After Party

January 26, 2018

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Enggak terasa masa-masa itu kini berganti. Yang kemarin deg-degan dan ikutan pusing telah usai. Kakak laki-laki saya sudah menikah tanggal 13 Januari kemarin. Alhamdulillah banget ya!

After Party, sekarang Kakak saya lebih sering di rumah mertuanya. Praktis apa-apa saya yang ngurusin walau sebelum Kakak nikah saya juga ikutan ribet ini dan itunya.

Pernikahan Kakak bukan hajatan pertama yang digelar orangtua saya. Sebelumnya ada dua Kakak perempuan yang telah lebih dulu nikah. Bedanya sih karena Kakak saya laki-laki dan jadi pihak yang melamar.

Persiapan dari sebelum hajatan buanyak banget. Dulu pas Kakak Perempuan nikah, saya enggak ikut ribet karena masih kecil. Kalau nikahan Kakak cowok kemarin ya cukup nyita tenaga saya tentunya. Entah udah berapa banyak saya wira-wiri ke pasar, toko besar maupun kecil, penjual daging ayam sampai sayur. Sampai yang paling epik adalah saya yang rela muter pasar demi nyari tas ayam. Duh, baru kali ini deh!

Apa semua hal saya yang ngurus?

Enggak juga. Saya hanya bagian kecil. Ada Bapak Bu e yang bagian besar, Kakak perempuan, Adik, dan si pengantin sendiri. Kakak kedua saya tuh yang sepertinya sujud syukur karena rumahnya jauh di Pati sana. Jadi enggak terlalu kerepotan.

Demi dapat Paket Pernikahan Murah, ini nih yang kemarin kami siapin:

  • Keuangan
Ini pokok banget ya. Kalau bisa dan harus berusaha nabung buat pernikahan. Nikah itu mudah, tapi asli deh kita juga butuh modal. Yang enggak banyak modal sih Nikah Siri Bikin Hepi.


Jika ambil pernikahan simpel, minimal kita punya uang buat bayar pengurusan nikah sah secara hukum. Ini terjadi jika nikahnya diadakan di luar KUA dan bukan hari kerja. Kaya Kakak saya nikahnya di rumah mempelai wanita dan jam 2 siang. Otomatis ada uang administrasinya.

Jika belum cukup modal keuangan, kita bisa pinjam ke keluarga lebih dulu. Tapi jika kepepet banget buat bayar DP kebutuhan ini itu, sekarang ini ada pinjaman online juga kaya Tunaiku. Pinjaman yang kita buat mulai dari 2 juta sampai 20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan. Di Tunaiku pinjaman modal KTP, tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit. Semuanya dengan syarat dan ketentuan yang tidak memberatkan. Silakan aja ke website atau download aplikasi Tunaiku.

  • Mulai menyicil barang atau bahan tertentu

Tahu kan pepatah sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit? Nah itu juga berlaku buat persiapan nikah.

Apa sih yang harus kita cicil? Banyak banget, seperti:
  • Undangan sesuai selera. Kalau saya sih pilih yang murah karena bakal dibuang juga, hahaha. Undangan hajatan (Pengajian) buat tetangga sebelum pesta pernikahan juga harus disiapin.
  • Barang seserahan mulai dari make up, seprai, selimut, mukena, sepatu, tas, pakaian, atau barang yang diminta pengantin. Disesuaikan dengan kondisi dan keadaan ya.
  • Perlengkapan buat bungkus seserahan seperti plastik pembungkus, tempat parcel, isolasi, hiasan, karet, jarum pentul, kardus, koran, dan lain sebagainya. Dan tak kalah penting, minta bantuan saudara buat bungkus parselnya.
  • Bahan makanan dan keperluan dapur. Ini berlaku buat yang masak sendiri bukan katering. Bahan makanan kaya beras, minyak, bumbu, tepung, gula, makanan ringan buat tamu harus mulai disiapin. Termasuk minuman buat tamu juga.
  • Hewan buat lauk. Sekarang kan daging naik. Untuk menyiasati perubahan harga yang mencekik, kita bisa beli hewan kaya kambing yang masih hidup. Potong sendiri dan bersihin sendiri. Pasti ada saudara yang bantu. Niat motongnya juga bisa sekalian buat Aqiqah. Satu hewan bisa dipakai 2 hal kan jadinya.

  • Tempat buat hajatan
Kemarin kita ngadainnya di rumah. Jadi ini modal Paket Pernikahan Murah dan hemat. Nyewa gedung atau tempat lain butuh dana besar. Belum lagi transport ke sananya. Iya kan?!
Hajatan di rumah mempelai putri
  • Sewa Tenda dan Perlengkapan Lain
Walaupun di rumah, kita juga butuh tenda buat tamu. Tenda yang sederhana juga enggak masalah yang penting bisa buat berteduh. Jangan lupa meja dan kursi yang mencukupi juga.

  • Sewa Peralatan Masak Serta Juru Masak, dan Tukang Cuci
Hajatan di kampung jarang banget yang pakai katering. Ibu saya suka nyari orang yang masak. Kemarin yang dibayar itu Tukang masak lauk, Tukang nanak nasi, Tukang cuci sama Tukang nyediain jajan. Selain itu, saudara-saudara juga bantu banyak sebelum hari H dan hari saat pesta.

Kue juga sumbangan dari saudara yang punya usaha kue online

  • Alat Transportasi Buat ke Rumah Mempelai Wanita
Karena saudara saya banyak dan alhamdulillah pada punya kendaraan, mereka semua pada bantu. Tentunya harus 'ditembung' dulu buat ikutan acara lamaran sekaligus nikahan.

  • Nyari Orang Buat Ngurus Tamu
Di kampung saya jarang ada yang model prasmanan. Tamu-tamu dilayani buat makannya. Yang disediain di meja ya minum, makanan ringan sama nasi. Seadanya banget sesuai yang dimasak Juru Masak. Yang kemarin masakannya lumayan enak. Memang orangnya sudah sering dipanggil kalau keluarga ada hajat. Buat pengurus tamunya ada namanya Sinoman dan mereka kerja dari sore sampai malam saat hajatan.

  • Enjoy The Party
Kita yang punya hajat harus gembira meski lelah. Harus banyak senyum dan pasrahin semua sama bagian-bagian dapur dan lainnya. Buat mempelai karena hajatan di rumah masing-masing, enggak perlu kangen-kangenan karena pisah tempat. Kalau acara udah kelar, berdua aja seumur hidup enggak ada yang larang.


Kalau ada saudara yang mau makan banyak, enggak usah dinyir-nyirin ini itu buat tamu dan lainnya. Biar kan mereka menikmati juga. Mereka udah bantu banget lho. Jangan sampai mereka kapok dan enggak mau ikut kerepotan lagi.

Alhamdulillahnya semua beres tanpa banyak kendala. Acara simpel, hiburan pakai layar, enggak ada souvenir. Dari hajatan kemarin banyak banget bumbu yang tersisa, makanan juga cukup. Sama orang-orang yang bantu pada dibawa pulang kaya kelapa, cabai, tomat, bawang. Saudara, lingkungan sekitar rumah dikit-dikit juga ngerasain kelebihan jajan dari hajatan. Kami ingin semua orang ikut berbahagia dengan hajatan ini.

Kami lega, sangat. Walaupun di sore hari sebelum hajatan sempat hujan deras. Pagi sebelum acara juga hujan. Deg-degan banget lah wong dulu pas Kakak saya khitanan juga hujan deras. Rada takut kalau kejadian yang lalu terulang lagi. Tapi semua oke, hujannya setelah semua tamu pulang, hahaha.

After Party, sandal, sepatu saya yang sempat hilang sudah pada kembali. Rumah yang penuh sesak kaya tempat pengungsian bencana karena saudara pada nginap sudah mulai tertata lagi. Sejauh ini semua aman jaya. Dan yang penting, bagaimanapun nikahnya semoga tetap berkah dan tak terpisah.

Pekerjaan rumah yang menanti saya di bulan depan adalah tagihan listrik yang pasti bakal bengkak karena pemakaian yang besar di saat hajatan. Tak lupa tagihan air yang terus mengalir. Yah, saya harus menikmati semua, menikmati prosesnya.

Toh bila nanti akhirnya saya nikah, pastilah Kakak-kakak saya dan saudara akan bantu juga. Enggak ada yang perlu dihawatirin. Hidup memang seperti itu kan?!

Kalau kalian punya hajat semisal nikah, Paket Pernikahan Murah mana yang kalian pilih? Atau mau kasih yang lebih spesial? Share pengalaman kalian yuk!

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

25 komentar

  1. Waduh, Kakak saya juga mau nikah :D Bingung mau pilih pernikahan yang gimana. Palingn sederhana tapi sah xD

    ReplyDelete
  2. Hidup memang harus saling membantu. Apalagi untuk kerabat dekat yah :D Masih bingung sih kalau misal ada hajatan nikah mau pilih paket pernkahan seperti apa

    ReplyDelete
  3. Dulu pas kakakku nikah aku patah hati lho ji. Ngrasa dia direbut sm orang lain. Haha. Km gimana?

    ReplyDelete
  4. kalo ngebahas nikah, maunya sederhana aja. iya macam pernikahannya raisa yang tidak semewah sandra dewi. wkwkkwkw tapi pengennya sih kalo nikah konsepnya di kebun gitu, tapi sore atau malam. soalnya pernah datang ke nikahan temen yg konsepnya kebun di siang hari. alhamdulliah gerah wkwkwkwk

    ReplyDelete
  5. aku kemarin nikah malah ngurus semua sendiri, jadi aku bisa ngrasain giman acapet dan ribetnya kamu jiah. tetep semangat, tapi next kalau kamu yang nikah tetep jaga kesehatan ya jangan sampai kaya aku malah resepsi masuk UGD hahah crita banget pokoknya. semangat nata rumah lagi, itu PR banget tapi dinikmati aja hehe

    ReplyDelete
  6. Aku jadi mikir, nanti aku nikahnya gimana ya? Aku pengennya sih akad aja. Tapi kayaknya nggak mungkin deh, teman2nya ayah sama ibu banyak, hahaha. Palingan aku kalo resepsi ke gedung, biar gak repot2 banget di rumah.

    Terus rencananya aku mau komen gini: "saat bantu2, Kak Jiah udah berapa kali ditanyain kapan nikah?" wkwk

    ReplyDelete
  7. Adek perempuan memang ikutan sibuk ya kalau ada pernikahan begini. Tentu kita mau memberikan yang terbaik utk kakak kita #jaditerharu apalagi sama-sama punya keluarga besar pasti ribet tapi harus enjoy yaa

    ReplyDelete
  8. Bagitulah kalau ada nikahan salah satu anggota keluarga, pasti kita ikutan rempong hehee...apalagi yang nikah itu kakaknya, behh...adiknya pasti ikutan jadi seksi sibuk. jadi ingat jasa adik-adikku saat pernikahanku tahun lalu deh

    ReplyDelete
  9. Komitmen saya nikah hanya 1 x, jadi harus jadi hari yang spesial.... Keluar duit banyak tak apa yang penting berkesan

    ReplyDelete
  10. Yess Nikah is Ribet.. Kalau di tempatku prosesinya banyak banget dan bikin pusingggg...
    Yang jelas butuh duit buat nikahh dan setelah nikah makanya mesti siap dan mapann
    Nice shareee, Jiahh

    ReplyDelete
  11. nah itu, mulai nyicil barang-barang atau bahan-bahan nya itu yang terkadang teledor,
    biasanya pengen sekaligus banyak, eh malah adaaaa aja yang ketinggalan, ujung-ujung nya bolak balik.. heheheh

    ReplyDelete
  12. Uuntung punya banyak saudara jadi banyak yang bantuin, pas aku pesta dulu ada saudara dan tetangga yg bantuin

    ReplyDelete
  13. Mempersiapkan acara nikahan memang ribeet. Semua harus terperinci, jangan sampai ada yang terlewat. Orang tua saya dulu, tipe yang gak mau ribet, jadi urusan makanan, diserahkan ke katering. Apalagi banyak saudara datang dari jauh, jadi gak nyaman kalau di rumah sibuk dengan orang yang masak.

    ReplyDelete
  14. Aku pas nikah ya urus sendiri, Ji. Nenekku maunya di rumah, lah ntar yang jadi manten aku, yang ribet beresin rumah juga aku masa....


    Akhirnya akad di mesjid, resepsi di mesjid juga biar tenang. Keribetanku urusan cari pelaminan dan busana pengantin banyak dibantu oom dan tante.


    Seru ya Ji kalau punya sodara banyak, capek kaya gini gak terasa

    ReplyDelete
  15. Saya pikir ya sesederhana mungkin pernikahan tetep aja perlu biaya ya. Dan berbagi tugas mengurus ini itunya cukup menghemat biaya. Tapiiii bener banget paling murah itu nikah siri. Wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Aaaaaahah jaadi kebayang nanti kalo aku mau nikah gimana soalnya khan anak pertama wkwkwkwk, tapi kalo di sini ya sama sih kak saudara tetangga kalo mau ada yg nikahan pasti ruame bgt bantu2 dan itu emang bisa ngirit dan yaaa lucunya jadi kadang rumpi tapi ya bisa silaturahmi juga hihihi

    ReplyDelete
  17. Woww selamat ya barakallah untuk kakakmu Jiah. Semoga segera menyusul ya. Ilmunya udah Ada nih. Aku dulu malah nggak sempet siap siap cicil cicil begini.. berasa banget emang capeknya krn urus sendiri. Jarak dari taaruf sampai pernikahan jg dekat soalnya..

    ReplyDelete
  18. ngurusin acara pernikahan itu emang pusingnya minta ampun yah, jadi inger waktu mau nikah dulu hihi aku jg banyak ngurusim sendiri gak pakai WO, udah gitu acara resepsinya dua kali di tempat suami jg bikin acara lagi.. dan sekarang 2 bulan lagi udah mau ada acara nikahan adik ipar hehe

    ReplyDelete
  19. wah...adatnya sama dengan kampung asalku. Ada tukang adang, tukang jajan, tukang korah-korah. Hanya saja sekarang sudah model prasmanan, tapi yang bantu-bantu masak ya tetap para tetangga dan bolo kurowo hehehhe

    ReplyDelete
  20. Jika ingin menikah alangkah baiknya harus dicicil sih biar nantinha pas hari H menikah atau 1 bulan ingin menikah ga kebingungan atau ga capek siapin semuanya

    ReplyDelete
  21. Selamat menempuh hidup baru buat kakaknya mbak. Iya ya nikah itu murah kalau di KUA aja hehe. Sbnrnya sih resepsi jg gk wajib kan. Dulu saya jg maunya yg simple aja, apa daya ortu dan mertua sama2 baru nikahin anak hehe.
    Wah malah Mbak Jiah ya yg ngurusin persiapan pestanya, kakaknya pasti ngerasa seneng banget tu mbak :D

    ReplyDelete
  22. Makasih banyak ya mbak untuk ulasannya. Memang bener banget kalo pernikahan itu harus dimulai dengan persiapan yang matang ya. Dan dimulai dengan mencicil barang-barang atau bahan - bahan yang dibutuhkan. :D

    ReplyDelete
  23. Saya sih kepengennya nikah itu sederhana aja. Tapi biasanya keluarga sih yang maunya digedein gitu. Semoga nanti dapet istri yang mengerti. Aminnn.

    ReplyDelete
  24. Ga usah pakai paket2an. Enak gotong royong saja meski rumah mirip tempat pengungsian. Wkwk

    Kapan nyusul?

    ReplyDelete
  25. The power of punya saudara banyak
    Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
    Smoga bntar lagi Mbak Jiah nyusul ya, hheee
    Klo aku juga maunya paket nikah simple, hampir mirip kayak Mamasnya Mbak Jiah tersebut hehee

    ReplyDelete

IBX58325B871BB98