Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.
Showing posts with label Teman. Show all posts
Showing posts with label Teman. Show all posts

Ade Anita, Ketika Mantan Mendekatkan Kita

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Meski hatiku memilihmu

Mantan Terindah, ada kah yang punya? Pernah berpikir bahwa ternyata mantan itu tak selamanya buruk? Bagaimana kalau justru karena dia, sesama mantan malah saling dekat? Ini tentang Mak Ade Anita, Ketika Mantan Mendekatkan Kita.

Ibu Gila, Anak Luar Biasa

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Anak masih balita kok diajak ke hutan. Apa kamu sudah gila?

Hidup di desa, kampung dan masih erat dengan mitos ini itu membuat saya sedikit syok saat tahu ada ibu yang berani mengajak anaknya ke alam bebas, dalam hal ini hutan. Saya nggak akan masalah kalau memang mereka tinggal di pedalaman hutan. Tapi ini, Ibu yang tinggal di kota atau paling tidak bukan hutan. Apa mereka ingin kembali ke peradaban masa lalu?

Surat Terbuka untuk Muna Sungkar

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Hai, Mbak Muna! Apa kabar? #SKSD

Pertama kali tahu Mbak itu, kapan ya?! Lupa?! Tapi dulu kalau nggak salah pernah jadi modelnya Pak Dhe Cholik kan? Waktu itu ikut nebak, Muna Sungkar. Kok namanya kaya si S? Aslinya saya nggak suka lho sama dia. Haters?! Nggak juga, cuma nggak suka saat dia menjadi orang yang terlalu baik dan jadinya teraniaya. Mending jadi orang jahat kan? #Eh!

Susindra, Lebih dari Sekadar Teman

Bismilaahirrahmaanirrahiim....

Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Slamanya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kita bertemu dengan orang yang sehobi, rasanya membahagiakan bukan?

Dulu saya pikir di Jepara nggak ada yang ngeblog sama sekali. Kalaupun ada, mereka akan membahas hal berat, tanpa ada unsur curhat. Sebagai anak muda, nggak punya teman yang senasib itu sedikit susah. Teman jaman sekolah tak ada yang suka nulis. Membaca pun angin-anginan saja karena tetpaksa. Untungnya saya bertemu dengan orang yang istimewa.

Di Mana Sahabatku?

Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Rasanya kehilangan itu, pasti sedih. Tapi, saya selalu percaya ketika kita kehilangan sesuatu, Allah pasti menggantinya dengan yang lebih baik.
Bertahun-tahun yang lalu, saya kehilangan seorang sahabat. Dia teman semasa kecil. Kami lahir di bulan dan tahun yang sama dan hanya selisih satu hari. Ya, saya lebih tua darinya. Kami satu sekolah, sama-sama main dan kami rival. Dia juara, dan saya berada dibelakangnya. kami berkejaran dalam banyak hal. Entah mengapa, kami seolah dituntut untuk jadi bintang. Tapi, kami ini sahabat.

Kembar Empat

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kamu anak kembar? Mau punya anak kembar? Saya juga, tapi saya tidak kembar, hiks. Suami? Hadeh! Saya belum ketemu dia.

Sumber

Satu-dua tahun lalu, saya pernah menulis tentang Twins. Di Hari yang Berbeda saya juga sedikit cerita tentang kelahiran bayi kembar. Seminggu setelah perawatan, akhirnya mereka pulang meski berat badannya belum dua kilo. Ya mau gimana, Mereka sehat sih.

Dulu saya pernah berjanji mau nulis empat teman sekelas saya yang kembar. Kelas XI IPA1 adalah awal saya punya teman sekelas kembar. Dari kelas X sebenarnya saya tahu mereka kembar, tapi ya nggak terlalu kenal. Akhirnya, kembar empat ini ngumpul.

Lina punya kembaran namanya Mahfud. Mahfud ini masuk Bahasa. Namanya kembar laki perempuan, jelas saya bisa bedakan mereka. Mereka ini pulang pergi boncengan. Buntutnya, mereka ini dikira pasangan.

Ana-Ani, Yanti-Yana. Mereka kembar tapi nggak identik. Sama-sama masuk IPA, tapi beda kelas. Di kelas XI Ana-Yanti jadi teman sekelas. Kelas XII, Yanti bertukar jadi Yana untuk teman sekelas. Sebenarnya saya sih yang diusir dari kelas IPA1 ke IPA2, hiks #Curhat.

Rosiana-Rosita. Mereka kembar identik, mirip banget. Sayang saya belum pernah ketemu Rosita. Mereka beda sekolah. Rosiana si polos, tapi super baik. Gara-gara identik, cowok yang naksir Rosiana malah nembak Rosita. Akhirnya, tetep dianya pacaran sama Rosiana, huahaha. Nggak tahu deh sampai hari ini cowok itu tahu atau tidak kalau dia salah tembak.

Semenjak lulus, saya belum pernah ketemu mereka secara langsung. Eh nggak juga ding. Di RSU Kartini ketika nunggu si Kembar di IGD, saya bertemu Lina. Dia bekerja di sana. Tapi sayanya lupa nanya, dia jadi Bidan apa perawat.

Ana, dia menikah, punya seorang bayi perempuan, tidak kembar. Ani, bekerja, tapi tak tahu di mana. Beberapa waktu lalu akhirnya nyusul nikah. Yana-Yanti kuliah di UIN Semarang. Kayanya sudah lulus sih. Kalau Rosi, dia dulu ambil keperawatan. Sekarang di mana, entah.

Ya begitulah kembar empat di kelas saya dulu. Hah ngomongin sekolah. Jadi kangen sekolah. Tapi saya masih pengen punya anak kembar, hiks.

Ya sudah. Sampai jumpa!!!

Jangan lupa komen di Ketika Anak Kampung Pergi ke Kota. Siapa tahu dapat pulsa.

#HappyBlogging

Lorenzo Juara, Rossi Bintang Lapangannya

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sumber

Laga MotoGP tahun ini telah berakhir dengan Lorenzo sebagai juara dunia di GP Valencia. Walaupun dapat piala, justru Rossi lah yang jadi bintang lapangannya.

Kok gitu sih?

Jadi, Abang Rossi ini sempat bersitegang denga Marquez saat di Sepang. Akhirnya Abang Rossi dapat pinalti sehingga start paling bontot. Walaupun ketinggalan start, ternyata Abang Rossi memang juara sejati. Dari belakang eh nyalip sampai finish keempat. Ini namanya keren!!!

Saya sih nggak mau ngomporin tentang ‘Kecurangan’ yang terjadi di MotoGP. Saya cuma mau cerita tentang teman saya yang ngefans dengan Rossi. Namanya Rikha, perempuan, anak penjual kue Pukis yang enak banget –Karena saya dikasih gratis-, cantik yang sekarang berhijab. Saya tahu Rossi ini ya gara-gara dia. Jaman MTs, dia ngenalin saya sama Rossi, The Doctor yang punya nomor 46. Segala hal yang berbau Rossi dia tahu. Saya sampai bengong. Kok ada cewek yang suka nonton balapan?

Setelah sekian lama kita tidak berjumpa, akhirnya kita bertemu di FB. Tahu apa kata kunci yang saya pakai untuk ngenali dia? Fans Rossi, ahaha. Setelah itu saya haha-hihi sama dia. Sekarang dia di Tangerang. Mungkin tambah cantik, hehehe.

Saya ingat, Rikha ini bukan siswi yang menonjol saat kelas VII. Tapi, dua tahun berikutnya, prestasinya kian meningkat. Saat kelulusan, akhirnya dia bisa menjadi salah satu juara. Tidak ranking satu memang, tapi usahanya menjadi juara patut diperhitungkan.

Label Juara itu seperti penjara. Orang yang akademisnya bagus, kadang dituntut untuk selalu bagus, terlihat sempurna. Tak jarang, banyak yang menjadi juara dengan cara instan. Menjadi juara atau jatuh setelah jadi juara itu mudah. Yang tidak mudah itu mempertahankannya. Dan pertahanan yang kuat, butuh proses yang panjang.

Kemenangan akan terasa nikmat saat kita benar-benar memperjuangkannya melalui proses, selangkah demi selangkah. Bahkan mungkin kita jatuh bangun untuk mencapainya. Dan ketika kerja keras kita belum berhasil, lihat di sana, ada kesuksesan yang menanti kita. Bukankah kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda???!!

Kadang, juara itu tak melulu yang naik ke atas panggung dan pegang piala. Contohnya kamu, seseorang yang memenangkan hati Bapakku #Ea!!! #HambuhItuSiapa #SiapaKamu

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya
-Dee