Friday, 20 November 2015

Hari yang Berbeda

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Bagaimana hari kalian?

Semoga walaupun sibuk bekerja atau repot mengurus rumah, kita tidak lupa ibadah, amin.

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya punya keponakan kembar. Bukan keponakan kandung sih wong yang ngelahirin adiknya Kakak Ipar. Tapi, ya tetep seneng juga, wekeke. Sepupu, keponakan, teman, adik kelas yang kembar aku punya. Yang belum punya  ya anak kembarnya, hihih.

Hari itu, 15 November si kembar lahir normal di Puskesmas Mayong Jepara. Tidak ada yang serius, cuma berat badan mereka kurang. Mereka lahir di usia 7 bulan dengan berat bayi pertama 1,7 Ons dan bayi kedua 1,3 Ons. Akhirnya mereka dibawa ke RSU Kartini untuk mendapat perawatan. Waktu saya lihat mereka di IGD, pada bobok. Mereka disinar. Lucu, kecil, pengen peluk.



Namanya IGD, ada saja pasien datang. Dari yang melahirkan, sakit dalam, sampai yang betulan parah, berdarah. Berhubung saya nongkrong di IGD lumayan lama, akhirnya saya melihat banyak hal dan itu benar-benar membuat saya merinding. Memang waktu itu tidak seheboh seperti drakor Emergency Couple. Tapi, tetap saya sebagai manusia biasa, saya merasa takut.




  • IGD itu mendahulukan pasien yang perlu bukan berdasarkan urutan. Budaya antri tak berlaku di sini.

Maaf!
Pelayanan IGD bukan berdasarkan urutan kedatangannya, tetapi berdasarkan kegawatdaruratannya


  • Siapin mental. Ini bagi keluarga pasien maupun yang merawat pasien IGD. Setiap petugas medis akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa pasiennya. Dan drama sinetron bagi orang yang tidak mampu belum bisa dilayani, alhamdulillahnya tidak ada. Urusan administrasi belakang, yang penting usaha untuk menolong pasien terlebih dahulu.


Dan di IGD ini saya benar-benar mengalami hari yang berbeda. Ada kelahiran dan ada juga kematian. Di depan saya mobil berhenti. Seseorang berdarah dari hidung dan telinga. Kabarnya ketika di kebun, dia kejatuhan dahan kelapa. Selang beberapa waktu, setelah istri dan anaknya datang, dia pun berpulang.

Ada yang datang, ada pula yang pergi. Ada kebahagiaan, lalu kedukaan. Begitulah Allah menyeimbangkan dunia ini. Mereka dibuat berpasangan. Saya belajar tentang arti bersyukur atas hidup. Walau tak mewah dan biasa saja, ternyata saya masih sehat, tak perlu dirawat apalagi obat.

Dan, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Hari ini
Bayi-bayi mungil lahir ke bumi
Tapi hari ini juga
Ada seseorang yang pergi
Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un

20 comments:

  1. ada suka dan duka ya mbak....aku g berani di IGD,takut,merinding rasanya

    ReplyDelete
  2. Aku pernah liat bapak masuk IGD dan tetap aja shock. Rasanya waktu lambat berjalan di sana. Tiap saat harus cek kondisinya membaik atau nggak. Kalau buruk, bisa dipindahkan ke rumah sakit lain yang lebih bagus penanganannya. :')

    ReplyDelete
  3. Enggak berani mbak klo saya masuk IGD...ngeri liat kayak gitu. Enggak tega aja sih. Ya Allah, semoga keluarga dari Bapak yang kejatuhan dahan kelapa diberi kekuatan dan kelapangan. Amin.

    ReplyDelete
  4. Selamat ya atas kelahiran keponakan kembarnya, sehat selalu ya. Dulu pekerjaanku mengharuskan saya untuk selalu datang ke UGD, duh kebayang enggak sich, malam-malam lelah campur hujan, ada pasien kecelakaan, berdarah darah sampai melihat yang tiba-tiba meninggal.Duh, malah curhat..buat blogpost keknya oke ya...thanks to Jiah jadi aku menemukan ispirasi buat blogpost

    ReplyDelete
  5. jadi inget waktu anter bpku ke IGD jg ada yang meninggal begitu nyampe IGD ngeri ngeri menegangkan

    ReplyDelete
  6. saya setiap hari ke masjid PKU Muhammadiyah Gubug yang berdampingan dengan IGD.... itu menjadikan saya mendapat pengalaman berharga hampir setiap hari

    ReplyDelete
  7. woww.... lahir di usia 7 bln dan kembar. Sehat terus ya dedek mungil... :)
    selamat ya udah punya keponakan baru :)

    ReplyDelete
  8. baca postinganmu, semakin ingin punya anak kembaaaaaar... aamiin \o/

    ReplyDelete
  9. jadi punya keponakan kembar nih :D
    emang sih UGD mengutamakan pasien yang sakitnya parah atau perlu segera mendapatkan pertolongan

    ReplyDelete
  10. Bayi kembarnya unyu-unyu... semoga kelak menjadi anak yang hebat. Amin.

    ReplyDelete
  11. Semewah mewahnya rumah sakit tetap enakan hidup sehat di rumah sendiri.
    Saya kadang agak segan masuk rumah sakit karena begitu banyak orang sakit
    Yang satu ingin tidur, sebelahnya berteriak-teriak karena kesakitan.
    Mari kita jaga kesehatan agar tak perlu di rawat di rumah sakit.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  12. Suka gemas liat anak kembar .. apalagi kalo masih bayi ....
    Gimana kabar si kembar ini sekarang? Beratnya pada gak sampe 2 kg ya ...

    ReplyDelete
  13. kamu punya turunan kembar juga, ji??
    kalo aku semaca trauma ke igd, dulu pas nganter mbahku kontrol ada rombongan orang kecelakaan masuk.. sereemmm

    ReplyDelete
  14. Wuih, ini nih IGD bagus, yang dilayani duluan yang paling sekarat, menurut gue itu adil dan berprikemanusiaan. Bayi kembar tuh selalu menarik... Semoga sehat selalu..

    ReplyDelete
  15. Salut terhadap pelayanan di IGD ini. Mereka lebih mementingkan nyawa orang ya ketimbang disiplin. Walaupun disiplin itu penting, tapi urusan nyawa juga lebih penting.
    Selamat Jiah punya keponakan kembar.. Pengen punya anak kembar deh jadinya hehe..

    ReplyDelete
  16. Dan, saya yakin, sering berada di IGD, menjadikan seseorang kuat mental ya, Mbak.

    ReplyDelete
  17. wuihhh selamat ya atas keponakan barunya mbak, imut-imut banget mbak, haduh saya ke IGD waktu nganter Alfi yg sesak nafas di situ saya cemas bgt

    ReplyDelete
  18. Whatta life ya mba, ada yg drg, ada yg pergi.

    ReplyDelete
  19. aku trauma banget kalo di UGD

    :(

    ReplyDelete
  20. adik bayinya lucuuuuu lucuuuu....

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?