Bagaimana Cara Pergi Ke Kendal Dari Jepara

October 28, 2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sebuah WA masuk tentang Event Festival Drumblek Pacific Paint Cup 1 Kampung Ragam Warna di mana saya sudah terdaftar sebagai peserta dan diminta untuk registrasi ulang pada tanggal 26 Oktober 2019. Langsung deh saya mikir, bagaimana cara pergi ke Kendal dari Jepara?


Namanya bepergian, pasti dong nyari rute bagaimana kita bisa sampai tempat tujuan. Dan saya juga cukup yakin bahwa saya berangkat sendiri dari Jepara. Kalau ketemu teman di jalan, ya alhamdulillah siapa tahu bisa pulang bareng, hahaha.

Pertama yang saya lakukan adalah lihat map Jepara Kendal itu bisa ditempuh berapa jam. Apakah harus menginap atau bagaimana agar tidak terlambat saat jam registrasi ulang. Saya memasukkan alamat Kampung Ragam Warna Mranggen, Nolokerto, Kec. Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51372. Dalam peta, dibutuhkan waktu ke sana itu 2,5 jam. Tapi jangan pernah percaya itu karena kenyataan di lapangan, untuk sampai Semarang saja butuh waktu 2-3 jam kalau macet dan lainnya. Mungkin waktu segitu terjadi bila pakai kendaraan pribadi atau sepeda motor. Masalahnya, saya menggunakan kendaraan umum ya!


Setelah memperkirakan waktu, saya juga cek adakah travel menuju ke Kendal. Alasannya sih buat jaga-jaga saja apabila malas naik turun bus atau dari sana pulang malam. Rencananya acara diadakan dari tanggal 26-27 Oktober 2019. Ternyata tidak ketemu. Saya cuma mencatat Kencana Travel dan Bejeu Travel dengan keberangkatan dari Semarang menuju Jepara. Tak lupa, saja juga cek harga tiket kereta api dari Semarang ke Kendal untuk prakiraan biaya yang harus saya siapkan.

Sepintar-pintarnya Peta dan Google, tetap GPS lah yang lebih utama. Gunakan Penduduk Sekitar, setuju kan?

Alhamdulillah ada Mbak Nyi yang bantu ngasih petunjuk. Menurut Mbak Nyi, Kampung Ragam Warna kalau dari Tawang atau Weleri itu malah jauh banget. Jadinya dia menyarankan saya untuk naik bus saja. Oke sip deh. Dan bagusnya saya enggak harus nginep dulu sebelum acara.

Tidak naik bus ini, hanya pemanis postingan

Sabtu, pukul 05.00 pagi saya memulai perjalanan. Saya minta diantar Kakak ke daerah Saripan untuk nunggu bus. Kenapa bukan terminal? Lebih cepat di sana sih sebenarnya kalau bus Semarang. Beda lagi kalau saya pakai Bus Indonesia buat ke Pati. Enak dari Garasi di Pengkol atau kalau telat ya ke terminal Jepara. Akhirnya pukul 05.15 bus datang.

Perjalanan cukup lambat. Ya karena bus umum dan nyari penumpang juga. Pukul 07.50 an, saya pun sampai di Terminal Penggaron. Manut instruksi Mbak Nyi, saya pun naik Bus Trans Semarang sampai daerah Mangkang. Yang pasti harus nanya dulu ya sama petugas, siapa tahu pakai transit segala. Sampai pukul 09.00 lebih, bus masih muter di daerah Semarang. Setelah berhenti, akhirnya saya naik bus kecil sampai Pasar Sore. Dari Pasar Sore ini, saya pesan Ojek Online guna mengantarkan sampai Kampung Ragam Warna. Setelah muter karena ada jalan yang ditutup, pukul 09.25 saya sampai lokasi dan langsung registrasi.

BRT masih sepi

Alhamdulillah perjalanan ke Kendal lancar tanpa halangan yang berarti. Cerita selama saya di Kampung Ragam Warna akan saya bahas di postingan lain ya. 

Cara Pulang Ke Jepara Dari Kendal dan Semarang


Setelah mengikuti rangkaian Event Festival Drumblek Pacific Paint Cup 1 Kampung Ragam Warna, siang hari tanggal 27 Oktober saya memutuskan pulang. Tadinya sih mau nginep di rumah Mbak Nyi dan pulang pagi tanggal 28 Oktober. Tapi batal, hahaha. Setelah hitung-hitungan jam, niatnya setelah makan siang dan solat, saya langsung pulang.

Rute yang mau saya lewati yaitu pesan Ojek Online dari Ragam Warna sampai Mangkang. Dari Mangkang menuju Semarang, Terboyo lalu ke Jepara. Menurut tetangga saya, di Terboyo masih ada bus yang nunggu penumpang. Alhamdulillahnya dapat tebengan mobilnya Om Yos dan diantar dari Kendal sampai Simpang 5 Semarang. Ya saya mampir di masjid dulu buat solat Dzuhur.

Sekitar pukul 14.00, saya memutuskan untuk pulang. Jika pakai Ojek Online sampai Terminal Penggaron atau Terboyo lebih cepat, tapi memang lumayan ongkosnya. Akhirnya saya milih naik BRT lagi karena waktunya memang masih cukup buat nunggu bus ke Jepara.


Setelah menuju halte, saya naik BRT ke Terboyo dengan lebih dulu transit di Balai Kota. Harus tanya-tanya Petugas biar enggak nyasar dan juga pasang telinga pastinya. Waktu transit, saya agak ngantuk dan sepertinya mulai error. Ketika Petugas teriak adanya BRT ke arah Genuk dan lainnya, saya ikut masuk. Bus muter saja sampai saya mikir, wah jangan-jangan salah naik nih, hahaha. Ngawur saja karena mikir toh waktu pergi juga lewat Genuk. Setelah satu jam setengah, meski bingung, saya turun di Pasar Genuk.

Lagi-lagi saya mengandalkan GPS, Gunakan Penduduk Sekitar. Saya nanya mushola sebenarnya, tapi pas di perjalanan, saya lihat bus. Akhirnya saya nyeberang dan ternyata itu Bus Demak. Saya tanya orang yang di situ, bus Jepara lewat juga kan? Iya, jawabnya. Alhamdulillah ternyata bisa juga nunggu di Genuk, tapi nyeberang dulu.

Pukul 15.50, Bus Jepara datang dan sudah ramai. Sudah siap-siap sebenarnya jika enggak dapat tempat duduk. Alhamdulillahnya setelah satu jam berdiri, akhirnya bisa duduk sampai pulang. Sempat ganti bus juga tapi untungnya sekali lagi itu bus milik orang yang masih satu desa. Jadi lumayanlah Kakak jemputnya enggak kejauhan. Pukul 18.00, saya sampai di garasi dan langsung solat di musola dekat situ.

Kesimpulannya, kalau naik kendaraan umum, pastikan bawa uang pecahan dan receh. Hindari uang nominal 50 atau 100 ribu biar enggak kena tengkik atau tipu-tipu. Jaga barang-barang pribadi, jangan sampai lengah. Jika pulang dari Semarang ke Jepara, kita bisa langsung dari Penggaron. Jika naik BRT, kita bisa naik dengan jurusan Terboyo atau Genuk. Jangan takut juga buat bertanya biar enggak tersesat di jalan. Kalau pun kesasar, ya sekalian jalan-jalan, hahaha. Dan kemarin Zain bilang kalau BRT Semarang Kendal akan segera diresmikan. Jadi makin mudah deh perjalanannya. Harus ingat juga bahwa bus dari Semarang ke Jepara itu hanya sampai sore saja kecuali bus malam tentunya. Makanya kudu tahu nomor travel tertentu jika tidak ingin menginap.

Begitulah catatan perjalanan saya dari Jepara ke Kendal khusus naik kendaraan umum ya. Yang jelas ini jadi pengalaman baru buat saya dan cukup banyak cerita. Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

1 komentar

  1. Pengalaman yang berkesan, ya. Kalau saya kayaknya gak akan berani solo traveling hihihi

    ReplyDelete