Thursday, 17 March 2016

Hei, Siapa Dirimu?

Bismillaaahirrahmaanirrahiim....


Hei, siapa dirimu? Siapa saya?

Jujur, untuk menceritakan siapa diri sendiri itu, saya malu. Saya ini ya cuma saya, anak kampung yang belajar dan mencoba untuk menjadi luar biasa menurut penilaian sendiri sih, hehehe.


Dulu jaman sekolah, menceritakan orang lain dengan kacamata saya akan terasa mudah. Tapi, saat saya meminta mereka, teman sekolah dengan menggambarkan bagaimana saya, mereka cuma bilang, kamu ya kamu, tanpa deskripsi apa pun. Padahal, saya ingin lho mereka melihat saya ada.

Sampai pada suatu masa, mereka berhasil menggambarkan siapa saya. Saya adalah orang yang pelit, tak mau berbagai. Walaupun akhirnya saya mau berbagi, mereka tetap bilang saya ini pelit. Siapa sih yang nggak pelit kalau besok ulangan lalu belajar mati-matian sementara teman lain bersenang-senang lalu dengan mudah meminta jawaban? Sampai beberapa waktu bertemu lagi, kok ya yang diingat saya ini pelit!?

Itu dulu, saat saya masih belia. Saat banyak teman bisa keliling ke mana saja, beli barang mewah, saya harus berjuang hemat karena berasal dari keluarga sederhana. Sebagai remaja, kadang saya iri. Sampai saya bertanya, kapan saya bisa hidup normal seperti mereka?

Lalu apa akhirnya sekarang saya hidup normal?

Ternyata tidak dan saya masih tetap menikmatinya.

Disaat teman lain bisa melanjutkan pendidikan, saya bekerja. Saya lulusan MAN, dan bukan seorang guru ngaji. Saya bekerja apa saja yang penting halal. Semua berjalan sewajarnya. Banyak teman yang lulus kuliah dan banyak juga yang menggantung begitu saja. Banyak yang akhirnya belum mendapat pekerjaan dan sedikit mengeluh kenapa sarjana seperti mereka sulit mencari kerja?!

Ada kalanya sebagai orang kampung, menikah muda adalah hal yang lumrah bahkan mungkin sangat dianjurkan. Susah kalau mengubah gaya pemikiran orang lain. Lalu ketika usiamu mulah menginjak seperempat abad, mereka akan bertanya, kenapa belum menikah?

Saya bersyukur karena diberi muka imut dan tak banyak yang tahu usia saya, hahaha. Tak banyak yang bertanya. Tapi ketika bertemu teman sekolah yang sudah mempunyai balita, mereka tentu bertanya kapan saya menikah?

Menjadi single di usia 24 tahun ternyata menyenangkan. Memasuki usia itu justru jiwa petualangan saya muncul di permukaan. Saya ingin mencoba banyak hal yang belum saya ketahui. Saya ingin mbolang, melihat alam dan banyak hal lainnya.

Tiada hentinya saya bersyukur. Mumpung masih single, belum teken kontrak, belum punya buntut, saya ingin melihat dunia yang begitu indah ini. Saya tidak bisa membayangkan jika dulu saya menikah muda. Jadi ibu rumah tangga, hanya tahu dapur, cuma itu saja.

Saya tidak bilang menjadi ibu rumah tangga itu membosankan. Tidak sama sekali. Hanya saja, tinggal di kampung, apa kata orang akan sangat berpengaruh. Karena nggak semua orang mengerti, kadang ibu rumah tangga itu butuh melihat dunia yang berbeda. Jaman sekarang masa iya orangtua kalah pengalaman sama anak?

Terima kasih buat teman-teman petualang saya yang luar biasa. Kalian perempuan hebat. Mbak Susi, Mbak Sita, Mbak Sari, Mbak Rida, Ulya, dan teman lainnya yang mengajak saya melihat dunia.

Lima admin cewek Folkom yang berisik ngalahi pasar
Mbak Rida and me
Dan Mbak Ika. Selamat berkurang usia. Semoga sisa usia kita makin tambah keberkahannya.

Kita baru bertemu sekali dan ya Mbak memberi kesan yang baik di mata saya. Walaupun baru kenal, nanti saat kita kopdar beberapa hari lagi, masakin saya seperti yang di dapur cemal-cemil dong! #Malak.

Mendengar orang lain atas penilaian mereka terhadap kita itu perlu. Tapi, kita adalah apa yang kita pikirkan. Jadi, siapakah dirimu?

"Tulisan ini diikutkan dalam Bundafinaufara 1st Giveaway"

15 comments:

  1. Semanagt menikmati hidup Mba.. hehe

    semoga sukses ngontesnya :)

    ReplyDelete
  2. wah semoga menang ya jiah, aku cekiceki ga nya deh

    ReplyDelete
  3. Menikmati hidup sebelum teken kontrak hehe
    semoga menang GA nya

    ReplyDelete
  4. Wah seru ka kalau berkumpul dengan teman.

    ReplyDelete
  5. aah...masih muda, masih bisa mencoba segala hal Jiah..
    good luck GAnya

    ReplyDelete
  6. hahaha, bener mbak, kalo di kampung tuh kata2 orang berpengaruh banget, beda sama orang kota yang cuek bebek :D

    ReplyDelete
  7. yup, wujudkan keinginanmu mbk jiah, dan selamat menikmati sensasi berpetualang

    ReplyDelete
  8. mau mbolang lagi... ayo....
    butuh guide handal. Berangkat!

    ReplyDelete
  9. wah muka bayi memang selalu menyenangkan.bikin orang susah nebak usia. sukses ya kak jiah.

    ReplyDelete
  10. Aku Susi yang jadi Susindra agar unik, Ji. Hihihihi.....

    Iya doong.... usia dan badan gak bisa bohong... tapi jiwa bisa dibohongi perasaan happy kok. Jadi ya selalu berjiwa muda dengan bertualang. Hahahahaha......
    Ayo deh mbrisiki grup Folkom

    ReplyDelete
  11. Saya adalah saya, tidak mampu mendeskripsikan diri sendiri hehe
    Siiip, mumoung masih single mbolanglah sepuas2nya :D

    ReplyDelete
  12. siapa aku?
    hanya kita yang tau siapa kita, apa yg akan kita lakukan, dan apa yg akan kita tuai dari yang telah dilakukan,, semalu semangat menikmati hidup,, :)

    ReplyDelete
  13. who am I? I'm a jacky chan.. :D

    ReplyDelete
  14. Setuju ama Jiah. Biarkan orang bilang apa

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?