Saturday, 31 October 2015

Pekerjaan Baru

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Awal yang baru di hari baru dan tempat baru. Sebulan lebih saya merasakan itu. Ya meski bukan kota baru, tapi suasana hati saya mendadak baru. Saya punya pekerjaan baru setelah beberapa waktu menganggur. Sebenarnya sih saya nggak nganggur-nganggur amat. Side job saya dari jaman bahula masih saya kerjakan, jualan es dan sosis goreng. Saya sih fine-fine saja waktu teman saya pada lihat saya jualan. Toh apa yang saya kerjakan halal dan enak. Soalnya saya suka blander sama gorengin dagangan saya, hahahha.

Saya tahu pekerjaan baru ini nggak ada elit-elitnya sama sekali dibanding pekerjaan yang lama. Gajinya pun lebih sedikit dibanding pekerjaan yang baru saja saya tinggalkan. Tapi saya senang, saya merasa hidup dan merasa semakin seksi, hihihi. Sekarang ini saya hanya penjaga Counter HP. Ya itulah pekerjaan baru saya.

Kenapa saya senang dan lebih hidup?

Karena jaraknya lebih dekat. Saya tinggal di RT 10 sementara Counter berada di RT 11 di desa saya. Selain itu, santainya lebih banyak dibanding kerjanya. Ini sih modus karena saya pemalas, hihih. Saya bisa melakukan banyak hal saat santai seperti nonton TV apalagi Cinta di Musim Cerry, main game, ngeblog, baca, momongin anaknya si bos atau momongin ponakan yang kebetulan nyusul. Gimana nggak hidup kalau hampir setiap hari selalu main sama anak-anak? Pasti heboh kalau mereka bertengkar terus nangis. Asik deh!!



Walaupun akhirnya saya pulang malam, tapi orangtua lihat saya di mana dan tidak was-was ketika saya pulang. Beda di pekerjaan yang lalu di mana saya setiap hari pulang malam dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Apalagi waktu itu musim begal. Meski saya pengalaman bekerja di desa tengah hutan, yang namanya orangtua selalu saja khawatir bagaimana keadaan anaknya. Apalagi saya perempuan. Kalau begini, beban pikiran orangtua kan berkurang.

Dan kenapa saya semakin seksi?

Karena saya senang dan kesenangan itu membuat saya bahagia. Setiap saat dibolehin nyemil bahkan Ibu Bos sengaja nyedianin toples makanan, hahaha. Kadang sih saya bawa dari rumah juga, hihihi. Hampir setiap malam ketika sampai di rumah saya makan. Bobot saya bertambah dan saya tak ingin diet. Saya menikmati setiap saya bisa makan walau hanya dengan sambal. Toh setiap hari ketika ke Counter saya naik sepeda sebagai ganti olahraga. Saya merasa sehat walau tubuh saya semakin berat dan tentunya seksi, hihihi. Yang paling penting, sayanya tidak sakit-sakitan.

Memang dibalik kesenangan ini ada tidak enaknya juga. Saya tidak bisa lagi ikut AMJ dan berkunjung ke Perpustakaan Daerah. Tidak ada liburan panjang tentunya. Itu saja yang membuat saya kangen setengah hidup.

Menjadi penjaga Counter seperti awal baru dari harapan dan mimpi-mimpi saya. Saya bisa bantu banyak orang dengan mengatur HP, internet atau lainnya. Saya bisa serius ngeblog tentunya. Yang paling enak sih kalau beli kuota, HP, dan lainnya untuk diri sendiri bisa dapat harga miring hehehe. Oh iya, karena ini saya juga tidak lagi kudet tentang HP dan Gadget. Lumayan tambah info walaupun belum punya sendiri.

Saya tidak peduli apa kata orang tentang pekerjaan saya. Yang penting saya bahagia dan orangtua serta keluarga yang lihat ikut bahagia. Uangnya sedikit? Tak apa yang penting berkah. Kalau bisa sih banyak dan berkah, rajin ibadah dan sedekah. Kalau kamu bagaimana?

Blogpost ini diikutsertakan dalam Giveaway #AwalYangBaru Kakiradotmydotid

Friday, 30 October 2015

Membuat Postingan Lewat HP

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Beberapa waktu lalu saya ikut GA tentang cerita di balik postingan blog. Saya bilang bahwa dalam kondisi normal saya akan post lewat HP. Iya HP bukan Handphone pintar. 

Alasannya?

Yaelah pakai ditanya. Ya karena belum kuat beli HP Pintarlah! Ahahay.

Saya punya 3 blog yang sering update dengan alamat yang berbeda. Blogspot, Wordpress dan Mywapblog. Yang paling mudah jelas Mywapblog karena memang blog khusus HP. Kalau Wordpress, saya biasanya pakai situs mobile dan postingnya juga lumayan mudah. Untuk Blogspot, saya ini yang agak bekerja keras. Begini langkah-langkah ketika saya akan ngepost di Blogspot:

1. Pahami minimal kode HTML dasar
HTML dasar antara lain, enter (<br />), Kode Gambar (<img src="url"/>), Kode Link (<a href="url">Kata yang diinginkan</a>), Gambar berlink  (<a href="url sumber gambar"><img src="url gambar"/></a>).

2. Masuk ke blog this
Setelah kita ngetik di sini, kita bisa langsung terbitkan. Tapi kalau mau dipoles dulu, ya kita simpan dulu di draft.

Kalau kamu gimana, Ji?

Saya? Bisanya kalau ngetiknya banyak dan dedlen ya langsung terbit. Kalau dikit dan butuh polesan ya saya draft dulu.

Di blog this ini sebenarnya lengkap. Ada klik link, gambar seperti post yang ada di tampilan komputer. Tapi menurut saya agak ribet dan habisin waktu serta kuota. Untuk memudahkan, maka saya langsung ngetik dengan post HTML bukan Compose. Inilah fungsi kita tahu dasarannya kode HTML. 

3. Masuk dasbor blog biasa
Karena blog this ini tidak ada label, dll, maka saya lanjut ke manual. Masuk blogger.com via HP. Saya edit post yang tadi terbit/mau di post. Kasih label, jadwal bila perlu. Setelah itu publish deh!

Kenapa sih, Ji ribet dari blog this ke dasbor biasa? Kenapa tidak langsung?



Saya pernah nyoba, hasilnya tidak ada enter di setiap paragraf. Semua jadi satu. Baca segitu panjangnya kan ngos-ngosan. Sebenarnya bisa saja langsung asal di setiap kalimat yang mau di enter kita beri kode (<br />). Menurut saya sih ribet banget. Makanya kalau sudah di blog this, saya tinggal edit bagian label saja.

Bagaimana? Posting dengan HP biasa mudah kan? Menurut saya sih mudah banget. Yang tidak mudah itu nulis postingannya, heheh.

Sampai jumpa!!!

Tuesday, 27 October 2015

Pacaran Sehat dan Alami

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Islam itu indah dan islam menyukai keindahan. Salah satu cara terlihat indah dan cantik adalah Pacaran. Pacaran bisa untuk siapa saja, kecil besar, semua kalangan bisa. Kalau saya sih lebih suka pacaran yang alami, yang menempel langsung di kulit. Selain aman untuk tubuh, pacaran alami bisa untuk sholat.

Sumber
Sumber
Untuk pacar alami saya bisa menggunakan daun pacar, bunga pacar air, Henna, atau pacar bubuk yang dari Arab. Untuk daun pacar dan bunga pacar air kita tumbuk halus lalu oleskan pada kuku. Untuk Henna kita bisa langsung pakai. Kalau yang bubuk tentu kita campur dengan sedikit air baru dioles di kuku. Ketika kita pakai pacar sebaiknya di malam hari sebelum tidur. Kenapa seperti itu? Biar hasilnya merah maksimal, cantiknya pun maksimal. 


Mumpung sodara baru pulang Haji, jadi pacaran aja hehe

Kalau kamu, suka pakai pacar apa?

Saturday, 24 October 2015

Go For Istiqomah

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Go for istiqomah. Duh bahasanyaaaa....

Kalau ditanya apa yang ingin saya capai di aktifitas blogging ini ya memang istiqomah. Istiqomah itu menetapkan hati, ciyeee!!! Gimana mau menetapkan hati wong hatinya terbagi dibeberapa blog #Walah. Lima tahun saya punya Sisi Lain, tapi ya gitu. Saya kerjanya main-main lha wong semua blog yang saya buat karena iseng doang. Maka dari itu saya serius mau istiqomah ngeblog.

Saya berharap bisa mengelola semua blog yang saya buat. Tak peduli sayanya jungkir balik nungging buat ngepost, pokoknya diusahain ada postingan setiap minggu di semua blog. Meskipun di bulan pertama ini sayanya nyut-nyutan bagi postingan.

Saya belum mau muluk-muluk ngebet ngiklan sana-sini. Yang penting itu tadi, istiqomah. Kalau harapan saya tinggi tapi males action, kan sama saja bohong. Kata orang Jawa, ‘Alon-alon waton kelakon’. Hati-hati yang penting jalan, tapi maunya wusssss Go For It gitu deh, hihih.

Terus biar bisa bagi post di masing-masing blog, ngaturnya gimana?

Karena saya belum punya HP pintar, saya biasanya corat-coret di kertas. Kalau malas sih langsung nulis dan di draft di masing-masing blog. Kadang kala sih saya simpan di e-mail. Tergantung sikon lah. Tapi kalau sayanya punya kesempatan nulis di komputer, saya simpan dulu beberapa tulisan di word. Untuk edit foto, biasanya ya dengan aplikasi HP. Kalau di komputer sayanya pakai Corel Draw, sekalian belajar.



Semoga sih saya istiqomah ngeblognya sampai nanti, sampai tua. Habisnya gimana, saya ngeri dengan perempuan di kampung saya yang sudah menikah. Banyak sekali mereka akhirnya milih jadi ibu rumah tangga tapi aktifitas dunia maya dibatasi suami yang tak mau membelikan kuota internet. Ini namanya kejam!!!

Nanti kalau saya menikah maunya ya jadi ibu rumah tangga tapi blogger juga. Blogger berduit pula. Jadi nggak perlu minta-minta sama suami kalau masalah kuota, ahahah. Walaupun gadis kampung, nanti saya tetep mau jadi Emak Gaoel, Ibu yang cerdas yang ngerti perkembangan jaman tapi tetap memegang teguh agama dan kebudayaan #Halah. Semoga nanti kalau saya sudah istiqomah, saya bisa menyebarkan virus-virus ngeblog itu asik.

Emang selama lima tahun nggak nyebar virus, Ji?

Sudah, tapi ya memang belum ampuh saja virusnya. Saya sudah bilang ngeblog bisa dapat duit, pulsa, buku, hadiah, banyak lagi bahkan dapat jodoh juga. Tapi ya memang muka saya kurang meyakinkan kali ya. Belum bisa nebar buku karya sendiri soalnya wong punyanya buku kroyokan.

Pokoknya, go for istiqomah!!!








Go For It Blog Competition

Friday, 23 October 2015

Gempa Bumi di Jepara

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Tiba-tiba bangun dari tidur dan bumi berguncang itu rasanya kaya mimpi. Saya pikir ini cuma halusinasi. Nyatanya, betulan gempa bumi.Karena saya tidurnya cuma di karpet, guncangan bumi betulan terasa. Kaget? Jelas. Saya keluar kamar, lihat keadaan di luar dari kaca. Setelah efek gempannya mereda, saya manggil Bu e, nanya ini ada apa? Lindu, aka gempa jawab Bu e.

Kurang lebih pukul 01.10 terjadi gempa 5,0 skala Richter berpusat di kilometer 26 timur laut Jepara. Hasil lihat BMKG, gempa ini tidak berpotensi Tsunami. Walaupun begitu, tetap sayanya kaget, rada bingung, campur aduk lah. Saya nggak berani bayangin yang aneh-aneh. Alhamdulillahnya tak ada korban. 

Dari info yang saya baca, ada beberapa retakan di jalanan dekat pusat gempa.Sepuluh Suro kali ini beda. Karena gempa serta Matahari yang seolah patah hati. Kemarin Matahari terlihat merah, tak terik. Hari ini pun panasnya seperti mendung. Saya tak mau menghubungkan ini dengan hal mistis atau pertanda apa. Yang penting ingat Tuhan dan berdoa semoga keselamatan menyertai kita semua.

Tuesday, 20 October 2015

#365HariJokowiJKGagal

Bismillaahirrahmaanirrahiim....



Hari ini sudah satu tahun Pak Jokowi dan Pak JK memimpin kita. Sebagi wujud kecintaan rakyat terhadap Presidennya, dan betapa bebasnya berpendapat, maka rakyat membuat peringatan dengan #365HariJokowiJKGagal. Sudah satu tahun lho, dan gagal!!! Bayangkan!!!

Mana janjimu dulu? Katanya BBM turun. Katanya nggak banyak pengangguran. Katanya rupiah naik. Katanya asap bisa hilang cepat? Mana??? Satu tahun saja gagal, apalagi yang tinggal empat tahun kepemimpinan???

***

Itu sih kata mereka, bukan saya, heheh. Tahu nggak sih? Satu dari lima tahun itu harusnya baru, bukan sudah. Empat tahun bukan tinggal, tapi masih. Begitulah seharusnya kata yang kita pakai. Sudah cukup Balonku yang mengatakan empat itu tinggal!!! Jaman sudah maju, kita harus berpikir ke depan dan luas!!! #Merdeka!!!

Beda kepala, beda cara memimpin dan berpikir. Kita tidak bisa menyamakan Presiden satu dengan yang lain. Dan setiap sesuatu itu butuh proses, penyesuaian, adaptasi. Presiden itu bukan Tuhan yang berkata, “Jadilah, maka jadi.”. Presiden itu manusia biasa, sama seperti kita.

Kecewa itu lumrah, menuntut janji itu wajar. Tapi, sudahkah kita bercermin?

Kita ini bisanya cuma jadi penonton. Ngamuk-ngamuk, komentar sok pintar, sok tahu segalanya. Suka nuntut ini itu. Tapi, apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa kita tercinta ini? Sudahkah kita melakukan hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya? Sudahkah kita mengajarkan hal baik pada anak-anak, remaja pemimpin masa depan kita? Sudahkah kita jadi kreatif bukannya konsumtif?

Perubahan itu dimulai dari kita sendiri. Kita tidak bisa hanya menuntut tanpa melakukan sesuatu yang berguna, yang nyata.

Saya yang tidak berpendidikan ini berusaha berpikir logis, obyektif bukan memihak. Waktu 365 hari yang sudah lewat tidak bisa dijadikan tolak ukur gagalnya kepemimpinan. Jika sudah empat tahun dan bangsa kita masih terpuruk, mungkin saya akan berkata ini gagal. Revolusi Mental, harusnya kita memang melakukannya. Selain memperbaiki akhlak, kita juga harus memperbaiki mental dan pemikiran kita. Berpikirlah positif, maka akan positif.

Presiden Cuma satu dan kita tidak bisa menarik beliau untuk menyelesaikan semua masalah yang mungkin kita sendiri yang menyebabkannya. Mari bantu beliau mewujudkan harapan-harapan kita bersama bukan keinginan segelintir orang. Beliau itu bisa, kalau kita percaya. Dan apakah kamu percaya bahwa yang akhir itu lebih baik dari permulaan?


Wednesday, 14 October 2015

Nikah Siri Bikin Hepi

Bismillaahirrahmaanirrahiim....



Kenapa judulnya provokatif banget ya? Apakah saya korban nikah siri dari pejabat kaya raya? Oh tidak! Saya belum nikah, masih ting-ting lho! #Promosi.

Jadi begini, nikah itu akad menghalalkan seorang perempuan untuk dimiki. Nah, untuk nikah siri adalah nikah yang sembunyi-sembunyi. Sembunyi di kolong meja? Yaelah, nggak gitu juga kali! Maksudnya sembunyi dari khalayak ramai. Nikah siri ini sah menurut agama. Jadi kalau mau iya-iya, hayuk ah! Hahahay.

Rukun nikah:
1. Dua mempelai
2. Wali
3. Dua orang saksi
4. Akad Ijab qobul

Jadi kalau mau nikah siri, empat orang yang hadir saja udah menuhi syarat lho! Gimana? Asik kan nikah siri itu?

Kok empat, dua mempelai nggak dihitung?

Mempelai perempuan itu nggak wajib hadir dalam akad dan mempelai laki-laki juga boleh diwakilkan jika ada halangan. Gimana? Nikah ini enak banget rukunnya, lha kok pada kumpul sapi!!!

Eh itu, maharnya nggak wajib kelihatan?

Nggak juga. Dicicil juga boleh, asal si mempelai perempuan ridho.

Lho Ji, penghulunya mana?

Penghulu mah kalau situ nikah secara resmi, negara. Kalau nikah siri, ijab qobul antara wali dan mempelai pria/wakilnya, sudah sah. Asik banget nggak sih?

Masih ada pertanyaan? Helo? Saya nggak lagi ngajar ilmu fiqih. Tanya Pak/Bu ustad sono!

Bicara nikah siri, tahun 2003 Mbak pertama saya, Mbak Santi jadi korban nikah siri. Sampai hari ini, dia masih hepi tuh pernah nikah siri. Berhubung waktu itu saya masih SD, jadi urusan orang dewasa macam itu saya tidak dikasih tahu, apalagi tempe. Saya tahunya setelah beberapa tahun Mbak saya nikah.

Mbakmu dinikahi laki-laki beristri, Ji?

Heh! Sembarangan! Dia nikah sama guru ngajinya di pesantren, masih single. Padahal, katanya kakak ipar saya ini kalau ngajar nyeremin, ahahah!!!

Menurut almarhum Kyai kami, KH. M. Dalhar, foto berdua sebelum nikah itu nggak boleh. Waktu itu jadwal akad nikah negara pagi sedang acara lamarannya sore di hari sebelumnya.

Kok nggak sekalian, Ji?

Nggak tahu juga sayanya. Saya kan waktu itu masih kecil #Alasan.

Acara lamaran itu bersamaan acara Gawe, ngundang banyak orang, tetangga, sodara, banyaklah. Resepsi kalau orang kota. Di acara ini, Mbak saya juga dirias, jadi pengantin gitu. Kalau sudah nyewa Padi-padi atau perias kan ada foto-fotonya. Nah disinilah maksud daripada larangan foto sebelum sah jadi suami istri.

Terus acara nikah sirinya gimana?

Kata Mbak saya, Mbak bersama Bapak pergi ke ponpes. Nah mereka nikahnya di sana. Maharnya sepuluh ribu perak. Nggak sabar dong nunggu malam pertama?!!!

Jadi setelah sah, Mbak saya salim sama suaminya. Setelah ituuuu...., tulit-tulit, pulang ke rumah masing-masing!!! Asik kan??? Ahahaha!!!

Mereka akhirnya bertemu pas lamaran seserahan. Foto-foto lalu keluarga dan kakak ipar pulang. Pagi hari datang lagi untuk akad resmi negara. Acaranya lebih panjang, lebih khusu’ dan pastinya terang-terangan karena banyak yang menyaksikan. Nikah dua kali bok. Gimana nggak asik?

Meskipun begitu, para perempuan jangan mau diajak nikah siri. Kalau nikah sirinya kaya Mbak saya mah silakan, toh akhirnya nikah resmi juga. Tapi kalau asal-asalan nikah siri, say big no!!! Bagaimana pun, nikah siri itu merugikan perempuan. Statusnya kurang jelas. Habis nikah, enak-enakan terus ditinggal, situnya jadi gadis bukan, janda bukan. Mau nikah lagi tapi secara agama istri orang. Harus ada ucapan talak dulu. Jadi ribet deh urusannya.

Nikah ya nikah saja. Nggak punya uang? Sabar, puasa sambil usaha. Mau nikah tapi uang pas-pasan? Ya ke KUA. Kalau punya uang lebih ya resepsi, atau sederhananya walimatul ursy. Mau buat kenangan, foto kamera, nyewa Foto Wedding Bandung, atau kamera HP juga bisa. Gaya dikit karena uang lebih bisa ngasih Souvenir Photobooth atau apalah buat rame-rame. Nggak pun nggak masalah. Mau hubungan halal itu nggak susah kok. Sudah cukup hubungan nggak jelas dan bikin dosa. Mending nikah #KasihKode.

Ya sekian dulu pelajaran Fiqih kita #Eh. Habis ini saya mau cerita pernikahan Mbak kedua saya, hahaha. Ada yang mau tahu??? Nati saja lah! Hahahay! 
Sampai jumpa!!

Diikutkan dalam Giveaway Pernikahan dan Souvenir Pernikahan



Hadiah, foto pernikahan yang burem dan dua anak mereka yang unyu pas kecil :D





Tuesday, 13 October 2015

Wajah Baru

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Selamat tahun baru!!!!

Belagu belajar Corel Draw X7

Eh, belum tahun baru ding. Masih akhir tahun ini mah. Tahun baru hijriyah itu identik dengan hal seram. Tapi, saya mau stop tentang kesuraman. Masa depan terlihat cerah euy!!! Lihat saja template blog Sisi Lain yang seger ijo-ijo daun. Gimana?

Setelah bertapa beberapa waktu, akhirnya saya ganti template. Semua terasa mengulang masa lalu. Dulu saya juga otak-atik template sampai puas. Sekarang otak-atik lagi dan ya agak bingung juga mau dibuat seperti apa. Sementara sih kaya gini dulu. Kalau ketemu yang simple dan kece, mungkin ganti lagi.

Jujur, agak berat lepasin template lama. Habis sayanya suka. Tapi, di blog ini bukan hanya saya, tapi ada pembaca –yang mau baca- yang kurang nyaman dengan template kemarin. Ini wujud apresiasi saya terhadap para pengunjung dan pembaca blog ini.

Dengan wajah baru Sisi Lain, saya mengucapkan terima kasih kepada Mbak Lea, teman yang buatin heder lama Sisi Lain. Gara-gara editan header ini saya jadi mau belajar vector di PhotoShop sama Corel. Terima kasih juga buat Pyzam yang templatenya saya pake. Saya suka kamu, tapi saya harus melangkah maju. Merdeka!!!

Sudah begitu saja. Sampai jumpaaaa!!!


Saturday, 10 October 2015

Susahnya Berbagi Hati


Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Saya ini tipe orang yang setia, idaman seorang lelaki. Tapi, kadang kesetiaan itu tak melulu pada satu nama. Contohnya Blog ini, bertahun-tahun templatenya itu saja. Banyak yang protes, tapi ya gitu. Saya masih susah mencari pengganti template blog ini. Kalau ada yang nawarin mau bantu gantiin template, silakan saya terima.

Waktu berlalu dan ternyata kesetian saya sedikit memudar. Salah siapa? Salah saya tentunya. Semua kan pilihan saya.



Sekarang ini saya punya tiga blog. Sisi Lain, Ala Jiah isinya masih campur-campur. Dan Jendela Rumah Jiah khusus membahas buku. Saya tidak akan membahas alasan lahirnya tiga blog ini karena memang dulunya main-main saja, haha.

Bisa Ji ngehandel 3 blog sekaligus?

Sebenarnya bisa-bisa saja kalau sayanya niat. Cuma kadang saya sok sibuk jadi ya semua dibagi sama rata versi saya. Posting ya posting saja, tapi memang ternyata tidak mudah.

Posting curhat, cuap-cuap, review, catatan kerja, sejenis itu menurut saya yang paling mudah. Ketika kita mengalami sesuatu lalu bercerita ulang kita tidak akan banyak berpikir. Review pun begitu. Asal tahu pokok dasarnya sambil cari info sana sini semua beres.

Untuk tulisan pertengahan, review buku menurut saya yang rada susah tapi gampang. Susahnya kalau sayanya lagi males baca buku cetak atau ilmu EYD yang kurang atau malah terbawa suasana jadi lupa buat catatan. Ada kalanya sayanya sudah baca, buat catatan tapi males nulis. Ya sudah, akhirnya blognya kosong. Bulan ini saja belum review apa-apa.

Dan dari semua jenis tulisan, menulis fiksi itu yang paling susah. Sering kalau ikut prompt di MFF kita diberi gambar atau kalimat bahkan kata untuk dijadikan fiksi minimal 100 kata. Ide itu kan kaya hantu. Kalau kita mudah nangkap, semua bisa mengalir. Kalau kitanya dang ding dung, ya mau jungkir balik tidak akan jadi cerita. Bahkan saya pernah cari ide cerita dan jongkok di depan kuburan. Dapat? Alhamdulillah iya hahay.Ceritanya ada di Dunia di Balik Pintu Kayu. Pernah juga sih ngambil foto fajar untuk cerita Fajar untuk Dhira subuh gelap di kali. Serem, tapi asik.





Dalam kondisi normal, saya akan posting semua tulisan saya dengan HP, bukan Henpon Pintar. Kalau tidak normal, kadang pinjam laptop atau plesiran cari warnet. Masih normal saja kadang disambi macam-macam. Ya ngemong ya sambil jualan. Tergantung dedlen lah!




Kenap sih Ji buat tiga blog, dibela-belain ngepost dengan peralatan seadanya? Apa sih yang kamu dapat?

Jujur, ketiga blog ini memang pernah menghasilkan sesuatu. Tidak banyak memang, tapi cukup memuaskan batin saya. Saya haus baca dan bisa mereview buku merupakan cara saya berterima kasih pada penulis serta pemberi buku. Cerita, curhat, review, cara saya berbagi yang mungkin akan berguna bagi saya sendiri bahkan orang lain. Dan fiksi adalah curcol, menyindir orang tanpa ketahuan. Lalu, bagaimana saya tidak bahagia? Kadang dapat fee pula.

Saat bertemu teman dekat, kadang saya bercerita tentang asiknya menulis.Ciptakan Peluangmu, saya bilang begitu. Karena mereka yang berkesempatan menuntut ilmu peluangnya juga besar. Dari menulis akan dapat peluang banyak teman, dapat ilmu, dan fee juga. Saya percaya, tidak ada yang sia-sia dengan apa yang kita lakukan.

Dan dari semuanya, apa saya bahagia? Ya, tentu saja. Saya bisa berekspresi dengan tulisan saya. Lalu bagaimana denganmu?

Giveaway Cerita di Balik Blog

Wednesday, 7 October 2015

#FFRabu: Lidah Mertua

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***



"Hatchin!!!"

"Walah, cucu nenek pilek. Ini pasti gara-gara kamu ngasih makanan nggak bener! Kasih yang banyak vitaminnya! Baru punya anak satu aja nggak bisa ngurus. Gimana kalo anaknya banyak?"

Aku memijit pelipisku yang mendadak pening. Ibu mertuaku kalau datang ke rumah memang seperti itu.

"Kamu itu diajak ngomong mbok jawab. Sudah dibilang jangan dibeliin es masih saja dibeliin," omelnya lagi.

Aku melengos, pergi ke dapur untuk membuat teh kesukaan Ibu. Saat aku kembali ke ruang tamu anakku menangis.

"Cup-cup sayang. Mau beli apa? Oh itu es? Hayo-hayo kita beli!"

"Tapi, Bu,"

"Nggak papa lah biar nggak nangis."

***

Notes:
Nenek/Kakek kalau cucunya kenapa-kenapa yang disalahin ya orangtuanya. Ibu Bapakku biasanya sih gitu hahay :uhuk. Btw saya baru tahu daun itu namanya Lidah Mertua. Setahu saya namanya Ilat Boyo. Hambuhlah :hepi.

#FFRabu @MondayFF #Mertua

Sumber Gambar:
http://sutarni.pustakasekolah.com/manfaat-bunga-lidah-mertua.html

Sunday, 4 October 2015

Prompt #90 - Tak Kan Pernah Ada

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***



Orang bilang, pertengkaran menjelang pernikahan itu lumrah. Perdebatan, pertentangan bahkan keputusan membatalkan pernikahan sudah banyak terjadi. Sama halnya denganku saat ini.

"Sudah ada kabar tentang keberadaan Nay?"

Aku menggeleng sementara lawan bicaraku terlihat sedih.

"Aku pulang dulu. Semoga kita segera mendapat kabar baik."

Aku mengangguk lalu menyesap jus merahku. Aku bisa merasakan Nay dalam diriku. Nay yang selalu ada di pikiranku. Nay yang mengalir dan larut dalam darahku.

Kami bertengkar. Dia memutuskan membatalkan pernikahan kami. Dia marah. Dia mengatakan aku gila. Katanya aku butuh dokter. Padahal yang kubutuhkan hanya dia. Ya dia, hanya dirinya.

Memikirkannya membuatku haus rindu. Kusesap lagi jus merahku. Kuharap saat ini Nay tahu isi hatiku. Kusesap lagi dan sesuatu menyangkut di lidahku. Ah cincin Nay. Pantas saja aku merasakan belaian tangannya di wajahku. Rasa jari Nay memang tak ada duanya.

***

Notes:
Saya nggak tau mau nulis apa. Pengen minum es teh tapi nggak ada. Akhirnya buat es gula hihih #Segerrrr :uhuk

Prompt #90 - Tak Kan Pernah Ada | Monday FlashFiction

Friday, 2 October 2015

Kiraz Mevsimi - Cinta di Musim Cherry

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Oh masih adakah cinta yang abadi
Menyatukan dua hati saling isi
Daun pun menari alam bersaksi
Seindah Musim Cherry

Tanggal muda dan saya masih mau curhat saja hihihi :uhuk. Kemarin saya bilang bahwa saya bisa kerja sambil liat Cinta di Musim Cherry dan ada yang komen kalau nggak tau itu drama apa. Saya maklum. Wong yang nonton drama itu ya pekerja tapi nganggur macam saya :uhuk.



Kiraz Mevsimi atau ya si Cherry itu drama dari Turki yang tayang di Indonesia awal Agustus lalu. Saya suka drama percintaan, suka anak kecil tapi dibanding drama Turki lain saya lebih suka Cinta di Musim Cherry.

Kenapa drama ini?

Karena ceritanya beda dari yang lain. Saya nggak akan curhat dari episode awal, tapi ya intinya saja. Lima dua episode kan lama. Seumur blog ini, saya cuma nulis sinopsis Bulan di Atas Mentari. Saya malas nulis sinopsis sebanyak itu.

Cerita dimulai dengan Oyku yang naksir berat dengan Mete teman masa kecilnya. Si Mete naksir teman Oyku bernama Seyma. Di tengah kegalauan, Oyku nulis surat untuk Mete. Eh jatuhnya ke Ayaz. Akhirnya Oyku pura-pura naksir Ayaz. Bisa ditebak akhirnya apa? Ya mereka saling naksir.

Bagusnya drama ini, di awal kita lebih banyak disuguhi adegan konyol romantis Oyku Ayaz. Saya bilangnya penulis pintar narik perhatian penonton. Mereka benci tapi cinta. Semua mendukung Oyku berpacaran dengan Ayaz.

Tapi semua tak manis, ada konflik juga. Design baju Oyku yang diambil Seyma, Onem yang mulai tidak suka Oyku, ada Derin foto grafer misterius, dan kecemburuan Ayaz pada setiap lelaki yang dekat dengan Oyku serta Oyku yang berang dengan mantan-mantan Ayaz.

Pekerjaan mereka juga beda dari drama lain. Para perempuan dengan design, toko baju dan menjahit sementara si lelaki sebagai arsitek. Oh iya. Ada pasangan lain yang juga konyol dalam cerita ini. Burcu si manja vs Emre si galak tapi bergingsul. Lalu Sibel vs Ilker pasangan suami istri yang kocak.

Hampir sepanjang episode saya ngikik nontonnya. Kadang saya senyam senyum nggak jelas. Tapi ada sebuah episode di mana Abang Ayaz nangis. Aih, saya ikut sedih lihatnya :hiks. Sakit hati banget dah :hwa.



Masa orang seganteng itu dibikin nangis? Sini Bang! Senderan di bahu akuh :hepi :luph. Abang Serkan 'Ayaz' ini kan maco. Ada jambangnya gitu. Jadi inget Abang Aham 'Karna' Mahabharata. Sumpah saya sudah move on dari Dude!!!

Sekarang ini masuk episode 29 apa 30-an gitu. Kalau di Turki sana mulai shooting Season 2 dan kabarnya akan segera tayang Oktober ini. Hah saya bener-bener nggak ada kerjaan curhat macam ini. Habisnya acara Tv yang saya tonton cuma drama ini. Kalau dah habis ya saya matiin TV, main yang lain.

Ya begitulah kisah Cinta di Musim Cherry. Banyak drama baru tapi si Abang Ayaz tetep nomor satu, hihih :uhuk. Bye bye :hai

Bang Ayaz!!! Aku padamu!!!

Btw, panggil Abang berasa manggil tukang bakso :hwa!!!

Sumber Gambar:

http://smeaker.com/hiburan/15711/sinopsis-cinta-di-musim-cherry-episode-31-di-trans-tv/
http://m.kapanlagi.com/foto/berita-foto/internasional/38561pemain_cinta_di_musim_cherry-20150730-007-rita.html

Thursday, 1 October 2015

Pencitraan

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Halo apa kabar??? Tidak terasa sekarang sudah Oktober saja. Hem, bulan September niatnya ngisi blog. Tapi eh ternyata sayanya sok sibuk.

Sibuk apa hayo?

September lalu saya 'nyebar' undangan nikah. Nikahnya teman maksudnya. Nemenin doang :hiks. Tenang-tenang, masih ada hajatan di rumah. Gede? Iya dong! :hepi

Lamaran ya, Ji?

#NundukMalu :shy. Ah khusnudzon sayanya. Bukan lamaran tapi Khitanan keponakan :uhuk. Satu Oktober sampe beberapa hari kedepan juga sibuk. Sodara pada nikah. Tahu kan kalau bulan Dzulhijjah itu bulan haji dan nikah?!

Saya sih ngakunya sibuk. Kerja pagi pulang malam. Itu hanya pencitraan. Padahal lagi main game atau baca cerita. Hah, nikmatnya hidup ini! Hehehe

Saya korup dong???

Tidak juga wong dibolehin sama yang punya. Disediain TV pula. Jadi saat Cinta di Musim Cerry tayang, sayanya nonton juga, hihihi :smile. Tapi kalau lagi ramai, tetep saya kudu ngerjain apa yang harus dikerjain. I Love this job :luph.



Kalau kalian, suka pekerjaan yang bagaimana?