Tuesday, 19 January 2016

Ini Kah Kisah Cinta


Bismillaahirrahmaanirrahiim....
***
                Entah kenapa detak jantungku terasa begitu cepat. Kurapikan kaos yang kupakai. Kutenteng soft case gitarku dan berjalan menuju halaman rumah Maya. Secara resmi, ini adalah pertama kalinya aku mengunjungi rumah Maya. Kupikir setelah mengantarkannya sampai depan rumah beberapa hari lalu, aku bisa bertemu ayahnya. Sayang, kata Maya saat itu ayahnya sedang dinas ke luar kota.

                “Ehm!”
                Sebuah deheman mengurungkan niatku untuk menekan bel.
                “Maaf, di sini bukan tempat ngamen!”
                Lelaki berkemeja rapi dan bersepatu licin itu tersenyum kemudian dengan santainya membuka pagar dan masuk ke dalam rumah Maya. Pacar Maya kah?
                Tadinya aku berharap bisa bernostalgia mengingat pertemuan pertama kami di angkot dulu. Tapi sekarang aku menyesal sendiri. Kenapa mau apel tapi pakaian gembel? Apa kata Ayahnya Maya? Dibanding laki-laki tadi jelas penampilanku saat ini tak ada apa-apanya. Lalu buat apa aku meninggalkan Maya demi sekolah musik?
Mungkin aku bukanlah aku
Yang terlukiskan dimimpimu
                Aku mulai memetik gitarku setulus hati. Aku yakin betul, Maya memiliki perasaan yang sama denganku. Ini untukmu, May!
Mungkin aku membuatmu jemu
Seiring waktu yang berlalu

Engkau meninggalkan diriku
Menepikan diriku

Kini aku berharap waktu
Membawamu dan kekasihmu
Merasa jemu dengan waktu dan berpisah lalu
Kau datang padaku saatku masih untukmu
                Byur!!!
                Aku gelagapan karena baru saja tersiram air.
                “Dari tadi berisik mulu, pergi sana!” ucap seorang wanita paruh baya sambil menenteng ember. Di belakangnya laki-laki necis tadi berujar, “Saya tadi bilang apa, Mas. Di sini bukan tempat ngamen!”
                Pagar tertutup, tapi di mana Maya? Siapa mereka?
                “Maya! I love you! Love you so much!” teriakku menggila.
                Aku berteriak lagi sampai-sampai tetangga Maya ke luar rumah.
                “Maya!!!”
                “Ya, Her!”
                Kucari sumber suara Maya, tapi bukan dari dalam rumah melainkan dari belakangku. 

                “Sori, rumahku yang itu!” ucapnya meringis sambil menunjuk rumah yang ada di belakang badannya.
***
"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Kisah Cinta Bunda 3F - #LoveStory"
Notes:
Ini kelanjutan cerita Mbak Maya Siswadi versi saya. Tadinya mau ditulis semua, dari awal pertemuan di angkot sampai kencan gatot. Tapi, kok feelnya nggak dapat?! Jadi saya tulis ini untuk sebuah pertanyaan, kenapa ketemunya dua tahun lagi dan lagi??? Ah, lagu Afgan itu gregetin banget dah!!! BTW, ini pemanasan biar nggak kaget kalau ikut seleksi MFF Idol lagi, hihihi. #HappyBlogging

16 comments:

  1. Jiah mah gitu orangnya, hahhaa

    Maya kan sudah ngasih tau kalau rumahnya jalan Cempaka. bukan Akasia :p

    aku kudu nggawe iki :p

    ReplyDelete
  2. Kalau jiah mah udah jagonya bikin beginian :)

    ReplyDelete
  3. kasian juga sama Mas H, masa disiram air sih Mbak? :(

    ReplyDelete
  4. aseg
    ini versi cowoknya..
    cakep..mau donk dinyanyiin jugak :)

    ReplyDelete
  5. oh ini kah cinta, cinta pada jumpa pertama *lah malah nyanyi

    ReplyDelete
  6. Xixixi, salah rumah jiaaahhhh

    ReplyDelete
  7. Hahaha tadi, di awal baca itu dalam hati mau usul, coba ujungnya dibikin si "pengamen" itu salah masuk rumah eh ternyata Jiah memang bikinnya begitu ... keren Jiah .... hahaha

    ReplyDelete
  8. hahahaha,,,salah alamat disiram air pula... :)

    ReplyDelete
  9. makasih udah ikutan yaa, ditunggu pengfumumannya

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?