Seminar Pariwisata Rembang

April 10, 2020

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Siapa yang suka ikut seminar? Paling sering ikut seminar apa? 

Setelah sekian lama enggak jalan keluar, akhirnya saya ikutan acara seminar pariwisata. Tahu info ini dari grup GenPI Pakujembara di awal Februari dan langsung nanya bagaimana acaranya. Ternyata akan berlangsung pada 23 Februari dan saat itu saya langsung daftar karena jatah untuk luar kota hanya 10 orang. Setelah cek tanggal lagi, ternyata di tanggal 22-nya adalah peringatan 100 hari Mbah saya. Duh!



Sempat galau banget antara mau lanjut pergi atau enggak. Tadinya saya berniat pergi sebelum tanggal 23 dan menginap di rumah Mbak saya yang ada di Pati. Acaranya kan pagi sekitar jam 8. Jadi biar enggak telat karena jarak rumah Mbak ke tempat acara di Rembang itu kurang dari 30 menit. Dan ya akhirnya saya pergi. 

Tanggal 22 itu seharian masak-masak dan lainnya. Lalu acara tahlilan habis Magrib. Setelah Isya' coba tidur cepat, tapi ternyata enggak bisa. Jam 4 pagi saya bangun dan bersiap untuk berangkat. Setengah 5 lebih diantar Bapak, saya pergi ke terminal. Tiap ke daerah Pati atau Rembang, saya sering menggunakan Bus Indonesia Jepara Surabaya. Biasanya naik pukul 5 pagi. Eh ternyata hari itu Bus yang jam 5 tidak berangkat. Bingung dong karena yang pertama sudah berangkat dari setengah lima. Hitung-hitungan berapa waktu tempuh, untungnya bus yang berangkat jam setengah 6 datang. Alhamdulillah, bisa tepat waktu deh!


Ketika bus belum berangkat, saya minum obat anti mabuk. Tapi entah, feeling saya kurang enak. Saya pun ambil plastik untuk jaga-jaga. Baru setengah jam jalan, perut saya berontak, panas. Kaki rasanya dingin tapi keringat enggak bisa keluar. Fix ini saya masuk angin karena kecapean, bepergian pagi buta dan gerimis juga. Jika sudah seperti ini, saya merindukan tolak angin. Akhirnya saya muntah, duh! Dua kali lagi dengan jarak satu jam-an. Catatan penting ya! Kalau jalan tuh harus tahu kondisi badan. Sedia obat dan lainnya agar tidak susah di jalan. 

Di tengah perut dan badan yang kurang bersahabat, drama masih berlanjut karena saya harus pasang mata sampai tempat tujuan. Acara berlangsung di Pollos Hotel Rembang dan saya belum tahu tempatnya. Katanya sih depan SMPN 2 Rembang. Langsung saya bilang sama Kondektur agar nanti menurunkan saya di situ. Setelah salah jalan, akhirnya saya bisa sampai lokasi pukul 8 lebih. Masih bisa lah buat urus administrasi di ballroom Pollos Hotel Rembang.


Seminar Pariwisata Rembang diselenggarakan oleh Ikatan Mas Mbak Rembang dengan tema Peran Millenial mewarnai Pariwisata. Pesertanya ada 200 lebih dan kebanyakan dari Rembang sendiri. Rata-rata anak sekolah, kuliah, juga penggiat pariwisata.


Secara umum, seminar ini memberikan semangat bagaimana membuat Anak-Anak Millenial nyaman di kotanya. Jadi bisa gali potensi di daerah masing-masing untuk pariwisata. Lalu tidak lupa untuk meningkatkan SDM, info akses ke daerah tersebut dan aksi nyata agar membuat wisata tetap ada dengan Festival berkelanjutan bertema unik juga spot baru.


Ada juga tanya jawab dari pendiri wisata di Rembang. Misalnya dari Karang Jahe Beach dan Pasar Brumbung. Ada juga fashion show yang menampilkan Batik Lasem. Lalu hiburan dan lainnya. Meski terkesan serius, tapi tidak terlalu karena dari Dinas juga ajak peserta buat bikin video TikTok. Saya lihatnya cuma senyum-senyum saja karena memang tidak terlalu mengikuti dunia perTikTokan itu. Acara di Pollos Hotel Rembang berakhir di jam 1 siang. Kami semua melanjutkan kunjungan ke Situs Perahu Kuno Rembang. Untuk ceritanya saya akan lanjutkan di postingan lain ya.


Acara Seminar Pariwisata Rembang ini jadi acara pertama di 2020 dan terakhir saya ikuti sebelum Covid-19 menyerang. Tetap jaga kesehatan buat semuanya! Meski sedang di rumah saja, jangan lupa bahagia! Sampai jumpa. Happy blogging!


You Might Also Like

0 komentar