Monday, 23 September 2013

Flames to Dust

Oke, kali ini aku akan kembali mereview cerbung yang ditulis oleh Mba Annesya. Yah meskipun beliau lagi sibuk promo novel terbarunya Maya Maia, berhubung sudah ditulis ngga ada salahnya kalau diposting  :smile *NggaPenting. Flames to Dust ini sebenarnya sudah posting sekitar bulan april 2013. Dibanding cerbung X, jelas lebih dulu cerbung ini. Dari pada ba bi bu ngga jelas, yuk mari baca hehehe :smile .


Flames to Dust bercerita tentang seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai pramugari bernama Renatha. Renatha memiliki mata hijau yang indah karena ayahnya yang berkebangsaan Jerman. Renatha juga memiliki sahabat bernama Nadia. Nadia sendiri tidak punya orang tua kandung tapi punya orang tua angkat yang sangat menyanyanginya.


Disuatu ketika, Nadia menjatuhkan hati pada seorang penulis bernama Jonas Antariksa. Mereka akhirnya menikah. Kehidupan mereka baik-baik saja. Renatha masih menjadi sahabat baik Nadia dan juga Jonas.


Raisa, anak Nadia dan Jonas lahir. Permasalahan datang tatkala Renatha merasa jatuh cinta pada Jonas. Jonas sendiri dilema, bagaimana bisa seorang yang dianggapnya sahabat malah menyukainya? Renatha hanya berusaha jujur dengan perasaannya. Cinta, baiknya memang diungkapkan daripada dipendam akan semakin terasa sakit.


Renatha merasa iri dengan Nadia karena dia memiliki apa-apa yang tidak dimiliki Renatha. Ada Raisa anak Nadia yang manis yang bisa diajaknya berdongeng ria. Jonas, suami Nadia yang baik hati, sabar dan begitu pengertian dengan tingkah gila Nadia.


Jonas sendiri, seolah kurang tegas dengan sikap Nadia yang melewati batas. Hingga permasalahan meruncing, lelah dan butuh penyelesaian. Saat itulah, Jonas merasa membutuhkan sosok Renatha. Renatha sendiri antara bimbang, kebingungan. Benar dia mencintai Jonas, dulu. Tapi sosok Raisa yang polos, mengingatkan Renatha akan kenangan dirinya sendiri saat kecil. Ibu Renatha, selalu mendongengkannya. Raisa seperti cerminan dalam diri Renatha kecil. Renatha hanya ingin Raisa mendapatkan kasih sayang utuh tanpa cela, tidak seperti kisah hidupnya.


Saat membaca cerbung ini, Mbak Annesya berhasil membuatku bingung, tidak bisa memilih. Aku tidak bisa menyalahkan Rentha dengan adanya perasaan cinta itu. Sebagai Jonas, seorang suami harusnya mengingatkan istrinya. Rumah tangga akan harmonis jika ada rasa saling antara suami dan istri. Nadia, jika dia tidak bisa seutuhnya mencintai Raisa, itu bukan salahnya. Aku tahu, Nadia bingung bagaimana cara mencintai seorang anak sedangkan dia sendiri tidak pernah merasakannya.


Yang menarik perhatianku adalah sosok Davi. Ya, laki-laki yang sering berkencan dengan banyak wanita itu kemudian merasa tertarik dengan sosok Renatha. Karakter Davi sendiri sudah hidup saat pertama kali dimunculkan. Setiap benda yang hidup selalu meminta takdirnya.


Membaca cerbung ini, aku terharu dibagian akhir. Cinta tetaplah cinta, tak mudah mengubahnya untuk menjadi benci. Ketika sahabat ini terpisah jarak, waktu dan permasalahan yang belum ada penyelesaiannya, akhirnya mereka bertemu dalam suasana haru :hwa .


Ketika kesempatan untuk mengungkapkan cinta itu muncul, sebisa mungkin kita akan mengatakannya. Tak peduli, apakah saat mengungkapkannya kita terlihat polos, begitu bodoh. Bagiku sendiri, itulah cinta. Cinta yang tulus bukan memperlihatkan keunggulan kita, tapi justru memperlihatkan kita yang apa adanya.


Pertama kali nangis baca cerbung Mbak Annesya ya ini. Dia berhasil membuatku menahan rasa haru dan romantisme yang murni. Sebelas dua belas deh kaya novel terjemahan. Meskipun cerbung ini belum lolos audisi novel waktu itu, aku percaya cerbung Flames to Dust ini akan menemukan jodoh penerbitnya, segera. Amin :smile .


Good luck buat kita semua….
Keep on writing!!! :smile

2 comments:

  1. yg mana yg bener? gampang.... kembali ke pedoman dasar: al Qur'an dan Hadis.
    eh, ini fiksi kok ya? fiksi meang cenderung untuk memuaskan imaji tentang romantisme kita.

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?