Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.

Cerita Bisnis Ibu Rumah Tangga Yang Dijalani Kakak Ipar

Perempuan yang awalnya aktif bekerja lalu menikah dan di rumah saja, pasti ada masa di mana dia mengalami pergolakan batin. Dari aktivitas harian akan jauh berbeda. Kemudian dari sisi ekonomi, harus jauh lebih berkompromi. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya, mungkin kita bisa mulai melakukan Bisnis Ibu Rumah Tangga. Ini juga yang dialami oleh Kakak Ipar. Eh kenapa tiba-tiba ngomongin dia ya? Well karena dia memang awalnya perempuan pekerja sebelum menikah. Kalau Kakak perempuan saya, keduanya bukan pekerja, tapi saat ini kadang memutuskan cari sampingan setelah jadi Ibu.

ide bisnis ibu rumah tangga

Kembali ke Kakak Ipar ya. Sebelum menikah, Kakak saya memutuskan resign dari Garmen tempatnya bekerja yang berada di Semarang. Karena dasarnya memang menekuni bidang jahit menjahit, maka belilah mesin yang bisa ia gunakan selama di rumah. Sebenarnya ada bagian dari Garmen yang mengirimkan barangnya ke rumah penjahit untuk dikerjakan. Jadi memang tidak terikat harus pulang pergi ke tempat kerja.

Mbak saya dulu sekolah di SMK Negeri 2 Jepara jurusan Tata Busana. Saya tidak tahu pasti apa yang diajarkan di sana. Yang jelas hal-hal dasar. Namun untuk menjahit, jadi desainer, butuh waktu dan kemauan lebih dalam mempelajarinya. Mbak saya bisa, tapi belum pro. Jadi masih mengerjakan hal-hal simpel saja.

Selain menjahit, Bisnis Ibu Rumah Tangga lain yang dijalani Kakak Ipar itu jualan baju. Dia memilih jadi dropshipper. Promosiin baju, gamis dan lainnya tanpa harus punya barang di rumah. Memilih melakukan ini berarti harus pintar-pintar beriklan.

Untuk dropshipper ini, Kakak Ipar tidak sendiri melainkan dibantu suaminya alias Kakak saya. Katanya sih lumayan buat tambah-tambahan. Tidak perlu modal uang ini kan kerjanya. Jadi memang bisa dibuat sambilan.

bisnis ibu rumah tangga kakak ipar

Bisnis Ibu Rumah Tangga terakhir yang dilakukan Kakak Ipar adalah buka toko kelontong. Tidak besar, kecil saja kaya jualan sabun mandi, sabun cuci, makanan kecil dan lainnya. Kakak memilih ini karena Ibunya itu jualan sayur dan bumbu dapur. Jadi pasti ada yang nyari dagangannya saat ke rumah. Mereka bisa sekalian belanja lain-lain dari Kakak saya ini.

Bisnis Ibu Rumah Tangga yang dijalani Kakak Ipar ini tergolong tanpa risiko besar, mudah dilakukan karena skalanya masih kecil. Hanya di kampung sendiri, dengan orang yang dikenal. Paling harus pintar-pintar cari suplier yang oke, yang bisa memberikan harga lebih masuk akal. Jadi jualannya bisa standar dan tetap ada untungnya.

Kalau saya sendiri belum terpikir untuk jualan seperti Kakak Ipar. Alasannya karena tempat tinggal saya sekarang ini sudah banyak toko kelontong. Menjahit? Hah, saya cuma bisa jahit tangan. Sudah paling betul menikmati profesi saya sekarang sebagai Blogger. Namun tidak tahu juga ya kalau suatu saat coba hal lain karena ide bisnis rumah tangga itu banyak banget. Seperti jual produk kecantikan, makanan, tanaman, laundry pakaian, dan lain sebagainya.

Menjalani bisnis Ibu Rumah Tangga memang untuk mengisi waktu luang dan syukur-syukur bisa menghasilkan cuan. Ini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah dan tetap bisa melakukan tugas wajib lain seperti mengurus anak dan keluarga.

Saya percaya, hal kecil jika dijalani dengan serius, maka bisa menghasilkan. Sudah banyak Ibu Rumah Tangga yang sukses dengan bisnisnya bahkan bisa sampai ke target yang lebih besar. Jadi jika memang punya passion di dunia bisnis, diskusikan dengan pasangan bagaimana baiknya, lalu mulai.

Itu dia Cerita Bisnis Ibu Rumah Tangga Yang Dijalani Kakak Ipar. Kalian sendiri bagaimana? Punya bisnis atau usaha di rumah untuk mengisi waktu luang? Coba share pendapat Kalian di kolom komentar ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

12 comments

Mechta said...

Bisnis apapun, salah satu kunci suksdsnya menurutku adalah mau bekerja keras dan terus belajar yaa.. Semoga semakin sukses bisnis rumahan kakak iparnya yaa..

Hallowulandari said...

yes, serius, komitmen, tekun itu kunci banget sih buat ngejalanin apa pun, apalagi bisnis yang hasilnya tuh ga bisa instan

Andina said...

Bisnis Ibu rumah tangga memang sesuatu yang wajar masa kini. Saya pernah coba jadi reseller dan sekarang blogger. Intinya bisa ya bisnis dilakukan dari rumah

Iim Rohimah said...

Ibu rumah tangga memang wajib punya kreativitas bisnis saat ini mbak. Termasuk blogger, tidak salahnya memiliki plan B berupa usaha sampingan.
Soalnya pekerjaan apapun pasti ada ketidakpastiannya. Termasuk perempuan yang suaminya mapan, tetap wajib waspada, hehe

Gioveny Astaning Permana said...

Bener banget sih beralih dari yg tadinya pekerja tuh agak dilema. Tapi ternyata pekerjaan rumah tuh gada habis nya. Bersyukur banget ya masih bisa produktif. Tetangga saya juga menjalani bisnis pembuatan jas hujan dan pakaian jadi

Katerina said...

Sampai saat ini saya ga jalani bisnis sampingan apapun dari rumah. Ada bisnis, tapi dijalanin di luar rumah, pakai pekerja. Di rumah fokus ngurus anak dan rumah, sisanya bersantai melakukan kesenangan pribadi, kayak menulis. Kadang traveling dan melakukan hobi foto. Eh ternyata kesenangan dan hobi itu yang malah mendatangkan cuan :D

Fenni Bungsu said...

Daku belum ada bisnis usaha, sama seperti Kak Jiah menikmati pekerjaan sebagai blogger hehe. Karena di sini juga udah banyak usaha yang dilakoni ibu rumah tangga

deddyhuang.com said...

cerita bisnis seperti ini memang bisa menginspirasi. bisnis ibu rumah tangga itu keren sih karena bisa kerjain semuanya sambil urus keluarga, bisa dapat uang tambahan pula ya.

Deeva Collection said...

Salut dengan ibu rumah tangga yang di tengah aktivitasnya yang bejibun masih menyempatkan diri bahkan mengembangkan diri untuk bisa menyokong dan membangun perekonomian keluarga bersama pasangan.

Kata Nieke said...

Sekarang banyak perempuan yang menjalankan bisnis dari rumah, baik lajang dan yang sudah berumah tangga. Internet tuh nolong banget, orang jadi bisa cari peluang darimana saja ya. Dari marketplace, situs freelance, dll.

Bai Ruindra said...

Luar biasa ini memang apapun bisnisnya kalau dijalani dengan tekun dan baik akan mendapatkan hasil terbaik pula ya kak

eka fitriani larasati said...

punya toko kelontong emang bisnis yang minim resiko sih dan banyak dibutuhkan orang
tapi jadi dropshipper juga oke karena minim resiko juga, pengalaman saya begitu. Juga gak perlu modal besar asal ada modal kemauan aja