Sunday, 6 December 2015

Prompt #99 - Rise to the Sky

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***


"Aku tak bisa hidup seperti ini! Aku punya banyak mimpi! Dari awal kamu tahu. Kenapa sekarang kamu mengekangku?"

Aku tersadar dari lamunanku ketika suara tangis memekakkan telinga di tengah panas dan kemacetan jalan raya. Seorang anak merengek karena balon di tangannya lepas dan terbang ke langit.

Kulihat balon itu melayang jauh, meninggalkan pemiliknya. Aku bertanya-tanya, di mana akhirnya balon itu berhenti? Kehabisan karbit kah atau menabrak burung hingga akhirnya pecah di udara? Apakah ketika lepas dari pemiliknya dia sedih atau justru bahagia?

"Aku tak mengekangmu, tapi bukankah kita punya mimpi yang sama? Membangun rumahtangga bahagia?"

"Kita akan bahagia kalau punya uang. Kalau aku berhasil, aku bisa membelikanmu apa saja. Apa kamu tidak ingin punya baju, perhiasan yang layak?"

Kamu menunduk saat aku mengangkat ransel dan menyampirkannya di pundak.

"Kembalilah! Kumohon! Mimpiku hanya ingin bersamamu!"

Air mataku menetes. Klakson dari belakang berbunyi nyaring. Para penumpang mengumpat memintaku segera melajukan bus.

Samar kudengar suara nyanyianmu di DVD. Kamu tengah naik daun. Kamu tak perlu tahu. Aku meninggalkanmu bukan untuk meraih citaku, tapi agar kau melanjutkan impianmu.

***

6 comments:

  1. syedih gitu ya jiah
    yah kalo kita membebani orang yang kita sayangi buat apa dilanjutkan? gitu gak sik

    ReplyDelete
  2. wah... ternyata suatu pengorbanan bagi org yg dicintainya ya... :)

    ReplyDelete
  3. Ahhh sepihak mah itu. Gue gak suka cinta kaya gituuuuu gak sukaaa

    ReplyDelete
  4. aih masa sih ga ada pilihan lain yang lebih reasonable....ih ih ih syebel

    ReplyDelete
  5. Kok komennya pada kontra semua :p.
    Hmmm kalo saya, sih balik ke individunya itu sendiri, pasti dia tau yg Mana yg lebih baik.
    Eh tapi ini cuma cerpen ya?
    Makasih kunjungan nya. Maaf baru berkunjung balik

    ReplyDelete
  6. makin keren aja FF nya mba Jiah :D

    ReplyDelete

Mana jejak tulisanmu?