Friday, 24 May 2013

Prompt #12: Laki-laki Tua

Gambar milik Mbak Orin
Laki-laki tua itu masih saja melihat ke arahku. Entah apa yang dia pikirkan tentangku yang setiap hari wira-wiri di depan warungnya. Kata orang, namanya Warung Cinta, dan memang penuh cinta di dalamnya. Aku selalu melihat istri, anak-anak serta cucunya berkumpul di sana. Masih sama, mereka selalu memandangku dengan tatapan yang tak kumengerti.


Aku sedikit kaget saat lelaki tua itu mendekatiku. Aku hanya menurut tak tahu harus berbuat apa. Dia memberiku banyak nasi dan aku melahapnya dengan cepat. Jujur, aku lapar karena seharian mondar-mandir menggendong anakku yang masih bayi.


“Risa, makan yang banyak. Bapak kasihan lihat anakmu itu. Dia juga lapar. Ibu juga ngga akan tega lihat kamu kelaparan.” kata lelaki tua itu.


Aku mengangguk sambil melihat bayiku yang masih tertidur. Bayi dengan baju dan topi pink, dia terlihat cantik ketika matanya terpejam seperti itu. 


Aku meneruskan makanku dengan lahap. Sedetik kemudian, jari-jari lelaki itu terasa hangat menyentuh kepalaku. Perlahan, sebuah kecupan terasa di keningku.


“Argh!!!” aku menjerit kencang. 


Bukannya lari, dia laki-laki tua itu malah memelukku semakin kencang. Aku berontak, kuhantamkan apa pun yang ada di depanku untuk melawannya. Kugigit tangan kurus yang sejak dari tadi menyentuh tubuhku. Dia kesakitan dan aku berlari ke luar warungnya.


“Orang gila, orang gila, orang gila!!!”

***

Notes :
Terinspirasi dari FTV Sulam tentang orang gila tapi waras. Kita tidak pernah tahu jalan pikiran mereka. Apa sama atau tidak dengan dunia kita. Tapi yang aku yakin, mereka punya dunia imajinasi sendiri yang tentu saja tidak kita mengerti. Siapa sih yang mau terlahir seperti itu? Bukankah artinya mereka jauh lebih suci dari kita yang berakal? Ya, mereka tak pernah dosa walau pun tidak sembahyang dan puasa. Jika kita kehilangan sedikit saja memori kita, tentu saja akan pusing tujuh keliling. Lalu, sudahkah kita bersyukur karena akal sehat kita masih bisa menyimpan bermiliar-miliar memori?

7 comments:

  1. hmmm, ini yang gila maksudnya si aku ya? trus, kenapa dikecup sama bapak ituh? huhuhuhhu aku blum paham :(

    ReplyDelete
  2. tuh kan yg gila si bapak, tapi gak ketahuan gila ya :D

    ReplyDelete
  3. Jiah, yang gila tuh si bapak ato si aku ya?

    ReplyDelete
  4. aq manut menurut pemahaman pembaca aja, siapa yg sebenarnya gila :D
    Smoga bkn penulisnya :)))
    #jawabanbikinbingung

    ReplyDelete
  5. ini yang gila penulisnya kayanya... #ngeeekk

    *kabur jauh2*

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?