Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.

Jalan-Jalan di Rumah Sakit

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Beberapa waktu yang lalu, aku sempat pulang ke rumah. Awalnya sih nggak ada rencana apalagi pas di telfon Bapak aku bilangnya pulang nanti sekalian. Tapi ya rasanya aneh, akunnya juga aneh. Mbahku di RS dari natalan belum pulang-pulang dan aku cuma sekali besuk. Betapa durhakanya!!! :jiah


Akhirnya aku ijin pulang sekalian pinjam motornya Bu Bos. Singkat kata aku pulang walaupun sekali lagi nyasar karena lewat jalan desa terus lupa belok :uhuk .


Sore sampai malam setelah main-main sama Sinta, jam sembilan malam aku sampai di RSU. Kartini Jepara. Kalau dilihat, kondisi Mbahku jauh lebih baik daripada pas pertama kali aku besuk. Penyakit tua, biasalah.


Kebetulan tetanggaku ada yang masuk RS juga. Sakit apa? Sakit bagian perut, nggak tau deh. Yang satu ruangan sama tetanggaku sakitnya macem-macem. Ada yang sakit paru-paru, badannya sampai bengkak semua. Ngeri juga liat selang-selang dimasukin badan. Mbahku juga sama, banyak selang. Tapi kemarin tinggal dua.


Jalan-jalan kok dirumah sakit, aneh ya aku? :smile . Tapi dari jalan-jalan itu membuatku makin bersyukur. Alhamdulillah aku nggak pernah opname. Sakit paling meriang, pilek, gejala tipus tapi masih obat jalan. Kesehatan itu tidak mahal, murah kalau kita mau menjaganya. Karena kesehatan itu seperti amanah yang wajib kita syukuri.


Yuk mari kita gunakan waktu sehat kita untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat :Smile .

Berhemat Air

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


Aku masih ingat tentang aku yang jadi Miss Pelit Sok Elit. Yap! Dulu aku pelitnya luar biasa kalau soal contek mencontek. Lalu sekarang? Karena aku belum sekolah lagi, aku nggak pernah ngasih contekan lagi kok, ciyus :peace :uhuk .


Ngomongin pelit, sering kali orang yang berhemat dianggap pelit. Aku ini orangnya hemat kalau soal internet *Bohong :uhuk . Aku hemat itu babakan or tentang apaan ya? Sebagai calon Menteri Keuangan, aku harus belajar tentang berhemat dalam segala hal uang, makanan, semuanya termasuk air.


Kita tahu, air merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk. Kita bisa bertahan beberapa hari nggak makan, tapi untuk nggak minum, siapa juga yang tahan? Bahkan sebagian tubuh kita merupakan cairan, catat! Catatan tentang berhemat air sendiri sudah aku amalkan sejak lulus SD. Bapak Kiaiku tuh pesan agar kita selalu hemat air. Mandi itu nggak perlu air banyak yang penting bersih, secukupnya sajalah.


Penghematan air juga terjadi saat aku nyuci baju. Karena aku nyuci pakai tangan, air bilasan bisa dimanfaatkan untuk nyiram lantai rumahku yang masih tanah. Oh iya, jangan sekali-kali nyiramin air sabun ke tumbuhan! Bisa mati :hwa . Kalau di hutan tempat tinggalku sekarang, air bekas cuci baju aku siram ke halaman yang tandus dan kering banget. 


Aku pernah ngerasain betapa susahnya nyari air bersih. Sekitar tahun 2011, sumur di rumah yang biasanya anti kering ternyata ikut kering. Aku kalau mau mandi minta air Mbah samping rumah. Ngambilnya juga ngangkatin satu-satu pakai ember. Kalau mau nyuci, aku biasanya pergi ke kali di belakang rumah. Untungnya jalan ke kali udah bagus jadi bisa dilewati pakai motor. Jangan kira nyuci di kali pakai motor gampang. Aku yang amatir naik motor pernah nyungsep di kali pas subuh-subuh beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri tahun 2011. Lagi-lagi semua itu demi nyuci dengan air.   


Intinya sih walaupun sekarang hujan dan air berlimpah bahkan ada yang sampai kena banjir kaya aku kemarin pas kebanjiran, bukan alasan untuk membuang-buang air. Kita bisa nyimpan air hujan untuk mandi atau untuk nyuci piring dan baju. Nah untuk bilas baru deh kita pakai air bersih. Hemat kan? :smile .


Kalau mau tips penghematan air yang keren, sok nonton Go Dok Mi di Flower Boy Next Door. Episode awal dia ngasih tips berhemat air, ciyus deh :uhuk . 


Baiklah. Saatnya kita selalu belajar berhemat. Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi? :smile .


“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin”

Maia, Bukan Ibu Pelit

Bismillahirrahmaanirrahiim....


Masih ingat kasus Al yang katanya diteriaki Maia, ibunya agar Al membayar hutang? Miris ya? Miris Maia-nya atau Al-nya? Kalau aku sih gregetan sama si Al.


Ini bukan karena aku ngebelain Maia karena kasus bla-bla-bla dengan mantannya yang bagusnya pas MFF Idol kemarin aku nggak dapat kasus ini :uhuk . Aku miris karena dalam berita yang aku baca, Al bilang bahwa minta uang sama Papanya lebih gampang daripada sama Maia.


Nah! Aku nih setuju sama Maia yang nggak gampang ngasih uang ke anak-anaknya. Okelah sayang itu boleh, tapi kalau ngegampangin ngasih uang atau apa-apa semau dia, si anak ini jadi susah belajar betapa untuk mendapat sesuatu itu nggak gampang. Ada kerja keras, ada usaha yang jatuh bangun untuk mencapai sebuah keberhasilan. 


Maia, bukan ibu pelit kok. Mungkin Maia mau agar anak-anaknya belajar dan menikmati semua proses. Bukankah ini termasuk pendidikan keren? Dan kamu, bagaimana mendidik anak-anakmu nanti?