Jiah My Id

The Power of Anak Kampung

Powered by Blogger.
Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Lomba Untuk Sekolah

Kapan terakhir kali membaca Al-Quran dengan suara indah?

Ya ampun! Ini pertanyaan sulit. Saya hanya sebatas mengaji, mengulang-ulang untuk diri saya sendiri. Mungkin terakhir ngaji dengan mikrofon itu ketika ramadan lalu. Well kali ini saya akan bercerita tentang Keponakan yang mengikuti Lomba Untuk Sekolah dan kekecewaan saya di masa lalu. 

Di postingan yang lalu, saya cerita soal Keponakan saat PJJ dan PTM Terbatas hingga Lupa Teman Sekelas. Saat Pembelajaran Jarak Jauh, pernah saya ditelepon Gurunya untuk mengantarkan Keponakan ke sekolah. Saya khawatir dong? Ada apa nih?

lomba untuk sekolah

Lupa Teman Sekelas

Lupa teman sekelas saat masuk WAG setelah bertahun-tahun itu normal. Lupa teman setelah PJJ, itu normal banget. Mungkin tak hanya lupa, tapi tak tahu orangnya yang mana. Ada yang mengalami juga?

Seminggu yang lalu, Anak-anak mulai masuk sekolah lagi. Sebenarnya, Keponakan saya sendiri sudah masuk sekolah sejak Agustus 2021. Saya merasa bersyukur karena akan meminimalisir drama. Dia juga bisa lebih 'waras' karena bertemu Teman-temannya.

lupa teman sekelas

Kembar Empat

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kamu anak kembar? Mau punya anak kembar? Saya juga, tapi saya tidak kembar, hiks. Suami? Hadeh! Saya belum ketemu dia.

Sumber

Satu-dua tahun lalu, saya pernah menulis tentang Twins. Di Hari yang Berbeda saya juga sedikit cerita tentang kelahiran bayi kembar. Seminggu setelah perawatan, akhirnya mereka pulang meski berat badannya belum dua kilo. Ya mau gimana, Mereka sehat sih.

Dulu saya pernah berjanji mau nulis empat teman sekelas saya yang kembar. Kelas XI IPA1 adalah awal saya punya teman sekelas kembar. Dari kelas X sebenarnya saya tahu mereka kembar, tapi ya nggak terlalu kenal. Akhirnya, kembar empat ini ngumpul.

Lina punya kembaran namanya Mahfud. Mahfud ini masuk Bahasa. Namanya kembar laki perempuan, jelas saya bisa bedakan mereka. Mereka ini pulang pergi boncengan. Buntutnya, mereka ini dikira pasangan.

Ana-Ani, Yanti-Yana. Mereka kembar tapi nggak identik. Sama-sama masuk IPA, tapi beda kelas. Di kelas XI Ana-Yanti jadi teman sekelas. Kelas XII, Yanti bertukar jadi Yana untuk teman sekelas. Sebenarnya saya sih yang diusir dari kelas IPA1 ke IPA2, hiks #Curhat.

Rosiana-Rosita. Mereka kembar identik, mirip banget. Sayang saya belum pernah ketemu Rosita. Mereka beda sekolah. Rosiana si polos, tapi super baik. Gara-gara identik, cowok yang naksir Rosiana malah nembak Rosita. Akhirnya, tetep dianya pacaran sama Rosiana, huahaha. Nggak tahu deh sampai hari ini cowok itu tahu atau tidak kalau dia salah tembak.

Semenjak lulus, saya belum pernah ketemu mereka secara langsung. Eh nggak juga ding. Di RSU Kartini ketika nunggu si Kembar di IGD, saya bertemu Lina. Dia bekerja di sana. Tapi sayanya lupa nanya, dia jadi Bidan apa perawat.

Ana, dia menikah, punya seorang bayi perempuan, tidak kembar. Ani, bekerja, tapi tak tahu di mana. Beberapa waktu lalu akhirnya nyusul nikah. Yana-Yanti kuliah di UIN Semarang. Kayanya sudah lulus sih. Kalau Rosi, dia dulu ambil keperawatan. Sekarang di mana, entah.

Ya begitulah kembar empat di kelas saya dulu. Hah ngomongin sekolah. Jadi kangen sekolah. Tapi saya masih pengen punya anak kembar, hiks.

Ya sudah. Sampai jumpa!!!

Jangan lupa komen di Ketika Anak Kampung Pergi ke Kota. Siapa tahu dapat pulsa.

#HappyBlogging