Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.

Prompt #28: Janjiku

Hujan turun begitu derasnya. Petir bersautan memekakkan telinga. Kututup telingaku, meredam semua suara yang ada. Mobil itu melaju dengan kencang seperti terburu-buru. Samar, aku melihat pengendara di dalamnya. Ciiittt!!! Mobil itu terperosok pada tanah yang basah. 



Aku melihat lelaki itu mengumpat, menyumpah-nyumpah pada keadaannya saat ini. Dengan susah payah, lelaki itu mencoba mengeluarkan mobilnya dari tanah basah. Dia berhasil dan melajukan mobilnya dengan kencang. Bruak!!! Motor di depan mobil berguling sementara mobil itu menabrak pohon  begitu saja.


Aku tersentak dengan apa yang kulihat.


"Nin! Sepertinya ada yang jatuh!" kataku pada Nina teman kantorku.

"Didetik keberapa?"

Aku menatap Nina. Dia seperti acuh, tapi aku tahu dia tidak ingin aku terlalu hawatir dengan 'Penglihatanku' itu.

"Sepertinya orang terdekatku, siapa ya?"

"Berdoa aja, semoga dia baik-baik saja. Positif thinking, okey?"

Aku mengangguk pelan. Bukan sekali ini saja aku melihat kejadian seperti itu. Beberapa kali orang yang tak kukenal hadir ketika mereka akan mengalami suatu hal. Lalu kali ini, siapa?

***

Hujan masih enggan pergi. Tanah itu masih basah. Aku berjalan mendekat, seolah tak percaya.


"Hai, Mas!" kataku tercekat. Kutarik nafas sejenak,

"Aku membawa novel ini, Maya Maia. Kemarin kamu bertanya, kenapa aku minta ijin memanggilmu Mas? Karena novel ini. Nathan bilang, panggilan Mas itu so sweet. Tapi kemudian aku meralat, harusnya seperti sejak dulu, empat tahun yang lalu. Kak Aga, cukup itu. Nina kemudian bertanya, bukannya lebih bagus pakai Mas? Aku bilang saja, aku bercita-cita putus denganmu. Apa aku terlalu jahat? Entahlah. Bersamamu empat tahun lebih merupakan berkah yang tak terkira dan aku ingin memutuskannya. Bukan karena ada orang lain, bukan itu. Tapi, mendengarmu masuk ICU, aku menangis sendiri. Sepertinya, aku takut kehilanganmu. Aku janji Mas, aku tidak akan meminta putus, aku janji!" kataku panjang lebar. 

Hujan masih membasahi. Cairan hangat menetes di pipiku, mungkin air hujan lirihku. 

"Mas Aga? Ini mimpi kan? Ayo bangun! Bangun!"

Andai aku bisa melihat kejadian itu lebih dulu. Aku pasti melarangmu untuk menjemputku dengan motormu itu.

Nisan itu masih berdiri, tak ada suara.

MFF


Notes :
Mungkin aku sedang jahat kali ya karena menulis ini. Tapi jujur, aku tidak bermaksud apa-apa dengan ini. Mungkin rasanya seperti Ariel X yang menangis karena mendengar Andra kecelakaan. Tapi ini real, nyata bukan fiksi. Kemarin, temanku baru saja melihat seseorang jatuh. Setelah di cek pada SMSnya, ternyata temannya mengabarkan pacarnya kecelakaan dan masuk ICU. Malam sebelumnya, dia masih senyam-senyum karena minta ijin memanggil pacarnya itu dengan sebutan Mas gara-gara novel Maya Maia. Pagi ini, kabarnya duka datang. Pacarnya meninggal. Jujur, aku sedih :hwa . Apa yang harus aku katakan pada temanku ini? Life must go on. Tapi, mengatakan seperti itu, bukan hal mudah bukan? Semoga temanku ini tabah menghadapi cobaan ini. Untuk dia yang hanya kuketahui namnya, semoga kau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kamu baik, aku percaya. Kamu meninggal diusia sebelum 20 tahun. 


Yang kuingat, sering kali temanku bilang ingin putus. Bukan karena ada yang lain, ingin saja katanya. Tuhan kali ini mengabulkan doanya, meski dengan cara yang berbeda. Putus untuk selama-lamanya. Bisa mendapat penglihatan lebih, kadang menjadi anugerah tapi mungkin sedikit mengerikan ya? Mari kita doakan dia ya teman-teman?

Maya Maia

Setelah kemarin sukses menjadi makhluk paling ngga jelas di HeartChime: GIVEAWAY DIBUKA!!! Dung tak dung tak jes! dengan hadiah novel Maya Maia, akhirnya malam jum'at 26-27 September aku berhasil menjadi kuntilanak semalam huahahah :uhuk .


Bisa dibayangkan, betapa gejenya aku ketawa tengah malam di kamar. Santai bok! Aku ngga sendiri. Ada Phi, teman tidur yang juga lagi baca novel lain :smile .


Baiklah, mari kita kenalan sama Maya Maia, salim-salim dulu gih :hepi .


Foto Jepretan Kakakku

Judul : Maya Maia
Penulis : Devania Annesya
Penerbit : PlotPoint
No. ISBN : 9786029481501
Cetakan Pertama : Juli 2013


Baca sekilas judulnya, kaya nama penyanyi yak? Tapi jangan salah, ini ngga bahas Maya-Maia yang itu. Sama sekali!


Jadi, itu ceritanya gimana dong kakak? :wek


Mau tahu atau mau tahu banget? :uhuk


Jadi, ceritanya begini #PasangMukaJutek :jiah .

Maya, anak gahul nan somse ini sengaja kuliyah [Baca : kabur] ke London dan berlama-lama di sana. Karena si Maya ini ngga kelar-kelar kuliyahnya, orang tuanya pun berang dan memulangkannya dengan paksa untuk segera di tunangkan dengan seorang bernama Jojo, teman kecil Maya [Ralat : anak cowok yang suka dijaili Maya]. Dasar Maya yang memang geje, dia ngga pulang langsung ke Jakarta tapi malah transit ke Tulungagung, rumah Anisa sahabatnya.


Maia, cewek alim, lugu banget nan ndeso. Dia sama sekali belum pernah ke Jakarta. Niatnya, mau kerja sama keponakan teman Bu liknya bernama Jojo. Begitu sampai di Stasiun Pasar Senen, muka melasnya kelihatan banget. Kaya mukaku yang unyu tanpa dosa :shy .


Joni-Jojo, tukang reparasi komputer. Gayanya slengekan, jarang mandi. Tapi entahlah, kenapa aku mendadak terpesona dengan sifatnya yang absurd ngga jelas gitu. Menarik kan? Ngangguk ajalah :uhuk . Dia ini calonnya Maia.


Jonathan-Jojo, si cowok tampan, tampan banget dah. Direktur utama bok. Calon suami idaman deh ya. Cuma, dia ini Gagal Move On. Duh! Mas tampan ini. Cantikan juga aku :smile . Nah! Si Jojo yang ini bakal calonnya Maya.


Cerita berawal dari insiden Pasar Senen di mana masing-masing penjemput  -Jojo-Jojo- salah jemput orang. Maya bertemu Jojo-Joni sedangkan Maia bertemu Jojo-Jonathan. Kehidupan pun berubah, semua berubah menjadi tidak biasa. Maya yang serba ada mendadak jadi babu di rumah Jojo. Sedangkan Maia, hidup seadanya malah dibawa ke apartemen mewah.


Semua berjalan di luar kewajaran. Beberapa waktu berlalu, atas dasar ini itu, Maya akhirnya mengetahui bahwa jodohnya telah tertukar.


Pertanyaannya, apa yang akan dilakukan Maya? Bagaimana dengan Maia di sana? Joni-Jonathan, bagaimana sikap mereka? Apakah semua hanya kebetulan semata?


Aku sendiri berkeyakinan bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Teori Kosmos yang diagungkan itu sama sekali tidak berlaku.

Tidak seorang wanita pun di dunia ini yang suka menjadi yang kedua kalau masih memiliki kesempatan menjadi yang pertama dan satu-satunya.
83

Mana yang lebih menyakitkan, mereka yang memiliki kenangan lalu kehilangan atau mereka yang kehilangan tanpa memiliki kenangan?
129

Novel ini, ngga melulu membahas tentang jodoh mereka yang tertukar. Banyak bagian yang kusuka. Ada Mamanya Maya yang gahul abis bikin ketawa. Ada juga Putri, adik Joni yang geje abis. Dan ya, ada beberapa makhluk lagi yang bikin nyengir kuda. Kelakuan Joni-Jojo yang bikin aku keki setengah mati. Sampai-sampai bengong, narik napas, ih wow, arghhh :jiah .


Mungkin ada sesuatu yang tidak perlu diucapkan untuk didengar, mungkin ada sesuatu yang tak perlu disampaikan untuk dipahami. Mungkin ada sesuatu yang tak perlu disemai untuk kemudian tumbuh, bersemi. Rumit..., tetapi sederhana untuk sekedar dimengerti.
202

Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi?
Kamulah yang terburuk!
Karena kamu datang serupa angin, mengisi ruang yang hampa untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa.
211

Ini tentang hidup, cinta dan kebetulan. Hidup, tentang arti keluarga, orang tua, sahabat dan juga cinta. Kalau baca bagian Joni dan Putri, mendadak ingat Kakak :hwa . Nangis bombay karena sering ngrepotin dia :hiks .

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Adera - Lebih Indah


Sering kali hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Bukan Tuhan tidak mau memberikan. Hanya saja, kadang Tuhan menunda atau bahkan memberikan yang lebih baik dari apa yang kita minta. Berkaca pada masa lalu, bahwa memang ada timbal balik atas apa yang kita lakukan.


Dia, adalah jodoh yang Tuhan ciptakan. 
Kau hadir, merubahku menjadi seseorang yang lebih baik. 
Seseorang yang bisa membuka diri dengan cinta. 
Seseorang yang bisa lebih kuat. 
Seseorang yang lebih menghargai orang lain. 
Cinta, tidak ada yang keliru atau kebetulan tentang ini. 
Jiah~

Prompt #27: Malam Pertama

Tubuhku menegang melihat Nay duduk manis di depan cermin. Rasanya panas tubuh ini, keringat dingin mengalir. Aku sempat menelan ludah beberapa kali saat memandangi tubuh Nay yang terbungkus lingerie seksi. Rasanya seperti mimpi melihat Nay di sini, di kamar ini.

"Vin, sini! Kenapa di situ aja?" kata Nay mengagetkanku.

"Iya, sebentar Nay. Aku kunci dulu pintunya."

Dia tersenyum kemudian aku berlalu menuju pintu. Aku harus memastikan semua pintu terkunci.

Dengan malu-malu aku mendatangi Nay yang sudah duduk di ranjang pengantin. Mama yang menghiasnya untukku dan Nay. Ranjang dengan taburan bunga mawar. Nay terlihat begitu cantik sama seperti dua belas tahun yang lalu.

"Malam ini kamu cantik, Nay!" pujiku.

"Berarti, kemarin-kemarin aku ngga cantik dong?"

"Ngga gitu. Maksudnya kamu lebih cantik malam ini." jawabku malu-malu.

"Vin, lebih deket dong!"

"Kenapa Nay? Apa ini kurang deket?"

"Aku pakai parfum baru lho. Coba deh cium di sini!" kata Nay menunjukkan leher mulusnya.

Lagi-lagi aku menelan ludah. Nay benar-benar berpengalaman tentang hal ini.

"Wangi!" kataku setelah mencium lehernya.

"Kalau eyelinerku sudah rata belum?" tanya Nay sambil mendekatkan tubuhnya ke arahku.

Jantungku seperti berhenti berdetak. Ya Tuhan! Wajah Nay begitu dekat. Matanya yang belo, bibirnya yang merah merona ingin sekali kukecup lembut.

"Vin?"

"Ya!"

"Gimana?" katanya mengedipkan mata.

"Sekarang?"

Nay mengangguk. Aku merebahkan tubuh Nay di ranjang. Perlahan, kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kurapal doa kemudian mencium keningnya perlahan. Sesenti lagi aku turun ke bibir merahnya, dan...

"Mama! Mama belum bobok kan? Reza ngga bisa bobok!" terdengar suara Reza, batita anak semata wayang Nay di depan pintu.

"Belum sayang." jawab Nay tersenyum geli saat memandangku.

Aku bangkit menuju pintu. Kubuka perlahan dan Reza segera berlari ke arah Nay.

"Reza ngga bisa bobok di kamar baru. Papa Vino, Reza boleh bobok di sini kan?" katanya merajuk.

"Boleh dong! Sini!" jawabku.

Kubuka slimut ranjang pengantinku. Reza dengan gesit masuk ke dalamnya, memeluk Nay erat. Bukankah menjadi hal yang istimewa saat menikah langsung dapat bonus?. Buy one get one free.

Kurapal doa, kupejamkan mata. Begitu saja.

MFF

***

Notes :
Susah nulis ginian.... kacau banget kan ya? :uhuk