Wednesday, 3 April 2013

Berani Cerita #05 : Ketakutan

Sepertinya suasana malam ini tidak begitu bersahabat bagi Riana. Angin yang dingin membuat dia memaki dirinya sendiri kenapa lupa membawa jaketnya yang tertinggal di mobil. Lorong yang tidak terlalu terang karena beberapa lampu mulai dimatikan. Dan kenapa tidak ada orang bersliweran? Padahal masih jam 8 malam.

“Nah, sebentar lagi sudah sampai di kamar Sinta.” Riana mencoba menghibur diri sendiri karena dirinya masih merinding. Cepat-cepat langkahnya diayun, sampai akhirnya dia berhenti tiba-tiba saat melihat sebuah tempat tidur dorong melaju cepat ke arahnya.


“Au…. Hati-hati dong Sus,” Ucap Riana yang sempat terjatuh saat tertabrak .

Suster yang membawa tempat tidur dorong itu tak menyaut. Diam, hening.  Riana makin begidik dan bangun lalu berjalan sambil mengumpat. Ketika dia menengok ke belakang, wajah Suster itu terlihat pucat. Riana lari tunggang langgang karena ketakutan. Riana mencoba bersembunyi di balik kursi dengan tangan gemetar.

Tap, semua lampu hidup dan ...

“CUT”
“Riana, ekspresinya mana?” teriak sutradara

13 comments:

  1. waah ada suster ngesot..
    tacuuut :p

    ReplyDelete
  2. wah ini versi beda ya, ada suster disini :)

    ReplyDelete
  3. kalo di sumedang, lorong rumah sakitnya penuh sama keluarga yg nungguin. suster ngesot ngga bisa ngesot jadinya hehhe

    ReplyDelete
  4. eh ternyata lagi suting ya mbak

    ReplyDelete
  5. Hehehe... ternyata lagi syuting :)

    ReplyDelete
  6. asem! ngakak guling2 aku.. wkwkwkwk

    ReplyDelete
  7. wah, tau tau kyk di pilm pilm, cut cut

    ReplyDelete
  8. CUT! Ketebak endingnya, jiah! Yg #05 gue gak ikutan! ;-)

    ReplyDelete
  9. hoalaaah..lg shuting toh hihihihi

    ReplyDelete
  10. udah ngumpet gitu masih dibilang kurang ekspresi :))

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?