5 Langkah Penanganan Pasien Difteri

July 07, 2019

Bismilaahirrahmaanirrahiim....

Pasien difteri bisa sembuh asal memastikan langkah-langkah penanganan ini!

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Setelah masuk ke tubuh, bakteri akan berkembang biak di permukaan selaput pernapasan dan mulai memproduksi toksin, yang kemudian merambat ke jaringan di sekelilingnya.



Jika tidak cepat ditangani, infeksi akan menyebar ke seluruh tubuh. Pasien difteri bisa sembuh asal melakukan langkah-langkah penanganan yang tepat.

Menurut penjelasan dari dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, ada lima langkah penanganan difteri yang dapat membantu meningkatkan kesembuhan penderita.

1. Konsultasi dengan dokter
Jika menemukan gejala awal difteri—yaitu demam hingga menggigil, kelenjar bengkak di leher (bull neck), batuk, sakit tenggorokan, dan suara serak—segera periksakan diri ke dokter.

Dokter akan menduga pasien terkena difteri jika ditemukan lapisan berwarna abu-abu di ujung mulut. Selanjutnya, akan diambil sampel lendir dari tenggorokan untuk diperiksa di laboratorium.

2. Suntikan ADS
Jika memang terdiagnosis difteri, dokter akan memberikan suntikan anti-diphteria serum (ADS). Suntikan ini segera diberikan setelah terbukti terjangkit difteri untuk melawan menyebarnya racun dari bakteri. Begitu penjelasan dr. Dyah. Suntikan tersebut penting agar penderita tidak mengalami komplikasi yang mengancam nyawa.

3. Terapi antibiotik
Nantinya, dokter juga akan memberikan antibiotik jenis penisilin atau erythromycin untuk membunuh bakteri penyebab difteri.

4. Suntik steroid
Apabila penderita mengalami sesak napas, biasanya dokter akan memberikan suntikan steroid. Gunanya adalah membantu mengurangi gejala sesak napas tersebut.

5. Perawatan intensif di rumah sakit
Namun yang paling baik penderita memang dirawat di rumah sakit agar penanganannya dapat dilakukan dengan intensif. Selain itu, risiko penularan infeksi juga bisa ditekan. Dengan begitu, kesembuhan pasien lebih terjamin.

Difteri bisa menjadi penyakit mematikan jika racun banyak diproduksi, karena akan semakin lebar daerah yang terinfeksi dan membentuk suatu jaringan yang disebut pseudomembran. Jaringan ini berwarna putih keabu-abuan dan mempunyai ciri sulit diangkat serta mudah berdarah jika dipaksa untuk diangkat dari area tenggorokan.

Racun bakteri bisa menyebar lewat aliran darah dan menyerang berbagai organ seperti jantung, ginjal, dan saraf. Pencegahan difteri paling efektif adalah dengan vaksin, dikombinasikan dengan pola hidup bersih dan sehat. Jika sudah terdiagnosis difteri, pastikan penerapan langkah penanganan yang tepat agar pasien terhindar dari komplikasi yang membahayakan.

Selalu jaga kesehatan ya! Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

18 komentar

  1. Trims infonya, Jiah.. Insya Allah berguna buat kita semua ya..

    ReplyDelete
  2. Difteri banyak ditemukan di negara berkembang ya mba. ADS jadi vaksin yg wajib ada di apotek selain tetanus ya

    ReplyDelete
  3. Masyarakat kudu banget diedukasi secara optimal tentang penyakit2 seperti ini.
    Semoga ALLAH menjaga kita semua ya Mbaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Harus waspada ya ini. Jangan coba-coba mengobati sendiri. Mendingan bawa ke dokter aja

    ReplyDelete
  5. penanganannya harus baik ya mba, ngga boleh sembarangan. Dan untungnya banyak alternative pengobatan yang bias dilakukan

    ReplyDelete
  6. Ternyata saya tidak tahu banyak mengenai penyakit dan cara pengobatannya. Difteri adalah hal yang kurang saya ketahui secara mendalam, hanya sepintas saja.
    Tulisan di atas membantu saya untuk memahami apa itu difteri secara lebih mendalam, pun penanganannya.
    Betapa virus bisa menginfeksi kita dan menimbulkan akibat yang berbahaya bagi kesehatan sekaligus keselamatan.
    Terima kasih telah membukakan wawasan kesehatan.

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah, Jia...
    Tulisanmu gak ada gambar orang yang terserang difteri.
    Membaca gejalanya, aku sungguh membayangkan yang tidak-tidak.

    Semoga Allah lindungi dari penyakit yang serem-serem begini...

    ReplyDelete
  8. Ngomong2 soal difteri, pas kecil dulu saya gak bisa bedain diare dengan difteri, haha. Gak tau kenapa. Padahal udah jelas beda banget. Sekarang sih udah tau. Tfs ya, Mba:)

    ReplyDelete
  9. Makasih infonya, Ji. Bermanfaat banget nih. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit difteri ini (juga penyakit2 lainnya) amiiin 😇

    ReplyDelete
  10. jadi memang kalo gejalanya sudah mulai terlihat sebaiknya langsung dibawa ke dokter ya mba supaya bisa diatasilangsung terutama suntikan ADS itu.

    ReplyDelete
  11. Temenku ada yang kena difteri sampai harus di isolasi kemarin Alhamdulillah sekarang sudah sehat, semoga kita semua terjaga dari penularan difteri ya. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah kini sudah ada vaksinnya. Anak-anak sekolah juga sudah dapat vaksin ini. Muridku kelas 1 juga tahun kemarin mendapat jatah vaksin ini. Semoga kita semua terhindar dari penyakit mengerikan ini.

    ReplyDelete
  13. Penyakit menular kayak difteri ini memang nggak bisa dibiarkan ya mbak, harus segera ditangani dengan tepat biar tidak menyebar luas.

    ReplyDelete
  14. Difteri penyebabnya karena virus kayaknya ya. Jadi kalo anak-anak udah dapat imunisasi seperti DPT udah terlindungi kan?

    ReplyDelete
  15. Aku suka ngeri kalau baca ttg penyakit dfteri, apalagi yang disebabkan krn bakteri akibat kebersihan yg kurang bagus. Moga2 kita senantiasa dijauhkan dari infeksi bakteri ini ya.

    ReplyDelete
  16. Duh difteri ini ngeri banget :(
    Aku kalau sampai tahu ada yg kena sih langsung cus ke dokter deh biar langsung ditangani

    ReplyDelete
  17. dulu sempat nyangka aisyah kena difteri

    pas dibawa ke dokter, ternyata cuma radang biasa aja :D

    ReplyDelete
  18. Semoga kita dijauhkan dari penyakit ini, sedih kalo tertular penyakit ini, apalagi wanita hamil, sangat berbahaya untuk perkembangan janin.

    ReplyDelete