Saturday, 28 November 2015

Jendela Rumah Jiah Pindah Alamat

Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Judulnya kok nggak banget ya? Ho iya, kepanjangan, hehehe. Pernah lihat Jendela Rumah Jiah yang lama? Susah komen? Template pasaran? Itu dulu. Sekarang mah cantik, kaya yang punya, hehehe.
Jadi, blog buku saya sekarang pindah ke blogspot. Dulu di Mywapblog dan yang di sana sudah saya non aktifkan. Kenapa pindah? Alasannya supaya yang mau komen gampang dan saya sendiri tidak keteteran kalau mau blog walking. Saya baru sadar, punya blog banyak, beda tempat pembuatan itu makan hati. Lari ke blogspot lah, Wordpress, Mywapblog, cantik guling-guling. Sekarang mah enak. Walaupun ngereview masih jarang, tapi kan dikenal orang, ehehe.

Dari kecil, saya memang sudah suka buku. Punya buku sendiri? Nggak juga. Bapak nggak pernah beliin buku cerita. Seringnya dulu pinjam di Perpustakaan sekolah. Jujur, paling suka buku cerita daripada buku pelajaran. Pinjam pun kalau betulan kepepet karena ada tugas, hahahay.
Waktu MTsN, saya mulai rajin ke Perpus itu kelas VIII. Secara letaknya di depan kelas. Bacanya? Tetep buku cerita. Waktu itu yang paling banyak sastra lama, model Siti Nurbaya, seangkatan HAMKA gitu deh. Novel terbaru? Nggak ada!!! Itu novel sastra saja kalau kovernya masih bagus, baru, disimpan di Multimedia. Padahal, nongkrong di Multimedia itu harom. Kita hanya bisa ke sana kalau pelajaran. Alhamdulillah selama MTsN, saya berhasil menghabiskan beberapa kartu perpus dan dikenal penjaga perpus. Bangga? Tidak!!! Wong sayanya lupa buku apa yang pernah dibaca.
Masuk MAN, saya masih doyan nongkrong di perpus. Bacanya? Waktu itu agak meningkat. Saya sudah mau baca nonfiksi, buku motivasi gitu. Baca ceritanya? Tetep masih jadi prioritas, haha. Kalau lagi bosan dengerin pelajaran, ya diem-diem baca novel yang ditaruh di laci. Ketahuan? Alhamdulillah sekarang ini baru saya bongkar #SungkemPakBuGuru. Walaupun perpustakaan lumayan jauh dari kelas, saya rela jalan ke sana. Enaknya kalau telat masuk, nggak dapat omelan karena di tangan ada buku pinjaman. Selama di MAN ini, dua kali penghargaan diadakan, dua kali juga saya menyabet sebagai salah satu peminjam terbanyak. Hapat hadiah? Ho oh, buku juga.
Setelah lulus, saya kerja. Karena punya buku cuma 1-2 biji, sayanya jarang sekali baca. Sampai akhirnya saya ngeblog, ikutan GA dan dapat hadiah buku. Seneng? Banget!!! Waktu itu tahun 2011. Pertama kali ikut GA, kenal orang, pertama kali nerima paketan, hahaha. Yang ngasih namanya Mas Amri, blognya Man and The Moon. Sayang beliaunya hiatus lamaaaa.
Gara-gara ngeblog inilah buku saya jadi banyak. Hasil mengais dari GA tentunya. Bukunya macem-macem. Novel, fiksi, nonfiksi, cerita anak, motivasi, komik, banyak lah jenisnya. Mau nggak mau saya jadi tergerak untuk membaca lagi. Sayangnya, sampai hari ini belum kelar-kelar habisin semua buku. Gilanya, kalau ada pameran buku, diskonan, saya kepincut, beli satu dua biji. Untuk e-book, kadang saya baca juga. Tapi porsinya sangat sedikit. Saya lebih nyaman baca buku di tangan sih. Natap layar untuk baca itu kadang cape.
Dulu waktu saya masih suka ke perpus daerah, saya juga pinjam buku di sana. Kadang suka kalap mau pinjam banyak. Sayang, pinjaman dibatasi 2 picis untuk dua minggu. Sekarang karena kerja, saya tidak bisa ke sana. Padahal kartu anggotanya baru diperbarui beberapa bulan yang lalu.
Ji, ngapain kamu koar-koar di sini? Kenapa nggak langsung di Jendela Rumah Jiah?
Jendela Rumah Jiah tuh khusus bahas buku. Kalau curhat kaya gini, bisa kena semprit saya. Tuuu di pojokan blog saya anggota apa, BBI!!! #Gaya. Jadi, kalau mau tahu buku apa saja yang saya baca, silakan tengok ke sana. Syukur-syukur ninggalin komentar. Kalau mau, follow blognya, hihihi.
Baca buku itu habisin waktu. Nggak ada kerjaan yang lain, Ji?
Baca emang habisin banyak waktu sih. Halah! Situ baca status facebook, twitter, kan juga habisin waktu. Lha kok tiap saat masih dilakuin? Manfaatnya apa coba?
Kalau saya baca dan review karena nambah pengetahuan. Wujud terima kasih karena dikasih buku sama orang. Pengingat karya orang. Dan yang terakhir untuk catatan pribadi saat saya punya perpustakaan nanti.
Waktu dulu saya nulis Jendela Rumah Jiah lama, saya bilang ingin punya perpustakaan pribadi. Dan di tulisan ini, Jendela Rumah Jiah PindahAlamat, saya ingin punya Taman Baca, bukan untuk saya, tapi untuk orang lain. Mau tahu latar belakang dari cita-cita saya punya Taman Baca? Tunggu di post saya selanjutnya.

Sampai jumpa!!!


SanWa Comeback Giveaway

Friday, 27 November 2015

Kacamata

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Saya bukan pengguna kacamata, tapi saya suka orang berkacamata. Saya masih menganggap bahwa mereka yang pakai kacamata itu terlihat pintar. Saya ingin sekali berkacamata, tapi mata saya alhamdulillah normal. Kalau saya pakai kacamata, hidung saya yang mancung ke dalam ini nggak kelihatan. Soalnya muka saya mini banget.

Ngomongin kacamata, saya punya cerita absurd dengan teman sekamar jaman sekolah. Mereka cerita tentang kacamata yang berharga murah. Asyik banget pokoknya. Sayanya yang baru datang kepo dong dengan rumpian mereka. Sok tahu saya nyambungin bahwa Kakak laki-laki saya baru beli kacamata. Kacamata plastik, tanpa lensa yang murah.

Mereka kemudian syok. Nanyain betulan si Kakak beli kacamata?

Saya angguk-angguk betulin. Mereka ketawa. Sayanya bego sendiri. Ternyata kacamata yang mereka bicarakan itu kacamata buat dada wanita. Yaelah. Sesama wanita saja bicara pake kode. Eh, apa waktu itu sayanya yang terlalu serius ya? Entahlah!

Kemarin juga ada tetangga yang nyari si Bos. Dia pakai kacamata dan nanya apa saya ini istrinya si Bos? Saya nanya balik dia, "Kamu nggak tahu saya, Mbak?" Bukan sok, tapi dia itu Kakak kelas saya. Sampai pulang, dia masih pakai bahasa halus sama saya. Saya sedih. Punya mata, tapi kenapa tak melihat?

Padahal, ada lho downline jualan pulsa di konter yang tunanetra. Sepasang suami istri tunanetra jualan pulsa, pakai HP biasa. Serius, saya nggak bohong!!! Kalau pagi-sore mereka jalan sendiri, tidak pakai tongkat. Nyebrang jalan saja sendiri. Saya sampai bengong lihat mereka. Mereka usaha sendiri, tanpa meminta pada orang lain. Terus kita yang punya segalanya, kenapa masih saja meminta?

Saya kurang tahu bagaimana mereka bisa melayani pembeli tanpa melihat. Dan itulah kuasa Tuhan. Memberi kekurangan dan ditutup dengan kelebihan yang lain. Oh ya, mereka punya anak yang semuanya normal. Si anak gadis yang sering bantu jalan ke konter kalau malam.

Harusnya saya lebih bersyukur karena punya mata normal, bisa melihat. Harusnya saya menjaganya, bukan mendukung untuk melihat hal-hal yang tidak pantas. Tapi, sayanya masih susah ninggalin baca sambil tiduran. Ini berat!!!

Ya sudahlah! Happy Blogging!!!

Monday, 23 November 2015

Smartphone Idaman, Ya ASUS Zenfone 2 Laser

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sebagai penjaga konter, saya yang anak kampungan ini mendadak harus update soal HP maupun smartphone. Sebenarnya nggak ada kewajiban sih, cuma demi mendalami karakter penjual yang cantik dan baik, saya perlu tahu jenis HP/ smartphone yang terkenal, baru dan digandrungi, idaman banyak orang. Siapa tahu ya ada cowok kaya raya yang tanya-tanya soal smartphone. Tahu kan cerita-cerita di FTV? Cowok Ganteng ketemu cewek kampungan macam saya, terus jatuh cinta, hihihi.

Kembali ke acara update. Baru-baru ini ternyata ASUS merilis produk baru bernama Zenfone 2 Laser. Weh-weh! Apaan tu?


A Marvel of Craftsmanship and Engineering, in The Palm of Your Hand
Sebuah keajaiban dari karya manusia dan teknologi yang disatukan dalam keindahan Zen, kinerja terbaik, tampilan super tajam dan antarmuka intuitif. Semua dibuat untuk menjadi teman terbaik Anda.

Bagi orang kampung, slogan seperti di atas itu tidak terlalu penting. Yang dilihat adalah tampilan daripada smartphone tersebut. Ini dia tampilan dari ZenFone 2 Laser.

ZenFone 2 Laser (ZE500KG) mempunyai ketipisan 3.5 mm. Selain itu, design yang ditampilkan juga cantik, bikin orang kesengsem. Dan, kecantikan tidak ada gunanya tanpa kekuatan. Walaupun kita genggam kuat, kecantikan dan kekuatan Zenfone 2 Laser ini tak akan pudar.
Smartphone ini mempunyai kesederhanaan dan kemudahan dari Teknologi Diamond-cutting berjarak 0.13mm berupa desain lingkaran konsentris yang diaplikasikan untuk mencapai efek visual terbaik. Layout kontrolnya juga intuitif menjadikan tombol fisik belakang sebagai bagian dari desain ergononis. Jadi ketika selfie, mengatur volume terlihat lebih alami. Oh iya, Zenfone ini punya lima variasi warna. Jadi pilih-pilih saja warna yang kita suka.
CPU 64-bit Qualcomm 8916 
GPU 450 MHz Adreno 306 
RAM 2 GB 
Android Lollipop 64-bit 
GPS 3 Satellite 
Dual SIM DSDS 3G/3G 
Screen 5" HD 
Corning Gorilla Glass 4. Si Gorilla ini menawarkan 2x lebih tahan saat jatuh, 85% tidak mudah rusak atau tahan banting, dan 2.5 x lebih kuat.
Kamera Zenfone 2 Laser ini juga aduh! Hem, keren!!!
Kamera depan 8MP nya memiliki apertur lensa f/2.0 untuk mengambil gambar terbaik dengan resolusi tinggi. Detilnya sampai 32 MP lho! Untuk kamera belakangnya 5 MP dengan laser yang bisa mengambil gambar lebih jernih. Autofokus dari lasernya juga mempercepat close up, tentu saja dibantu pergerakan lensa saat obyek fotonya jauh.

Selain itu, ada mode Zero shutter lag yang artinya kita bisa mengambil foto secara jelas, real time tanpa kehilangan sedik pun. Zenfone 2 juga mempunyai Teknologi PixelMaster secara otomatis mengatur rasio dari kontras maksimum dari titik paling terang sampai paling gelap pada gambar. Fitur Backlight (HDR) juga secara otomatis mengambil gambar dengan teknologi ASUS Pixel Enhancing. Gambar-gambar kemudian digabungkan menghasilkan gambar detil, termasuk meningkatkan kontras dan juga detil, agar foto terlihat alami.

ZenFone 2 Laser punya ruang simpan Google Drive sebesar 100GB, gratis untuk 2 tahun. Kita bisa menikmati penawaran menarik ini untuk mengakses file di manapun dengan ZenFone 2 Laser dan Google Drive.
Selain keistimewaan di atas, aksesori dari Zenfone 2 Laser juga mantap. Ada Zenflash yang mengubah ZenFone 2 Laser menjadi kamera profesional ala DSLR. Ada juga Lolliflash Lampu Dual LED untuk tonal kulit lebih alami. Lalu ZenEar S dari material ABS berkualitas tinggi, kuat dan ringan yang bersistem kelembaban yang dipatenkan untuk ruang suara depan dan belakang dan dilengkapi tabung khusus yang efektif menyerap suara pantulan dan memberikan kedalaman bass terbaik! Yang terakhir ZenPower, Power Bank 10050mAh Seukuran Kartu Kredit pertama di dunia.



Bayangkan! Dengan uang kurang dari dua juta kita sudah bisa mendapat smartphone idaman! Kurang apa coba? Smartphone keren, tahan banting, kamera bagus, canggih, terjangkau lagi! Semoga tahun depan ada rejeki. Jadikan kalau ada pelanggan yang beli, saya bisa kasih lihat sama mereka. Yang jaga konter aja punya smartphone idaman, yang bisa buat ngeblog. Lha situ kapan?


Happy Blogging!!!!

Sumber Tulisan dan Gambar:
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/Design/
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/Performance/
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/PixelMaster/
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/ZenUI/
https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-2-Laser-ZE500KG/Accessory/

Friday, 20 November 2015

Hari yang Berbeda

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Bagaimana hari kalian?

Semoga walaupun sibuk bekerja atau repot mengurus rumah, kita tidak lupa ibadah, amin.

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya punya keponakan kembar. Bukan keponakan kandung sih wong yang ngelahirin adiknya Kakak Ipar. Tapi, ya tetep seneng juga, wekeke. Sepupu, keponakan, teman, adik kelas yang kembar aku punya. Yang belum punya  ya anak kembarnya, hihih.

Hari itu, 15 November si kembar lahir normal di Puskesmas Mayong Jepara. Tidak ada yang serius, cuma berat badan mereka kurang. Mereka lahir di usia 7 bulan dengan berat bayi pertama 1,7 Ons dan bayi kedua 1,3 Ons. Akhirnya mereka dibawa ke RSU Kartini untuk mendapat perawatan. Waktu saya lihat mereka di IGD, pada bobok. Mereka disinar. Lucu, kecil, pengen peluk.



Namanya IGD, ada saja pasien datang. Dari yang melahirkan, sakit dalam, sampai yang betulan parah, berdarah. Berhubung saya nongkrong di IGD lumayan lama, akhirnya saya melihat banyak hal dan itu benar-benar membuat saya merinding. Memang waktu itu tidak seheboh seperti drakor Emergency Couple. Tapi, tetap saya sebagai manusia biasa, saya merasa takut.




  • IGD itu mendahulukan pasien yang perlu bukan berdasarkan urutan. Budaya antri tak berlaku di sini.

Maaf!
Pelayanan IGD bukan berdasarkan urutan kedatangannya, tetapi berdasarkan kegawatdaruratannya


  • Siapin mental. Ini bagi keluarga pasien maupun yang merawat pasien IGD. Setiap petugas medis akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa pasiennya. Dan drama sinetron bagi orang yang tidak mampu belum bisa dilayani, alhamdulillahnya tidak ada. Urusan administrasi belakang, yang penting usaha untuk menolong pasien terlebih dahulu.


Dan di IGD ini saya benar-benar mengalami hari yang berbeda. Ada kelahiran dan ada juga kematian. Di depan saya mobil berhenti. Seseorang berdarah dari hidung dan telinga. Kabarnya ketika di kebun, dia kejatuhan dahan kelapa. Selang beberapa waktu, setelah istri dan anaknya datang, dia pun berpulang.

Ada yang datang, ada pula yang pergi. Ada kebahagiaan, lalu kedukaan. Begitulah Allah menyeimbangkan dunia ini. Mereka dibuat berpasangan. Saya belajar tentang arti bersyukur atas hidup. Walau tak mewah dan biasa saja, ternyata saya masih sehat, tak perlu dirawat apalagi obat.

Dan, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Hari ini
Bayi-bayi mungil lahir ke bumi
Tapi hari ini juga
Ada seseorang yang pergi
Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un

Friday, 13 November 2015

OB (Office Boy)

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sumber

Gara-gara Cinta di Musim Cerry Berhenti tayang, saya jadi betulan malas nonton TV. Jadi kangen acara-acara lucu karya anak bangsa, tapi nggak norak semacam Sitkom OB di RCTI. Setelah OB tamat, sebenarnya di TV lain ada Sitkom (Situasi Komedi) semacam itu. Tapi, si OB ini entah mengapa selalu nemplok di hati. Apa gara-gara ada Dude ya? Hihiiihi.

OB sendiri bercerita tentang keseharian Office Boy dan para HRD di OKTV. Semua karakter di sini nggak banget. Norak, gila, dan bikin saya ketawa.

Sayuti -Aditya Warman- OB paling polos, dari kampung.

Susi -Oline Mendeng- OG sok cantik, tukang pel yang jatuh cinta sama Sayuti.

Sa’odah -Tika Panggabean- OG paling nggak banyak kerja. Hobi malak, tukang makan. Hampir semua OB takut sama dia. Yang paling ngeselin, dia punya suami ganteng, Mas Surya – Surya Saputra. Mantep nggak tuh?

Ismail -Daus Separo- OB yang hobi gangguin Sayuti. Suaranya super cempreng. Katanya sih anak juragan. Panggilannya, MAIL.

Pak Taka -Marlon Renaldy- Manager HRD, rada-rada aneh, naksir sekretarisnya, suka menghukum pegawai dengan hukuman aneh.

Gusti -Bayu Oktara- Playbloy sok keren di HRD. Beberapa waktu kemudian, akhirnya Gusti naksir Saschya, sekretaris HRD.

Hendra -M.Ridwan- Karyawan HRD bagian keuangan. Gaya jadul norak, pelitnya setengah mati. Kalau ketemu artis, noraknya lebay.

Saschya –Winda Viska- Sekretaris yang jarang kerja. Hobi pacaran-ngecat kuku-, kalaupun kerja, bukan ngerjain pekerjaan. Kalau ketawa serem, kaya babi. Punya pacar namanya Dude, beneran Dude Harlino. Tapi akhirnya putus sih wong dia sama Gusti.

Ipul –Reynold Hamzah- Petugas kebersihan, ceroboh yang naksir Susi. Susi balas? Ya nggak wong Susi naksir Sayuti.

Yang sering muncul sih mereka-mereka di atas. Pemeran pembantu lain yang kadang muncul, ada Dude, Surya Saputra, Luna Maya, Denny Cagur, Jojon, dan banyak lainnya. Yang saya ingat itu waktu Projec Pop main ke OKTV. Ada Tika dan Saodah yang tertukar. Ribut dan bikin heboh deh.

Kangen acara kaya OB. Kapan ya ada yang mau buat Sitkom lagi?

Happy blogging

Wednesday, 11 November 2015

#FFRabu: Kapan Nikah?

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***
Sumber

Kondangan pernikahan lagi? Siapa takut! Jangan panggil Vino kalau tak punya seribu satu cara untuk menjawab pertanyaan, kapan nikah.

“Hei, Vin! Mana gandengannya?” tanya Reza, si  tukang pamer pasangan.

 “Ada! Kenapa emangnya?” 

Keyakinan itu perlu. Kan setiap makhluk diciptakan berpasangan.

“Kapan nikah?”

“Segera!”

Dia tertawa.

“Kamu nggak percaya?” Aku melirik sekitar, “Kenalin, dia calon istriku!”

Perempuan yang baru lewat di sampingku bingung. Aku mengedip-ngedip.

“Betul, Nay?” tanya si Reza.

Perempuan itu mengangguk canggung.

“Selamat ya Be! Akhirnya Babe Harun punya mantu juga. Saya permisi dulu, Be!”

Reza kabur, sementara aku merinding waktu nengok ke belakang.

“Jadi, kapan kamu ngelamar Nay?”

***

#FFRabu @MondayFF #Pernikahan #JanganTanyaKapanSayaNikah

badge

Monday, 9 November 2015

Lorenzo Juara, Rossi Bintang Lapangannya

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sumber

Laga MotoGP tahun ini telah berakhir dengan Lorenzo sebagai juara dunia di GP Valencia. Walaupun dapat piala, justru Rossi lah yang jadi bintang lapangannya.

Kok gitu sih?

Jadi, Abang Rossi ini sempat bersitegang denga Marquez saat di Sepang. Akhirnya Abang Rossi dapat pinalti sehingga start paling bontot. Walaupun ketinggalan start, ternyata Abang Rossi memang juara sejati. Dari belakang eh nyalip sampai finish keempat. Ini namanya keren!!!

Saya sih nggak mau ngomporin tentang ‘Kecurangan’ yang terjadi di MotoGP. Saya cuma mau cerita tentang teman saya yang ngefans dengan Rossi. Namanya Rikha, perempuan, anak penjual kue Pukis yang enak banget –Karena saya dikasih gratis-, cantik yang sekarang berhijab. Saya tahu Rossi ini ya gara-gara dia. Jaman MTs, dia ngenalin saya sama Rossi, The Doctor yang punya nomor 46. Segala hal yang berbau Rossi dia tahu. Saya sampai bengong. Kok ada cewek yang suka nonton balapan?

Setelah sekian lama kita tidak berjumpa, akhirnya kita bertemu di FB. Tahu apa kata kunci yang saya pakai untuk ngenali dia? Fans Rossi, ahaha. Setelah itu saya haha-hihi sama dia. Sekarang dia di Tangerang. Mungkin tambah cantik, hehehe.

Saya ingat, Rikha ini bukan siswi yang menonjol saat kelas VII. Tapi, dua tahun berikutnya, prestasinya kian meningkat. Saat kelulusan, akhirnya dia bisa menjadi salah satu juara. Tidak ranking satu memang, tapi usahanya menjadi juara patut diperhitungkan.

Label Juara itu seperti penjara. Orang yang akademisnya bagus, kadang dituntut untuk selalu bagus, terlihat sempurna. Tak jarang, banyak yang menjadi juara dengan cara instan. Menjadi juara atau jatuh setelah jadi juara itu mudah. Yang tidak mudah itu mempertahankannya. Dan pertahanan yang kuat, butuh proses yang panjang.

Kemenangan akan terasa nikmat saat kita benar-benar memperjuangkannya melalui proses, selangkah demi selangkah. Bahkan mungkin kita jatuh bangun untuk mencapainya. Dan ketika kerja keras kita belum berhasil, lihat di sana, ada kesuksesan yang menanti kita. Bukankah kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda???!!

Kadang, juara itu tak melulu yang naik ke atas panggung dan pegang piala. Contohnya kamu, seseorang yang memenangkan hati Bapakku #Ea!!! #HambuhItuSiapa #SiapaKamu

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
-Dee

Saturday, 7 November 2015

Hujan Hari Ini

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Hari ini Jepara hujan. Di kampungku ini hujan pertama. Rasanya adem....

Peernya, saya belum punya payung. Karena sekarang saya nguli, saya butuh pelindung saat berangkat kerja sementara hari hujan.

Semoga, hujan membawa berkah untuk kita semua, amin....





Bonus lagu:

Hujan di malam Minggu
Aku tak datang padamu
Bukan aku tak mau, Sayang
Hujan di malam Minggu
-Jhonny Iskandar

#CiyeeeYangNggakBisaApelll

Friday, 6 November 2015

Pacaran Sehat Betulan

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Beberapa waktu yang lalu saya posting Pacaran Sehat dan Alami. Pada baper ya? Ada yang sudah mikir yang iya-iya? Saya juga sih, hehehe. Komennya pada curhat pas pacaran waktu kecil. Saya mengalami itu juga, hehew.

Kali ini saya nulis Pacaran Sehat Betulan. Iya ini nggak PHP kok.

Menurut saya, pacaran yang sehat itu pacaran setelah menikah. Tahu kan Nikah Siri Bikin Hepi? Tapi sayanya nyaranin nikah betulan saja, nikah resmi, bikin jiwa sehat. Mau diapa-apain kan oke-oke saja. Di tempat umum pegangan tangan, kan sudah halalan toyyiban. Tapi ya jangan keseringan umbar kemesraan. Sayanya dan orang-orang di luar yang belum punya pasangan kan iri!!!

Ini sih pendapat saya saja ya. Kalau ada yang berbeda pendapat, yaelah namanya hidup kan penuh perbedaan. Yang penting kita berpikir cerdas, toh akhirnya kita sendiri yang menjalankan. Iya kan???

Happy Blogging

Monday, 2 November 2015

Cinta di Musim Cerry Berhenti Tayang

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Jam 11.30 WIB, Saatnya nonton Trans. Sudah seminggu lebih Cinta di Musim Cerry tidak tayang. Sayanya rindu. Pas ganti chanel, eh nggak tayang lagi. Saya browsing dong apa sih yang sebenarnya terjadi? Ternyata, di IGnya Trans bilang kalau Cinta di Musim Cerry berhenti tayang. Alasannya mau menata ulang progam. Hadeh!!! Sayanya yang bukan pengguna IG kan jadi kudet.

Saya pikir sih tadinya nggak tayang karena sanksi KPI di mana editornya waktu itu mungkin kecolongan nayangin adegan tiuman antara Oyku dan Ayas beberapa minggu sebelumnya. Tapi ya entah deh. Kecewa? Dikit, tapi ya sudahlah. Nanti download di Youtub kalau kuotanya sisa, hehehe.

Setelah ini mungkin tambah malas nonton TV. Bukan nggak sayang sama tayangan karya anak bangsa. Saya cuma bosan lihat sinetron yang kawin cerai, kawin lagi, ditinggal mati, kawin, beranak, perang-perang adu silat dan nggak ngerti apa yang diperebutkan. Naik motor kebut-kebutan. Fungsinya apa coba?

Kangen tontonan yang cerdas, bikin ketawa tapi juga nggak norak. Apa bikin sendiri saja ya? Hahaha. Ya sudahlah!!!

Happy Blogging