Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.

Hari Blogger Nasional: Ada Saja Dramanya

Selamat Hari Blogger Nasional!

Masihkah kamu punya Blog? Masih menulis? Atau Blognya sudah dijual untuk biaya hidup?

    Bertahun-tahun ngeblog, rasanya saya tidak pernah benar-benar menulis khusus di Hari Blogger Nasional, tiap tanggal 27 Oktober ini. Kalau tidak diingatkan, mungkin saya akan lupa. Lha begini kok dibilang Blogger? Kan malu banget jadinya, hahaha. Namun berhubung ini adalah hari spesial, saya akan curhat setelah sekian lama. Mau nulis santai karena ternyata Ngblog Itu Ada Saja Dramanya!

Hari Blogger Nasional Ada Saja Dramanya

    Saya ingat dulu buat blog pertama kali di tahun 2010. Lalu di tahun 2011, saya mulai rajin menulis, mengisi dengan tulisan sederhana. Pas lagi rajin-rajinnya, saya resign dari tempat kerja lama ke tempat baru. Saya pikir akan lebih longgar karena kerjanya berbau online. Namun ternyata, di tahun pertama, saya stres. Rasanya nangis terus. Mana tidak boleh nulis, disuruh fokus kerja saja.

    Setelah setahun di tempat baru, saya mulai masa bodoh. Kerja secukupnya, lalu santai, menjalani sisa kontrak saja. Saya mulai menulis lagi, meski sambil curi-curi waktu. Dan menulisnya pun pakai handphone jadul. Itu pun banyak juga dramanya karena sempat jatuh ke air hingga harus opname berbulan-bulan. Padahal itu HP pertama yang agak mahal, yang bisa saya beli.

    Setelah habis masa kontrak, saya jadi pengangguran. Sepertinya waktu itu saya ngeblog, tapi jarang-jarang. Sampai kemudian sadar bahwa mulai banyak teman yang menggunakan domain pribadi untuk blognya. Blogger bisa dibilang mulai naik daun, Perlahan saya mulai juga membeli domain untuk blog ini. Lalu setahun kemudian, saya beli domain lain, dan syukurnya sampai saat ini blognya masih ada.

    Saat dunia Blogger mulai ramai, saya bisa membeli ponsel yang lebih baik dan saya gunakan juga untuk ngeblog. Ketika ada uang, saya coba beli laptop second. Saya menggunakannya beberapa waktu sampai kemudian laptop yang usianya sudah tua itu mulai merepotkan dan akhirnya meninggal. Rasanya sedih setengah mati. Niatnya biar semangat nulis, tapi malah begitu jadinya.

    Sampai beberapa waktu, saya masih menggunakan ponsel. Lalu beli ponsel baru karena ponsel lama benar-benar tidak bisa digunakan. Dua tahun ngeblog dengan ponsel baru, saya memberanikan diri beli Chromebook. Saya beli itu karena anggaran saya memang tidak banyak. Lagi pula, saya menggunakannya untuk ngeblog, nonton video, bukan pekerjaan yang rumit. Awal-awal penggunaan, ya semua lancar. Sampai kemudian, tahun 2024 datang....

    Sebenarnya sejak tahun 2023, ada hal-hal yang membuat saya kesulitan, tapi ya jalani saja dengan bismillah. Saya pikir, nanti juga bakal lewat. Eh, tahun 2024 dan tahun 2025 malah tambah parah. Parahnya itu parah banget. Sampai hari ini, saya tidak benar-benar ingat hal apa yang membahagiakan di tahun itu. Rasanya suram sekali.

    Karena merasa hidup selelah itu, saya tidak punya kekuatan untuk menulis. Dulu biasanya menulis untuk mengeluarkan ganjalan hati, tapi di tahun-tahun itu, rasanya saya benar-benar tidak mampu. Sepertinya saat itu saya hanya menjalani hidup tanpa punya tujuan. Kosong sekali. Saya menghabiskan hari-hari dengan nonton, melamun, tidur, tidak mau berpikir sama sekali. Batin saya sakit dan tidak tahu harus bagaimana.

    Akhir tahun 2025, perlahan saya mulai bangkit. Saya masih ingat, waktu itu saya membeli pensil warna dari berbagai merek. Saya juga membeli beberapa coloring book for adult. Saya pikir itu bisa membantu saya lebih fokus dan mengurangi stres. Lucunya, sampai hari ini, saya baru mewarnai satu buku. Itupun dibantu Keponakan. Kadang saya juga mewarnai buku keponakan yang memang saya beli agar dia tidak iri jika saya punya buku mewarnai.

    Dan apakah setelah itu saya ngeblog lagi?

Ngeblog, Ada Saja Dramanya


Ngeblog Ada Saja Dramanya

    Saat stres sekali, saya kadang masih menulis, tapi memang dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Saya ada masalah, tapi berusaha tidak memperlihatkannya ke Teman Dunia Maya. Kalau pun ada postingan, sebisa mungkin bukan hal pribadi atau sesuatu yang menunjukkan kalau saya sedang tidak baik-baik saja. Dan 2026 pun datang!

    Sejujurnya, saya tidak punya ekspektasi apa-apa di tahun 2026 ini. Saya pikir hanya menjalani hari-hari biasa saja. Namun di akhir 2025, ada tawaran pekerjaan yang datang dan saya menyanggupi. Toh kerjanya sebulan sekali. Saya pikir biar bisa keluar rumah, ketemu orang. Dan syukur-syukur nambah ilmu juga pengalaman.

    Lalu saat Ramadan di bulan Maret 2026, saya mulai kerja lain di mana harus pergi pagi dan pulang sore. Soal pekerjaan ini, next time saya ceritanya. Yang jelas, saya jadi lebih merasa hidup. Dan karena kerjanya di luar rumah setiap hari, untuk ngeblog rasanya banyak sekali cobaannya. Alasannya, saya terlalu lelah setelah pulang. Namun lelahnya ini lebih ke senang karena artinya saya bisa tidur dengan teratur. Hal yang sulit saya lakukan di tahun 2024 dan 2025.

    Setelah kembali bekerja, ketika mau nulis, sudah buka blog, otak saya bilang, nanti saja. Dan itu pun berlalu sampai bulan-bulan berikutnya. Padahal banyak sekali yang mau saya ceritakan. Sesekali saya menulis, tapi memang bukan curhat seperti ini.

    Lalu dua bulan terakhir ini, saya meniatkan hati untuk mulai ngeblog lagi. Sayang juga kan kalau tidak diisi apalagi domain baru dibayar. Lucunya, ada pula yang mau beli. Ya saya tidak jual dong! Ini perpanjang saja jauh lebih awal karena berpikir mumpung ada uangnya, daripada nanti-nanti, lupa, uang tak ada. Malah bahaya. Soalnya saya sudah melepas satu domain dan galau juga karenanya.

    Dan saat semangat-semangatnya, Chromebook saya mati. Waktu malam hari saya gunakan, semua masih lancar. Lalu pagi saat saya gunakan lagi, tiba-tiba mati. Sumpah, waktu itu saya pusing sekali! Kata Mbak saya, mungkin si Chromebook ini ngambek karena berbulan-bulan saya cuekin. Kalau pun saya buka, hanya untuk nonton, bukan ngeblog. 

Tidak Bisa Login Chromebook

    Sesekali si Chromebook ini mau hidup, tapi banyak matinya. Seminggu terakhir malah lebih parah. Saya tidak bisa masuk ke akun saya. Papan ketiknya tidak berfungsi. Kalaupun mau hidup, saya masuk sebagai tamu. Saya pancing untuk nonton beberapa waktu, tapi nihil. Jujur agak stres, apalagi ponsel juga mulai mengalami beberapa masalah karena usia.

    Beberapa hari terakhir, saya mulai berpikir untuk beli tablet karena rasanya kurang sepadan jika harus memperbaiki Chromebook di tempat service. Pagi, siang, malam, saya benar-benar seingin itu untuk beli. Sayangnya karena di tahun 2024 dan 2025 keuangan saya menipis, dan mungkin minus. Tahun 2026 ini seperti reset ke setelah pabrik termasuk soal keuangan. Tabungan yang saya kumpulkan belum banyak. Saya memang kembali bekerja, tapi gajinya imut, bukan UMR dan cukup untuk kebutuhan dan jajan pribadi  saja. Makanya mau beli gawai baru tuh rasanya mikir-mikir baiknya bagaimana dengan anggaran yang tak seberapa.

    Dan di tengah rasa galau, tadi pagi saya tiba-tiba terpikir untuk pakai papan ketik kabel yang dulu saya beli saat laptop tua tidak bisa digunakan untuk mengetik. Karena sudah lama sekali dan ada bagian kabel yang terkelupas, saya khawatir itu tidak bisa digunakan. Apalagi pernah saya pinjamkan ke Keponakan buat main-main ketika saya sedang pakai Chromebook. Syukurnya setelah saya coba, ternyata bisa. Rasanya cukup lega, meski saya masih belum berhasil login menggunakan akun utama.

    Setelah pulang kerja hari ini, saya mencoba lagi dengan papan ketik kabel. Semua lancar, edit tulisan pun oke. Setidaknya ini cukup membantu ketika saya belum bisa beli laptop atau tablet baru. Lalu kemudian saya coba login lagi dan masih tidak bisa.

Solusi Lupa Password di Chromebook

    Saya coba menjelajah, membaca beberapa bantuan karena saya ingin menulis di Hari Blogger Nasional tanpa repot pindah ke akun cadangan dulu baru menyalinnya ke blog ini. Dan sampailah saya pada sebuah akun Tiktok di mana ada solusi lupa password di Chromebook. Sejatinya saya tidak lupa kata sandinya, tapi ya entah mengapa tidak mau login saja. Dan ternyata, solusinya adalah reset pabrik, hahaha.

    Saya berpikir sejenak. Memilih reset Chromebook, berarti saya akan kehilang data, foto, video, yang sudah saya simpan di perangkat tersebut. Video film atau beberapa drama pendek, saya bisa mengunduhnya lagi. Ada tab-tab yang saya simpan, tapi tidak masuk bookmarks yang artinya itu akan hilang dan saya benar-benar tidak ingat itu apa saking banyaknya. Foto, saya hanya menyimpan beberapa dari kegiatan, dan piknik. Ada yang mungkin bisa diakses GDrive-nya, tapi ada yang sudah tidak bisa. Beberapa file untuk belajar, wassalam. Saya hanya bisa bertaruh ikhlas yang siapa tahu ini memang solusinya karena jujur, penyimpanan si Chromebook kemarin memang tinggal beberapa giga saja. Bismillah....

Reset Chromebook

    Chromebook mulai ke pengaturan pabrik, seperti baru. Saya coba login dengan akun utama, sedikit bermasalah, tapi alhamdulillah bisa. Saya cek penyimpanan, tentu saja bersih meski saya berharap ada yang bisa dipulihkan. Lucunya, wallpaper lama berisi foto Sang Yan dan Wen Yifan The First Frost yang saya pasang masih terpakai. Sunguh saya tidak paham kenapa bisa begitu.

    Dan sampai saya menulis postingan ini, tidak ada masalah yang berarti di Chromebook yang telah direset. Papan Ketik Kabel juga saya copot. Rasanya memang jauh lebih enteng. Saya tidak tahu besok akan bagaimana, apakah kumat lagi atau tidak. Namun saya merasa lega, menulis postingan ini, Ngeblog Ada Saja Dramanya.

The First Frost

    Kalau memang Chromebook tidak kumat, maka saya akan berusaha menyempatkan waktu untuk menulis, ngeblog lagi di tengah kesibukan kerja. Kondisi saya sekarang jauh lebih baik, dan saya ingin mulai cerita banyak hal. Menulis organik untuk bersenang-senang. Keputusan beli tablet, mungkin bisa ditunda dulu sekalian mengumpulkan uangnya untuk beli yang lebih baik, bukan asal-asalan.

    Ah, rasanya saya sudah menulis panjang sekali. Ternyata tangan saya tidak sekaku itu meski lama tidak ngeblog. Semoga nanti saat ngeblog di lain hari, saya bisa selancar ini. Ya tentunya dengan bantuan perangkat yang tidak rewel juga, hahaha.

    Saya tahu setiap kita pasti punya masalah, butuh waktu untuk melewati, berjuang, kembali berdiri. Jika lelah, tak apa untuk berhenti. Mau menangis karena tidak baik-baik saja, itu manusiawi. Namun jangan berhenti berharap. Kamu hebat, kamu luar biasa!

    Hari Blogger Nasional Mari tetap menulis dan sampai jumpa!

No comments