Sunday, 19 April 2015

Malam Bersama Bapak

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***

Bapak mencengkeram pergelangan tanganku kuat-kuat. Kantor polisi sudah tidak terlihat lagi. Waktu sudah hampir tengah malam tapi jalanan masih ramai lalu lalang kendaraan.

Aku berusaha melepas tangan Bapak tapi tak bisa. Harusnya aku senang karena akhirnya Bapak 'menggandeng' tanganku. Nyatanya matanya menyimpan amarah. Bapak baru saja mengeluarkanku dari penjara, itu intinya.

"Aku bukan anak kecil lagi!" teriakku.

"Kau anak ingusan tau apa?" Bapak menghempaskan tanganku,

"Sekarang, mana barang yang kau curi?"

"Tidak ada!"

Bapak menendang kakiku. Aku jatuh terduduk.

"Jangan bohong! Kau jual ke mana barang curian itu?"

"Tidak ada!"

Bug! Aku merasakan perih di ujung bibirku akibat bogem mentah Bapak.

"Apa ini yang diajarkan Gurumu di sekolah? Mau jadi apa kau nanti?"

"Anak polisi jadi polisi, anak guru jadi guru, anak pencuri jadi pencuri," kataku acuh.

"Bapak tidak pernah mengajarimu jadi pencuri!"

"Bapak pencuri! Nyuri hak orang lain! Malak! Jadi preman pasar sama dengan pencuri!" teriakku frustasi.

Aku berlari meninggalkan Bapak. Percuma selama ini aku jadi anak baik. Kata orang, anak preman sama dengan preman. Buah kan jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Kutengok Bapak di belakang. Matanya menatapku sedih. Setetes air mata turun di pipinya. Aku menganga sementara Bapak memalingkan muka.

***

#Cermat @PenerbitMizan

7 comments:

  1. selalu suka dengan FF-nya Jiah :)
    btw,bapaknya kok gak lari lagi, kejar anaknya dong :)

    ReplyDelete
  2. Mencuri hak orang lain itu juga pencuri.

    ReplyDelete
  3. @ mak diah: makasih.... Ya namanya laki2 kan jaim hihi
    @ mbak lidya: sadar dlm artian apa nih??? Heheh
    @ pak azzet: yap, itu jg

    ReplyDelete
  4. Kereennn!!

    akhir-akhir ini jarang banget nemuin karya yang nggak pake twist mengejutkan kayak tiba-tiba dibunuh atau tiba-tiba dimutilasi atau tiba-tiba apaa gitu yg kaget kaget. rata-rata sekarang model nya gitu semua...

    lama lama terasa mono

    dan ini tulisan yang seger banget
    semoga lebih banyak lagi yang mengalir begini :')

    suka ide bapak nya yang nangis itu
    awalnya aku sempat kepikiran "Ini nanti abis ngasih bogem pasti bapak nya ngamuk trus bunuh anaknya"

    eh ternyata enggak :))

    keep it up mbak!

    ReplyDelete
  5. aku jadi ingat preman pensiun, sinetron yang aku suka nonton tiap sore tanpa bosan

    ReplyDelete
  6. @ aul: kau mikir sampai bunuh??? Waaa. Gak setega itu aku. Ini ending kesekian yg aku buat. Lbh ngena. Mgkn jurinya sependapat kaya Aul, FF ini menang hahah

    @ mbak ninda: aku jg kadang nnton mbak hihi

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?