoy it :smile .

Credit

1. Jika diharuskan merevisi salah satu tulisan di blog pribadi, tulisan mana yang paling ingin direvisi? Sertakan link tulisan dan alasannya juga, ya. Iya.

Banyak sih sebenarnya yang butuh revisi salah satunya tulisan Surat Cinta, link ini. Ini tulisan juadul banget, sangat berantakan. Aku baca ulang, ngos-ngosan banget :uhuk .

2. Apa alasan yang mendasari sehingga akhirnya memutuskan untuk menulis di blog?

Banyak alasan kenapa aku akhirnya menulis di blog. Yang paling dasar adalah aku bisa menyimpan tulisan dan membukanya dengan bebas bukan hanya untuk pribadi seperti di diary yang bisa hilang atau rusak. 

3. Tuliskan nama pengunjung blog yang selalu kamu tunggu-tunggu komentarnya pada tulisanmu di blog (minimal 3 orang). Apa alasannya?

Hadew siapa ya? Sebenarnya aku rindu banyak orang yang dulu ngeblog dan sekarang hiatus bahkan ngilang kaya Mbak Naya Belo. Aku tahu dia baca, tapi ya kadang kangen juga komentarnya. Untuk sekarang, jelas saya kangen Mbak Hana HM Zwan, Mbak Lidya, Mbak Susi yang selalu ngasih koment di postku :uhuk . Untuk bagian fiksi, paling kangen sama Mak Carra, Mak Isti, Mak Latre, pokoknya yang kejam kalau komentar huahahha :uhuk .

4. Buku apa yang membuat dirimu berkata dalam hati, “Seharusnya saya yang menulis buku ini”? Sertakan judul buku, nama pengarang, dan alasannya, ya.

Ehem, maaf aku belum nemuin ya :smile . Nanti kalau sudah ketemu buku yang bisa buat hatiku ngomong, "Seharusnya aku yang nulis nih buku!" baru deh aku tulis wekeke :uhuk . 

5. Ada berapa buku yang dari sejak membeli sampai sekarang belum pernah kamu baca sama sekali? Buku apa saja?

Berapa ya? Lupa :uhuk . Bukunya di rumah, sekarang masih ngungsi di hutan jadi nggak bawa buku banyak :wek . Ada 3-4 beli belum kesentuh dan lebih dari 10 buku hadiah yang masih plastikan. Judul apa? Jangan disebutin ah, takut ketahuan sama yang ngasih :peace . Rata-rata sih bukan novel, buku nonfiksi. Makanya agak susah nyeleseinnya :smile . Kalau novel ya langsung bablas :shy .

6. Dari sekian yang pernah kamu beli, judul buku manakah yang paling membuatmu menyesal telah membelinya? Kenapa?

Berdamai dengan Hati. Cover bagus, isinya yah gitu deh. Beneran terbukti cover bagus nggak jadi jaminan isinya.

7. Pulang (Leila S. Chudory) atau Murjangkung (A.S. Laksana)? Kenapa?

Pulang. Dari judul aja, aku tuh pengen pulang, pulang dalam artian sebenarnya titik. Tapi kudu bersabar, kontrak kerjaku di hutan belum selesai. Lho? Ini nggak bahas buku :uhuk . 

8. Apa kegagalan dalam tulis-menulis (draft, proyek/tantangan/lomba atau hal terkait lain) di tahun 2013 yang paling membuatmu terpacu untuk bangkit dan menulis lebih baik lagi?

Kegagalan karena nggak jadi pemenang dalam MFF Idol 2013 huahahah :uhuk . Tapi nggak sedih kok, karena dari situ aku banyak belajar dan ya sepertinya tulisan fiksiku jauh lebih baik.

9. Apa keberhasilan terbesar yang kamu raih dalam tulis-menulis di tahun 2013?

Bisa masuk di Best of Mondayflashfiction untuk fiksi dan Benang Merah untuk nonfiksi. Something deh :uhuk . Yah, aku bukan siapa-siapa dan bisa nulis di sana itu sesuatu banget. Dan di 2013 juga aku banyak banget nulis fiksi.

10. Apa tujuan utama (goal) kamu sebagai seorang penulis?
Investasi masa depan. Karena dengan menulis, aku bisa menyimpan banyak hal yang mungkin hilang dari memori otak. Dan ya kalau suatu hari bisa nulis buku solo, pasti bisa :smile , itu juga termasuk investasi :uhuk .


Selesai yey! Asiknya bisa bawa pulang award ehehhe :uhuk .

Wednesday, 15 January 2014

Untuk Nama yang [Tak] Kusebut dalam Doa

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Dear Zaujy


Hai kau di sana, apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Ada yang berbeda? Kau tahu, ini memang sedikit berbeda Zaujy. Kau masih ingat surat awal tahun 2014 yang kutulis untukmu di diaryku? Tentang keinginanku menuliskan surat untukmu di blogku. Kalau boleh jujur, sebenarnya sudah lama aku ingin menulis khusus tentangmu. Tapi, rasanya lebih baik aku menulis suratku untukmu di diaryku :smile .


Dan kenapa kali ini aku menulis di sini? Aku pikir, tidak ada salahnya sekali lagi aku menulis ini secara publik. Siapa tahu kau membacanya sehingga dengan segera bisa menemuiku.


Kau ingat kapan aku mulai memanggilmu Zaujy? Awal tahun 2011, aku menyebutmu Zaujy yang artinya suamiku. Aku memulai semuanya, memulai untuk mencintaimu, hanya membuka hati untukmu. Entah sudah berapa surat yang kutulis untuk mendekatkan diri denganmu. Dan walaupun sampai sekarang kita belum bertemu, aku tetap akan menulis surat untukmu sampai kapan pun.


Kemarin aku berhayal tentangmu. Ah! Aku memang terlalu sering berhayal bertemu denganmu. Tapi aku percaya, pertemuan kita nanti akan jauh lebih indah dan tak terduga. 


Aku berhayal tentang pernikahan kita. Setelah kau mengijabqobulku, malam pertama kita menjadi suami istri kau memberiku sebuah kado buku. Kau bilang, salah satu tulisan didalamnya membuatmu terkesan. Aku membukanya dan menemukan buku berjudul Benang Merah. Dengan polosnya aku bertanya, tulisan mana yang kamu suka? Kau menunjuk tulisan berjudul Dear Zauji. Aku tertawa, tapi kau tak mengerti. Hei! Itu suratku untukumu. Lalu kita sama-sama tertawa karena kau memang tak tahu nama penaku.


Kau tahu, Allah memang mentakdirkan setiap sesuatu secara berpasang-pasang. Lalu kenapa sampai hari ini kita belum bertemu juga? Apa ada yang salah? Tentu saja tidak ada. Ini bukan tentang jodoh di tangan Tuhan, tapi jodoh itu di tangan kita. Kita yang lebih tahu kapan kita akan bertemu.


Allah akan mempertemukan kita kalau kita sudah siap. Bukan hanya siap lahir, tapi batin juga. Bagaimana kita menjadi lebih dewasa dari biasanya. Bagaimana kesiapan kita untuk berkomitmen dengan janji pernikahan yang bukan sekedar perjanjian biasa. Perjanjian dunia akhirat.

Credit

Dan saat ini, aku tahu dan kita sama-sama tahu bahwa kita sedang mempersiapkan diri kita menjadi yang terbaik. Aku tahu kau hebat, kau kuat lebih dariku yang mungkin kata orang aku begitu keras seperti baja. Yang perlu kamu tahu, aku tidak mau menjadi besi atau baja. Aku mau jadi magnet dengan segala yang aku punya untuk menarik magnet yang ada didirimu.


Ketika kita bertemu nanti, kau tak perlu menjadi sempurna karena aku pun sama tak sempurnanya. Cukup menjadi kau yang biasa, kau yang sederhana karena aku mencintaimu dengan sederhana. Ini bukan surat merayu, ya kau tahu bahwa aku tak pandai merayu sama sepertimu.


Ini suratku untukmu, untuk nama yang tak kusebut dalam doa. Jangan salahkan aku Zaujy jika aku tak pernah menyebut namamu. Ini bukan karena aku tak mencintaimu atau hatiku berpaling. Ini karena aku memang tak tahu namamu. Apalah arti sebuah nama? Toh setiap aku berdoa selalu memantapkan hati untukmu, Zaujy. Yang terpenting, saat ijab qobul nanti, kau menyebutkan namaku dengan benar. Dan jika kau masih ngeyel minta disebut dalam doaku, untuk kesekian kalinya aku bertanya, siapa namamu?


Istrimu
Jiah~

Credit

Tuesday, 14 January 2014

Bukan Sekedar Perjanjian

Bismillaahirrahmaanirrahim....


Sampai aku menulis ini, aku belum pernah membayangkan bisa sampai sejauh ini. Yah, sejauh usia yang hampir menginjak 22 tahun dan aku masih sendiri. Dulu aku fikir setelah MAN aku akan menikah muda karena dua kakak perempuanku menikah muda, kurang dari dua puluh tahun. Jadi ibu rumah tangga, mengurusi anak dan menyempatkan diri untuk kuliah. Nyatanya, aku belum mengalaminya sama sekali. Aku masih sendiri.


Apa aku sedih? Buat apa sedih? Aku percaya, setiap makhluk diciptakan berpasang-pasangan :smile .


Setiap kali pulang ke rumah, Bu e selalu bertanya. Jangan lama-lama untuk segera menikah, katanya. Mungkin ada rasa hawatir melihatku yang tidak pernah dikunjungi lelaki sekedar untuk dolan. Mungkin ada kehawatiran dan mengira aku trauma atas kegagalan masa lalu. Tapi sungguh bukan karena itu aku masih sendiri.


Dulu ketika temanku bertanya aku mencari lelaki seperti apa, aku menjawab hanya laki-laki yang bisa membuatku 'Klik'. Klik dalam artian banyak hal. Apa sampai sekarang masih sama? Tentu saja tidak. Setiap orang pasti punya kriteria apa tentang calon yang dicari, begitu juga denganku.


Aku menuliskan kriteriaku dalam buku diaryku dan aku sering membacanya seperti sebuah doa dan mantra. Aku tidak peduli bagaimana pendapat orang jika mereka tahu kriteria seperti apa yang aku tulis. Itu hakku, dan aku yakin Allah masih mau menerima doaku :smile .


Aku selalu meyakinkan Bu e dan ya diriku sendiri karena menikah bukan hanya sekedar menikah, mengganti status tapi lebih makanya aku masih mencari yang terbaik. Menikah bukan hanya sekedar perjanjian aku dan kamu tapi lebih pada perjanjian dunia akhirat, perjanjian yang kuat.


Dan ya karena bagiku menikah itu seperti berbisnis membangun sebuah usaha. Ada visi misi, ada kontrak sehidup semati, ada komitmen dan yang jelas ada patner hidup yang saling menguatkan, saling percaya, saling menerima, dan terbuka untuk memajukan usaha bersama dunia dan akhirat.


Untuk hasil terbaik, aku tidak bisa menurunkan kriteria apapun tentang pasangan hidupku nanti. Dan karena aku mau yang terbaik, maka aku juga berusaha menjadi yang terbaik dengan menempa banyak hal sebelum akhirnya membangun mahligai bersama.

Kemarin aku bisa berlibur ke Bali dengan kerja kerasku sendiri. Aku masih punya banyak mimpi untuk singgah di luar negeri. Dan jika aku menikah denganmu nanti, kau bisa membawaku ke mana?

Untuk saat ini, aku ingin sebuah jawaban itu dari seorang lelaki. Terserah dia mau menjawab apa dan bagaimana. Bagiku, jawaban ini adalah sebuah tiket menuju interview selanjutnya, ke mana kita akan melangkah.

Credit


"Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian yang Kuat"

Monday, 13 January 2014

Sandal Malang

Bismillaahirrahmaanirrahim....


Aku ingin bercerita tentang sandal malang. Ini bukan sandal asli Kota Malang, bukan sama sekali. Ini hanya sebuah sandal, sandal jepit yang malang :uhuk .

Sandalku, ada bintang lautnya :uhuk
Jadi waktu itu aku sempat merasa emosi tingkat jiwa raga pada seseorang. Dia cantik, polos kelihatannya, tapi entah mengapa saat ber-SMS-an dengannya perihal masalah kerja, dia jadi lemot luar biasa. Nggak nyambung, serius deh :peace .


Behubung dia nggak nyambung, aku emosi, gigit-gigit sandal. Setelah meluapkan emosi, ternyata itu sandal malang bukan punyaku. Ya wes aku lempar saja. Ternyata lemparanku tepat sasaran, sandal masuk got. Sandal malang!!!


Malam hari aku bermimpi tentang sandal malang itu. Dia memanggil namaku, menghantuiku. Dia merasa ternoda karena kelakuanku. Dia menuntut pertanggungjawabanku :omg . Ternyata marah itu membawa dampak buruk bagiku. The end :uhuk .


Cerita ini hanya fiktif belaka :smile . Tapi soal marah memang benar adanya, hanya saja tidak sampai gigit sandal :uhuk . Kalau dipikir, buat apa aku marah pada dia? Buang waktu, buang tenaga. Ujung-ujungnya malah merusak pikiranku sendiri.


Tak apalah dia lemot menurut versiku, paling nggak dia masih punya sisi positif, dia cantik dan mungkin ada lelaki yang tertarik :uhuk . Sepertinya aku perlu menghatamkan bacaanku tentang The Art of Dealing With People supaya aku bisa lebih mengerti orang lain :smile .

Sunday, 12 January 2014

Prompt #35: Pohon di Tengah Padang

Bismillahirrahmaanirrahiim.....


***

Aku berjalan terseok-seok dengan rasa dahaga dan lapar terasa sampai ke ubun-ubun. Rasanya seperti mau pingsan, sungguh aku sama sekali tidak bohong. Kuseka keringat di wajahku, lelahnya seperti seorang musyafir di Gurun Sahara. Kulangkahkan kakiku lagi. Aku terperanjat, kaget sekaligus senang. Ada sebuah pohon di tengah padang. Terima kasih Tuhan!

Credit

Aku berlari ke pohon itu seperti mendapat sebuah harta karun. Ya, harta karun di tengah padang. Aku berdiri di bawah pohon. Ya Tuhan! Betapa sejuknya. Aku menengadah, rasanya air liurku menetes. Pohon ini berbuah lebat begitu menggiurkan.


Dengan tergesa kupanjat pohonnya, sambil menelan ludah aku mengambil satu buah merah ranum yang belum kuketahui namanya. Kugigit perlahan, keras. Kugigit lagi tapi tetap saja keras.

"Om!"

Aku tersentak. Airin keponakanku menepuk pundakku.

"Om! Lihat iklan di TV sampai gigit remote segala. Magribnya masih lima belas menit lagi."


Kebanjiran

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Tadinya aku menggalau karena berpikir aku nggak punya bahan lagi untuk nulis di blog :uhuk . Kemarin sebelum tahun baru aku menghabiskan beberapa buku yang harusnya bisa dirivew, tapi rada malas karena bukunya sudah di rumah. Mau buat FF, tapi masih bingung. Ternyata ada hal lain yang bisa jadi bahan. Banjir :uhuk .


Awal tahun, tanggal 1 Januari aku, Bu e, Mbak Ita dan Lala nyusul Bapak sama Irfan ke sungai belakang rumah buat lihat banjir. Lumayan deh banjirnya. Si Irfan sama Adikku nyari ikan noh di sungai. Jadi inget jaman dulu, aku juga pernah melakukan hal yang sama :uhuk .


Lalu banjir kali ini? Banjir di kamarku :hiks . Sebelumnya aku sempat mimpi bawa Ayu Ting-ting pulang ke rumah, habis itu mimpi ketemu +Annesya Devania . Lalu apa hubungannya? Nggak ada :jiah .


Malam 8 Januari habis isyak sekitar pukul 19.45 tiba-tiba air masuk ke kamar setelah hujan deras, petir menyambar-nyambar. Aku pikir air itu berasal dari air minumku yang tumpah, eh tapi beberapa detik kemudian airnya nambah banyak. Ternyata itu air berasal dari ruang sebelah yang bocor. Kebetulan kamarku termasuk dataran rendah, jadi ya gitu deh.


Langsung secepat kilat ngungsiin barang-barang. Maklum kamar sepetakku ini lesehan, jadi secepat kilat kasurku basah. Yang penting mah nyelametin barang-barang berharga, kasur urusan belakang :uhuk . Alhamdulillah berhasil terselamatkan :hepi .


Dari banjir ini, untungnya aku posisi di kamar saat air masuk. Biasanya jam segitu aku keluar kamar. Coba kalau akau nggak di kamar, nangis guling-guling semua barangku basah. Alhamdulillahlahnya ada tempat kosong buat bobok, ya bobok ala kadarnyalah, digigit nyamuk soalnya colokan obat nyamuk listrikku kena air juga. Resiko bukan rumah sendiri :uhuk . Alhamdulillahnya lagi, paginya nggak hujan sama sekali :smile . Jadilah aku bisa jemur kasur, nyuci baju dan kering lagi, alhamdulillah :smile .


Dulu pas di Ponpes pernah tidur berbocor-bocoran ria sama hujan. Kali ini banjir :uhuk . Baiklah, saatnya menikmati banjir. Jadi begini nih rasanya jadi korban banjir seperti di kota-kota sana :uhuk .



Friday, 10 January 2014

Kopdar Awal Tahun 2014

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Awal tahun 2014 kemarin tepatnya tanggal 2 Januari aku kopdar sama beberapa blogger. Sebut saja Mbak Susi, Mbak Esti dan yang baru kenal itu Mbak Rosa :smile .


Pas kemarin setelah kopdar dan buka FB, ternyata Mbak Esti sudah colek-colek. Berhubung akunya nggak tahu, ndilalah Mbak Esti baik hati dan tanggal satu Januari SMS aku buat diajakin kopdar :uhuk . Wis SMS Mbak Susi di mana tepatnya kita ketemuan. Akhirnya tanggal 2 Januari kita ketemu di Taman Baca sebelah alun-alun Jepara Jawa Tengah :uhuk . Ini bukan pertama kalinya kopdar buatku, tapi ya rasanya kopdar memang luar biasa.


Kita ngapain? Ngobrol lah. Ya ala ibu-ibu PKK gitu. Ngomongin apa aja termasuk dalam dunia perbloggeran. Jam dua kita bubar, say goodbye sama semua. Ah nggak ding wong aku nganterin Mbak Susi pulang terus main di rumahnya sampai jam tiga sore :uhuk .


No picture is hoax, biarlah. Lihat noh di FB Mbak-Mbak yang aku sebut di atas :uhuk . Kalau di sini, aku mah nggak mau majang fotoku :wek , ntar pada naksir :uhuk .


Semoga kopdar awal tahun 2014 ini bisa menjadi pondasi kopdar-kopdar berikutnya. Maunya ya aku ketemu sama orang yang buat aku gagal move on, mau ke Semarang, Jogja, Makassar, mau ke mana aja deh pokoknya bisa kopdar buat ngilangin duka gara-gara pas di Bali belum jodoh kopdar sama blogger Bali.


Kalau kamu, mau kopdar sama siapa?

Thursday, 9 January 2014

Chennai Express

Bismillahirrahmaanirrahiim….

Credit

Ji, ngapain nonton Chennai Express? Aku kan suka Bollywood, wajar dong kalau nonton :uhuk .


Jujur penasaran pakai banget sama nih film. Waktu awal rilisnya aja udah gimana gitu. Karena bintangnya Akang Shahrukh Khan? Jelas iya :uhuk . Atau karena Mbak Deepika Padukone mirip kamu? Kelihatannya sih lumayan mirip aku :uhuk . Sama-sama punya lesung pipi sih :uhuk . Kalian tahulah bagaimana kekerenan film ini. Film komedi romantis yang mengalahkan 3 Idiot. 


Pas pertama lihat, sebenarnya tema film ini bukan tema baru dalam cerita india. Pertemuan tak terduga, akhirnya jatuh cinta, simpel banget. Ceritanya itu berawal dari Rahul Mithaiwala (Kenapa ya orang India seneng banget pakai nama Rahul? *Abaikan) yang diberi amanah untuk menyebar separuh abu kakeknya di sungai suci Rameshwaram di kota Tamil Nadu. Si Rahul ini geje karena sebenarnya dia mau jalan-jalan ke Goa sama temennya. Untuk ngelabuhin neneknya, dia naik kereta Chennai Express. Dari kereta inilah akhirnya si Rahul ini ketemu Meenalochni Azhagusundaram yang waktu itu sebenarnya mau kabur gara-gara nggak mau dinikahin sama bapaknya.


Laki-laki geje ketemu perempuan aneh, klop banget deh. Lucu? Iya, pokonya gejelah. Mereka berdua itu sok-sokan. Mau kabur eh gatot. Hem lumayan menghiburlah. Ada tiga hal yang aku garis bawahi di film ini.


Pertama tentang amanah. Bagaimanapun bentuknya amanah, mau kecil atau besar, kita wajib menunaikannya. Si Rahul tuh diamanahin buat nyebar abu eh mau kabur. Jadinya dia nyungsep kan di sarang mavia.


Kedua tentang menghadapi permasalahan jangan ditunda. Waktu Si Rahul ditantang Tangaballi buat rebutan Meenalochni Azhagusundaram, dianya kabur. Yah meskipun dia kaburnya gara-gara mabuk sih :uhuk . Masalah itu kalau ditinggal lari nggak akan selesai. Dari sini aku belajar untuk mengahadapi kenyataan. Apapun masalah dan cobaan yang terjadi di depan mata harus di hadapi. Bukankah Allah menguji kita sesuai kemampuan yang kita miliki?


Ketiga tentang cinta. Aku suka banget bagian akhir di mana tadinya Rahul akan membawa Meenalochni Azhagusundaram ke rumahnya tapi malah dipulangkan ke kampungnya. Alasannya apa coba? Rahul mau menghadapi Tangaballi sekaligus bilang sama Bapaknya Meena bahwa dia itu cinta sama Meena. Cowok keren tuh gitu, hadapi bapaknya baru ambil anaknya. Intinya sih si Rahul yang geje ini sebenarnya gentle banget ketika dia jatuh cinta.


Tadinya aku pikir akan ada adegan mereka nikah atau paling nggak pulang gitu ke rumah neneknya. Endingnya nyanyi doang, nggak asik :uhuk . Ya sudahlah. Orang yang bikin film bukan aku :uhuk .

Wednesday, 8 January 2014

Catatan Akhir Tahun 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim....


Katanya nggak mau recap tahun 2013, lha ini judulnya kok catatan akhir tahun 2013? Maaf hilaf. Ini buat catatan pribadi aja sih soalnya kemarin nggak sempat juga nulis di diary :uhuk . Banyak kerjaan, sibuk, nggak sempat online, ribet pokoknya.


Tanggal 30 Desember sore aku pulang berlanjut bermalam di RS Kartini nungguin Mbahku yang habis operasi. Hitung-hitung absen biar nggak jadi cucu durhaka :uhuk . Paginya pulang ke rumah sama Kakak yang mau kerja.


Niatnya dari kemarin-kemarin itu tanggal 31 Desember mau main kemana gitu. Tapi apa mau dikata, rasa-rasa yang menjadikan aku bercadar begitu-begitu deh :uhuk . Wis pokoknya nahan diri biar nggak nangis :hiks .


Akhirnya, akhir tahun dihabiskan dengan nyungsep di rumah, main sama keponakan. Bapak sama Bu e sih sempat ngajak bermalam lagi di RS, tapi aku nggak mau. Kalau Mbahku masih agak rewel terus akunya belum enakan, nggak asik dong!


Tahun baru nggak lihat kembang api itu biasa, nggak masalah. Nggak dijadiin pertanyaan kubur juga kan? Spesialnya 2014 itu, pas terompet awal tahun Jepara nggak hujan. Nyesel nggak keluar? Nggak lah. Ada tontonan bagus kok di TV, Chennai Express. Tahu kan ya? :smile 

Credit

Tuesday, 7 January 2014

Cadar

Bismillahirrahmaanirrahiim….


Kemarin akhir 2013 aku sempat memakai cadar. Ehem, cerita bohongnya tuh lagi mendalami karakter Aisyahnya Ayat-Ayat Cinta :uhuk .  Siapa tahu ada sutradara yang khilaf terus ngajakin aku main film :uhuk .

Credit

Ngapain Ji kamu cadaran? Mau jadi teroris? Oh nggak lah. Aku sudah banyak dosa. Kalau jadi teroris, kapan aku masuk surganya? Intinya sih karena suatu hal pipi kananku itu bengkak. Nggak lucu banget deh mukaku. Daripada banyak yang lihat, aku tutupin aja pakai kerudung ala-ala cadar gitu :smile .


Pas tanggal 30 Desember waktu aku pulang kota, dari tempat kerja sampai rumah masih aja cadaran. Orang-orang pada lihatin aku. Aku mau nyapa temen atau tetanggaku nggak jadi gara-gara agak sulit ngomong :uhuk . Lucunya ada yang nggak ngenalin aku. Padahal, mataku udah cakep banget pakai lagu lirikan mataku menarik gerobak *ups :smile . Paginya tanggal 31 Desember pas ke pasar dan aku pakai masker, orang-orang juga pada lihatin. Berasa jadi artis hihihi :uhuk .


Alhamdulillah pas kopdar tanggal 2 Januari 2014 kemarin udah nggak cadaran lagi. Padahal kalau dilihat, aku cakepan pakai cadar :uhuk . Hei, cerita kopdarnya mana? Ntar dipostingan lain ya :smile .

Monday, 6 January 2014

Menguntit Lewat CCTV Hisomu

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Ehem, jadi begini. Setelah keberhasilanku membuat poster MFF Idol yang keren punya itu, ada beberapa teman yang bertanya. Ji, kamu dapat foto itu dari mana? Kok bisa nyari foto keren gitu? :uhuk . Hayah! Aku dapat foto ya dari facebook dan twitterlah. Dari mana lagi coba?


Kalau dilihat dan diterawang, sepertinya aku ini berbakat jadi detektif. Tapi sih lebih enak ikutin kegiatannya Usui Takumi yang jadi Stalkers Keren nguntitin Misaki :uhuk . Nah! Yang paling keren ini kita bisa menguntit lewat CCTV Hisomu :uhuk .


Ji, kamu ini gimana sih? Menguntit itu dosa! Kamu mau masuk neraka? Harusnya CCTV itu buat sesuatu yang penting, seperti menjaga keamanan atau untuk menghindari kejahatan. Lha ini kok buat nguntit?


Masuk Neraka, Siapa Takut? Terus kalau aku nguntit, masalah buat lo?


Aku tuh sebenarnya bukanlah orang yang suka dipandang. Rasanya kalau dilihatin itu aneh gimana gitu. Foto aja kalau difotoin orang rada malu-malu gimana gitu. Maka dari itu, pentingnya CCTV itu akan sangat berguna jika mau lihat wajahku yang cantik ini tanpa sepengetahuanku :shy .


Contohnya CCTV DOME IR HA-R754AM 700TVL dari Hisomu ini.


Kameranya bulet-bulet kaya alien, unyu gitu kan ya? Warnanya putih berbahan plastik :uhuk . Spesifikasinya HA-R754AM dengan Pickup Device 1/3″ Sony EFFIO HAD CCD II. CCTV ini bisa dipasang pada suhu -10°C~+50℃ . Wuih, bisa ditaruh di kutub juga kali ya :uhuk . Bahasa yang dipakai tuh banyak, Multi-Language. Terus ya Gain Control, Gamma Correction, White Balance, pengaturan Day/Night bisa dibuat auto/manual, kurang keren apa lagi coba?


Selain bisa mengamankan ruangan atau tempat mana pun, CCTV ini pasti akan sangat bermanfaat untuk mengabadikan wajah cantikku :uhuk . Narsis amat kamu Ji!!! :shy .


Eh, tapi serius kamu mau pake CCTV untuk menguntit?


Halah iya dong. Aku tuh greretan banget sama keponakanku yang batita itu, si Sinta. Bulan ini tuh Sinta usianya 19 bulan. Dia tuh sudah pinter banget nyanyi, solawatan, pokoknya bibirnya itu susah sekali diam. Masa kemarin minta aku diam, dianya ngomong diam ada cengkoknya. Kaya gini, "Diaaammmm." Terus kalau sudah solawatan apalagi ini bulan maulud, si Sinta itu pakai merem-merem sambil lihatin giginya. Nyebelin banget kan?

Sinta
Pokonya model kaya gini nih

Sambil nangis atau marah, dia bilang gini dengan bahasa anak-anaknya, "La haula wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adzim." Bahkan lirik lagu, Kakak tua dibagian: nenek sudah tua, giginya tinggal dua diubah giginya tinggal empat. Nyesek nggak sih? Dari mana pula dia dapat kata empat? Mana aku mau nyium dia dikit, langsung malingin wajah dan bilang, "Tidak boleh!"


Nah! Maka dari itu, aku pengen punya CCTV yang bakal aku taruh khusus untuk merekam semua gerak-gerik Sinta yang gemesin itu. Habisnya kalau aku sengaja mau ngrekam, dia itu tahu kalau ada kamera yang mengintai. Jadinya rekaman gagal karena dia gak mau action atau malah mengalihkan perhatian.


Untuk sementara ini, CCTV tuh sangat berguna untuk merekam jejak Sinta. Tapi jika suatu saat nanti aku udah punya usaha, aku juga mau masang CCTV di tempat usahaku. Buat kalian yang butuh CCTV, buruan ke Hisomu, banyak model yang bisa dipilih dan harga juga bisa dinego. Hayuk tunggu apa lagi? Mari Menguntit Lewat CCTV Hisomu *eh :uhuk .



Referensi & Sumber Gambar:

Sunday, 5 January 2014

Belajar dari YKS

Hujan kian deras, jamur-jamur bermunculan. Aku suka jamur, dulu juga sering banget sengaja cari jamur di kebun buat dipepes. Rasanya enak puol deh :uhuk .


Ngomongin jamur, Indonesia ini ternyata juga hobi sama jamur. Tapi jamur yang ini bukan makanan melainkan jamur hiburan. Kalau stasiun TV A buat acara X dan sukses dengan rating tinggi, maka stasiun TV B buat acara yang sejenis dengan X untuk meraih rating. Sama halnya seperti kasus boyband dan girlband. Bahkan aku sendiri juga terbius dengan pesona girlband dan juga boyband.


Ngomongin acara TV, pasti banyak dong yang tahu tentang acara YKS. Itu Yuk Keep Smile :uhuk . Dan ya, aku nulis ini karena kena jamur juga sama acara itu :uhuk . Apalagi noh lagi heboh petisi hentikan penayangan YKS.


Awalnya aku tahu acara Yuk Kita Sahur itu pas akhir ramadhan kemarin. Semenjak hidup di hutan, aku jarang nonton TV. Berhubung pas sahur Bapak hidupin TV, aku amazing aja lihat orang-orang kok bisa joged seragaman gitu kaya senam SKJ. Dan ya dari situlah Yuk Keep Smile lahir.


Dulu YKS itu tayang seminggu dua kali. Awalnya aku sendiri merasa terhibur dan balik deh aku ke hutan. Sebulan kemudian, kaget ternyata YKS jadi striping. Aku tuh paling bosen kalau model tiap hari gitu. Sinetron juga bosen banget. Apalagi ya host YKS itu-itu mulu, orangnya sama aja dengan host stasiun sebelah, mual :mabok .


Kalau dari segi kekompakannya sih oke. Keren kan bisa ngumpulin masa buat melakukan hal yang sama. Coba masa yang banyak itu melakukan kekompakan dalam pertolongan pada korban banjir atau melawan korupsi, pasti keren deh :smile .


Dari segi lagu, aku akui lagu dangdutnya itu bisa dinikmati oleh semua kalangan baik bawah maupun atas. Aku toh suka juga lagu dangdut, tapi ya lagu-lagu tertentu kaya lagunya Mbak Ike Nurjanah yang memangdangmu, walau selalu :smile . Tapi, lirik lagu yang di YKS itu kurang bagus buat telinga anak-anak. Keponakanku yang kecil aja hafal liriknya. Aku sempat bilang sama dia, bagusan hafalin pelajaran daripada hafalin lirik lagu gitu. 


Hostnya, banyak yang lebay dan orang itu lagi-itu lagi :jiah . Bawain acara nggak usah pakai humor lebay, biasa aja bok. Dan ya durasinya juga kok panjang banget. Masa tanyangan berita yang banyak itu cuma setengah jam tapi hiburan sampai berjam-jam?

Credit

Belajar dari YKS, baiknya orang-orang yang bekerja di stasiun TV lebih cerdas lagi untuk membuat acara yang cerdas, mendidik untuk semua orang. Banyak juga acara serupa YKS yang kudu diperbaiki. Hiburan nggak salah, orang kan juga butuh refresing. Hanya saja mbok ya porsinya itu yang sesuai, jangan terlalu banyak, jangan berlebihan. Yang sedang-sedang saja gitu lho. Jujur kalau aku jadi orang tua dan ngebiarin anak-anak nonton acara sejenis YKS, geleng-geleng kepala deh. Mending aku ajarin ngeblog aja :uhuk .


Intinya sih, tinggal kitanya belajar untuk menyeimbangkan porsi. Porsi untuk bekerja, istirahat, hiburan dan porsi yang lain, jangan berlebihan. Semoga dari sini kita sama-sama belajar bahwa berlebihan itu nggak baik :smile .


Dari yang aku tulis di atas, aku pun ikut tanda tangan di sini. Kalau kamu?


Anak SMA Hot

Bismillahirrahmaanirrahiim….


WeBe ngadain PKK lagi hore :hepi . Rasanya sesuatu banget dong kalau seorang aku nggak ikut ngeramaiin. Menang kalah nggak penting, yang penting ramein, itu aja sih :uhuk .


Ngomongin anak SMA, aku belum pernah sih jadi anak SMA :shy . Iyolah, aku dulu ogah masuk SMA dan lebih milih masuk MAN :uhuk . Tetep setara kan ya? Iya dong :uhuk .


Dulu waktu aku mau lulus MTsN, guru olah ragaku bilang kalau kita sudah masuk kelas dua SMA, kita ini akan jadi anak yang bandel. Gara-gara sugesti guruku itu, aku beneran jadi anak bandel bok :uhuk . Memang sih di Sisi Lain aku kelihatan baik, padahal mah nggak sama sekali. Aku banyak dosa, suka bully tapi sering dibully. Ah sudahlah. Ini nih cerita Anak SMA Hot versiku :uhuk .


Masuk kelas XI aku mulai kenal dunia luar gara-gara ekskul teater yang aku ikuti. Dulu mah aku alim, jarang keluar malam. Tapi semenjak jadi salah satu pejabat di teater, mau nggak mau aku jadi sering keluar malam. Ngaji di ponpes sering ijin, pulang pagi maksimal subuh karena harus sekolah juga. Ngapain coba? Ikut pentaslah :uhuk . Meskipun jadi regu inti tapi jarang main di panggung, aku sering jadi orang belakang layar termasuk ngontrol keuangan. Maklum, aku bendahara :uhuk .


Hoi! Cerita Anak SMA Hotnya mana?


Sabar-sabar. Mari kita mulai :uhuk . Jadi, awal tahun ajaran baru 2008 seperti biasa di sekolah ada yang namanya kemah ta'aruf, kemah perkenalan gitu. Dalam kemah, anak teater ini buat semacam warung sambil jual makanan gitu deh. Nah karena kakak kelas XII sibuk, anak teater kelas XI ini digilir buat jaga warung. Aku kebagian? Jelas!


Tanggal 14 Agustus bertepatan dengan hari Pramuka, kelasku XI IPA 1 dapat giliran ikut upacara. Karena alasan piket jaga warung teater, aku nggak ikut tuh upacara di lapangan kecamatan yang lumayan jauh dari sekolah. Padahal itu memang alibi, males ribet ganti seragam resmi :uhuk . Ketua kelasku nggak berdaya buat ijinin karena yang harusnya minta ijin itu lurah teaternya. Sialnya, si lurah ini nggak lapor noh sama guru yang absen. Tahu kah apa yang terjadi?


Tanggal 20 Agustus, guru BP yang ganasnya nggak ketulungan masuk noh ke kelas-kelas. Katanya gini, siapa yang nggak ikut upacara Hari Pramuka dan Upacara 17 Agustus ke lapangan sekarang! Pas itu jam sebelas siang, terik matahari be!


Sebenarnya gurunya nggak nyebutin nama. Kalau pun aku nggak ngaku beliau-beliau juga nggak tahu. Kayanya aku tipe-tipe geje, ikut aja keluar menuju lapangan. Di lapangan noh kita -yang kena hukuman dengan berbagai alasan- diminta hormat sama bendera yang berkibar di tiang. Ada beberapa teman yang syok :shock lihat aku ikut berdiri :uhuk . Lho? Kok kamu!? :uhuk .

Credit
Pas jam istirahat teng pukul 12 aku melarikan diri. Bener-bener hot deh di kepala. Sampe-sampe pas jam pelajaran dimulai yang kebetulan pelajaran muhadatsah aka percakapan bahasa arab, aku absen nggak ikut hafalan :uhuk .


Yah begitulah cerita Anak SMA Hot versiku. Rasanya dijemur di lapangan itu beneran hot pakai banget deh. Wis sekali doang nggak mau ngulang, hahaha :uhuk . Semoga anak muridku nggak baca ini :smile . Nggak layak kalau inget filosofi kata guru, digugu lan ditiru :uhuk .


"Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger"

Friday, 3 January 2014

Hallo 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim….


Ehem, semoga bisa konsisten mengawali postingan dengan bismillah :uhuk . Tapi kalau nulis FF, masa iya pakai bismillah gitu ya? Ntar lah tergantung situasi dan kondisi :smile .


Mengawali postingan awal tahun 2014, nggak mau cerita pakai ribet. Kalau dulu pakai acara rekap tahun 2012 ke tahun 2013, kali ini mungkin nggak :uhuk . Sebenarnya sih banyak moment luar biasa yang terjadi di 2013. 


Dari awal tahun sampai akhir tahun, alhmdulillah masih banyak rejeki dan hadiah yang bisa sampai ke rumah. Aku juga beberapa kali dapat job review. Bisa ke Bali karena menang 8 Minggu Ngeblog, bisa jadi 10 besarnya MFF Idol, ada buku Best of Monday Flashfiction, Benang Merah, ikut beberapa proyek lain dan ya, masih banyak cerita yang sudah tertuang ditiap bulannya di tahun 2013. Benar-benar nggak ada dusta dari nikmat Allah.


Intinya sih, apapun yang terjadi selayaknya aku harus lebih bersyukur dengan semuanya. Dulu nggak kerja bisa kerja. Dulu libur kerja dua minggu sekali, sekarang bisa libur seminggu sekali dengan hari yang fleksibel. Sudah nggak perlu iri sama yang libur sabtu minggu. Setiap orang toh punya bagian sendiri-sendiri.


Apapun ceritanya, intinya aku udah kembali kerja yang artinya aku kembali pada semua realita yang ada. Kembali sibuk, kembali dengan masalah dan problematika yang harusnya bukan jadi kendala tapi justru menjadi tantangan. Sudah saatnya menerapkan ilmu HHN, hadapi, hayati dan nikmati. Kalau kamu? :smile