Beli Baju Bayi

January 15, 2022

Kemarin ada artis yang nangis-nangis karena baju anaknya kebesaran untuk bayi prematur. Ada yang punya cerita yang sama?

Di postingan Sudah Setahun, saya sedikit bercerita tentang Elsa yang lahir dengan berat badan 4 kg. Saat mengandung, Mbak saya sebenarnya sudah diberi tahu jika berat badan sudah lebih dari cukup. Karena tidak USG sama sekali, jadi Mbak tidak tahu pasti berapa. Alhamdulillah si bayi lahir selamat lewat persalinan normal.

beli baju bayi

Meski besar, anak bayi ini bukan yang jumbo. Baju bayi pun masih muat. Biasanya keluarga kami memakai baju lungsuran. Yang dipakai Elsa pun sudah turun temurun puluhan tahun. Kalau pun beli baru, hanya 1-2 biji. Nanti setelah berusia 1 atau 2 bulan, baru deh beli baju baru. Anak bayi kan cepat tumbuhnya.

Karena terlalu bersemangat dengan kelahiran Keponakan, saya berinisiatif untuk membeli baju bayi. Niatnya biar bisa difoto agak kece dengan baju anak. Saat itu betulan pertama kalinya saya beli. Jadi tidak ada pengalaman, asal beli. Sesampainya di rumah, ternyata tidak muat, hahaha. Saya lupa jika Elsa tergolong besar dan malah beli baju kecil.

Jadi, saya pun akhirnya membuat sedikit catatan jika membeli baju bayi. Ini dia:

  • Pilih warna netral. Ini untuk jaga-jaga siapa tahu prediksi bayinya perempuan, eh yang keluar laki-laki. Paling aman belinya setelah beberapa waktu. Ya tadi karena ada lungsuran
  • Pilih baju dengan bahan yang nyaman. Saya tidak tahu banyak jenis kain. Namun asal dipegang lembut, anak bisa lebih nyaman
  • Pilih baju dengan kancing, bisa depan atau samping
  • Pilih baju yang longgar sehingga mudah dipakai dan dilepas
  • Baju tidak ada kerutan karet serta tidak beraksesoris
  • Pilih baju berdasarkan berat badan, bukan usia bayi

Itu saja catatan dasar ketika beli baju bayi. Saya yakin Ibu-ibu pasti lebih paham soal ini. Btw di kasusnya Elsa saat saya belikan baju itu, bagian lubang untuk dimasukkan kepala terlalu kecil dan tidak ada kancing. Em, yang benar sih kepala Elsa yang besar, hehehe.

Kalau di kasus si artis, beratnya si bayi itu 2,8 kg. Jadi bukan yang kecil banget. Kalau pun bajunya kebesaran, toh itu masih bisa dipakai. Beda ya jika kekecilan yang sama sekali enggak bisa dipakai. Harusnya sih tak perlu ditangisi apalagi tidak ada masalah dengan si bayi. Namun saya tak tahu juga kondisi si Ibu. Mungkin masih stres pasca melahirkan sehingga memengaruhi banyak hal. Siapa yang tahu.

tips beli baju bayi

Oh iya, setelah kasus pertama beli baju bayi yang gagal total, saya pun tidak kapok membeli baju lagi. Kali kedua saya beli yang berbentuk kaos, tapi longgar. Untuk ukuran, saya sering menambahkan satu nomor. Jadi bisa dipakai sampai beberapa bulan.

Elsa yang lahir 4 kg, di minggu pertama turun beberapa ons dan itu terbilang normal. Lalu perlahan naik, naik terus, bahkan sampai sekarang berada di angka 11 kg untuk usia anak 14,5 bulan. Yang merawat senang, petugas posyandu juga bahagia. Insyaallah no stunting club-club deh.

Cerita tentu tidak berakhir saat membeli baju bayi. Masih ada cerita tentang imunisasi, diapers, MPASI, mainan, takut boneka, ketagihan gadget dan lainnya. Benar-benar deh cerita tentang bayi itu tidak pernah ada habisnya. Seseru itu punya boneka hidup, hehehe.

Kalian sendiri bagaimana? Ada cerita seperti saya saat pertama kali beli baju bayi? Mau nambahi tipsnya juga? Coba share di kolom komentar ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

0 komentar