Friday, 2 October 2015

Kiraz Mevsimi - Cinta di Musim Cherry

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Oh masih adakah cinta yang abadi
Menyatukan dua hati saling isi
Daun pun menari alam bersaksi
Seindah Musim Cherry

Tanggal muda dan saya masih mau curhat saja hihihi :uhuk. Kemarin saya bilang bahwa saya bisa kerja sambil liat Cinta di Musim Cherry dan ada yang komen kalau nggak tau itu drama apa. Saya maklum. Wong yang nonton drama itu ya pekerja tapi nganggur macam saya :uhuk.



Kiraz Mevsimi atau ya si Cherry itu drama dari Turki yang tayang di Indonesia awal Agustus lalu. Saya suka drama percintaan, suka anak kecil tapi dibanding drama Turki lain saya lebih suka Cinta di Musim Cherry.

Kenapa drama ini?

Karena ceritanya beda dari yang lain. Saya nggak akan curhat dari episode awal, tapi ya intinya saja. Lima dua episode kan lama. Seumur blog ini, saya cuma nulis sinopsis Bulan di Atas Mentari. Saya malas nulis sinopsis sebanyak itu.

Cerita dimulai dengan Oyku yang naksir berat dengan Mete teman masa kecilnya. Si Mete naksir teman Oyku bernama Seyma. Di tengah kegalauan, Oyku nulis surat untuk Mete. Eh jatuhnya ke Ayaz. Akhirnya Oyku pura-pura naksir Ayaz. Bisa ditebak akhirnya apa? Ya mereka saling naksir.

Bagusnya drama ini, di awal kita lebih banyak disuguhi adegan konyol romantis Oyku Ayaz. Saya bilangnya penulis pintar narik perhatian penonton. Mereka benci tapi cinta. Semua mendukung Oyku berpacaran dengan Ayaz.

Tapi semua tak manis, ada konflik juga. Design baju Oyku yang diambil Seyma, Onem yang mulai tidak suka Oyku, ada Derin foto grafer misterius, dan kecemburuan Ayaz pada setiap lelaki yang dekat dengan Oyku serta Oyku yang berang dengan mantan-mantan Ayaz.

Pekerjaan mereka juga beda dari drama lain. Para perempuan dengan design, toko baju dan menjahit sementara si lelaki sebagai arsitek. Oh iya. Ada pasangan lain yang juga konyol dalam cerita ini. Burcu si manja vs Emre si galak tapi bergingsul. Lalu Sibel vs Ilker pasangan suami istri yang kocak.

Hampir sepanjang episode saya ngikik nontonnya. Kadang saya senyam senyum nggak jelas. Tapi ada sebuah episode di mana Abang Ayaz nangis. Aih, saya ikut sedih lihatnya :hiks. Sakit hati banget dah :hwa.



Masa orang seganteng itu dibikin nangis? Sini Bang! Senderan di bahu akuh :hepi :luph. Abang Serkan 'Ayaz' ini kan maco. Ada jambangnya gitu. Jadi inget Abang Aham 'Karna' Mahabharata. Sumpah saya sudah move on dari Dude!!!

Sekarang ini masuk episode 29 apa 30-an gitu. Kalau di Turki sana mulai shooting Season 2 dan kabarnya akan segera tayang Oktober ini. Hah saya bener-bener nggak ada kerjaan curhat macam ini. Habisnya acara Tv yang saya tonton cuma drama ini. Kalau dah habis ya saya matiin TV, main yang lain.

Ya begitulah kisah Cinta di Musim Cherry. Banyak drama baru tapi si Abang Ayaz tetep nomor satu, hihih :uhuk. Bye bye :hai

Bang Ayaz!!! Aku padamu!!!

Btw, panggil Abang berasa manggil tukang bakso :hwa!!!

Sumber Gambar:

http://smeaker.com/hiburan/15711/sinopsis-cinta-di-musim-cherry-episode-31-di-trans-tv/
http://m.kapanlagi.com/foto/berita-foto/internasional/38561pemain_cinta_di_musim_cherry-20150730-007-rita.html

7 comments:

  1. Kalo baca nama-nama orang Turki, masih terasa aneh .. soalnya kita biasanya disuguhi tayangan Amrik, India, Cina, Jepang, Korea ... sekarang ada tayangan Turki yang mulai menjamur .

    ReplyDelete
  2. Tadi siang aku barusan lihat. Seru kayaknya. Tapi banyak cowok n cewek cakepnya mending tutup ajalah :D

    ReplyDelete
  3. @ mbak Mugniar: Ho oh menjamur bgt. tapi saya ngefans sama si Cherry :uhuk

    @ Mb Eny: waaa Ayaz memang ganteng. klo aku blm tutup, masih sedap dipandang hihih

    ReplyDelete
  4. Aduh, saya cuma bertahan nonton drama ini di episode awal. Karena awalnya bikin ngikik parah tapi lanjut-lanjut kok rada alay nggak sih menurut Mba?

    ReplyDelete
  5. Aku jarang nonton tv, Mba.

    Jadi dapat info deh dari sini

    ReplyDelete
  6. Aku ngga nonton drama kek gini, Jiah. Tapi aku suka Cherry. Hahaha

    Btw, musim banget drama turki di stasiun telepisi, ya.

    ReplyDelete
  7. sekarang lagi musim drama Turki :)

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?