Thursday, 24 December 2015

Puncak Maulid Nabi 1437 H

Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Alhamdulillah kita telah memasuki puncak perayaan Maulid Nabi 1437 H. Untuk memperingati hari lahir nabi Muhammad SAW, banyak sekali acara besar yang diadakan. Di pusat Jepara biasanya ada pengajian akbar dengan mengundang Habib. Di desa tetangga malah rame banget acara sunatan massal, sepeda santai, wayangan dan juga pengajian.
Perayaan Maulid Nabi memang bukan sebuah kewajiban. Tapi, kalau setiap ulang tahun kita merayakan, masa ulang tahun Nabi kita tidak?
Biasanya kita solawatan. Setelah selesai, bagi-bagi makanan ringan kaya keripik singkong, makanan lain dan juga minuman. Hampir semua orang yang jarang ke mushola atau masjid akan berbondong-bondong datang. Karena ada jamuan makanannya? Tentu saja tidak! Saya yakin mereka ingin ikut bergembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Acara Puncak Maulid Nabi 1437 H di desa saya berlangsung sederhana. Biasanya acara akan lebih panjang diselingi nasihat keagamaan. Karena itulah acara ditaruh ba’da isya’. Lebih panjang lebih leluasa.
Ngomong-ngomong, ada yang tahu Abu Lahab? Itu lho yang namanya tertulis di surat Al-Lahab. Terkenal banget kan sampai-sampai namanya abadi dalam Al-Qur’an!!! Padahal waktu suat ini turun, Abu Lahab dan istrinya masih hidup!!!
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa .
Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar .
Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(Q.S Al-Lahab 1-5)
Jadi, Abu Lahab adalah salah satu paman Nabi Muhammad SAW. Nama aslinya `Abdul `Uzza bin `Abdul Muttalib. Karena wajahnya garang macam Kak Ros Upin-Ipin, dia dipanggil Abu Lahab. Dia ini jahat banget sama Nabi. Dia sangat memerangi islam. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Abu Lahab ini mendapat dispensasi siksaan pada malam senin.
Lho? Ada dispensasinya juga? Bukannya dalam surat Al-Lahab jelas tertulis dia dan istrinya akan masuk neraka?
Betul sekali. Tapi, tahukah kalian bahwa dulu saat Nabi Muhammad lahir, Abu Lahab ini sangat gembira?! Saking senangnya, budak yang memberi kabar kepada Abu Lahab dibebaskan. Punya keponakan baru memang menggembirakan. Abu Lahab saja bergembira dengan ulang tahun Nabi, kenapa kita yang umatnya, mengharap syafa’atnya tidak ikut bergembira?
Walaupun tidak bisa membaca Al-Barjanji, hayuk tetap solawatan. Kumpul-kumpul dalam kebaikan itu dapat pahala. Baca solawat juga dapat pahala. Oh iya, kalau melakukan sesuatu hati-hati sama niatnya. Kalau ke mushola niatnya hanya agar dapat makanan dan minuman, ya dapatnya itu aja.
Hayuk ah ikut menyemarakkan kelahiran Nabi kita. Jangan lupa sedekahnya juga ya! Karena berbagi itu bukan berkurang tapi bertambah. Kalau acara puncak maulid nabi  di tempatmu bagaimana? Ramai juga kah?
Sumber

11 comments:

  1. Tadi malam di mushola deket rumah ngadain Diba'an plus (kue), buat ngrayain maulud nabi. ^^

    ReplyDelete
  2. sama mbak Jiah..mesjid di perumahanku juga bagi2in snack ada roti dan minuman mineral :) semua umat baik yang tua dan anak2 sama-sama menikmati senang acara mauludan nabi semalam.

    ReplyDelete
  3. Di sini tiap malam shalawatan, Jiah. Selama bukan maulud. Shalawatan plus rebana. Adeem. . .

    ReplyDelete
  4. di mesjid dekat rumah juga mengadakan acara maulid nabi :)

    ReplyDelete
  5. di mesjid pinggir rumahku palingan cuma acara ceramah aja ntar malem jiah.

    ReplyDelete
  6. tergantung tradisi di daerahnya ya mbak. di tempat saya dulu cuma pengajian ceramah doang sama snack ga ada sholawatan rame-rame. malahan kalo lagi rajin nyiapin ada anak-anak TPA naik panggung buat hafalan juz amma sama bikin pertunjukan drama. nah kalo di masjidnya nu dekat rumah dulu ya pake sholawatan.

    ReplyDelete

  7. Kalo di tempatku sepi2 aja mbak.
    Apalagi libur panjang gini

    ReplyDelete
  8. di sini kok sepi ya :( jadi aku ngiranya libur karena hari kejepit.

    ReplyDelete
  9. Tadi malam di Kudus sampai subuh dibaan

    ReplyDelete
  10. Yang ramai di rumah mama mertuaku. Di rumahku biasa aja

    ReplyDelete
  11. makasih artikelnya mba.., salam kenal..

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?