Tuesday, 20 October 2015

#365HariJokowiJKGagal

Bismillaahirrahmaanirrahiim....



Hari ini sudah satu tahun Pak Jokowi dan Pak JK memimpin kita. Sebagi wujud kecintaan rakyat terhadap Presidennya, dan betapa bebasnya berpendapat, maka rakyat membuat peringatan dengan #365HariJokowiJKGagal. Sudah satu tahun lho, dan gagal!!! Bayangkan!!!

Mana janjimu dulu? Katanya BBM turun. Katanya nggak banyak pengangguran. Katanya rupiah naik. Katanya asap bisa hilang cepat? Mana??? Satu tahun saja gagal, apalagi yang tinggal empat tahun kepemimpinan???

***

Itu sih kata mereka, bukan saya, heheh. Tahu nggak sih? Satu dari lima tahun itu harusnya baru, bukan sudah. Empat tahun bukan tinggal, tapi masih. Begitulah seharusnya kata yang kita pakai. Sudah cukup Balonku yang mengatakan empat itu tinggal!!! Jaman sudah maju, kita harus berpikir ke depan dan luas!!! #Merdeka!!!

Beda kepala, beda cara memimpin dan berpikir. Kita tidak bisa menyamakan Presiden satu dengan yang lain. Dan setiap sesuatu itu butuh proses, penyesuaian, adaptasi. Presiden itu bukan Tuhan yang berkata, “Jadilah, maka jadi.”. Presiden itu manusia biasa, sama seperti kita.

Kecewa itu lumrah, menuntut janji itu wajar. Tapi, sudahkah kita bercermin?

Kita ini bisanya cuma jadi penonton. Ngamuk-ngamuk, komentar sok pintar, sok tahu segalanya. Suka nuntut ini itu. Tapi, apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa kita tercinta ini? Sudahkah kita melakukan hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya? Sudahkah kita mengajarkan hal baik pada anak-anak, remaja pemimpin masa depan kita? Sudahkah kita jadi kreatif bukannya konsumtif?

Perubahan itu dimulai dari kita sendiri. Kita tidak bisa hanya menuntut tanpa melakukan sesuatu yang berguna, yang nyata.

Saya yang tidak berpendidikan ini berusaha berpikir logis, obyektif bukan memihak. Waktu 365 hari yang sudah lewat tidak bisa dijadikan tolak ukur gagalnya kepemimpinan. Jika sudah empat tahun dan bangsa kita masih terpuruk, mungkin saya akan berkata ini gagal. Revolusi Mental, harusnya kita memang melakukannya. Selain memperbaiki akhlak, kita juga harus memperbaiki mental dan pemikiran kita. Berpikirlah positif, maka akan positif.

Presiden Cuma satu dan kita tidak bisa menarik beliau untuk menyelesaikan semua masalah yang mungkin kita sendiri yang menyebabkannya. Mari bantu beliau mewujudkan harapan-harapan kita bersama bukan keinginan segelintir orang. Beliau itu bisa, kalau kita percaya. Dan apakah kamu percaya bahwa yang akhir itu lebih baik dari permulaan?


23 comments:

  1. Saya kasih nilai 85 murni kok.
    Kerja keras harus dihargai
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul... penghargaan atas kerja keras itu penting

      Delete
  2. hai hoo kunjungan perdana nih
    dan setuju gue patokan atawa tolak ukur keberhasilan bukan cuman di satu taun doank
    jadi rakyat yang cerdas jangan cuman nuntut :D

    ReplyDelete
  3. Aku ga milih Jokowi pas pilpres kemaren, tapi ngapain juga ikutan misuh-misuhin, ya. Mendingan kasih solusi daripada komplain. Ya, ga? *turun jalan dengan manis dari podium*

    ReplyDelete
  4. kebanyakan orang selalu menuntut banyak dari pemerintah tapi mereka sendiri tidak mendukung jalannya program-program yang di adakan pemerintahan, seperti bantuan buat pelajar malah di pake belanja yang gak jelas... parah, udahlah lupakan persaingan yang dulu sekarang sudah jelas siapa yang menjadi pemimpin kita, kita dukung aja bersama...

    ReplyDelete
  5. Mari kita ikut ambil peran di bidang kita masing-masing untuk menjadi warga negara yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  6. haters (berpura-pura) lupa kalau sebagian besar masalah yang ada sekarang itu sebenarnya sudah menahun dan tidak pernah diekspose sebesar sekarang. Saya bukan ngebelain. ada juga kebijakan beliau yg saya gak suka spt pajak. Tapi, saya msh percaya kok dia dan pak JK akan berusaha yg terbaik bagi rakyat.

    ReplyDelete
  7. memang perubahan itu harus dimulai dari kita sendiri

    ReplyDelete
  8. Bagus Jiah. Judulnya memancing kontroversi tapi isinya menenangkan. Benar, meski kontra, mestinya kita tidak terlalu gampang ngomel2 yah

    ReplyDelete
  9. Sebetulnya mau presiden nya siapapun, kalau rakyatnya banyak tingkah, yah ga ada perubahan berarti, mbak! Haha

    ReplyDelete
  10. Aku gak milih dia pas pemilu lalu. Tapi tetap berusaha objektif sih. Gak suka dengan kebijakan dia ngelola uang utk berbagai macam kegiatan charity...krn akhirnya beban pajak kian menjulang dan harga2 naik. Juga gemes dengan cara dia nangani kabut asap dan keberpihakan dia pada pengusaha perkebunan sawit yg bikin asap. Tapi di sisi lain ya ada beberapa hal yg ─║umayan sih. H
    Jadi ya... 78 deh kalo emang ngasi ponten... jadi udah di atas nilai KKM kalo di sekolahan...hehehe

    ReplyDelete
  11. aku nggak milih pada pemilu lalu... tapi aku merasa memang susah tau ngatur orang senengara yang maunya bedabeda macem2.. jadi gak usah ketinggian harapan sih kalau milih presiden (presidennya juga gausah muluk janjinya)
    nah sekarang dukung beliau dong mestinya *yang nggak milih apalagi buat yang milih atuh

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?