Hai, 2026. Apa kabarmu sekarang?
Sesungguhnya saya tidak menyangka akan sampai di tahun ini. Maksudnya, saya masih ingat awal tahun 2025, yang saya pikir bisa bernapas lega, tapi ternyata ceritanya berbeda. Eh kok sudah ganti tahun saja. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kalau mau kembali ke tahun 2025, sepertinya awal tahun sampai pertengahan itu hidup saya lesu. Lalu kemudian bangkit lagi perlahan-lahan sampai sekarang. Kalau ditanya resolusi, satu hal yang utama, saya masih punya keinginan hidup.
Untuk membangkitkan semangat hidup, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan. Saya tidak ingin menulis di sini, saya simpan dulu untuk diri sendiri. Meskipun awal tahun ini agak meleset, tapi semoga ke depannya jauh lebih semangat untuk tetap menyambut hari.
Oh iya, setelah Cerita Akhir Tahun 2025, pagi pertama 2026 saya bangun setelah alarm berbunyi. Solat Subuh dan jalan kaki sebentar. Meski masih terlihat mendung, tapi sudah tidak hujan. Rencananya, saya dan keluarga akan ke Pantai Mororejo Jubel, Mlonggo Jepara.
Setelah bakar-bakar di malam hari, kami memilih sarapan di pinggir pantai. Mbak saya yang punya ide itu. Sementara saya manut saja. Yang penting nanti si Bocil enggak kelaparan saja. Masakan matang, siap-siap dibungkus, bawa semua. Termasuk ambil rambutan. Mbak minta saya untuk beli gorengan atau makanan lain untuk bekal. Ternyata yang jualan tutup. Jalan ke Pasar Desa, yang jualan pun tidak banyak. Dapat seadanya banget.
Kami perginya pakai Mobil Pickup. Jadi semua perbekalan langsung ditaruh di mobil. Satu persatu kami mulai naik. Enggak nyangka kami 5 bersaudara bersama keluarga masing-masing memenuhi mobil. Lucu amat dimuat kaya apa gitu.
Untuk ke Pantai Mororejo Jubel, kami lewat daerah Kedungcino daripada Desa Mambak dan Desa Swawal Barat. Saya pikir lebih nyaman saja, bukan yang naik turun banget. Plus menghindari kalau-kalau jalan ramai dan macet. Waktu mulai jalan, eh ternyata sepi, ckckck!
Rutenya paling gampang mengikuti arah ke JOP atau Jepara Ourland Park. Kami masuknya lewat situ, lalu menuju pantai di belakangnya. Kenapa sih milih ke sana bukannya ke pantai lain yang ada di Jepara?
Saya pribadi lagi suka ke sana. Lalu saya ingat kalau Keponakan yang dari Pati belum pernah main di Pantai Mororejo Jubel. Jadi saya ajak ke sana saja. Alasan lainnya, di sini tidak ada biaya masuk sama sekali. Hari biasa tidak ada bayar parkir. Namun karena ini tahun baru, jadi mobil dikenai parkir 10 ribu rupiah. Iya, hanya bayar itu saja.
Lahan tempat mobil parkir itu milik JOP. Sepanjang situ, ada pantai. Jadi kami main di sana. Dan karena sejak tanggal 30 Desember hujan, jadi banyak banget sampah ranting dan plastik yang terbawa ke pinggir pantai. Meski begitu, bagian pantainya masih oke buat main.
Agendanya sarapan, lalu main di pantai. Ombaknya lumayan. Kami main di pinggir sambil cari Kerang Kecil, betulan kecil ukurannya. Selain itu, mendung masih menggantung. Sempat gerimis, tapi kami masih lanjut main. Setelah beberapa lama, gerimis agak besar turun. Jadi kami putuskan untuk pulang karena khawatir tambah deras. Toh mainnya juga sudah lumayan lama. Untuk cerita Pantai Mororejo Jubel, nanti saya buat di postingan lainnya.
Kami pulang dalam keadaan basah. Hanya Keponakan paling kecil yang bilas karena sudah kedinginan. Meski mendung, sepanjang jalan tidak hujan. Kami pulang dengan perasaan cukup senang dan jadi sedikit berat karena bawa pasir di badan. Mulai cuci, mandi, masak untuk makan siang, makan siang dan rebahan.
Saya pribadi betulan enggak ke mana-mana, cuma pergi main sama keluarga saja. Hari berlanjut karena Malam Jumat juga. Jadi pergi Yasinan ke Musola, lanjut Tahlilan di rumah Tetangga sebelum 40 Harian. Mbak dan keluarganya saja yang keluar, ke Alun-alun Jepara 1. Ya mumpung kan. Jadi main sekalian.
Kurang lebih, itu saja Cerita Awal Tahun 2026. Bagaimana dengan kalian? Sudah pergi ke mana saja? Coba bagikan keseruannya di kolom komentar ya! Sampai jumpa. Happy blogging!





11 comments
Senengnya bisa kumpul keluarga. Itu mewah banget buat banyak orang. Apalagi banyak pantai ya di sana. Di kotaku tidak ada pantai. Kalau mau ke pantai harus.lewat jalan tol dulu. Tapi orang sini jarang main ke pantai karena warnanya coklat akibat gambut & banyak dipakai untuk pelabuhan tanker.
alhamdulillaaah ya mba bisa menghabiskan waktu dengan keluarga dan orang - orang tercinta di akhir tahun. Kami kumpul dengan keluarga di rumah karena cuaca hujan deras sambil makan aneka cemilan dan minuman favorit. Semoga 2026 penuh berkah yaaa mba
Sejak anak mondok jauh di luar pulau saya dan suami tidak pernah pergi tamasya atau liburan. Ingatannya ntar aja nunggu anak pulang. Hehehe... Maklum anak semata wayang. Biasa kemana mana ikut, sekarang kami terpisah. Mengisi waktu libur biasanya saya ikut acara suami. Seperti kegiatan mengaji, kegiatan di tempat kerja dll. Kalau tidak saya ya di rumah saja. Jadi sudah terbiasa. Begitu juga tahun baru. Kami di rumah saja.
Senang banget bisa ngumpul dan ngepantai bareng saudara dan keluarganya.
Semoga ke depannya selalu bisa ngumpul di setiap momen istimewa.
Awal tahun 2026 di tempatku hari-harinya lebih sering hujan, jadi kegiatannya hanya tidur, hahaha.
Ketika anak-anak masih kecil, tahun baru menjadi ajang kumpul keluarga. Sebetulnya karena kebetulan lagi liburan sekolah. Gak pernah ke mana-mana. Hanya kumpul di rumah. Karena suka malas ke luar di saat tahun baru. Pasti rame banget :D
Kalau lihat di foto yang area pantainya sepertinya masih agak lengang ya kak? Mungkin yang pada malam tahun baruan masih pada bobo hehe. Soalnya di tempat daku itu paginya sepi loh, kayak ditinggal mudik, wkwk. Eh giliran jam 10 ke atas, baru rame lagi
Alhamdulillah baik kabarku Jiaaah..
Ihh, seru banget ituuh bisa main ke pantai pake pick up pulaaa.
Duh, jadi teringat permintaanku sama keluarga bibi di Pangandaran, next kalo aku mampir mau pake pick up ke pantai Pangandaran yaaa, hahahaaa.pas banget siih liat cerita disini, kbayang serumyaaa..
Ah, tahun baru pas di rumah, kumpul keluarga, bakar2an menikmati quality time yang lagi liburan di Bandung.
Aku nggak kemana-mana tahun baruan ini Ji, sama kayak tahun-tahun sebelumnya. Semarang padat merayap di musim liburan gini. Enakan di rumah aja males-malesan hehee...
Alhamdulillah hal sederhana bahagia sama keluarga. Pengalaman yang seru banget naik mobil pickup ramai-ramai trus ke pantai, pastinya bakal jadi kenangan yang ga terlupakan. Awal tahun saya juga kumpul sama keluarga aja, liburan ini masih di sekitaran kota Bandung.
Tahun baru memang banyak yang jalan-jalan ke pantai ya. Biasanya pantai di daerah saya juga ramai Mbak. Dan sama juga kalau habis hujan, jadi ada sampah yang terbawa dsri mana-mana
Seru banget deh main di pantai, apalagi barenga ponakan ya, Ji, anak kecil itu selalu bikin gemesssss. Aku sekeluarga tiap tahun baru bakar-bakar di rumah, terus saling berpelukan dan berdoa bersama deh. Karena di Jakarta malam tahun baru itu padat banget, malesin